NovelToon NovelToon
Novel Mecha "GEAR TEARS"

Novel Mecha "GEAR TEARS"

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Kehidupan Tentara
Popularitas:354
Nilai: 5
Nama Author: KIRA

GEAR TEARS
Novel Bertema Mecha Militer

Di dunia yang telah hancur oleh kemunculan makhluk misterius bernama Cataclysm, umat manusia hanya mampu bertahan hidup di dalam kubah raksasa yang disebut Station. Untuk melindungi peradaban yang tersisa, organisasi militer The Hawk membentuk pasukan elit Grey Wings, para pilot yang mengendalikan robot tempur raksasa bernama Neo Gear.

Shin, seorang pilot muda Grey Wings Station 05, menjalani hidupnya seperti pilot lainnya hingga bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Belial. Dengan tanduk biru, ekor panjang, dan kekuatan yang melampaui manusia biasa, Belial menyimpan rahasia yang dapat mengubah segalanya: ia adalah seorang hybrid manusia dan Cataclysm.

Di tengah meningkatnya serangan Cataclysm dan konspirasi yang tersembunyi di balik organisasi The Hawk, Shin dan Belial perlahan membangun ikatan yang seharusnya tidak pernah ada. Namun, ketika masa lalu yang telah lama dikubur mulai bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KIRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 "Sebuah Janji"

Chapter 6

Pagi hari di Station 5 dimulai dengan ketegangan yang tidak biasa di ruang pengarahan utama ketika Komandan Ace melemparkan sebuah dokumen digital berlogo kepala elang perak ke atas meja holo. Dokumen itu memancarkan cahaya biru, menampilkan surat izin resmi dengan stempel otorisasi tertinggi. “Surat resmi dari The Hawk sudah turun subuh tadi... mulai detik ini, Exceed Gear Eagle terdaftar dalam manifes tempur aktif Station 5,” ucap Komandan Ace dengan nada berat sambil melirik Belial yang berdiri bersandar di dekat pintu. Belial hanya menatap dingin surat tersebut, bibirnya tersenyum sinis tanpa minat sedikit pun, “Oh, jadi para petinggi tua itu akhirnya memutuskan untuk mengirimku ke tempat jagal ini? Baguslah, setidaknya aku punya alasan resmi untuk mengotori tanganku lagi.”

Sua yang berada di samping Shin mendengus kesal mendengar kesombongan itu, sementara Shin hanya terdiam memperhatikan ekspresi Belial yang selalu tampak kosong seolah hari esok tidak pernah ada. Setelah pengarahan selesai, Shin sengaja mengikuti Belial hingga ke koridor menuju hangar observasi yang menghadap langsung ke kawah magma buatan stasiun. “Kenapa kau selalu bicara seolah-olah kita semua akan mati besok, Belial?” tanya Shin membuka percakapan, langkah kakinya menggema di lantai besi yang panas. Belial menghentikan langkahnya, berbalik dengan rambut hitamnya yang sedikit berkibar ditiup angin ventilator, tanduk birunya berkilau tajam di bawah lampu koridor. “Karena itu adalah fakta, Shin... manusia di dalam kubah ini tidak berbeda dengan ternak yang menunggu giliran disembelih oleh Cataclysm, masa depan yang kau impikan itu hanya ilusi bodoh untuk menghibur diri sebelum ajal menjemput,” jawab Belial dengan nada ketus dan penuh keputusasaan yang kelam.

Shin mengepalkan tangannya, menatap lurus ke dalam sepasang mata oranye milik Belial tanpa rasa takut, “Tidak, kau salah! Aku berjanji padamu, masa depan kita tidak akan berakhir seperti itu... kami bertarung bukan untuk mati, tapi untuk merebut kembali dunia ini! Kaulah yang berotak buntu karena terus mengurung dirimu dalam ketakutan masa lalu, Belial!” Kata-kata Shin yang lantang membuat Belial tertegun sejenak, matanya melebar karena terkejut ada seorang pilot amatir yang berani meneriakinya dan menyebutnya berotak buntu, namun sebelum Belial sempat membalas, sirene darurat stasiun meraung dengan nada melengking yang jauh lebih bising dari biasanya.

Lampu merah berputar di seluruh dinding hangar bersamaan dengan suara operator yang berteriak panik melalui pengeras suara, “Peringatan! Cataclysm kelas Throne terdeteksi menembus perimeter sektor selatan! Energi magma tidak stabil!” Layar monitor raksasa di hangar menampilkan siluet raksasa makhluk bipedal purba yang berjalan dengan dua kaki belakang masif, bertipe Sauropod namun dengan mutasi yang mengerikan. Ekor makhluk sepanjang ratusan kaki itu berbentuk silinder logam chitin yang tebal, dengan lubang menganga di ujungnya yang mulai berpendar biru terang mengumpulkan energi panas bumi. “Makhluk itu mengincar pipa pembuangan magma utama stasiun!” teriak Komandan Ace dari radio jalur pendek, “Tim 05, meluncur sekarang! Belial, ini misi pertamamu!”

Gerbang hangar terbuka dan Exceed Gear, Eagle milik Belial dan Raven milik Shin, melesat keluar menembus udara luar stasiun yang pekat oleh abu vulkanik. Di hadapan mereka, Cataclysm Sauropod setinggi ratusan kaki itu meraung keras, menghentakkan kakinya hingga tanah berguncang hebat. Belial langsung memacu Eagle ke depan dengan kecepatan tinggi, tombak energi di tangan mekanis robotnya menyala keemasan, “Biar kutunjukkan pada kalian bagaimana cara garis depan menghabisi monster!” teriak Belial lewat radio komunikasi. Eagle melompat tinggi, menebaskan tombaknya ke arah leher Sauropod, namun kulit chitin makhluk itu ternyata sekeras baja tempaan. Tombak Eagle memercikkan api besar tapi gagal menembus dagingnya, dan dengan gerakan cepat yang tak terduga, Sauropod itu memutar tubuhnya, mengayunkan ekor meriamnya seperti gada raksasa menghantam dada Eagle hingga robot bersayap itu terlempar ratusan meter dan menghantam dinding tebing batu.

Belial terbatuk di dalam kokpitnya yang berguncang hebat, alarm kerusakan sistem Eagle berbunyi nyaring di telinganya saat ia melihat Sauropod itu mulai mengarahkan ujung ekor meriamnya tepat ke arahnya. Pendaran energi biru di ujung ekor makhluk itu semakin intens, siap menembakkan laser magma cair berdaya hancur tinggi yang bisa melumatkan Eagle dalam sekejap. “Sial... sistem penggerakku terkunci... apakah ini akhirnya?” gumam Belial pasrah, menutup matanya bersiap menerima kematian yang selalu ia bicarakan. Namun, di saat yang paling kritis itu, sebuah bayangan hitam melesat secepat kilat membelah kabut abu vulkanik.

Raven milik Shin melaju dengan seluruh pendorong darurat menyala ekstrem hingga mengeluarkan cipratan api. Dengan kecepatan penuh, Shin mengarahkan Raven untuk menyeruduk bagian lutut kaki belakang Sauropod tersebut dari samping. “Jangan menyerah, Belial!” teriak Shin sekuat tenaga di dalam kokpitnya yang memanas. Benturan keras itu bergema dahsyat; Raven berhasil menggeser tumpuan berat badan Sauropod raksasa itu tepat saat ekor meriamnya menembakkan laser energi. Tembakan laser magma itu meleset jauh, menghantam langit-langit gua luar stasiun hingga runtuh dan menciptakan hujan batu, memberikan celah berharga yang luar biasa bagi Belial.

Melihat Raven yang nekat melindunginya hingga zirah bahunya penyok akibat benturan, dada Belial bergemuruh aneh, dan seakan ada kekuatan baru yang membakar darah hybrid-nya, ia berteriak sambil menarik tuas kendali Eagle dengan kasar, “Jangan sok pahlawan, Shin! Perhatikan ini baik-baik!” Eagle kembali bangkit dengan sistem pendorong yang dipaksa menyala, melompat memanfaatkan momentum runtuhnya batu-batu tebing. Di saat Sauropod itu masih kehilangan keseimbangan akibat serudukan Raven, Belial memfokuskan seluruh sisa energi mekanis Eagle pada ujung tombaknya hingga memancarkan kilatan cahaya yang menyilaukan. Dengan satu gerakan menukik yang anggun namun mematikan, Belial menusukkan tombak energi itu tepat ke celah pelindung leher bawah Sauropod, menembus hingga ke dalam core merahnya yang bergetar. Makhluk raksasa itu menjerit kesakitan sebelum core-nya meledak hancur dari dalam, mengubah tubuh raksasa itu menjadi abu hitam yang berhamburan ditiup angin badai.

Suasana medan pertempuran perlahan kembali hening, hanya menyisakan deru napas berat kedua pilot yang terhubung lewat jalur komunikasi radio terbuka. Raven berdiri dengan tubuh condong ke depan menahan lelah, sementara Eagle mendarat perlahan di sebelahnya dengan sisa-sisa energi yang berdesis. Belial terdiam cukup lama di dalam kokpitnya, menatap layar monitor yang menampilkan visual Raven milik Shin yang mengalami kerusakan demi menyelamatkannya. “Kau... benar-benar orang bodoh yang aneh, Shin,” ucap Belial dengan nada suara yang melembut, kehilangan sebagian besar keangkuhan dan sikap sinisnya yang biasa. Shin yang mendengarnya hanya terkekeh pelan sambil mengusap keringat di dahinya, “Sudah kubilang kan, masa depan kita tidak seburuk itu jika kita bertarung bersama.” Sejak pertempuran di bawah hujan abu magma malam itu, Belial tidak lagi menatap Shin dengan pandangan meremehkan; sebersit rasa percaya yang tipis namun nyata mulai tumbuh di dalam hati sang wanita bertanduk biru terhadap pilot yang berjanji akan mengubah takdirnya.

1
Noir
Gokill
KIRA: makasihh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!