NovelToon NovelToon
Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Bidadari Pak Letnan Minta Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Raja Tentara/Dewa Perang / Perjodohan
Popularitas:40.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Hari ini mas Aga libur, saat seperti ini aku tidak berani lama-lama di rumah, setelah membuat sarapan dan membersihkan rumah aku langsung ke toko kue, urusan mencuci baju aku alihkan besok saja saat dia tidak ada, jika aku terlalu lama di dekatnya dia pasti langsung ke luar rumah. Aku tahu dia lelah bertugas, jadi aku memilih menjauh agar dia bisa istirahat dengan tenang di rumah.

Rumah ibu sederhana tidak terlalu besar, kami hanya bertiga aku menolak saat ibu ingin mencari Asisten rumah tangga, toh di toko sudah ada dua karyawan yang membantu, aku tidak akan terlalu lelah. Lagi pula jika aku tidak sibuk, aku pasti selalu ingat dengan masalah pernikahan ku yang entah mau di bawa kemana.

"Nggak di rumah aja Rin? Kamu pulang saja nemenin suami kamu" Pinta Ibu.

"Arin mau antar pesenan kue ini Bu, sekalian beli bahan-bahan yang sudah habis"

Ibu langsung mengambil pesanan kue yang akan aku antar, aku sempat bingung kenapa ibu membawanya.

"Ayo ikut ibu"

Aku mengekor di belakang Ibu, ternyata Ibu berjalan ke arah rumah. Hati ini sempat kebat-kebit tak karuan saat Ibu masuk ke kamar kami.

"Aga!"

Mas Aga yang tertidur di ranjang sontak langsung bangun mendengar teriakkan Ibunya.

"Ada apa ma?"

"Kamu ini, tiap hari sibuk, sekali libur kenapa nggak ajak istri kamu jalan-jalan? Kalian masih pengantin baru Lo ga. Harus sering menghabiskan waktu berdua"

"Aga capek ma, mau istirahat sebentar. Lagi pula Arin sibuk kan?"

Ibu nampak kesal, dia menarik tangan mas Ga agar bangun, aku hanya bisa melihat itu dari ambang pintu, tentu aku tidak berani mendekat.

"Kalau istri sibuk ya di bantu nak, Ini kamu antar kue ini sama Arin, nanti sekalian ke pasar, setelah itu kalian jalan-jalan saja. Gunakan waktu bersama Ga"

"Iya, Aga ke kamar mandi dulu"

Ibu menatap ku sambil tersenyum menang, dia seperti telah memenangkan hadiah besar.

"Kamu dandan yang cantik, jangan pulang sebelum malam, bersenang-senanglah, mengerti?"

"Iya Bu"

Di dalam mobil, kami sama-sama diam, tidak ada percakapan sama sekali, kami benar-benar seperti orang asing.

Dia memutar musiknya sendiri dengan headset. Dia seperti ada di dunianya sendiri. Aku menatap ke arah jendela, meresapi masih diri, ku hirup bau parfum nya yang begitu wangi, aku sangat suka parfum mas Aga, begitu menenangkan. Aku hanya bisa menatapnya dari jauh, merasakan kehadirannya dengan aroma ini.

Aku mengantar Kue pesanan lebih dulu, setelah itu mas Aga mengantar ku ke pasar.

Aku membayangkan kami berbelanja berdua, dia mendorong keranjang belanjaan kami dan aku berjalan di depannya dengan penuh senyum kebahagiaan. Tapi semua itu tinggallah angan,jangankan masuk ke dalam, dia bahkan tidak keluar dari mobilnya sama sekali.

"Jangan lama-lama!"

Aku menatapnya perih, apa ini yang di namakan quality time? Apa ini yang di namakan jalan-jalan berdua? Dia bahkan tidak mengajak ku bicara.

Jangankan mengajak ku makan di restoran, ke cafe saja dia enggan. Dia mana mungkin mau membahagiakan aku, meski aku sudah berkorban banyak untuknya. Dua kali dia hampir kehilangan nyawa, dua kali pula aku menolongnya, tapi dia sama sekali tidak pernah berterima kasih. Dia bahkan membenci ku. Meski tidak mencintai ku, apa dia tidak bisa mengaggap ku sebagai teman? Setidaknya aku tidak akan sesakit ini, di benci tanpa alasan jelas.

Ku hembuskan nafas dengan berat sebelum masuk ke toko swalayan. Aku tidak bersantai karena di luar Mas Aga menunggu ku. Bahan di toko banyak yang habis, aku tidak mungkin bisa sebentar di sini. Aku bergegas mengambil apapun yang aku butuhkan, aku sudah mencatatnya di ponsel. Tapi apa yang ku tulis tidak mungkin berdekatan, aku harus bolak-balik untuk mencarinya.

Ku tatap pewarna makanan yang biasa aku gunakan.

"Itu tinggi sekali"

Gumamku, aku ragu untuk mengambilnya, apa tangan ini sampai?

Aku mencoba meraihnya dengan berjinjit dan melompat pelan, tapi tetap saja tangan ini tak sampai.

"Andai saja aku bisa berenang seperti di kampung, tubuh ku mungkin bisa lebih tinggi" Gumamku sambil menggerutu sendiri. Dulu aku memang sering di ajari bapak berenang di laut. Berkat itu pula aku bisa menyelamatkan nyawa Aga.

Aku mencoba sekali lagi untuk mengambil pewarna makanan itu, aku berjinjit dan mengambil aba-aba. Namun mendadak sebuah tangan panjang berada tepat di tas kepalaku. Tangan itu mengambil pewarna makanan itu dan memberikan itu padaku. Aku menoleh, hati ini sudah sangat berbunga-bunga mengira orang itu adalah Mas Aga, tapi saat aku menoleh, ternyata dia bukan mas Aga.

Seorang lelaki bertubuh tinggi, kulitnya putih bersih, wajahnya lumayan tampan, dan senyumnya begitu menawan.

"Astaga! Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku memuji lelaki lain? Aku ini sudah bersuami"

Aku menunduk sambil mengelus dada, beristighfar karena sudah terpesona dengan lelaki lain. Aku ingin berterima kasih pada orang itu, namun dia justru terkikik sendiri sambil melihatku. Aku jadi merasa heran padanya.

"Kamu nggak kenal sama aku Rin?"

Aku kembali menatapnya, kepalaku berkerut mencoba mengingat siapa dia.

"Siapa ya?"

Saat dia menggembungkan pipinya dan menggaruk rambutnya, barulah aku ingat.

"Dewa?"

Lelaki itu tersenyum sambil mengangguk kecil.

"Astaga Dewa! Ini beneran kamu? Kemana lemak-lemak kamu pergi?" Teriak ku heran.

Sumpah dulu saat di bangku SMP dia begitu gendut, dia juga sering menggaruk kepalanya. Kami adalah dua siswa yang sering di kucilkan di sekolah, aku memiliki teman di sekolah ku karena dia juga di kucilkan. Jika aku di anggap sebelah mata karena dari desa, si Dewa selalu di ejek karena tubuhnya yang gembul. Kami berteman selama di SMP. Tapi di SMA dia pergi entah kemana. Aku tidak menyangka akan bertemu dia di sini.

"Gimana? Aku sudah tampan kan?"

"Tampan sekali, Astaga! Aku benar-benar tidak mengenali kamu. Kamu berubah sekali, jadi seperti artis" Kekeh ku.

Dewa ikut tertawa mendengarnya.

"Mau ngopi bareng?" Tawarnya.

Seketika aku ingat kalau ada Mas Aga di luar sana.

"Maaf ya Wa, aku nggak bisa. Aku buru-buru, suamiku sudah nunggu aku di luar"

Mendengar kata suami, senyum Dewa langsung menghilang, aku tidak tahu kenapa. Tapi aku harus buru-buru sekarang, aku takut Mas Aga marah padaku.

"Terima kasih ya Wa sudah bantu tadi"

Dia mengagguk pelan. Aku bergegas pamit, sebenarnya aku ingin sekali mengiyakan ajakan Dewa, tapi mau bagaimana lagi, Mas Aga pasti kesal kalau aku lama-lama di sini.

"Rin minta nomor telfon kamu"

Aku membuka tas ku, mengambil kartu nama ku di sana.

"Ini. Maaf ya Wa, aku buru-buru"

"Lain kali kita makan bareng ya?"

Aku mengagguk sambil melambaikan tangan padanya. Dia juga melakukan hal yang sama.

Aku segera ke kasir, membayar semua barang yang aku beli.

Ku bawa keranjang ke luar untuk memudahkan aku membawa barang, setelah sampai mobil baru aku kembalikan. Namun saat di tempat parkir, aku tidak melihat mobil Mas Aga.

"Mas Aga kemana?"

Aku mencoba menghubungi dia, namun ternyata dia sudah mengirimi aku sebuah pesan.

'Aku keluar dulu, kamu jangan pulang sebelum aku jemput kamu, jalan-jalan saja dulu ke tempat yang kamu mau'

Tubuhku langsung lemas saat membaca pesan itu, gimana aku bisa jalan-jalan dengan belanjaan sebanyak ini? Rasanya aku ingin menangis di tempat ini. Mas Aga benar-benar tega.

1
D_wiwied
woyy jahatnya kamu bu, kan terhitung masih keponakan kamu to main pukul aja untung Aga sdh terlatih jd bs tau klo ada bahaya/ serangan mendadak.. eling bu eling
Buruan Ga segera kejar si Arin smg blm sempat terbang pesawatnya
D_wiwied
kan kaaan.. sudah kudugong dr awal. pasti ada keterlibatan ibunya Dewa, niat banget ya bu nyingkirin Arin sampe ke luar negeri, berdoa sj bu jangan sampe terjadi apa2 sm kandungan Arin bisa diamuk si Aga nanti
D_wiwied
baru jg surat pengajuan perceraian, tp Dewa sdh ngajak nikah walaupun siri.. gatau jg sih hukumnya nanti jatuh ttp sah atau tidak, mana si Arin dlm kondisi hamil lg dan yg ngidam eeeh mlh si Aga 🤭😆
sunaryati jarum
😃😃😃 tugas beri cucu kok tugas apa?
sunaryati jarum
Makanya ibu Dewa kok langsung merestui ternyata ada maksud.Untuk Aga lagi dan lagi kamu terlambat menyadari kesalahan kamu pada Arin.Semoga Arin menemukan kedamaian di tempat barunya.Sialun jodohmu nanti yang penting buat kamu nyaman dan bahagia.Emak tadinya heran masih terikat status istri kok minta dinikahi dalam waktu seminggu.
mama
blm bercerai udh nikah lgi km rin,kyk perempuan gatal ajj..gk suka btg sm peran arin..
sunaryati jarum
Jangan sampai gagal pernikahan Dewa dan Arin
sunaryati jarum
Penyesalan kamu terlambat Ga,kau membiarkankan kesalahpahaman berlarut, apalagi kau pernah memperkosa Arin dalam keadaan mabuk.Dan kamu langsung melupakannya.Lepaskan Arin agar bahagia,itu yang kau harapkan sejak awal pernikahan kan mengharap Arin segera pergi darimu
sunaryati jarum
Belum cerai kok mau nikah, memang pernah dengar jika suami bilang lepas atau cerai jatuhnya telah cerai,apalagi mereka sudah lebih tiga bulan tidak bersama
D_wiwied
Arin Arin.. jd org koq plin plan, awalnya aja gayanya ogah2 an ky ga antusias tp giliran ada si Aga lgs deh manas2 in pake acara panggil sayang segala ke Dewa, jd makin curiga ini pasti ada sesuatu yg msh disembunyikan🤔
Ibah Ibah: hampir ....
total 3 replies
falea sezi
gatel jg lu rin cerai dlu lahh jd janda jangan jd istri orang lu gatel ke bujang🤣
D_wiwied
dr sejak Arin menerima lamaran dewa setelah menerima pesan, ak dah curiga ini pasti ada andil dr mamanya dewa pasti... hmm ada rencana apa kamu bu, feeling ku bukan sesuatu yg baik sih
Ambo Nai: ternyata si arin perempuan murahan,kasihan anak yg gak di ketahui ayahnya.semoga pernikahannya batal.dewa bukannya cinta tapi obsesi.
total 1 replies
sunaryati jarum
Benar mulai cintai dirimu sendiri, sebaiknya kau bikin kue saja,itu kan keahlian kamu.Siapa tahu rezeki anakmu kau bisa punya toko kue
Lee Mba Young
semua orang mudah nemuin km krn km pergi nya cm di situ situ saja. cm kabur kabur an gk niat kabur beneran.
kl kabur beneran pasti kluar kota Naik bus ganti kapal pesiar pasti gk Ada yg nemuin. ntah Arin itu goblok apa tolol jd wanita. pdhl dah dewasa dah pernh kawin tp ttp oon.
niat kabur Dr awal pergi jauh ganti nmr jng hub orang rumah lagi. kemarin mncing hub mertua oalah alah. cewek plin plan.
D_wiwied
pengennya sih ga mau komen tp tanganku koq gatel ya 🤭
terus aja Rin keraskan hatimu buat dirimu sama ky si Aga yg suka menyimpan dendam jd kamu ga ada bedanya sama si Aga kan
heran koq bisa si Dewa tau2 nongol bawa bunga bawa cincin, ntar pas mereka lg pandang2 an ato pegangan tangan si Aga nongol tuh, lanjut lg salah pahamnya gitu aja terus ga kelar2
Ibah Ibah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
YuWie
sulit buk2..dewa cintanya sdh mendarah daging, krn kehadiran arin begitu membekas dijiwanya.
sunaryati jarum
Ternyata Dewa sudah cinta sama Arin sejak SMP karena orang yang mau berteman dengan Dewa hanya Arin,dan Arin penolongnya sejak itu
Noveni Lawasti Munte
ahhhhh pantas dewa kecintaan bgt sama arin😥
Ambo Nai
bukan cinta tapi opsesi,karena kamu pernah di tolong mana ada orang bisa bercerai saat hamil
sunaryati jarum
Kamu memang juga sedikit salah Arin, meminta tolong Dewa terus- terusan padahal kamu tahu dia mencintai kamu.Selesaikan dulu hubungan kamu dengan Aga , Jangan lari dan sembunyi dari masalah.Emak juga geram pada Aga atas tindakannya padamu selama ini,apalagi tidak ingat telah memperkosamu. Kamu memang korban dari perjodohan dan kesalahpahaman Aga, yang keterlaluan.Emak percaya dan iba padamu tapi kamu jangan deket dengan pria dulu sebelum hubungan pernikahan kamu dan Aga jelas sudah bercerai.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!