Sintya Eka Putri Merupakan gadis mungil, cantik dan juga lucu, Memiliki kulit bersih dan mulus, memiliki hidung tinggi, bulu mata lentik dan warna mata coklat yang begitu indah. Sinta yang belum pernah merasa kan cinta pada dirinya itu belum tau apa sebenarnya cinta. Sehingga dia bingung antara cinta yg terhadap kekasih maupun ke teman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7: SINTA PUTUS ASA
"Ada kok" Jelas Fahri singkat karena sudah tidak tau apa yang harus dia lakukan, sambil berjalan ke arah motornya.
"Awwww....." Teriak kesakitan Sinta
"Kenapa??" Tanya Fahri kaget melihat Sinta kesakitan, bukannya tadi dia tidak kenapa Napa yah. Gumamnya dalam hati.
"Kaki gue kayaknya terkelir deh Pada saat duduk tadi" Ungkap Sinta bingung dengan keadaan kakinya, sambil memegang mata kakinya.
Yang melihat Sinta masih berusaha untuk berdiri.
Fahri langsung melangkah ke arahnya.
"Lepaskan Fahri....... Lepaskan ih" Teriak Sinta yang sudah di peluk Fahri.
Lo tuh yah bawel banget, kaki Lo kan sakit, biar gue peluk. Bentak Fahri tidak mau kalah.
"Gue bisa Fahri" Balas Sinta lagi.
Ini yang membuat Fahri tambah kagum, Sinta memang sangat mandiri dan tidak manja.
Fahri langsung menurunkan Sinta perlahan lahan ke tanah. Ya udah jalan sendiri. Kata Fahri.
"Iyaah" Ucap Sinta.
"Bisa gak naik motornya?" Tanya Fahri ke sinta yang terlihat kesusahan naik motor besarnya
"Bisa kok, santai aja" Dengan berusaha santai, padahal kakinya sudah terasa sakit sekali.
************
"Makasih yah" Ucap Sinta langsung masuk ke rumahnya.
"Okeee" Fahri langsung tancap gas meninggalkan rumah sinta.
**************
"Bundaaa...... Teriak Sinta"
"Kok lama sih pulangnya? banyak urusan nya yah?" Tanya Bunda bingung anaknya baru pulang di pukul 17.18
"Iyah Bun, Sinta capek mau masuk kamar" Sambil menyalim tangan bundanya. dan masuk ke kamar kecilnya.
DRING.......
DRING......
Bunyi Hp Sinta berbunyi. Sinta yang baru saja ingin memenjamkan Mata pun kaget.
Siapa sih? Gumam Sinta kesal dalam hati
PENGUNGUMAN!!!
Diberitahukan untuk seluruh Calon Mahasiswa Bintang Jaya fakultas Ekonomi,. Besok akan dilakukannya penunjukan bakat masing masing, jadi untuk seluruh Mahasiswa diharapkan untuk mempersiapkan diri untuk besok.
^^^Tertanda^^^
Andri Setiawan
Ketua BEM
Ha? Andri BEM? Gilaaaa apa? Kenapa bisa? Hmm... ya bisalah Sinta, Dia kan orang yang memiliki kedudukan untuk menjadi Ketua BEM mah gampang, apalagi pasti kebanyakan yang pilih dia Mahasiswi yang tergila gila melihat ketampanannya. Gumam Sinta merasa kesal.
"Bundaaa....." Teriak Sinta kesal sambil berjalan mencari ke semua ruangan rumahnya.
"Kenapa Sinta?" Tanya Bunda
"Bun Gitar Sinta mana yah?" Tanya Sinta bingung gitar nya sudah tidak ada di kamarnya.
"Bunda jual nak, maafin bunda yah gak kasih tau kamu" Jelas bunda yang merasa bersalah
"Apa?? bunda kok gitu? eh....eh.. gak apa apa deh" Ucap pasrah sinta yang tidak mau bundanya sedih. Karena dia yakin bundaya menjual karena untuk kebutuhan mereka.
Keluarga Sinta dulunya adalah orang yang berada, namun setelah ayahnya meninggal karena sakit. Mereka jatuh miskin karena membayar uang perawatan ayahnya.
Selama ini yang membayar uang sekolah Sinta adalah ibu dari ayah Reno. Mereka kasihan dengan keadaan keluarga mereka. Lagi pula keluarga mereka adalah keluarga tepandang, hanya untuk membayar uang sekolah saja bukan apa apa untuk mereka.
"Emangnya kenapa nak?" Tanya bunda
"Besok tiba tiba kita di suruh untuk unjukan bakat untuk PK2MABA bun, jadi Sinta pengen latihan aja sih" Ucap Sinta lemas. "Tapi gak apa apa bunda tenang aja anak bunda kan udah jago jadi langsung tampil pun gak masalah" Tambah Sinta sambil terkekeh ke bundanya agar membuat bundanya tidak sedih.
"Sinta masuk Kamar yah Bun.... Ngantuk" Sambil menutup mulutnya yang terbuka lebar
"Tidur yang nyenyak yah" Sambil mengelus rambut Sinta.
***********
Keesokan hari PUKUL 06.34
"Sinta ada teman kamu Nih.. Teriak bunda dari luar
"Siapa Bun?" Tanya Sinta yang masih sibuk merapikan rambutnya.
"Fahri katanya, Jelas Bunda
Ha? Fahri? Ngapain coba dia jemput gue. Gumam Sinta kesal, Sambil teringat kejadian kemaren. Ahh tau ah. Sambil menyeka mukanya.
"Iya bunda Sinta bentar lagi keluar....." Ucapnya
"Nak Fahri tunggu bentar yah" Kata bunda
"Iya Tante, gak apa apa" Jawab fahri
"Fahri Lo kok jemput gue sih?" Tanya Sinta bingung sambil menaiki motor besar Fahri
"Yah biar berangkat bareng" Fahri Ketawa
"Apaan sih gak jelas tau" Ngambek Sinta.
"Eh tapi thanks yah udah jemput gue, eh gak sih lebih tepatnya loh tu singgah gue, wkwkwkwk. Kan rumah loh searah sama gue kalau berangkat" Tambah Sinta
"Iyaa santai aja kali" Jawab Fahri
"Jadi gimana Sebenarnya Andri itu siapa sih?" Memulai pembicaraan di perjalanan mereka.
"Hmmmmm..... Gak usah di bahas dulu kali yah" Ucap Sinta malas.
Fahri pun menghela nafasnya panjang. Dia belum mau membahasnya ya sudah sebentar selesai PK2MABA aku ajak dia keluar. Ucap Fahri dalam hati.
Dering handphone berbunyi......,.......
"Haloo... kenapa tar ?" Tanya Sinta sambil teriak
"Kamu udah berangkat Kampus kan? Aku takut kamu telat lagi! Tanya tari Khawati jika sahabatnya akan telat lagi.
Yah Sinta memberi
"Iya tenang aja, aku sama Fahri nih, udah di jalan kok, bentar lagi nyampe" Jelas Sinta
"Oke deh bagus, aku tutup yah. bye...."
"Bye... Kata Sinta
***********
Di depan pagar Andri menunggu seseorang, yah siapa lagi, Sinta. Dia menunggu Sinta
Apa? Menunggu Sinta? Dia tetap belum percaya kalau Fahri pacarnya? bukankah dengan tingkah Sinta yang tidak biasa itu harusnya membuat dia yakin? Entahlah
"A***** B***** SIAL, Benar berarti dia pacaran dengan anak itu" Ucap Andri kesal melihat pemandangan yang tidak dia bayangkan.
Fahri yang melihat Andri di depan pagar pun kaget, bagaimana dengan Sinta? Sinta jelas tidak melihatnya.
Sinta pun turun di parkiran Kampus bersama Fahri.
Sinta kaget melihat sosok yang mendekat ke mereka.
Andri? ngapain lagi dia coba? Gumam Sinta takut.
Tangan Sinta sudah merangkul Fahri, untuk menyembunyikan ketakutannya. dan meyakinkan kalau memang Fahri adalah kekasihnya.
"Ngapain Lo?" Teriak Fahri hampir setengah amarah, kalau bukan mengingat ini di kampus, Mungkin Fahri sudah melayangkan kepalan tangannya untuk membalas yang kemarin.
Hmmm.. Sambil menghembuskan nafas singkat.
"Yah mau lihat cewek cantik gue lah" Ucap Andri santai Sambil menatap Sinta
"Gila yah Lo? Gue itu udah punya pacar, dan itu fahri Reynanda" Jelas Sinta
"Tunggu.... "Teriak Andri ke mereka berdua.
"Urusan kita belum selesai loh" Ucap Andri
"Udah waktunya berkumpul tau, Lo mau tanggung jawab kalau kita di hukum?" Marah Sinta ke Andri
"Iyah. Jawab singkat Andri
Bodoh banget sih gue malah nantangin dia, dia kan ketua BEM. ahh.... gumam Sinta kesal.
"Mau Lo apa sih?" Tanya Fahri yang sudah muak dengan semua itu.
*Gue hanya penasaran aja sih,.....
Emang benaran kalian pacaran? udah apa apa yang kalian perbuat?" Tanya Andri dengan tingkah mesum nya itu. Ciuman kah? Ohhhh Atau...... Tidu..... Andri belum selesai bicara
BRUAAK....
Fahri memukulnya.....
"Andri terjatuh" bukannya kesakitan dia malah tertawa kecil. "Oke lumayan juga pukulan loh" Ucap Andri.
Sinta yang merasa ucapan Andri tadi yang menghinanya langsung meninju ke wajahnya yang mulus itu.
Lagi lagi bukan merasa kesakitan Andri justru ketawa, Ketawa sekencang kencangnya.
Membuat Fahri dan Sinta kebingungan menatapnya
"Aduhh sayang kamu itu memang seksi banget sih, seksi kamu tuh beda dari yang lain" Sambil memandang wajah Sinta, dan berdiri.
"Gila nih orang, Ayo.... sayang" ajak Sinta ke fahri.
BERSAMBUNG
padahal seru banget
dikit lagi🤨