Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asisten Pribadi
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
☘️☘️☘️
Raina saat ini duduk disofa ruang tamu mansion Grissham dan sedang menunggu Tuan Dave Grissham sang pemilik mansion untuk turun kebawah lantai dasar, karena Dave telah meminta salah satu pelayan menyampaikan kepada Raina untuk menunggunya dan tak lupa para pelayan yang berjumlah 30 orang dimintanya untuk berkumpul juga dilantai dasar ruang tamu.
"Bukankah Nona ini yang dibawa Tuan Dave pulang kerumah." Bisik-bisik pelayan.
"Iya benar, untuk apa dia membawa koper."
"Entahlah, sepertinya ada yang ingin tuan sampaikan." Bisik dari salah satu mereka.
Dave berjalan dari arah lantai dua dan segera mendudukkan tubuhnya diatas sofa yang tidak jauh jaraknya dengan Raina. semua pelayan menunduk dan tidak ada yang berani mengangkat kepala sebelum diperintahkan oleh sang tuannya.
"Perkenalkan diri anda Nona." Ucap Dave angkuh.
"Perkenalkan nama saya Zachraina Alexandria Wijaya, saya siswi kelas 3 SMA dan saya disini akan bekerja sebagai asisten pribadi tuan Dave untuk mengurusi segela keperluan pakaian Tuan Dave." Ucapnya.
"Apa kalian sudah mendengarnya."
"Sudah Tuan." Sahutnya seluruh pelayan.
"Saya harap kalian bisa bekerjasama dengan Marsha dan kau Raina segera naiklah ke kamarku untuk membersihkan pakaian kotorku yang sudah menumpuk, beritahu dia dimana letak kamarku." Ucap Dave berdiri lalu berjalan menuju mobilnya.
"Mari saya antarkan Nona." Ujar kepala pelayan.
"Aah, panggil saja Raina jangan begitu kita sama disini." Ujar Raina sungkan
"Tapi bukannya anda gadis yang dibawa Tuan tempo lalu."
"Iya benar, tapi sekarang kan kita sama disini, sama-sama bekerja."
"Baiklah, perkenalkan nama saya Sumi kepala pelayan disini." Jabat pelayan tersebut.
"Saya Raina senang berkenalan dengan anda." Senyum manis menghiasinya bibirnya.
Raina dan Sumi bergegas naik kelantai dua, dilantai dua tidak ada banyak kamar dan hanya memiliki satu kamar, dilantai tersebut hanya ada satu pintu kamar dan pintu kamar itu adalah kamar Dave.
Sumi mengeluarkan sebuah kartu dari saku seragamnya lalu menggesekkan kartu tersebut dipintu kamar, kamar Dave didesain menggunakan Smart Door Lock yang canggih dengan menggunakan sidik jari.
Hanya sidik jari Dave dan Leo yang hanya bisa mengakses untuk keluar masuk kamar, kecuali kepala pelayan yang diberikan kepercayaannya untuk memegang kartu Smart pintu tersebut apabila para pelayan hendak membersihkan kamar tuannya tentu saja harus dipantau kepala pelayan dengan teliti, sekali saja melakukan kesalahan akan berakibat fatal karena Dave memberikan gaji 3 kali lipat dari gaji pelayan pada umumnya, sehingga mereka dituntut untuk selalu teliti dan tidak melakukan kesalahan apapun.
Raina berdecak kagum melihat isi ruangan kamar Dave yang begitu besar dan sangat elegan, dinding yang berwarna keemasan dengan desain ala eropa yang sangat menawan memberikan nilai plus bentuk ruangan tersebut terlihat sangat mewah. Barang-barang yang ada didalam kamar tersebut sangat tertata dan tersusun dengan rapi.
"Raina itu box pakaian kotor Tuan yang ada disebelah pintu kamar mandi, ambillah dan segera bawa ke lantai bawah untuk segera dibersihkan." Pinta Sumi
"Baiklah." Raina segera mengambil box tersebut dan membawanya ke lantai bawah untuk dibersihkan.
Sesampainya dilantai bawah Raina bersimpangan dengan pelayan yang bernama Sari, dia adalah pelayan yang sangat nyinyir dan menyebalkan sehingga tidak ada yang suka kepadanya.
"Ooh ini dia Cinderella yang terpaksa bangun dari mimpi indahnya." Ledek Sari
Sumi segera mengajak Raina pergi dari tempat Sari agar tidak terjadi pertengkaran yang tidak diinginkan serta menjelaskan perangai Sari agar tidak dimasukkan kedalam hati.
☘️PT Grissham Group☘️
Sesampainya Dave diruangan nya, kini masuklah Leo yang segera duduk didepan meja kerja Dave dengan seringai wajah yang licik.
"Bagaimana hasil kerjaku." Tanya Leo
"Sangat memuaskan, terimakasih." Dave tertawa.
"Apa rencana mu saat ini."
"Aku belum tau, tapi aku akan mengerjainya."
"Jangan terlalu, jika kau sudah menyadari kalau mencintainya segeralah katakan." Nasihat Leo.
"Kau sendiri bagaimana, kau saja tidak mempunyai wanita." Ledek Dave
"Aku akan mencari wanita setelah kau mendapatkan wanita." Ucap Leo Yakin
"Benarkah, apa bisa aku pegang perkataan mu."
"Pegang saja, jika tidak kau bisa sesuka hati melakukan apapun kepadaku
"Cih, tanpa menunggumu mempunyai kekasih aku sudah sesuka hati kepadamu." Ledek Dave dengan tertawa.
Kini mereka tertawa terbahak-bahak dan segera keluar dari kantor untuk menyelesaikan beberapa meeting dengan perusahaan Maxton Company.
☘️PT Maxton Company☘️
"Saya harap kita bisa bekerjasama dengan baik Tuan." Jabat tangan Dave kepada Rangga Maxton CEO dari Maxton Company.
"Dengan senang hati tuan, terimakasih sudah menanamkan saham terbesar anda kepada perusahaan kami." Ucap Rangga dengan mantap.
Dave dan Leo berlalu pergi dari perusahaan tersebut dan pergi menuju Club malam milik Keluarga Allen yang ada disalah satu kota Jakarta. Dave dan Leo seringkali datang ke Club malam akan tetapi mereka tidak pernah mabuk-mabuk kan bahkan melayani wanita yang selalu menggodanya. mereka berdua hanya sekedar singgah dan refreshing untuk menghilangkan penat. Seusai dari Club Dave dan Leo berpisah, Dave yang ingin segera sampai mansion untuk menemui Raina dan Leo segera kembali ke apartemennya untuk mengerjakan beberapa dokumen kantor yang belum terselesaikan.
☘️Mansion Grissham ☘️
Dave memakirkan mobilnya dihalaman mansion, sepertinya biasanya Dave disambut oleh seluruh pelayan yang sudah setia menunggunya seusai pulang, tidak terkecuali Rain yang ikut hadir diantara barisan pelayan. Dave berjalan melalui para pelayan yang sedang berdiri dan menundukkan kepalanya, tiba-tiba saja dia menghentikan langkahnya.
"Kau, ikut aku ke kamarku." Tunjuk Dave dikening Raina
Dengan nafas yang tercekat Raina segera mungkin mengatur nafasnya agar detak jantungnya stabil karena rasa takutnya sebagai seorang pelayan lalu ia mengekor dibalik tubuh Dave.
Dave segera merebahkan tubuhnya diatas kasur King size miliknya yang ada didalam kamar, Raina berdiri dan diam membatu bingung apa yang harus dilakukannya karena tuannya kini sedang merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya.
"Kau siapkan air hangat untukku." Perintahnya
"Baik Tuan." Raina bergegas masuk kedalam kamar mandi
"Bukannya aku hanya mengurus pakaiannya saja, tapi kenapa malah harus menyiapkan kebutuhannya untuk mandi." Lirih Raina
"Apa yang kau bilang hah." Sahut Dave yang kini sudah berada dibelakangnya Raina.
"Aah Tuan, saya tidak tau kalau anda berada disini." Tunduk Raina
Dave hanya diam saja dan segera melucuti satu-persatu pakaian yang ia kenakan sehingga polos tanpa mengenakan sehelai benang pun, Raina yang terkejut melihat kejadian yang ada didepannya kita berteriak histeris.
"Awww tuan apa yang anda lakukan." Teriak Raina sembari menutup kedua matanya.
"Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu membuat telingaku sakit saja." Dave kini menjatuhkan tubuhnya diatas bathup.
"Kau mau kemana." Panggil Dave yang melihat Raina terburu-buru ingin keluar dari kamar mandi.
"Aku, aku mau keluar tuan." Ucapnya gugup.
"Siapa yang menyuruhmu untuk keluar dari kamar mandi hah." Bentak Dave
Raina hanya diam dan menunduk.
"Cepat kemari gosok punggungku." Perintahnya.
"Apa, aku tidak mau." Tolaknya dengan cepat.
"Kau tidak mau, baiklah aku akan segera menghubungi Leo agar menghentikan pengobatan ayahmu." Ancamnya
"tuan, tolonglah maafkan aku, baiklah aku akan segera melaksanakannya." Raina sangat cemas apabila pengobatan ayahnya diberhentikan.
"Aku rasa, memang aku dimanfaatkan oleh tuan muda mesum ini." Kesal Raina
Raina yang perlahan-lahan menggosok punggung Dave perlahan kini menikmati pemandangan yang disuguhkan didepannya, tubuh Dave yang sangat kekar, putih bersih dan mempunyai beberapa roti sobek yang ada diperutnya membuat Raina meneguk salivanya dengan kasar.
"Apa kau tidak bisa menggosok dengan benar." Maki Dave
"Bisa tuan bisa."
"Maka gosoklah dengan benar dan sedikit cepat."
Segera mungkin Raina menggosok punggung Dave dengan sedikit cepat dan tiba-tiba saja Dave menarik tubuh Raina masuk kedalam bathup bersamanya, spontan saja membuat Raina terkejut dengan perlakuan Dave.
"Tuan, apa yang tuan lakukan." Ucap Raina cemas.
"Aku akan mengajarimu caranya menggosok punggung dengan baik dan benar."
Dave segera membuka pakaian bagian punggung yang dikenakan oleh Raina lalu menggosoknya perlahan
"Tolong tuan jangan lakukan ini." Rengek Raina.
Dave tetap saja tidak menghiraukan ucapan Raina, ia tengah sibuk menggosok punggung Raina dengan lembut sesekali mengusap dan menghisap punggung Raina dengan penuh lembut, tangannya pun tidak diam, kini tangannya meraba dan memaksa masuk kedalam baju milik Raina dan menikmati sesuatu benda yang ada didalamnya dengan penuh gairah, Raina tersentak kaget dan segera keluar dari dalam bathup tersebut.
"Tuan tolong jangan lakukan itu, maaf tolong jangan begitu." Ujarnya ketakutan.
"Shit!" Umpat Dave.
"Bilaslah tubuhmu dan keluarlah menggunakan kimono itu." Tunjuk Dave
Setelah Raina membilas tubuhnya dan keluar menggunakan kimono Dave, Dave merutuki dirinya, karena ia tidak bisa menahan gejolak yang ada didalam tubuhnya jika berdekatan dengan Raina. Seusai melakukan ritual mandinya, Dave keluar menggunakan handuk yang hanya dililitkan dipinggangnya serta menggosok rambutnya menggunakan handuk kecil.
"Kenapa kau masih ada disini." Ucap Dave
"Maaf tuan, saya tidak bisa keluar dari sini dengan menggunakan pakaian seperti ini." Tunjuknya pada kimono yang ia pakai.
Dave berjalan kearah almari besar yang berjejer rapi disebelah kanan ranjangnya, lalu mencari kemejanya yang cocok dengan tubuh Marsha.
"Nih pakai ini." Ujar Dave menyodorkan kemeja putih.
"Tapi tuan, tidak mungkin saya keluar menggunakan ini juga." Tolak Raina
"Jika kau tidak ingin keluar menggunakan ini, tidurlah disini." Dave menyeringai licik.
"Tidak tidak tuan, tidak mungkin aku tidur disini."
"Terserah kau lah." Dave segera mengganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
Raina hanya berdiri dan mematung ditempatnya dan bingung, apa yang harus ia lakukan. Tanpa pikir panjang dia pun segera mengenakan kemeja putih Dave yang kini nampak sangat indah dengan disuguhkan tubuh ramping dan sedikit berisi Raina yang seperti gitar spanyol.
Raina menutup bagian dada dan bagian lainnya menggunakan kemeja karena pakaian basah yang digunakan masih melekat pada tubuhnya, lalu membuat kemeja tersebut menampakkan bagian dada dan bagian lainnya.
"Kenapa kau menutupi tubuhmu seperti itu, buka saja pakaianmu, apa kau tidak merasa risih dengan pakaian yang basah, kau tidak akan aku apa-apakan dan membuat mataku sakit jika melihatnya." Maki Dave.
"Tidak tidak, enak saja." Sahut Raina kesal.
"Terserah kau saja, jika ingin keluar dari dalam kamar ini silahkan, jika ingin tetap disini silahkan, jika kau ingin tetap disini cepat bukalah pakaian basah mu itu, sungguh risih aku melihatnya." Dave segera membenamkan wajahnya dengan selimutnya.
Raina yang merasa sangat kikuk dengan suasana saat ini dengan segera ia mengumpulkan kekuatan dan memberanikan niatnya untuk mengajukan permintaan kepada Dave.
"Tuan." Panggilnya.
"Hem." Sahut Dave dari dalam selimut.
"Bisakah aku meminjam selimutnya karena aku sangat risih menggunakan pakaian yang sedang basah ini." Pintanya.
"Disitu." Tunjuk Dave tanpa keluar dari dalam selimutnya
Raina berjalan kearah almari yang menyimpan beberapa selimut, lalu berlari kearah kamar mandi dan segera melepaskan pakaian basah yang masih melekat pada tubuhnya.
"Tuan." Panggilnya lagi dengan tubuh yang hanya menggunakan kemeja Dave dan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Apalagi hah."
"Bolehkan aku ikut tidur disofa mu, besok pagi aku akan segera keluar dari kamar ini." Pintanya.
"Terserah dan jangan lupa mematikan lampunya." Sahut Dave
Raina merebahkan tubuhnya diatas sofa empuk milik Dave, tanpa menunggu lama Raina sudah terlelap tidur. Dave yang sedari tadi pura-pura tidur diatas kasur kini beranjak turun lalu mendekati Raina, disaat ia menggerakkan tangannya didepan wajah Raina dan tidak ada pergerakan maupun sahutan sama sekali segera mungkin Dave menggendong tubuh Raina untuk dipindahkan diatas ranjangnya, dihempaskan nya selimut tersebut dan terpampang jelas sekujur tubuh Raina yang secara tidak langsung membangunkan sesuatu yang mulai ON milik Dave dan meneguk salivanya dengan kasar.
Dave ikut berbaring disamping tubuh Raina dan memeluknya sangat erat, ia telah menahan gejolak panas yang tadi telah hilang kini muncul kembali, Dave me***** bibir Raina dengan lembut, menghisapnya dan beralih pada leher jenjang milik Raina, kini ia tengah sibuk dengan kegiatannya di leher jenjang Raina dengan membara dan tidak lupa meninggal jejak kepemilikan dilehernya. tangannya masuk kedalam kemeja Raina dan menikmati sesuatu benda yang berada didalamnya sehingga menimbulkan suara desahan dari bibir Raina yang tengah asyik dengan alam mimpinya.
Setelah merasa puas dengan kegiatan yang telah dilakukan, Dave kembali menelentangkan tubuhnya diatas kasur yang berukuran king size tersebut, didalam lubuk hatinya terdapat sedikit kehangatan karena berhasil membawa seorang wanita yang telah menggetarkan hati dan juga yang akan selalu berada disampingnya meskipun dengan sedikit tak-tik dan juga paksaan 🤭
To Be Continue
Hai para Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Dukung author terus agar bersemangat untuk selalu update episode selanjutnya. Jangan lupa Like, Vote!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa