NovelToon NovelToon
Whisper Of Love Season 2

Whisper Of Love Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:362.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Bagian dari The fate of marriage

Memiliki paras yang nyaris sempurna, ternyata tidak menjamin Ivannia menerima sembarang lelaki untuk mengisi hatinya. Ivannia mengalami trauma terhadap lelaki hingga membuatnya bersikap dingin terhadap semua pria. Dia menolak dan menjauh jika hal itu terjadi.

Sementara Gavin dibesarkan keluarga sederhana yang penuh kewaspadaan dan tidak mudah percaya pada orang lain kecuali Joevanka. Namun semenjak cintanya bertepuk sebelah tangan ia menjadi pria yang susah jatuh cinta. Namun semenjak dia mengenal Ivannia yang memiliki sifat jutek dan dingin membuat Gavin penasaran dan semakin jatuh ke dalam jurang cinta.

Di sisi lain seorang pria juga mengagumi Ivannia. Dia adalah seorang asisten yang bekerja di perusahaan Donisius. Lelaki itu adalah Halbret, dia humoris dan suka tersenyum kepada siapa saja. Ia berusaha untuk mendapatkan cinta dari Ivannia.

Bagaimanakah pertarungan cinta segitiga ini. Siapakah yang berhasil menahlukkan cinta Ivannia.

Ikuti kisah cinta mereka.
Whisper Of Love Season 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gavin kakak yang terbaik.

💌 Whisper of love season 2 💌

 

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

Gavin melangkah memasuki area apartemennya. Ia tertunduk sambil berjalan dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jacket yang dikenakannya.

"Selamat malam tuan!" Sapa seorang security menyapa Gavin yang sedang tertunduk lesu.

Gavin mengangkat wajahnya dan tersenyum hangat. "Selamat malam juga pak." Sapa Gavin balik.

"Tadi adik tuan mampir dan menitipkan ini." lelaki paru baya itu memberikan sebuah bungkusan untuk Gavin.

"Leona datang?" Batin Gavin berbicara dalam hati.

"Ini tuan." Ia menyerahkan kepada Gavin. "Adik tuan berpesan agar menghubunginya setelah menerima bungkusan ini." Kata pak security mengingatkan.

"Oh, terima kasih pak. Saya permisi dulu pak. Selamat malam." Kata Gavin sedikit membungkukkan badannya. Ia kembali berjalan melangkah memasuki lobby apartemen dan langsung menuju tangga darurat. Saat ini lift sedang diperbaiki. Maklum apartemen perusahaan hanya memiliki satu lift. Jika lift rusak terpaksa mereka menggunakan jalur khusus. Gavin terus menaiki tangga hingga tiba di depan kamar apartemennya.

TININIT!

Bunyi dari pintu berbunyi ketika Gavin membuka dengan mengetikkan password yang berupa angka untuk membuka pintu kunci digital apartemennya. Gavin membuka kenop pintu dan mendorong daun pintu agar terbuka sempurna. Gavin membuka sepatu dan menyimpannya di tempat biasa.

Apartemen sekarang sudah menggunakan lampu otomatis pada ruangan depannya. Lampu akan menyala saat ada orang disekitarnya dan mati begitu orang tersebut pergi.

Gavin memasuki ruangan dan melempar tas ranselnya dengan asal. Hari ini ia begitu lelah, ingin mengistirahatkan tubuhnya. Ia melepas napas panjang dan melangkah menuju dapur dan meletakkan bungkusan yang diterimanya dari security di atas meja. Ia membuka jacket dan berjalan mengambil minuman dari lemari pendingin. Gavin kembali menuju sofa. Ia menyandarkan punggungnya kesandaran kursi sofa. Ia meletakkan tangannya ke dahinya dan memejamkan matanya. Hari yang begitu melelahkan. Ia menarik napas panjang dan menghembuskan napasnya kembali.

Gavin tersentak dan melupakan sesuatu. Ia harus menghubungi Leona. Gavin mengeluarkan Handphonenya dari dalam saku. Ia mencari nama kontak 'ADIKKU LEONA' dan hanya satu kali ulasan senyum. Gavin akhirnya menekan tombol panggil. Tak menunggu lama, Gavin akhirnya mendengar suara Leona di sana.

"Hai kak, maaf aku tidak bisa mampir. Jadwal kuliahku begitu padat. Perjalanan ke rumah kita begitu jauh. Kakak tahu sendiri kan, ibu kalau sudah masak makanan kesukaan kakak, walau badai apapun, makanan ini harus benar-benar sampai ke kakak." Kata Leona dari seberang.

Gavin terkekeh, ia tersenyum ketika mendengar suara adiknya itu. "Apa kabar ibu?" Tanya Gavin.

"Ibu baik kak. Setelah ibu buatkan makanan kesukaan kakak, aku langsung suruh istirahat kak. Kemarin jantung ibu kumat lagi. Tapi kakak tidak usah terlalu mencemaskan. Ibu sekarang sudah sehat. Ibu kita sudah makan obat dan sekarang ibu sedang tidur kak." Kata Leona tersenyum. Walau sesungguhnya ibu lagi tidak baik. Ia tidak mau kakaknya terlalu mencemaskan ibu. Sudah terlalu banyak beban pikirannya. Leona tidak ingin menambah beban itu lagi. Belum lagi dia memikirkan untuk biaya operasi untuk ibu, biaya kuliah. Ah...Leona hampir saja menangis.

"Tidak ada yang kau sembunyikan kan?" Kata Gavin dengan wajah mengerut serius. Ia bahkan menaikkan alisnya setengah. Walau Leona tidak bisa melihat wajahnya cemasnya itu. Gavin begitu mengenal adik-adiknya. Begitu juga dengan Leona, jika sudah bercerita panjang lebar. Ia hanya berusaha menutupi kegalauan hatinya saja.

"Sungguh kak, buktinya ibu masih bisa memasak makanan kesukaanmu." Kata Leona berusaha mengembalikan kepercayaan kakaknya. Ia menjauh kan ponselnya dan Huft...ia membuang napas panjang.

"Baiklah, sabtu kakak pulang. Jangan biarkan ibu kelelahan. Ibu juga jangan memikirkan masalah biaya atau apapun itu. Kasih pengertian ke ibu ya." Kata Gavin mengingatkan.

"Siap bos! " Kata Leona bersemangat. "Kakak sudah makan?" tanya Leona, matanya menatap jam yang ada di atas nakas.

"Kakak baru sampai dan belum mandi. Nanti habis mandi, kakak langsung makan." Ucap Gavin. "Bagaimana kuliahmu?" tanya Gavin kembali.

"Ini mau persiapan ujian kak. Doakan agar tahun ini dapat beasiswa lagi kak. Hanya itu yang bisa aku harapkan untuk mengurangi beban kakak." Kata Leona menunduk lesu.

"Ehmm, kakak pasti doakan. Semangat belajarnya. Jangan menghabiskan waktumu ke hal-hal yang tidak berguna Leona. Ingat pesan kakak." Gavin kembali mengingatkan.

"Contohnya kak?" tanya Leona memancing Gavin. Ia begitu menyukai kakaknya jika sedang kesal.

"Kau benar-benar tidak tahu,apa yang kakak tidak suka Leona?" Gavin balik bertanya. Ia menaikkan sudut bibirnya.

"Jangan ke club, hindari pergaulan bebas dan narkoba. Selesaikan kuliahmu dengan baik. KALAU BISA jangan pacaran dulu sampai kuliahmu selesai. Kakak tidak mau waktu berhargamu terbuang sia-sia." Kata Leona meniru ucapan Gavin pada saat memberi nasehat. Wajahnya mengerucut. Ia menekan perkataannya "kalau bisa".

Gavin tertawa, "Ingatan yang baik adik kecilku." Gavin kembali terkekeh. "Jadi, kenapa balik bertanya lagi Leona?" kata Gavin.

Terdengar desahan panjang dari Leona. Gavin dapat mendengar jelas. Ia tersenyum dan kembali melanjutkan kata-katanya.

"Apa kau menginginkan salah satu aturan itu di hapus?" Tanya Gavin memancing Leona. Ia juga tidak mungkin melarang Leona untuk memiliki kekasih. Walau bagaimana pun Leona juga ingin merasakan jatuh cinta. Tidak masalah, yang penting Leona masih bisa menjaga batasannya.

"Aku masih ingin menjalankan semua pesan kakak dengan baik. Kalau kakak bahagia aku juga ikut bahagia." kata Leona.

"Apa kau tidak menyesal? Kakak lagi berbaik hati ingin mencabut salah satu dari aturan itu. Jangan terbebani dengan aturan yang kakak buat Leona. " ujar Gavin.

"Tidak kak, aku akan menjalankan semua pesan kakak dengan baik. Aku mempunyai dua kakak yang bisa menjaga dan melindungiku." Jawab Leona yakin dengan ucapannya. Toh gak punya pacar gak mati juga kan.

"Baiklah adik manis. Selesaikan kuliahmu, jika kau sudah sukses. Kakak akan membiarkanmu menentukan pasanganmu, yang bisa melindungi dan menjagamu dengan baik."

Mata Leona berkaca-kaca. Ia berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh membasahi pipinya.

"Sudah ya kak, kita sudahi dulu pembicaraan kita. Kakak mandi lah dulu! jangan lupa habiskan makanan yang aku titip tadi. Sampai bertemu,dan selamat malam kak."

"Ehm, jangan lupa perhatikan ibu kita ya. Jika ibu sakit, segera hubungi kakak."

"Baik kak. Itu pasti! " Kata Leona mengangguk sambil memejamkan matanya. Ia lalu mematikan ponselnya. Leona menangis sambil menutup mulutnya ketika panggilan sudah terputus. Ia membenamkan wajahnya diantara kedua kakinya. Saat ini ia sedang duduk di atas kasur. Air matanya terus meleleh membasahi pipinya. Perjuangan seorang kakak yang luar biasa. Leona menyeka air matanya.

Leona sangat bersyukur selalu diperhatikan oleh kedua kakaknya terutama Gavin.

Sejak ia kecil kesadaran kakaknya untuk memperhatikan serta melindunginya telah ditempa. Gavin bersikap baik memperlakukan Leona sebagai adik perempuan yang selalu diperhatikan. Tak heran jika sampai sekarang, kesadaran itu sudah mengakar dengan kokoh menjadi naluri yang tak bisa hilang sampai kapan pun meski kakaknya ataupun Leona sudah sama-sama dewasa. Bahkan Gavin bisa lebih protektif kepadanya.

Cara Gavin melindunginya sering terkesan berlebihan. Mulai dari bertanya ini itu, sampai Leona merasa seperti diwawancara.

Gavin memiliki tanggung jawab yang besar. Ia menjadi tulang punggung dalam keluarga.

Ketegesannya sampai sekarang membuahkan hasil. Leona dan Levin sekarang bisa sampai sejauh ini berkat usaha dari kakaknya. "Terima kasih kak Gavin." ucap Leona dengan lirih.

LEONA AXTON

DI SISI LAIN.

Belum lagi Gavin menikmati makanannya. ponselnya kembali berdering panggilan itu tidak lain dari adiknya Levin.

Gavin menggeser tanda terima pada ponselnya.

"Maaf kak, mengganggu. Apa kabar kak?" Tanya Levin dari seberang.

"Kabar baik Levin. Kau sudah kembali?" tanya Gavin.

"Aku sudah kembali kak dan malam ini aku harus terbang ke Malaysia lagi. Jadi aku tidak bisa mengantar mobil ini ke apartemen kakak."

"Kau mau pergi lagi?" tanya Gavin.

"Ehmm, Jadi mobil aku titip dengan temanku yang bekerja di Pom bensin. Maaf ya kak! " Kata Levin merasa tidak enak karena merepoti kakaknya lagi.

"Tidak apa-apa Levin. Jika itu menyangkut pekerjaan, kakak gak masalah. nanti kakak akan ke sana mengambilnya." Kata Gavin.

"Terima kasih kak." ucap Levin.

"Hati-hati Levin, tetap jaga kesehatan ya." Kata Gavin memberi nasehat.

"Oke kak, selamat malam kak." kata Levin mematikan ponselnya.

Gavin langsung bersiap pergi, setelah ia menyimpan makanan yang belum disentuhnya sama sekali. Ia langsung keluar menggunakan taxi untuk mengambil mobilnya. Baru di tengah perjalanan,mata Gavin memicing ke arah restoran yang dilewatinya. Ia sedikit terkejut dan terus melihat ke arah kiri.

"Bukankah itu Ivannia?" Kata Gavin memastikan penglihatannya. "Ya benar dia Ivannia. Apa yang terjadi? Kenapa Ivannia ditampar? Siapa Lelaki brengsek itu?" ucap Gavin terlihat panik. "Pak..pak.. berhenti." Kata Gavin menepuk pundak pak supir taxi.

Pak supir berhenti lumayan jauh juga dari restoran. " Astaga pak jauh sekali berhentinya." Keluh Gavin memberikan uang kepada supir taxi. Gavin dengan terburu-buru membuka pintu mobil dan berlari menuju restoran itu.

.

.

BERSAMBUNG

❣️ Leona cantik banget, mirip Gavin ya 🤭 pantes di jaga banget 🤭🤗

.

.

💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌

💌 BERIKAN VOTEMU 💌

💌 BERIKAN BINTANGMU💌

1
Anonim
keren
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Sri Widjiastuti
🤔🤔nyimak dulu
Femmilia Fitri
😭😭😭😭😭
pinna
Baper banget 💖💖💖
pinna
mau la satu seperti gavin
💜bucinnya taehyung💜
apa sih kisah orang tua valeno...jgn2 mksd nya pwmbunuh itu kasus nya ky arron kecelakaan yg menyebabkan orangtua valeno meninggal
💜bucinnya taehyung💜
valeno selalu menyebut gavin anak pembunuh..trs apa beda nya diabyg udah mbunuh adik nya sendiri dengan tidak memberi bantuan pd saat adik nya membutuhkan ...sungguh terlalu...
💜bucinnya taehyung💜
hadeeeh aku tkt masalah dokumen kantor yg bocor ..tkt nya gavin terfitnahkan ini
💜bucinnya taehyung💜
naaah kaaaaan..gavin sih segala nama joe kaga digsnti
💜bucinnya taehyung💜
yang penting saling menyatakan jika ada masalah kedepannya semoga kalian bs ttp kommpak
💜bucinnya taehyung💜
leona insting nya keren bgt
💜bucinnya taehyung💜
hokeh gavin selanjutny jgn sampe ivania salah paham...jgn sampe kamu terlihat jln atau makan atau terlihat mesra ama wanita lain yaaaa biasa orang abis patah hati bawaanya nethink mulu
💜bucinnya taehyung💜
plis gavin jgn lernah berfikir biaya itu dr manusia lucknut valeno ..bukan gavin bukaaaaan ..plis jgn mikir kesana
💜bucinnya taehyung💜
semoga nanti anak nya si valeno sakit paraaaah dan donor nya cm dr keluarga gavin yg cocok..merangkak lah kau valeno....
💜bucinnya taehyung💜
ayooo kita bikin donasi buat gaviiiin..
💜bucinnya taehyung💜
satu yg aku sesalkan knp Ivannia g belajar taekwondo jg kek ivander jd dia bs hajar si mario abis2an g tega bgt pas part dia di tampar di dorong ama mario...
💜bucinnya taehyung💜
jgn terlalu dipersulit y Thor kisah gavin ivania...
💜bucinnya taehyung💜
kamuuuu mau menghancurkan donisius...ga bisa tsaaaay... aku terbahaaak loh.. mario klo menghalu suka kelewatan
💜bucinnya taehyung💜
kamuuuu mau menyingkirikan donisius...ga bisa tsaaaay... aku terbahaaak loh.. mario klo menghalu suka kelewatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!