NovelToon NovelToon
Luka Hati

Luka Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mata-mata/Agen / Menyembunyikan Identitas / Cinta setelah menikah / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:714k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

~Bahkan, goresan peluru sekalipun tak pernah sesakit ini...

Pandu tak pernah menyangka akan terjebak dalam permainan seorang wanita licik penuh rahasia bernama Celine.

Terikat dalam pernikahan bersama wanita itu tak pernah memberikan bahagia untuk Pandu. Hingga lama kelamaan, perlahan kebencian itu mulai menghilang dan menghadirkan rasa yang asing di hati Pandu.

Namun, ketika Pandu memutuskan untuk mengutarakan isi hatinya, Celine malah berpamitan pergi. Tidak hanya dari rumah Pandu tetapi juga dari kehidupan lelaki itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekretaris Baru

Tubuh Ellena sesaat menegang ketika seorang perempuan tiba-tiba saja muncul dari balik punggung lebar sang suami.

"By, dia siapa?" tanya Ellena sambil menunjuk pada perempuan cantik di samping suaminya.

"Dia Celine. Mulai sekarang, dia akan menjadi bagian dari keluarga kita juga," jawab Bima santai.

"Celine, kenalkan! Dia Ellena, istri saya!" lanjut Bima yang tak menyadari perubahan mimik wajah istri cantiknya.

Tangan Celine terulur ragu. Senyumnya mengembang meski dirinya di landa rasa gugup yang luar biasa.

Perempuan yang berdiri di depannya adalah perempuan yang hampir ia sakiti hatinya. Perempuan yang hampir saja terluka begitu dalam, andai Celine tak memakai hati nurani dalam situasi genting yang menimpanya.

Bukannya menyambut uluran tangan Celine, Ellena justru malah menarik paksa Bima untuk mengikutinya. Jelas sekali bahwa perempuan berwajah manis itu sedang kesal.

"Sabar, Sayang! Ada tamu. Ngapain kamu narik-narik aku kayak gini? Nggak sabar buat bikinin Ken dan Kia adik baru, ya?" Bima tertawa sesaat ketika punggungnya menabrak dinding bercat putih gading di belakangnya.

"Maksud kamu perempuan di luar itu bakal jadi keluarga kita apa, By? Kamu mau nikah lagi sama dia? Iya, By?" tanya Ellena berang sembari memukul keras dada suaminya.

"Kamu itu udah tua, By! Anak kamu juga udah dua. Tega ya, kamu! Terus, kamu nggak mikirin perasaan aku, gitu? Kalau memang ada yang kurang dari aku, bilang! Bukannya malah beralih ke perempuan lain!"

"Sayang...."

"Aku nggak setuju! Sampai dunia kiamat sekali pun, aku tetap nggak setuju! Ingat, By! Pernikahan kamu sama dia nggak akan pernah terjadi selama aku masih ada di dunia ini!" Napas Ellena tersengal. Baru kali ini, perempuan itu nampak kehilangan akal sehatnya.

"Siapa yang bilang kalau aku bakalan nikah sama Celine, sih?" Bima tertawa lebar. "Sini, sini! Peluk dulu!" sambungnya dengan suara yang sengaja di buat gemas. Ia memeluk sang istri. Mengusap punggung wanita yang sudah memberinya dua orang anak itu dengan lembut. Bima sadar. Istri mungilnya sedang cemburu.

"Ih... Jelasin dulu! Celine kenapa bisa jadi bagian dari keluarga kita?" Ellena mundur selangkah. Mengurai pelukan hangat sang suami karena rasa penasaran yang masih bercokol di hati.

Bima menghela napas. "Dia calon istri Pandu."

"Kamu serius, By?" Mata Ellena terbelalak. Kabar itu sangat tidak masuk akal untuknya. Sejak kapan Pandu punya waktu untuk pacaran apalagi cari calon istri?

"Seriuslah! Kalau nggak percaya, tanya sama Celine sendiri, sana!"

"Alhamdulillah! Aku senang banget, By!" Ellena tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia senang, Pandu akhirnya menemukan seseorang yang akan menjadi tempat dia berbagi cerita hidup bersama. Ya, walaupun bisa jadi Ellena akan menderita serangan jantung jika nantinya ia tahu sebab musabab pernikahan ini bisa terjadi.

"Senang karena bukan aku yang nikah?"

"Ish ...." Ellena kembali memukul dada bidang sang suami sebelum melangkah pergi untuk menemui Celine di ruang tamu lagi.

"Hai!" sapa Ellena ramah. Segalanya ia mulai kembali dari awal.

"Halo, Bu!" Celine yang sedang melihat-lihat ke sekeliling ruangan segera menoleh. Wajahnya sedikit kaget akan kedatangan Ellena yang tiba-tiba.

"Panggil Ellena aja! Toh, kayaknya umur aku sama kamu nggak beda jauh."

Celine tersenyum kemudian mengangguk ragu. Sekitar 30 menit berbincang santai dengan Ellena, wajah ceria Celine mendadak kembali kaku. Baru saja, pria berlesung pipit yang sudah ia libatkan dalam pusaran kehidupan rumitnya datang bersama seorang wanita hamil.

"Saya mau ke belakang dulu!" pamit Pandu pada Ellena dan Okta. Lelaki itu sama sekali tak menggubris keberadaan Celine. Baginya, perempuan licik itu tak lebih dari sebongkah batu yang tak patut di ajak bicara.

"Okta! Sudah datang?" Bima berlari kecil menuruni tangga dan segera duduk di samping Ellena.

Sekarang, penampilan pria itu jauh lebih kalem dengan pakaian santai. Tidak semenakutkan ketika ia mengenakan setelan jas lengkapnya.

"Bapak kenapa panggil saya kemari?" tanya Okta sembari mengelus perut besarnya.

"Ah, saya mau kamu ngajarin Celine tentang apa-apa saja tugas seorang sekretaris. Dia akan menggantikan kamu selama kamu cuti sebelum dan sesudah melahirkan."

"Baik! Tentu saja!" angguk Okta dengan senang hati.

Akhirnya, ada yang akan menggantikan bebannya meladeni bos perfeksionis dengan otak yang kadang sengklek itu. Bagi Okta yang sudah lama ingin cuti namun selalu di tahan Bima, kedatangan Celine adalah berkah.

***

Sudah di putuskan bahwa Celine akan menginap di tempat Okta dan Sam sampai hari pernikahan tiba. Tak ada pilihan lain karena perempuan cantik itu mengaku sebagai yatim piatu yang tak memiliki kerabat satu pun.

"Sini, kamu!" Kasar, Pandu menarik tangan Celine ketika keduanya sudah tiba di lobi apartemen Okta.

"Kalian ngapain?" Okta berbalik. Menatap heran pada sepasang calon suami istri di belakangnya.

Wajah Pandu yang semula menatap Celine penuh kebencian sekejap berubah. Kini, hanya ada wajah jenaka dan ceria yang tersuguh untuk Okta.

"Saya mau ngobrol sebentar sama Celine, boleh?" Pegangan Pandu kian mengerat mencengkram pergelangan tangan Celine.

Gadis itu menahan sakit dalam hati. Ia turut tersenyum pada Okta. Mengikuti alur sandiwara Pandu yang tak ingin orang-orang tahu akan perasaan mereka yang sebenarnya.

"Oke! Terserah kamu! Mba tunggu di atas ya!" Okta tersenyum sembari menekan tombol lift menuju lantai apartemennya.

Saat sosok Okta sudah di telan oleh benda kotak di depan sana, Pandu segera menyeret Celine dengan paksa. Perempuan berkulit putih itu menggigit bibir bawahnya. Segala kesiapan mental dan hati telah ia matangkan. Ia tahu, bahwa perlakuan sekasar ini akan terus menerus ia dapatkan.

BRUKK!

Pandu mendorong tubuh Celine begitu saja ke lantai kamar mandi sebelum bergegas menutup pintu kamar mandi tersebut dari dalam. Setelahnya, ia memaksa tubuh kurus Celine untuk berdiri kemudian di benturkan ke tembok kokoh di belakang gadis itu.

"Akhhh..." Celine mengadu. Tulang punggungnya terasa sakit karena membentur tembok keras di belakangnya.

Belum selesai rasa sakit yang ia rasakan akibat benturan, kini sebuah tangan besar sudah mencengkram dagunya dengan kasar. Sebuah wajah berselimut kebencian mendekat dan menatapnya dengan nyalang.

"Siapa kamu sebenarnya, hah? Apa tujuan kamu mendekati saya?"

"Sa-ya ti-dak pu-nya tu-ju-an apa-apa!" jawab Celine terbata. Kedua tangannya berusaha memukul tangan kokoh Pandu yang mencengkram erat dagunya.

"Bohong!" Cengkraman itu berubah menjadi cekikan. Celine merasa hampir kehabisan napas. Sepasang tungkainya bahkan harus berjinjit karena Pandu terasa sedang mengangkatnya.

"Sa-ya ju-jur!" Air mata perempuan itu menetes. Rasanya ia hampir menyerah. Pandangan matanya mulai mengabur. Sekelabat bayangan teman-temannya membuat ia berusaha untuk tetap bertahan!

"Kita harus berjanji! Jika kita tidak bisa pergi bersama, maka setidaknya salah satu dari kita harus ada yang lolos. Dan, yang lolos itu harus menepati janji untuk menunaikan segala impian kita yang tidak terpenuhi! Bagaimana?" Audrey tersenyum. *Bertanya pada teman-teman sekamarnya sambil mengacungkan jari kelingking.

"Setuju!" Dengan senang hati Amber, menjadi yang pertama yang meraih jari kelingking Audrey. Di susul oleh Lorna dan Celine yang paling terakhir.

Keempatnya adalah teman setia. Amber yang tertua dan yang paling lama bekerja di tempat Madam Chu, di susul Lorna, Audrey dan yang paling muda, Celine.

Siang itu adalah hari terakhir Celine bisa menyaksikan senyum ketiga sahabat baiknya. Karena, pada malam hari, Audrey, Lorna bahkan Amber akhirnya meninggal dalam upaya pelarian mereka*.

"Haaahhh...." Celine berusaha meraup oksigen sebanyak mungkin ketika Pandu melepaskan cekikan dari lehernya. Perempuan berkulit putih itu merangkak di lantai. Berusaha meraba apapun yang ada di sekitarnya.

"Jika sampai saya tahu kalau kamu ingin mencelakakan keluarga Tuan muda, maka saya sendiri yang akan melenyapkan kamu tanpa ampun!" ancam Pandu sembari berjalan cepat meninggalkan toilet tersebut.

Ia tak peduli akan keadaan Celine. Ia tak peduli bahkan ketika perempuan itu berusaha bernapas dengan susah payah. Ia bahkan tak peduli akan bekas kemerahan yang sudah ia buat di sekitar leher indah wanita itu. Firasatnya mengatakan bahwa Celine tiba-tiba datang ke dalam kehidupannya karena memiliki motif tertentu.

***

"Madam Chu, sekarang Celine benar-benar berada dalam pengawasan Bima Dirgantara. Menyeretnya dengan paksa hanya akan membuat kita bersinggungan dengan Sam dan Mr. Smith! Hal itu bisa membuat bisnis kita dalam bahaya!"

Wanita dengan gaun merah ketat itu mencengkram ponselnya erat-erat. Ia marah dan geram.

"Berani sekali gadis kecil itu membuatku dalam masalah!" geram Madam Chu sambil membanting ponselnya ke atas meja.

"Cari tahu dimana keberadaan Mr. Lee! Pria haus uang itu harus di beri pelajaran akibat kelakuan putrinya! Seret dia kemari atau perlu patahkan sebelah kakinya jika dia menolak!"

"Yes, Madam!" jawab anak buah Madam Chu serentak.

Pandu

Celine

Bima

Ellena

1
Dati Purwani
bener banget...👍👍👍..setuju...setuju...setuju..♥️
Nicky
masih belum nyambung aku, ini Gabriella dr Singapura tempat madam chue, dia nemuin bima, pandu dll di Indonesia? akomodasi alias uang, sarana prasarana aja ga ada. Atau ada paragraf yang terlewat baca?
Nicky
darimana gaby ini bisa tahu dengan pandu kalau dia suaminya Celine. Toh selama ini dia di kurung oleh madam chue, pernikahan pandu Celine juga tertutup kan.
itin
demen banget lihat zhao lusi aka celine. gemesin. defenisi gadis mungil super cute yg ga bisa diabaikan
Surati
bagus ceritanya
Mimi rachmah
mantaap banget ceritanya
Puspa Sella
sumpah baca karakter calline BKN emosi kenapa gak mau jujur heran aku
Dewa Nara
kenapa pisah
Maria Tri Wulandari
Luar biasa
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
whaaa.. kereeen.. mantap Ellana🤣🤣
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
hahhaahhaha.. nangis sambil guling2🤣🤣🤣
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
aaa jd Rindu si Top1 yg meninggal akibat di hianati sahabat2nya sndiri😭😭
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
Luar biasa
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
aaa aku rindu Darren 🤗🤗🤭
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
jangan2 si Lorna itu kakaknya Pandu yg di culik🤔🤔🤔
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
aku kembali cari pandu pke akun baru thor.. dlu ceritanya belum selesai ku baca
Ririn Satkwantono
UTK PEMILIK HATI SUAMIKU... apa blm ada yah.. kok aqcari lagi nggk ada
Mila Jamilah
cerita tentang roscoe belum up lgi Thor bari satu episode aku buka lapak nya
Anonim
suka ama karyamu
yuiwnye
celline ketemu tp mrk kan janji gak akan saling mengenal nnt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!