NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:845
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menarik perhatian

Pria tadi lalu menyiramkan sebotol wine ke arah waiters tersebut. Bajunya basah, wajahnya dipenuhi oleh noda merah dari anggur yang menyengat. Aku semakin geram, rasanya tak ingin lagi aku tahan emosiku ini, tapi monitor di telingaku terus berkata,

 "Irish ... jangan lakukan apapun yang akan menghambat misi. Jangan pedulikan apapun selain keluarga Starling." Bisik Mike dari chips yang tertanam di anting paku daun telingaku.

Tubuhku di lengkapi oleh berbagai alat2 yang tertanam. Itu perintah dari ketua Asosiasi Phantoms. Hanya aku, Mike, dan beberapa petinggi Phantoms yang tau rahasia itu.

Semua mata menatap ke arah waiters tersebut. Mereka mengejeknya, ia tampak semakin tersudutkan. Witers itu di permainkan oleh beberapa orang laki-laki.

 Rasanya aku ingin sekaki mencabut chips di belakang telingaku ini, agar aku bebas melakukan misiku seperti yang aku inginkan. Namun aku tak bisa melawan. Ini semua adalah peraturan mutlak saat menerima misi khusus.

Aku terus meneguk minumanku hingga perutku terasa kembung. Rasanya aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Beberapa laki-laki mendatangi waiters itu dan melecehkannya. Memegang pahanya dan mencolek pipinya berulang kali dengan wajah bejat penuh nafsu. Aku mengepalkan tangan dan hendak beranjak.

Nova bergetar menahan emosi sama sepertiku, namun Nova berbisik dari atas meja bar nya.

 "Jangan lakukan hal bodoh Iris, jangan terbawa perasaan. Kita disini untuk ke empat orang itu, bukan yang lain!"

Katan-katanya sama saja dengan Mike, terus menekan sisi kemanusiaanku agar tak ambil peduli pada yang lain. Aku memalingkan wajah menahan getaran hebat yang bergejolak di dadaku.

Mataku terus melihat ke atas, keempat pria itu yang merupakan salah satu targetku, tersenyum. Dia adalah Aldrik Starling, seorang Hacker terkenal di Amerika. Dia terus menertawakan waiters itu seolah baginya itu adalah lelucon. Aku kembali menatap ke arah waiters itu, dua orang yang memeganginya semakin beringas. Mereka mencoba membuka bajunya dan aku semakin tidak tahan.

Plak ... plak .... plak. Braaakk...

Secepat kilat aku mendatangi kedua pria itu dan menamparnya dengan hebat. Aku memukulnya berkali-kali hingga dia tersungkur ke lantai dan menjauh dari waiters tersebut. Aku sampai ngos-ngosan. Setelah puas memukul dan menampar kedua orang itu, aku berbalik ke arah pria tadi, dia tampak ketakutan, namun senyum liciknya menyeringai jelas di wajahnya.

 Dia duduk dengan sombong di depanku.

"Siapa kau? Kenapa kau ikut campur dengan kesenanganku? Apa kau ingin menggantikannya ganti rugi?"

 Aku tidak tahu bahwa aksiku itu telah menarik perhatian Aldrik, seorang hacker yang terkenal sangat Playboy dan banyak memiliki wanita. Dia malah tersenyum melihat aksiku. Aku tak peduli dengan urusan monitor yang sedari tadi mengoceh di kupingku ataupun misi, yang ku pedulikan adalah melindungi seseorang yang lemah. Apalagi itu adalah seorang wanita.

"Katakan, apa yang kau inginkan tuan?" aku membalas ucapan pria itu dengan sombong. "kau ingin ganti rugi bagaimana? kau ingin uang?"

Hahahaha ahaha pria itu tertawa lantang sambil meneguk minumannya. Praaaannkkk, dia membanting botol minuman itu ke lantai hingga pecahannya berserakan mengenai sepatu heelsku. Bola mataku melirik ke bawah melihat pecahan kaca tersebut, aku menarik nafas.

Dadaku yang menonjol membuat pria itu meneteskan liur saat menatapnya.

"Nona, jika kau ingin ganti rugi, baik, gantikanlah waiters ini karena kau sudah ikut campur urusanku. Cepat buka bajumu! telanjang lah!"

Aku menyeringai tipis tapi angkuh.

"Oke."

Tanpa banyak bicara, aku hanya mengatakan oke. Telingaku terus bergetar, monitor di kupingku terus mengatakan,

"Apa yang kau lakukan? kau akan merusak rencana Phantoms."

Tak lain itu adalah suara Mike yang terus memantau di layar monitor, sementara aku melihat Nova ketakutan dan aku hanya tetap santai menghadapi itu semua.

"Kau ingin melihat tubuhku, tuan? Baiklah, aku akan membukanya."

 Aku berkata demikian karena aku tahu aksiku itu telah menarik seseorang dari keluarga Starling. Dia tampak bersemangat ingin menyaksikan hal yang sangat menarik dari atas balkon. Sementara ke tiga saudaranya tampak hanya mengintip cuek.

"Jika kau ingin melihat tubuhku, dan aku telanjang di depanmu, boleh saja, tapi aku punya syarat."

" Katakan apa itu?" jawab cepat pria brengsek itu.

"Aku menggunakan kemeja yang ketat dan hanya ada empat kancing. Setiap satu kancing aku akan melangkah maju, dan dikancing yang terakhir aku harap kau yang membukanya sendiri."

" Hahahaha kau sangat menarik wanita. Oke aku sendiri yang akan membuka baju mu di kancing terakhir itu, cepatlah!" Jawab pria itu dengan sombong.

Dari kejauhan tampak Aldrik bersemangat di atas balkon sambil meneguk bir nya. Sedangkan seseorang di belakangnya tampak penasaran.

 Aku lalu mulai melangkahkan kaki gemulaiku, sambil melangkahkan kaki, aku membuka kancing baju kemejaku tepat di belahan dadaku, sehingga payudaraku yang bulat itu terus menonjol, terasa dia ingin keluar dari sempitnya kemeja yang menahan kekangan bulatan kenyal tersebut.

Mata Lelaki itu semakin membulat, air liurnya semakin menetes melihatku membuka baju, begitupun Aldrik dari atas sana, ia seolah sangat bersemangat melihatnya sementara Zane, si petarung terkuat itu juga ikut memantau secara diam-diam, entah apa yang membuatnya menggerutu, mungkin dia pikir aku sama seperti gadis lainnya yang terkesan murahan. Ah biarlah, aku tidak peduli.

Langkah kedua aku mulai membuka kancing kemeja yang ke tiga, tinggal beberapa langkah lagi aku sampai ke depan laki-laki tadi. Aku berhenti sejenak dengan jarak kurang lebih lima meteran dari depan pria itu.

"Langkah terakhir, kancing kemejaku tinggal satu ini tuan, seharusnya kau yang membukanya." Ucapku manja.

 Pria itu langsung melangkah cepat bersemangat dan beringas, seolah nafsu membara menghantui dirinya. Dia bagai serigala yang lapar ingin menerkam mangsanya. Dia berjalan cepat ke arahku dan ingin membuka bajuku dengan segera, namun belum sempat tangannya menyentuh kemejaku, aku meninju dagunya dengan keras.

Ku hantamkan pukulan yang telah aku pendam sedari tadi. Aku melayangkan tinjuan keras ke arah dagunya hingga laki-laki itu terpental jauh dan menabrak meja barista. Braaakk... pria itu tersudut dan terpental. Meja barista ambruk, hingga puing-puing pecahan kayu menimpanya dirinya.

Nova hanya tersenyum manis melihat aksiku, begitupun Mike yang terus memantau dari layar monitor, dia terdengar membuang nafas lega. Namun dia sedikit mengesalkan tindakanku dan menjerit keras membuat kupingku hendak pecah.

"Irish.... apa yang kau lakukaaaaaannn? Dengan begini kau akan menarik perhatian semua orang. Identitasmu akan terbongkar."

"Tenanglah Mike, aku punya rencanaku sendiri." Bisikku sambil tersenyum, tentu saja ucapanku tadi hanya didengar oleh Mike.

Tok ... tok ... tok ... Aku melangkah mendekati pria tadi, aku membersihkan runtuhan puing kayu meja yang menimpanya.

" Bagaimana, bukankah kau tadi ingin membuka bajuku tuan? Lihat! ini masih ada satu lagi kancing yang belum terbuka. Kenapa kau tidak bisa membukanya? Ternyata kau hanya pengecut yang bisa menggertak... "

Aku lalu membuka seluruh kemejaku, lekuk tubuh rampingku terlihat membuat perhatian ke empat orang targetku itu meneguk liur. Aku menggulung bagian ujung kemeja lalu mengikatnya, menjadikan kemeja itu seperti baju pantai yang menampakkan bagian perutku yang putih dan ramping.

Aku mengikat kedua ujung kemejaku tepat di bawah di bawah dadaku yang besar, aku lalu mendatangi pria itu dan menginjak dadanya dengan sepatu heelsku yang lancip. Wajahku puas melihat pria itu tak berdaya di bawah kakiku.

"Jka kau ingin menyentuh seorang wanita, setidaknya kau buktikan dulu kemampuanmu, apa kau berhasil atau tidak menyentuhnya. Jika membuka kemeja wanita saja kau tidak bisa, sebaiknya kau pulang dan minta susu ibumu!"

Cuiiih. Aku meludahi laki-laki itu dan menuangkan minuman di atas meja barista itu ke seluruh wajahnya.

Pria itu setengah sadar dan menjerit. "Kurang ajar! berani-beraninya kau berbuat begini kepadaku. Apa kau tidak tahu siapa aku?"

"Aku tidak peduli siapa kau, yang aku tau, kau hanya seorang laki-laki pengecut yang tidak bisa memegang seorang wanita!"

Laki-laki tadi mencoba bangkit namun sebelum ia sempat berdiri aku sudah lebih dulu menendangnya hingga ia terpental beberapa meter ke dalam ruangan minum. Dengan keributan seperti tadi, satpam dan beberapa security pun bergegas membawanya keluar ruangan.

Pria itu terus berteriak memakiku, mengucapkan kata-kata kasar yang tak kuasa ku dengar. Aku menepiskan kedua tanganku seolah membersihkan debu, lalu aku berbalik badan dengan santainya. Tak ... tiba-tiba aku tersentak oleh dada bidang yang tepat berada di depanku, aku mendongak ke atas

"Ya ... Tuhan dia sangat tampan." Aku bergumam kecil sementara mataku tak berkedip.

1
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
sinnox
10 juta dollar lenyap nih? 😭
sinnox
Jangan mau irish, kmu di jadiin bahan taruhan doang😭
sinnox
Weh baru juga ketemu, Zane sat set bgt 🤣
sinnox
Siapa ituuu🫣
sinnox
Alamak🫣
azza Binury: 🤭🤭🤭 tq
total 1 replies
sinnox
bahaya mbak masuk Phantom😰
sinnox
Di bunbun😰
sinnox
Yang sabar irish😭
azza Binury: terimakasih udah mampir kak. jangan lewatkan update terbaru
total 1 replies
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
semangat 💪
azza Binury: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!