NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5 - Romero dan luna

...Chapter 5...

...----------------...

Clarissa bergabung bersama rosely dan beberapa gadis ibu kota yang kini ikut hadir di pesta itu, Mereka berkumpul di sebuah meja panjang yang penuh akan cemilan manis mewah.

"Nona rosely, Tolong buka kado dariku. Aku sudah memilihkan mu gaun berwarna kuning cerah, Yang cocok untukmu yang seperti matahari." Puji gadis berambut ikal, Nona Alana.

"Huh! Pintar sekali kau memuji hahaha." Para gadis itu tertawa dengan anggun.

"Terima kasih nona Alana, Sangat cantik." Ucap rosely membuka sebuah dress berwarna kuning. Setelah itu, Ia pun kembali memilih hadiah untuk di buka lagi.

Sampai suatu ketika, Sebuah kado kecil yang entah dari siapa itu membuat rosely bertanya-tanya karna tidak ada namanya. Ia pun memilih membukanya dengan penasaran. Ternyata itu adalah sebuah aksesoris terbaru yang sedang trend saat ini. Sebuah gelang mutiara.

"Wah indah sekali." Ucap rosely.

"Aku senang anda menyukainya, Semoga anda selalu memakainya." Ucap nadia tersenyum.

"Wah ini dari nona Nadia, Ini benar-benar cantik, Katakan di mana kau membelinya?" Tanya Riana penasaran.

"Ini pasti mahal kan, Kau pasti berasal dari keluarga yang tak kalah dari kami." Ucap Riana tersenyum senang.

"Benar, Itu pasti benar." Ucap Nasya.

"Tidak, Keluargaku sangat sederhana kok." Ucap Nadia tersenyum.

"Kamu sangat rendah hati, Berbeda dengan seseorang yang katanya gadis paling cantik di ibu kota." Sindir Claudia, Teman Nola. Keluarganya berada di bawah keluarga Mia Kenny. Mulutnya terkenal tajam.

"Siapa yang kau maksud?" Tanya Mia dengan dingin, Seolah-olah siap menerkam siapapun yang berani menyudutkan Sahabatnya.

"Bukan siapa-siapa." Ucap Claudia membuang muka.

Nadia tersenyum melihat beberapa gadis konglomerat itu mulai menunjukkan ketidak suka-anya pada Clarissa. Ini adalah akibat kalo dia berani merebut sesuatu darinya. Bukannya marah, Clarissa justru terlihat tenang dan tersenyum.

"Oke aku akan buka hadiah selanjutnya." Ucap rosely tersenyum, Suasananya menjadi sedikit canggung.

"Hadiah nona Clarissa!" Teriak rosely antusias. Beberapa gadis itu menatap dengan cukup penasaran. Hadiah seperti apa yang akan di berikan oleh seorang Clarissa yang terkenal sombong dan glamor.

"Wow...indah sekali!" Teriak Riana, Sebuah lukisan bunga yang indah, Seperti nyata. Para gadis itu mendekat dan memotretnya.

"Aku melukisnya sendiri tadi malam, Ku harap kau menyukainya." Ucap Clarissa dengan santai, Rosely tak percaya ini. Clarissa adalah seorang nona muda yang kaya-raya dan sempurna, Apapun bisa ia dapatkan dengan mudah, Tetapi ia lebih memilih membuat sebuah lukisan yang sangat cantik dengan usahanya, Dan itu ia kerjakan sendiri dalam waktu sehari saja.

"Ini adalah hadiah paling bagus yang aku terima hari ini, Terima kasih nona Clarissa. Aku sangat menghargai ketulusan anda." Ucap rosely meneteskan air matanya, Tak salah ia mengagumi Clarissa.

"Saya senang mendengarnya nona rosely." Clarissa tersenyum, Saat ini ia sudah berhasil membuat rosely tidak membencinya. Itu artinya alurnya seharusnya akan berbeda.

"Nona Clarissa, Boleh aku menjadi temanmu?" Tanya Riana yang ikut berkaca-kaca.

"Aku juga nona clarissa." Ucap Nasya.

Nadia tersenyum kaku, Dirinya yang berpikir akan mengalahkan Clarissa kini malah berbanding balik, Seluruh perhatian justru berlari ke sisi gadis itu. Padahal ia sudah membongkar tabungannya untuk membeli gelang mahal itu.

"Aneh, Dia tidak seperti rumor yang beredar. Dia sangat anggun dan tenang." Bisik Claudia merasa tak percaya. Nola dan Nadia selalu saja memberikannya berita ibu kota, Dan yang sering kali ia dengar adalah tentang Clarissa, Yang katanya sombong, Dingin dan suka menghamburkan uang.

"Diam, Mengapa kau jadi memuji dia!" Kesal Nola. Ia tak menyukai Clarissa, Sampai kapan pun tidak akan menyukainya!

"Baiklah...Sepertinya aku dan Mia harus kembali, Terima kasih sudah mau mengundang aku dan mia. Semoga kalian tidak ragu mengundang kami lagi."Ucap Clarissa tersenyum manis.

"Eh...nona Clarissa, Kita berteman kan?" Tanya rosely berlari ke hadapan Clarissa dan Mia yang sudah bangkit dari bangkunya.

"Tentu." Jawab Clarissa.

...--------------------------------...

Clarissa sudah selesai mandi, Dan memakai piyama tidurnya. Ia membaca beberapa komik yang ia punya. Matanya sesekali menatap sebuah lukisan di dinding pojok kiri kamarnya. Clarissa lah yang menggambarnya. Walaupun di dalam tubuh itu adalah Velica, Tetapi hobi dan bakatnya tetap sama. Velica hanya perlu menyamakan gerakan tubuh dan pikirannya saja.

"Cantik, Berbakat,kaya raya. Benar-benar sempurna. " Puji Clarissa aka Velica.

"Nona Clarissa, Tuan muda Axion datang." Ucap Sera yang datang dengan wajah kaget. Clarissa yang sedang asik berpikir itu langsung terperanjat kaget. Ia segera menatap jam dinding besar di kamarnya dengan kaget.

Pukul 21.22 wib.

"Pria antagonis ini memang gila!" Batinnya berteriak.

...--------------------------------...

Axion datang dengan pakaian casual, terlihat santai namun rapih. Ia datang di antar oleh sopirnya, Di karenakan ia yang belum di perbolehkan mengendarai mobil.

"Silahkan di minum tuan muda Alexion. Nona sedang bersiap merapikan rambut, Sementara nyonya dan tuan besar sedang berada di luar." Ucap Sera memberikan segelas kopi susu untuk calon menantu keluarga bellen ini

"Terima kasih Bi." Axion tersenyum sopan, Pemuda itu duduk di ruang tamu sambil membaca beberapa majalah yang berada di meja.

Clarissa turun dengan rambut Cepol asalnya, Walaupun sudah berusaha merapikan, Clarissa tetap saja tidak bisa terlihat rapi. Gadis itu turun dengan piyama tidur dan rambut Cepol asalnya.

"Selamat malam, Kak." Ucap Clarissa, Axion menatap Clarissa dari atas sampai bawah. Gadis itu terlihat sangat cantik walaupun hanya menggunakan piyama tidur.

"Malam, Clarissa."Jawab Axion menatap lekat Clarissa.

"Maaf aku tidak sopan, Aku memang lebih nyaman memakai piyama ini." Ucap Clarissa menunduk,

"Tidak apa, Lagipula aku hanya ingin menemui mu saja."Ucap Axion yang mengerti bahwa Clarissa sedang tidak ingin di ajak pergi.

"Iya, Ada apa kau datang menemui ku?"tanya Clarissa to the poin.

"Aku merindukanmu." Ucap Axion, Clarissa terpaku sebentar. Memangnya di novel ada kata-kata seperti ini? Alurnya benar-benar sudah berbeda.

"Hahahaa...kau tidak perlu memikirkannya, ayo kita mencari udara segar di sekitar rumahmu." Tanpa aba-aba, Axion merangkul Clarissa yang bingung dengan apa yang baru saja terjadi.

"Tuan muda dan nona sungguh manis ya." Ucap Melly, Pelayan khusus pembuat teh milik amrita.

"Aku akan ceritakan ini pada nyonya amrita, Dia pasti sangat senang." Ucap Sera tersenyum lebar.

...--------------------------------...

"Maafkan aku, Jika aku mengganggu waktu istirahat mu." Clarissa dan Axion kini duduk di halaman depan Mansion keluarga bellen.

"Tidak apa, gara-gara kak axion aku bisa melihat bintang malam ini, Benar-benar cantik." Ucap Clarissa tersenyum.

"Jangan panggil aku kakak, Panggil aku Axion." Pinta Axion dengan wajah cemberut, Ia tak suka melihat Clarissa memanggilnya dengan formal, Tetapi pada Robert justru sangat akrab.

"Tapi...."

"Tidak apa-apa, Panggil namaku saja. Ayo." Perintahnya duduk di hadapan Clarissa dengan senyum manisnya.

"Dia sangat manis saat tersenyum" Batin Clarissa dan segera menggeleng cepat.

"Al..Alexion." Clarissa berkata dengan gugup. Saat membaca novel nama pemuda itu begitu gampang, Sekarang mengapa sangat sulit.

"Bukan Alexion, Tapi Axion."Ucap Axion dengan serius.

"Apa bedanya?" Tanya Clarissa bingung.

"Sama-sama namaku, Tetapi aku lebih suka jika orang terdekatku memanggilku Axion." ucap Axion, Clarissa menghela nafas tipis.

"Apa akan baik bila berdekatan dengan sang antagonis pria?" Batin Clarissa.

"Oh yaa, Aku membawakan mu sesuatu." Alexion berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mereka duduk. Clarissa menatap nya dengan penasaran.

"Bukan sebuah pisau kan?" Batin Clarissa was-was.

Tak lama, Axion terlihat membawa sebuah kotak yang lumayan besar tetapi masih bisa ia tutupi dengan punggungnya.

"Apa itu?" Tanya Clarissa, Axion kembali duduk tetapi masih menutupi kotak itu.

"Kau mau tau?" Tanya Axion meledek, Clarissa mengangguk ragu.

"Taraa! Ini untukmu." Ucap Axion memberikan sebuah kelinci beserta kandangnya. Kelinci berbulu hitam dan putih, Yang terlihat seperti sepasang.

"Wah...lucu sekali." Clarissa yang jarang sekali memiliki waktu memelihara hewan, Cukup merasa senang melihat itu.

"Yang putih ini kamu, Dan yang hitam ini aku. Ayo beri mereka nama." Ucap Axion memberikan kelinci putih itu pada Clarissa. Ia juga memegang yang berwarna hitam.

"Emmm....aku tidak tahu nama yang bagus." Ucap Clarissa, Bulu lembut kelinci itu sangat menghiburnya.

"Kau lucu sekali." Clarissa memeluk kelinci itu dengan gemas, Axion tersenyum menatap hal itu.

"Biar aku saja yang memberinya nama, Untuk yang hitam ini aku namakan dia Romero, Sedangkan yang putih ini aku namakan luna. Bagaimana?" Clarissa pun mengangguk antusias.

"Aku setuju, Terima kasih!"

TBC Like dan komen

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!