"Jangan plagiat, kalau plagiat aku sumpahin kehidupan cintanya akan tragis dan miskin "!
Akibat cinta terlarang antara Dewi Angin dan Raja iblis, lahirlah seorang pangeran naga api yang mempunyai kekuatan super dan tak tertandingi karena perpaduan kekuatan antara iblis dan dewi khayangan yang bergabung menjadi satu.
Pangeran Naga Api mempunyai mata ketiga sehingga bisa hidup di tiga dunia, yaitu alam dunia, negeri iblis, dan negeri langit. Untuk menutupi identitas putranya, Dewi Angin menitipkan Pangeran Naga Api kepada seorang siluman rubah, yang merupakan salah satu teman kepercayaan Raja iblis. Setelah menitipkan anaknya, Dewi Angin kembali ke khayangan untuk menerima hukumannya bersama kekasihnya Raja Iblis.
Pangeran naga api terbiasa hidup di malam hari karena mengikuti kebiasaan siluman rubah. Hingga suatu hari Pangeran naga api jatuh cinta kepada putri raja yang bernama putri ping er
Akankah pangeran Naga Api bisa merubah takdir langit yang tidak membolehkan pernikahan beda alam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jejet Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan kedua
Pencarian Pangeran naga api tampaknya membuahkan hasil. Dirinya melihat ping er duduk termenung di dalam penjara bawah tanah sendirian.
"Aku akan menemui ping er dan akan menawarkan perjanjian dengannya" gumam Pangeran naga api dalam hati.
Dengan kekuatan sihirnya, Pangeran naga api masuk ke dalam penjara dan hal itu membuat ping er terkejut.
"Ping er, apakah engkau ingat denganku?" tanya Pangeran naga api kepada ping er.
Ping er mengamati wajah pangeran naga air dengan teliti dan beberapa lama kemudian, ping er mengingat sesuatu
"Engkau laki-laki dari Bangsa iblis yang memaksaku untuk masuk ke dalam cawan milikmu?" ungkap ping er sambil menunjukkan wajah sedikit marah.
"Ha ha ha, benar sekali" jawab pangeran naga api dengan sedikit tersenyum.
"Jangan panggil aku iblis, panggil saja aku Sujoku" ucap Pangeran naga api kepada ping er.
"Oh, rupanya, kamu menyamar menjadi manusia hanya ingin memanfaatkan aku saja" ucap ping er dengan nada sedikit marah.
"Putri yang cantik, aku hanya ingin jiwamu"
"Jiwa suci yang engkau miliki akan menambah umurku dan memperkuat tenagaku" ujar Pangeran naga api.
"Tidak, aku tidak akan memberikan jiwaku kepadamu" ujar ping er.
"Apakah kamu tidak tahu, jika Raja Soju telah membunuh ayahmu dengan kejam?" ujar Pangeran naga api
"Aku akan memperlihatkannya di hadapanmu" ujar Pangeran naga api kepada Ping er.
Dengan kekuatan sihirnya, Pangeran naga api memperlihatkan peperangan yang terjadi antara ayahnya dan Raja Soju.
Peperangan itu berakhir dengan kekalahan yang diterima oleh ayahnya. Terlihat di mata ping er bagaimana Raja Soju membantai ayahnya dengan ganas.
"Tidak..."
"Jangan tunjukkan kepadaku lagi" ucap ping er sambil menangis.
Melihat ping er menangis, Pangeran naga api menghentikan sihirnya dan terdiam sejenak.
"Hem, manusia ini sungguh sangat cengeng"
"Aku muak melihatnya" gumam Pangeran naga api dalam hati.
"Tuan putri, apakah engkau tidak akan membalaskan dendam mu kepadanya?" tanya Pangeran naga api berusaha mempengaruhi ping er.
"Sujoku, aku akan balas dendam kepada raja Mojo"
"Tapi, aku tak mempunyai kekuatan untuk melawannya" ucap Ping er dengan nada putus asa.
"Tuan putri tenang saja"
"Asalkan kita melakukan perjanjian, aku akan menolong mu" ucap Sujoku memberi penawaran kepada ping er.
"Aku akan memberimu kekuatan sehingga kamu bisa membunuh Raja Mojo dengan mudah"
"Pikirkan baik-baik tawaranku"
"Setelah engkau berhasil mengalahkan Raja Mojo, engkau harus memberikan jiwamu kepadaku" ucap Pangeran naga air kepada ping er.
Sambil menunggu jawaban dari ping er,
Pangeran naga api mengeluarkan sebuah kalung dan berkata kepada ping er.
"Tuan putri ping er, jika engkau menyetujui perjanjian ini, pakailah kalung pemberianku" ucap Pangeran naga api kepada ping er
Setelah memberikan kalungnya kepada ping er, pangeran naga api segera pergi meninggalkan ping er.
Tangan ping er bergetar memegang kalung pemberian Pangeran naga api.
Beberapa lama kemudian, prajurit kerajaan Mojo menuju ke penjara tempat ping er
"Ayo tuan putri, ikutlah dengan kami"
"Raja Mojo memerintahkan kepada kami untuk membunuhmu dan disaksikan oleh seluruh rakyat Mojo" ungkap salah satu prajurit kerajaan Mojo.
Tubuh Ping er diseret oleh beberapa prajurit dan dibawa ke sebuah tempat eksekusi yang biasa digunakan oleh kerajaan Mojo yang biasa digunakan untuk menghukum para pembangkang dan pemberontak.
Dengan disaksikan oleh Raja dan seluruh rakyat kerajaan Mojo, putri ping er dibawa ke podium tempat eksekusi dilaksanakan.
Taeri pelayan setianya juga dibawa ke podium dan akan dieksekusi bersamanya saat itu juga.
Raja Mojo tertawa terbahak-bahak menyaksikan ping er yang akan dihukum mati tepat di hadapannya.
"Algojo, bunuh pelayan tuan putri ping er terlebuh dahulu" perintah Raja Mojo kepada Algojo yang bertugas mengeksekusi para tahanan yang dihukum mati.
"Jangan yang mulia, biarlah aku yang menanggung penderitaannya"
"Jangan bunuh Taeri"
"Dia tidak bersalah" teriak Ping er mencoba memohon kepada Raja Mojo agar Taeri tidak dibunuh di depan matanya.
Namun, permohonan Ping er ditolak oleh Raja Mojo dan eksekusi terhadap Taeri tetap dilaksanakan
"Tidak..." teriak ping er melihat Taeri sudah berhasil di eksekusi oleh salah satu algojo kepercayaan Raja.
Raja Mojo tersenyum dengan keras karena dia telah berhasil meluapkan amarahnya.
Dendam ping er semakin menjadi-jadi kepada Raja Mojo. Saat dirinya diambang kematian, Ping er teringat akan penawaran dari Sujoku yang tak lain adalah pangeran naga api.
Kalung pemberian dari Pangeran naga api masih tetap ada di genggamannya. Tanpa berpikir panjang, Ping er langsung mengenaksn kalung pemberian dari Pangeran naga api dan keajaiban tiba-tiba terjadi.
Langit menjadi gelap dan angin kencang menyerang seluruh negeri Mojo.
"Ah, ada apa ini"
"Mengapa situasi menjadi berubah?"
"Cuaca berubah menjadi buruk" ucap Raja Mojo sambil melihat ke arah kiri dan kanan.
Rakyat negeri Mojo yang menyaksikan eksekusi ping er dan Taeri juga terkejut melihat kejadian aneh yang dialami oleh mereka.
Pangeran naga api tersenyum lebar melihat kejadian itu.
"Ping er, engkau telah melakukan perjanjian dengan iblis"
"Jika sudah memakai kalung di lehermu, kamu tak akan bisa melepasnya lagi kecuali engkau mati" ucap Pangeran naga api sambil tertawa lepas.
Beberapa lama kemudian, ketika kalung pemberian Pangeran naga air telah menyatu dengan tubuh ping er, lambat laun angin dan awan gelap yang menutup langit di kerajaan Mpjo berangsur-angsur menghilang.
Suasana menjadi cerah kembali. Rakyat yang menyaksikan kejadian itu, sebagian besar merasa heran karena cuaca berubah tiba-tibam
"Oh Dewa Angin, Dewa hujan dan dewa petir, engkau telah memberkati Raja kami" ucap salah satu rakyat kerajaan Mojo dan akhirnya diikuti oleh rakyat yang lain.
Raja Mojo semakin kegirangan melihat antusias rakyat Mojo yang begitu bersimpato kepadanya.
Setelah keadaan bisa dikendalikan, Raja Mojo memandang wajah ping er dari kejauhan.
Aura kecantikan ping er semakin terpancar dan hal itu membuat Raja Mojo tak bisa mengendalikan nafsunya kepada ping er.
Rasa ingin membunuh kepada ping er berubah menjadi rasa penasaran, ingin medapatkan hati ping er sepenuhnya.
Segala bentuk sifat kasar ping er terhadapnya dia mulai dia lupakan dan semua hal yang dilakukan ping er kepadanya dianggap wajar.
Saat salah satu algojo hendak mengeksekusi ping er dihadapannya, Raja Mojo berteriak dengan keras.
"Algojo, hentikan eksekusi kepada ping er"
"Bawalah dia ke hadapanku" perintah Raja Mojo kepada salah satu algojo yang saat itu hendak memenggal kepala Ping er.
Seluruh rakyat Mojo maupun algojo yang berada di tempat eksekusi menunjukkan wajah heran melihat tingkah laku Raja Mojo yang tak seperti biasanya. Raja Mojo yang biasanya tak pernah memberi kesempatan untuk hidup kepada setiap tahanannya yang dihukum mati.
Aku dubber yang lanjutin Audiobook novelmu ini. Yuks intip. semoga gak mengecewakan, ya.
Salam kenal😊
Salam dari novel Do It All For You 😘
jangan lupa feedback ya
d tggu jejaknya