NovelToon NovelToon
Reinkarnasi : Kembali Ke Tahun Milenium

Reinkarnasi : Kembali Ke Tahun Milenium

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Patahhati / Reinkarnasi / Badboy / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mizzly

Hidup Sandy bisa dibilang gagal. Kehilangan pekerjaan yang berujung dengan rumah tangga yang hancur. Kini Ia sendiri meratapi nasib. Namun saat Ia terbangun dari mabuknya, Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 2000, tahun milenium. Mampukah Ia memperbaiki masa depannya dan kembali ke masa depan lagi? Ataukah Ia akan mengulangi kesalahan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Sudah malam, Le. Jangan begadang! Besok kamu kesiangan ke sekolahnya!" pesan Ibu pada Sandy yang sedang menonton TV.

"Iya, Bu. Aku nonton sebentar lagi lalu tidur. Ibu tidur duluan saja. Kalau Bapak pulang nanti aku yang bukakan pintunya." jawab Sandy tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi 21 Inch tabung yang masih gede konde di belakangnya.

"Ya sudah. Pokoknya jangan malam-malam!" pesan Ibu sebelum masuk ke dalam kamarnya.

Sandy melanjutkan lagi menonton berita di TV. Ya, Ia menonton berita bukan pertandingan bola atau acara hiburan lainnya.

Sandy sedang mengingat apa yang terjadi di tahun 2000. Apa yang sedang booming dan apa yang bisa dijadikan ladang bisnis.

Otaknya berputar cepat. Ia sudah mempunyai rencana untuk mengubah hidupnya yang baru. Salah satunya adalah dengan menjadi pengusaha di usia muda.

Sandy masih teringat saat dilempar dengan straples sampai membuat pipinya membiru keesokan harinya. Salah satu yang Sandy sesali adalah Ia bekerja sebagai kacung kampret.

Kalau saja orang tuanya kaya, pasti Ia akan bisa menjadi boss dan bahkan mungkin keadaan berbalik dan Ia yang melempari bossnya tersebut dengan starples.

Sakit hatinya amatlah besar. Dipermalukan dan diperlakukan kasar lalu dipecat tanpa pesangon. Seperti memperlakukan karyawan yang telah tertangkap tangan sehabis mencuri saja. Padahal Ia sudah mencurahkan waktu dan pikirannya demi kemajuan perusahaan.

Kini Ia mengejar ketertinggalannya. Ia ingin memulai bisnis dan memupuk kerajaan bisnisnya sejak dini.

Sandy kini memiliki modal. Ia yang berasal dari masa depan bisa tahu mana bisnis yang akan meroket dan mana yang akan gulung tikar dalam waktu sesaat.

"Berita hari ini, kepolisian kembali memusnahkan puluhan keping CD bajakan dari pedagang. Upaya ini dilakukan untuk mencegah tindakan pembajakan yang makin merajalela....." terdengar suara pewarta berita menyiarkan berita malam.

Sebuah ide tiba-tiba melintas di kepala Sandy. Ia akan jualan VCD bajakan. Memang saat ini sedang musim VCD bajakan yang masih akan booming selama satu sampai dua tahun ke depan.

"Modal. Aku butuh modal buat membelinya. Bapak dan Ibu enggak akan kasih aku uang untuk membeli VCD bajakan. Malah akan kena omel." gumam Sandy.

Kembali Sandy memutar otaknya. Ia yang biasa bekerja merencakan suatu proyek sudah sangat pengalaman menghadapi bisnis baru.

Sandy mencari sesuatu yang bisa dijualnya. Sesuatu yang bisa jadi modal usaha. Rumah Bapak dan Ibunya bukan rumah orang kaya, malah terbilang cukup sederhana.

Tidak ada guci atau keramik mahal yang bisa dijual. Tak mungkin juga mencuri emas milik Ibu meski Ia tahu dimana menaruhnya. Sandy sudah berjanji akan membahagiakan Ibu selama sisa hidupnya.

Tok....tok...tok...

"Bu!" suara Bapak memanggil dari depan pintu.

Sandy bergegas membukakan pintu, tak mau Ibu terbangun. "Sudah pulang Pak?" tanya Sandy yang langsung mencium tangan Bapaknya.

"Iya. Ibu kamu mana?" Bapak menyerahkan sebuah plastik hitam berisi oleh-oleh yang dibelinya di luar kota. Bapak memang selalu membawa buah tangan kalau pergi ke luar kota. Tak pernah lupa.

"Baru aja tidur, Pak. Bapak mau apa biar aku yang siapin." kata Sandy sambil membawa plastik yang Bapak berikan dan menaruhnya di meja makan. Dirapihkannya takut ada tikus yang memakannya kalau tidak dirapihkan.

"Tumben kamu inistiatif. Biasanya harus disuruh dulu." kata Bapak heran.

Sandy nyengir kuda. "Siapa tau Bapak bermurah hati gitu!"

Ini juga siasat Sandy. Di kehidupannya tahun 2021 Ia dan Bapaknya tidak terlalu dekat. Bapaknya yang agak kaku dan Sandy yang cuek membuat hubungan mereka makin menjauh selepas kepergian Ibu.

Sandy mau merubahnya sejak sekarang. Ia sadar kalau orang tuanya yang tersisa hanyalah Bapak. Jika Ia bisa dekat dengan Bapak setidaknya saat Ia terpuruk seperti kemarin, Ia bisa menangis di pelukan Bapak tidak akan kesepian seperti kemarin.

Dan satu lagi, siapa tau Bapak mau memodalinya bisnis jualan VCD. Itu sih rencana terbesarnya.

"Sudah Bapak duga! Nanti Bapak kasih kamu uang!" kata Bapak sambil tersenyum.

"Yess!" satu rencana mulai berhasil. Mata Sandy lalu melihat ke arah Bapak tadi duduk. Di meja samping tempat Bapak duduk ada koran.

Ya, di tahun 2021 semua serba digital. Jarang ada orang yang masih membaca koran dalam bentuk fisik, lebih banyak membaca di portal berita online karena lebih up to date.

"Pak, korannya boleh Sandy loak-kin enggak?"

"Boleh." kata Bapak sambil mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu rupiah dan memberikannya pada Sandy. Jumlah yang cukup besar pada jamannya. "Tambahin lagi dong, Pak. Mau buat modal nih."

Bapak geleng-geleng kepala dengan kelakuan anaknya. "Sudah dikasih masih saja kurang! Modal buat apa sih?"

"Mau jualan, Pak. Belajar bisnis dari sekarang." jawab Sandy.

Mendengar niat Sandy yang dirasanya positif, Bapak pun mengeluarkan lagi selembar uang lima puluh ribuan. "Jangan bisnis macam-macam ya! Yang bener! Yang halal!"

"Iya, Pak. Tenang saja. Makasih, Pak. Sandy buatkan teh manis dulu buat Bapak." Sandy tersenyum senang karena semudah itu mengambil hati Bapak.

Keesokan harinya sebelum berangkat ke sekolah, Sandy membawa tumpukan koran bekas yang sudah Ia kumpulkan semalam untuk di jual di tukang sayur yang biasanya nerima koran untuk dijual.

Ternyata setelah dijual hasilnya lumayan. Dua puluh ribu rupiah. Tambahan modal lagi. Ditambah semalam seratus ribu, kini modalnya ada seratus dua puluh ribu. Masih kurang banyak.

"Dimana lagi ya nyari modal?" Sandy memikirkannya sambil berjalan ke sekolah. Ia langsung menuju kelasnya. Masih hapal ternyata.

"Woy San! Kemana aja lo kemarin bukannya ikut nongkrong di rumah Iwan malah enggak dateng!" sambut Bopeng yang bernama asli Pepeng saat melihat Sandy memasuki kelas.

"Ada urusan keluarga. Dadakan!" jawab Sandy, padahal Ia lupa untuk apa mereka kumpul.

"Parah lo! Padahal ada sepupunya Iwan yang cantik lagi datang! Rugi lo enggak kenalan!" sahut Bopeng yang mengikuti langkah Sandy sampai ke tempat duduknya.

Bopeng adalah sahabat Sandy yang hidupnya tidak lebih beruntung dari Sandy. Ia tidak melanjutkan kuliah dan berakhir hanya menjadi OB saja.

"Peng, lo punya duit enggak?" sebuah ide tiba-tiba melintas di kepala Sandy.

"Buat apaan?"

"Buat modal." jawab Sandy.

"Modal mabok?" ledek Bopeng.

"Modal usaha cuy! Mau join enggak lo? Gue mau buka usaha nih!" kata Sandy.

"Beneran?" Bopeng meragukan perkataan sohibnya.

"Iyalah. Kalau mau kaya dari sekarang. Lo mau nanti kerjanya cuma jadi OB aja?" bukan meledek tapi secara tidak langsung Sandy memberitahu masa depan Bopeng.

"Enggaklah. Mo bisnis apa?"

Sandy membisikkan sesuatu di telinga Bopeng. "Serius lo?"

Sandy mengangguk yakin. "Bisnis awal aja. Enggak lama-lama kok. Cuma batu loncatan aja. Mau enggak?"

Bopeng menatap Sandy dengan heran. Tapi ide Sandy masuk akal, karena itu Bopeng pun mengiyakan ajakan Sandy. "Oke. Gue join. Nanti gue tebok celengan ayam gue buat modal!"

"Nah gitu dong! Gue ajak lo biar kaya bareng. ya enggak?"

"Yoi!"

1
Ayu Sari Murni
mikiro le🤣
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Istiy Ana
keren 👍👍
Istiy Ana
ma sya allah kenapa gw bisa ketinggalan cerita sebagus ini ☺️
Ati Yulianti
ya k mizz cerita kk pasti bikin aku nantikan , selamat dan semangat berkarya kutunggu cerita selanjutnya Terima kasih sudah memberikan aku cerita yg luar biasa bagus dalam mengisi liburan ku
Ati Yulianti
aje gild k mizz tau aje proyek 2 /Grin/
lily
tersanjung sudah berapa episode?
Mbok'e AHB
iya bener,kangen gulali tepung.
Mbok'e AHB
dan skrg dkt jorr yaaa
Aysana Shanim
Kan bener.. Nhincer kalung shanum
Aysana Shanim
Apakah tujuan mereka ngasih tau sandy ke masa depan agar sandy jauh dari shanum, terus kalungnya di incer ya?
Aysana Shanim
Apakah nanti air di botolnya yg di incer ya?
Aysana Shanim
Ini yg aku pikirin dari kemaren sih..
Sandy yg milenium kemana. Terus kalo dia mantap gamau balik lagi ke milenium misalkan, mau di 2021 aja terus yg di milenium gimana? Ngilang dong? Dan nggak akan ada di masa depan tiba tiba aja kan?
Aysana Shanim
Ooh sepupunya pak dibyo yah berarti
Aysana Shanim
Apa mereka sepupuan?
Aysana Shanim
Vibes nya sandy sama shanum itu kayak maya sama Leo 😂😂🤣 kocak tapi gemesin wkwk
Aysana Shanim
Ini mah nyesek banget 😭
Aysana Shanim
Wkwkwk iya juga sih bener 😭🤣😂
Aysana Shanim
Hahaha ngakak 🤣🤣🤣 bener juga kata sultan wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!