Namaku Adelia. Kisah hidupku yang dipenuhi dengan kesedihan dan air mata,menjadikan aku seorang wanita yang sulit untuk jatuh cinta. Tapi sekaligus membuat aku menjadi wanita yang tegar dan kuat. Perkenalanku dengan seorang pria bernama Arka membuat hari-hariku begitu indah dan berwarna.
Sampai pada akhirnya lagi-lagi aku harus menerima kenyataan pahit bahwa Arka pun meninggalkanku
Simak terus keseruan cerita cinta Adelia..sampai di suatu titik dimana dia harus memilih diantara pilihan yang sangat sulit....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugerah purnomo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Hari ini aku lumayan sibuk di kantor. Ada customer yang harus aku datangi untuk membahas masalah proyek. Kemarin Pak Danu,managerku sudah menugaskan aku untuk mendatangi customer tersebut.
"Kriiing...kriiing.."Line telpon di mejaku berdering. "Iya halo.."
"Delia..kamu ke ruanganku sekarang.." ternyata Arka. Ada apa Arka pagi pagi telpon menyuruh aku ke ruanganya? Akupun mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
"Del..hari ini kita ke rumah Pak Samuel,customermu. Pak Danu menugaskan aku untuk menemani kamu. Kamu siapkan data-data..15 menit lagi kita berangkat".
Aku segera mempersiapkan semua data data yang diperlukan. Bukan karena perintah Arka,bukan juga karena aku akan pergi bersama Arka. Tapi karena ini adalah target pekerjaanku yang harus deal.
Setelah semua siap aku dan Arka pun berangkat ke lokasi. Lumayan jauh juga..sekitar 1 jam perjalanan. Wah ada rasa senang juga aku bisa berdua dengan Arka,batinku.
Sepanjang perjalanan Arka terlihat sangat santai. Dia memutar lagu Naff. Akhirnya Kumenemukanmu.. Wah membuat aku terbawa suasana ni. Hehe
"Del...makasih yaa..kamu mau menemani hari-hari aku. Yang tadinya sangat membosankan,sekarang lebih berwarna. Biasanya pulang kantor aku bingung mau kemana,sekarang sudah ada kamu yang menemani aku.."
"Aku sayang banget sama kamu Del...walaupun kita harus merahasiakan semua ini.."
"Iya Ka...sama. Aku jg begitu. Perasaanku juga sama. Tapi kita harus tetap menjaga rahasia jangan sampai teman teman kantor tahu tentang hubungan kita apalagi istri kamu." Aku menanggapi Arka.
"Iyaa..iyaaaa...sayang..." sambil mengecup keningku dengan hangat. Arka tahu aku akan sangat sensitif apabila sudah mulai membicarakan masalah istrinya. Akupun menyandarkan kepalaku di bahunya. Ya Tuhan,aku merasa nyaman sekali. Aku merindukan sosok laki laki dalam hidupku. Aku merindukan sosok laki laki sebagai pelindungku, sebagai sandaran hatiku.
"Del..kamu kan tahu..pernikahanku tidak dilandasi perasaan cinta karena kami dijodohkan. Awalnya aku dan Vira tidak mempunyai perasaan apapun".
"Aku tidak tahu harus bagaimana Del..Vira tidak mungkin mau aku tinggalkan. Sementara aku tidak bisa mencintainya.." Ada kesedihan d raut wajah Arka saat bercerita. Matanya yang tajam terlihat sangat sedih dan sayu,seolah menahan perasaan yang sangat menekan batinnya.
"Ka...biar bagaimanapun kamu sudah menikah dan punya istri..begitu juga dengan aku. Aku juga sedih..kita gak bisa berbuat apa apa selain memendam perasaan kita. Menahan rasa sakit dan cemburu yang selalu datang. Tapi kita bisa apa? Untuk saat ini,aku gak bisa berbuat apa apa Ka..." Tak kalah sedih aku menanggapi Arka
" Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya Del..." Arka kembai berbicara sembari tangan kirinya menggenggam tanganku. Aku membalas genggaman tangannya. Seolah kita tak ingin terpisah,tapi takdir berbicara lain. Mungkin benar,kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah. Seperti judul lagu. Hufff
Aku masih menyandarkan kepalaku di bahu Arka. Arka masih menggenggam erat tanganku,kemudian dia mencium tanganku dengan penuh kehangatan.
Tiba tiba Arka menepikan mobilnya ke tepi jalan yang agak sepi. Aku sedikit terkejut. Ada apa ini? Kan kita belum sampai di lokasi tujuan.
Arka menghentikan mobilnya. Masih menggenggam tanganku,Arka menatap mataku dalam-dalam. Ah..tatapan itu..yang membuat aku tidak bisa berpikir jernih dan membuat aku melupakan semua permasalahanku. Tatapan tajam Arka mampu mengalahkan semua sikap dinginku.
"Delia...aku mencintai kamu...sangat mencintai kamu. Entah apa alasanya,tapi aku cuma ingin bilang kalau aku sangat mencintai kamu Del..". Aku tidak berani menatap matanya,perasaanku sedang bergemuruh. Dan aku harus bisa mengendalikan diriku. Delia..kamu harus bisa mengontrol perasaan kamu. Tanpa menunggu jawaban dari aku,Arka pun memelukku dan mengecup lembut bibirku. Ah,,sudah lama sekali rasanya aku tidak pernah merasakan seperti ini.
Aku pun membalas pelukan Arka..dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju lokasi dengan pikiran masing masing. Mungkin Arka memikirkan istrinya,sedangkan aku mmikirkan masalahku.
Betul Arka sudah pernah tidur bareng istrinya..tapi itu kejadian setelah vira hamil say..hee..ikutin terus yaah ceritanya
aku juga udah baca ya kak
di tunggu fastback nya
"sungguh aku mencintainya ! "
mari kita saling mendukung ya 😇🤗
"sungguh aku mencintainya ! "
mari kita saling mendukung ya 😇🤗
di tunggu fastback nya