NovelToon NovelToon
Mr. Adipramana Memilihmu

Mr. Adipramana Memilihmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:679.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Pasha

Siapa yang menyangka akan berjodoh dengan seseorang dari masa kecil.

Rendra Adipramana seorang Presiden Direktur dari Perusahaan Adipramana Group. Perusahaan yang dikenal besar dan ternama mampu membuat orang iri dengan yang berhasil bekerja disana.

Berusaha memperbaiki masa depan dan memiliki pendamping hidup yang tepat itulah yang menjadi tujuan hidupnya. Melewati rintangan hidup tidak membuatnya menyerah walaupun di satu waktu Rendra berhenti berjalan karena sahabat yang selalu bersamanya meninggal dengan cara tragis.

Sampai Rendra akhirnya bertemu dengan seorang wanita dari masa kecilnya. Amelia Hanindayana yang ternyata adalah seorang bawahannya sendiri.

Bagaimanakah perjalanan kisah cinta Rendra dan Amelia?

Ikutin aku di Instagram ya, follow @amandyapasha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Pasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tingkah Kiran

Rendra yang baru saja sampai di rumah sehabis pulang kerja langsung masuk ke dalam kamarnya dan mandi. Kamarnya memang yang paling luas dibanding dengan kamar yang lain di rumah ini. Rumah ini juga ia dapatkan hasil dari jerih payahnya selama ini. Jadi ia merasa sangat bangga dan bersyukur karena bisa mendapatkan ini semua berkat kerja keras dirinya.

Setelah selesai mandi ia langsung keluar dari kamar mandi dan tanpa komando kakinya pun Langsung terhenti saat melihat seseorang yang sedang berdiri di atas tempat tidurnya tanpa izinnya. Ia pun langsung menggeram sambil mengepalkan kedua tangannya melihat ke arah orang itu. Ia pun maju perlahan-lahan ke orang yang masih berdiri tersebut di atas tempat tidurnya yang terlihat sangat senang melihat Rendra sedang marah dan kesal seperti sekarang.

Orang tersebut pun mencoba lari dan loncat ke lantai dari atas tempat tidur. Tetapi dia kalah cepat dengan Rendra yang langsung menangkapnya dengan memeluk perutnya dan mendekapnya dari belakang.

"Mau kemana, Hemm... " Rendra sambil menahan dekapannya walaupun orang tersebut memberontak ingin dilepaskan.

"Lepas..., lepasin aku kak. Ampun kak. Lepasin aku mohon." Adik Rendra memberontak sambil memohon kepada Rendra untuk dilepaskan.

"Jawab dulu!" Nada bicara sudah meninggi.

"Iya, iya kak. Aku bosan di kamar makanya aku ke kamar kakak mau cari kakak. Tapi kakaknya tidak ada ya sudah aku naik ke atas tempat tidur." Menjawab dengan santainya seperti tidak ada rasa salah dalam dirinya.

"Cih! Alasan. Bilang saja kangen." Rendra menjawab sambil melepaskan dekapannya dan kembali mengeringkan rambutnya yang baru saja selesai mandi.

"Ih! Tidak kak, serius. Kenapa kakak jadi ngeselin si!" Jawab adiknya yang mulai terbawa perasaan.

"Yasudah, adik kesayangan kakak mau apa kamu kemari?" Rendra mulai menanggapi adiknya dengan lembut walaupun sebenarnya sedang malas untuk ribut.

"Nah, gitu dong. Kan aku jadi sayang sama kakak." berlari menghampiri Rendra yang sedang mengeringkan rambutnya di depan kaca dan memeluknya dari belakang.

"Kakak."

"Iya."

"Kakak, aku mau bicara sesuatu."

"Apa ?" Sambil memutar badannya memeluk balik adiknya.

"Kakak. Kiran boleh tidak kuliah di luar negeri ?" bertanya sambil memakai wajah melas dan memohon yang diperlihatkan kepada kakaknya.

"Luar Negeri!" Rendra yang kaget dengan perkataan adiknya akhirnya langsung melepas pelukannya dan membuat duduk dirinya dan juga adiknya di sofa dekat tempat tidurnya.

"Iya kak. Boleh ga ?"

"Maksud kamu apa ran ? Bukannya kata kamu mau kuliah di kampus yang dekat rumah ?"

"Iya kak. Tapi aku jadi kepengen kuliah di luar negeri. Sahabat aku juga mau kuliah disana juga lho kak. Aku juga tidak akan sendiri disana."

"Disana itu dimana ?" Tanya Rendra untuk memperjelas perkataan Kiran.

"Sahabat aku mau kuliah di London dan aku juga mau kuliah disana. Boleh ya kak Rendra yang aku sayang banget. Ya.. Ya...please." menempelkan kedua tangannya di depan dadanya untuk memohon kepada kakaknya supaya mengizinkan Kiran untuk kuliah di Luar Negeri.

"Kenapa keinginan kamu berubah ? Jelaskan dulu kepadaku"

"Aku..., karena..." Kiran tidak bisa menjelaskan karena keinginannya cuma untuk bisa ikut sahabatnya kuliah disana bukan semata-mata keinginan dirinya sendiri.

"Apa? Sekarang apa? Tidak bisa menjelaskan alasanmu ya rupanya. Kalau gitu aku tidak memberikan izin untukmu berkuliah di Luar Negeri."

"Yah! Kak. Aku mohon kasih izinlah buat aku kak. Please kakak ganteng deh."

"Cih! Aku sudah mau tidur. Balik ke kamar kamu sana." Rendra yang sudah beranjak dari sofa ke tempat tidur untuk beristirahat. Mengangkat kakinya dan memasukan badannya ke dalam selimut seperti sudah siap untuk larut dalam mimpinya yang akan membangunkan dirinya di esok pagi.

"Kak Rendra. Jangan tidur dulu. Dengerin aku dulu." Kiran yang sudah ingin mengeluarkan air mata karena tidak dapat izin dari kakaknya langsung cemberut.

"Apa lagi ran?"

"Kakak, kasih aku izin aku mohon." sambil memegang badan rendra yang sudah memeluk guling dan membelakangi Kiran yang sedang bicara dengannya.

"Besok pagi kita bicara lagi. Sekarang kembali ke kamarmu dan tidur. Besok kamu kan harus sekolah." Menjawab dengan posisi yang tinggal hanya memejamkan mata dan tidur.

"Iya kak, aku tidur." Kiran menuruti perintah kakaknya. Ia pun menaiki kasur Rendra yang di sebelahnya masih kosong dan tidak terisi memasukkan tubuhnya ke dalam selimut dan menariknya sampai menutupi tubuhnya.

"Kiran!" Rendra yang tidak habis pikir dengan sikap adiknya yang ingin tidur di kamarnya melainkan bukan di kamarnya sendiri.

"Kenapa lagi kak? Katanya mau tidur ya sudah tidur sana. Aku juga mau tidur."

"Keluar!"

"Gak"

"Sekarang!"

"Sekarang apa? Ayo, sekarang kita tidur."

"Kiran! Kamu kenapa tidur disini. Kan sudah punya kamar sendiri"

"Aku mau tunggu besok pagi supaya aku bisa menagih jawaban kakak dulu sebelum aku berangkat sekolah."

"Keluar sekarang! atau tidak akan ada jawaban dariku."

"Iya, iya kak ampun. Good night kak, I love you."

"Iya."

"Jawab dulu."

"I Love you too, sudah sana tidur." menjawab dengan rasa kesal tetapi akhirnya senyum-senyum sendiri dengan tingkah lucu adiknya itu.

Rendra pun tertidur untuk mengistirahatkan pikiran sekaligus tubuhnya yang sudah merasa lelah karena seharian bekerja dan juga lelahnya memikirkan perkataan yang tidak penting baginya yaitu mengenai tadi pagi Pasangan.

Pagi hari yang cerah dengan munculnya sinar matahari yang menyinari seluruh ruangan di rumah ini disertai dengan udara pagi yang sejuk membuat semangat pagi yang berkobar di dalam diri Rendra.

Rendra sudah terbangun dari tidurnya kemudian menurunkan kedua kakinya dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya.

Selesai mandi ia ke ruang pakaiannya yang memang khusus untuk semua pakaiannya saja mulai dari jas, celana, kemeja, dasi, topi, jam tangan, dan lainnya.

Setelah sudah siap ia mengambil salah satu jasnya yang akan digunakan ke kantor dari dalam lemari pakaiannya dan pergi keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan. Disana sudah ada papa dan mamanya tidak lupa juga dengan Kiran yang sedang sarapan terlebih dahulu karena dia akan berangkat lebih dulu dari pada Rendra yang akan bekerja.

Rendra menarik kursi dan menggantungkan jasnya yang kali ini berwarna hitam di kursi. Ia yang kini hanya terlihat mengenakan kemeja putihnya tentu saja yang dapat memperlihatkan cetakan dada bidangnya itu yang selalu menjadi impian para wanita untuk memegangnya.

 

 

Ia duduk tepat di sebelah Kiran. Rendra menggelengkan kepalanya di saat melihat Kiran yang sangat lahap dengan sarapannya. Karena biasanya Kiran sudah berangkat duluan jadi jarang sarapan bareng bersama Rendra namun karena hari ini Rendra ada meeting di pagi hari hanya dengan beberapa staf khusus saja jadi ia bisa sarapan bareng dengan adiknya.

Bersambung.

1
Liesdiana Malindu
kok di beri uang sih?
Liesdiana Malindu
kok Rendra gak bisa tegas ya? mau2 aja di porotin, biasanya laki2 yg sudah di tipu akan mengusir kekasih nya dan mengambil semua fasilitas yang sudah di berikan. ini kok malah mau memberi uang lagi??
Liesdiana Malindu
bagaimana dgn janji pertemuan dgn Cantika? jadi gak? Krn hari itu dia minta Rio untuk buat janji temu dgn Cantika besok sekarang kok sudah mau ke Inggris sja?
Liesdiana Malindu
pegal jari2 Krn keseringan digesek, spasi antar kalimat kok sampai berbaris-baris, emang cara penulisan seperti ini ada di tata naskah ya? belajar bahasa Indonesia dan tata cara penulisan di mana sih? kok bisa lulus ya? 🤔🤔🤔😎
Liesdiana Malindu
sudah Tdk ingin dengan Cantika, tapi kok masih minta di restui, ngomong opo too??🙄🙄🙄🙄😎
Liesdiana Malindu
kok ada ya asisten yg kaya Rio ini,,yg membiarkan saja bosx di peralat wanita. biasanya asisten itu mati2an melindungi bosx dari wanita seperti ini. terus ini wanitanya kok terang2an gitu Bilang hanx membutuhkan uang. 🤔🙄🙄
Siti Mas Ulah Ulah
si rio?????
Etik Etik
nyimak sek
Berdo'a saja
ku baca akhirnya kini
Berdo'a saja
ku baca akhirnya
Berdo'a saja
ku baca
ria onits
bertele2
💟노르 아스마💟
koq Amelia gk tau lok Rendra itu kkx Kiran ...kn mereka sahabatan?
ah ...sudahlah nikmati aja baca ceritax ...hihihi
💟노르 아스마💟
itu koq Rendra baik bener ya ckckck
Gheannysa Alishanaya
hadir
Gheannysa Alishanaya
jekardah hadir
Amanda Pasha: Wkwk... ngakak
total 1 replies
Janah Husna Ugy
waw 300M???
Janah Husna Ugy
belum tau dia, klo yg beli sultan
Janah Husna Ugy
cuma suami halu yg ada sempurna itu,,
Janah Husna Ugy
bagaimana nasib caroll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!