NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 : Motor baru

Keesokan paginya…

Langit kota masih sedikit gelap saat Rosline sudah sibuk berdiri di depan cermin kecil kamar kosnya. Gadis itu terlihat jauh lebih rapi dibanding biasanya. Rambut panjangnya diikat sederhana, sementara ia mengenakan kemeja putih bersih dan rok hitam selutut. Di samping kasur tipisnya, sebuah tas kecil sudah siap dibawa.

Namun wajah Rosline terlihat sangat tegang. “Huft…”

Ia kembali melihat jam di ponselnya. 05.45 pagi. Rosline bahkan bangun satu jam lebih awal karena takut terlambat datang ke rumah keluarga Alexander.

Kalau mengingat wajah dingin Edwin, ia benar-benar tidak berani membuat pria itu marah. Tak lama kemudian, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk.

“Sudah berangkat?”

Mata Rosline langsung membesar panik saat melihat nama Edwin di layar.

“Ya ampun…”

Jarinya buru-buru mengetik balasan. “S-sudah siap berangkat, Tuan.”

Beberapa detik kemudian balasan masuk lagi.

“Jangan buru-buru. Hati-hati di jalan.”

Rosline langsung terdiam menatap layar ponselnya. Kalimat itu sederhana sekali. Tapi entah kenapa membuat dadanya terasa sedikit hangat.

Sekitar satu jam kemudian…

Rosline akhirnya tiba di depan mansion keluarga Alexander. Ia turun perlahan dari ojek online sambil menatap pagar hitam besar rumah itu gugup.

Pagi hari membuat mansion tersebut terlihat jauh lebih megah dibanding kemarin. Air mancur besar di halaman depan menyala indah, sementara beberapa mobil mewah sudah terparkir rapi di garasi.

Rosline langsung merapikan bajunya gugup sebelum berjalan mendekat. Namun baru saja ia ingin menekan bel… pagar besar itu terbuka otomatis.

“Eh?!”

Rosline langsung kaget sendiri.

Tak lama kemudian salah satu penjaga rumah mendekat sopan. “Nona Rosline?”

“I-iya…”

“Tuan Edwin sudah menunggu.”

Rosline langsung menelan ludah gugup lagi. Ia perlahan masuk ke dalam mansion sambil mengikuti penjaga tersebut.

Namun baru sampai ruang tengah…

“Hei gadis kurus!”

Rosline langsung menoleh cepat.

Dan seketika ia melihat Kakek Alberto sudah duduk di kursi roda sambil memakai piyama mahal berwarna gelap. Wajah pria tua itu langsung terlihat lebih hidup dibanding kemarin.

“Kau datang juga akhirnya!”

Rosline sampai sedikit terkejut melihat reaksi Kakek Alberto.

“Iya, Tuan…”

“Saya kira kau kabur.”

Rosline langsung salah tingkah. “Ti-tidak mungkin…”

Sementara itu dari arah tangga, suara langkah pelan terdengar mendekat. Rosline refleks mengangkat wajahnya. Dan di sanalah Edwin turun dari lantai atas dengan kemeja hitam yang lengannya sedikit digulung. Rambutnya masih sedikit basah sepertinya baru selesai mandi.

Tatapan tajam pria itu langsung tertuju pada Rosline. “Kamu datang tepat waktu.”

Rosline langsung gugup lagi tanpa alasan jelas. “I-iya, Tuan…”

Kakek Alberto langsung mendecak kesal. “Sudah jangan ditatap begitu. Kau bikin gadis itu takut.”

Edwin mengangkat alis tipis. “Takut?”

Rosline buru-buru menggeleng panik. “Ti-tidak kok!”

Namun respon terlalu cepat itu justru membuat Kakek Alberto tertawa keras. “Hahaha! Lucu sekali!”

Rosline langsung malu sendiri sampai pipinya memerah.

Sedangkan Edwin diam beberapa detik sebelum akhirnya berjalan mendekat. “Hari ini kamu ikut Bibi Rena dulu.”

Rosline langsung mengangguk cepat.

“Kamu harus hafal jadwal makan, obat, dan kebiasaan Opa.”

Mata Rosline langsung sedikit membesar panik lagi. “Harus hafal… semua?”

“Mm.”

Alberto langsung menyela kesal. “Jangan menakut-nakuti dia terus.”

Edwin menatap kakeknya datar. “Kalau dia begini saja sudah takut, bagaimana nanti?”

Rosline langsung salah tingkah. Namun anehnya, saat melihat Rosline panik seperti itu, sudut bibir Edwin justru hampir terangkat kecil lagi.

Rosline masih berdiri canggung di dekat meja makan sambil mendengarkan penjelasan Bibi Rena tentang jadwal obat Kakek Alberto.

Namun beberapa menit kemudian, Edwin yang sejak tadi membaca sesuatu di tablet tiba-tiba membuka suara.

“Oh iya, Rosline.”

Rosline langsung menoleh cepat. “Iya, Tuan?”

“Motormu masih di bengkel.”

Rosline sedikit terkejut. “Iya.”

“Ada bagian mesin yang harus diganti.”

Wajah Rosline langsung berubah khawatir. “Parah ya, Tuan…”

Edwin mengangguk pelan. “Sepertinya kamu perlu membeli motor baru.”

Rosline langsung menggeleng cepat. “Ti-tidak usah, Tuan. Diperbaiki saja cukup.”

“Kenapa?”

Rosline langsung menunduk malu sambil memainkan ujung bajunya pelan. “Saya tidak punya uang untuk membeli motor baru…”

Suasana mendadak sedikit hening.

Bibi Rena diam-diam melirik Edwin sebentar sebelum kembali pura-pura sibuk menyusun obat. Sedangkan Kakek Alberto hanya memperhatikan Rosline sambil mendecak kecil.

“Makanya kau terlalu kurus, karena terlalu banyak mikir uang,” gerutunya.

Rosline langsung salah tingkah. “Maaf…”

Sementara Edwin masih menatap Rosline beberapa detik tanpa bicara. Tatapan pria itu tetap datar seperti biasa, sulit ditebak.

Namun beberapa saat kemudian...

"Baik, kalau begitu..."

Rosline perlahan mengangkat wajahnya bingung.

“Nanti akan aku belikan motor baru untukmu.”

Mata Rosline langsung membesar panik. “Ha-hah?!”

“Supaya kamu tidak terlambat datang ke sini.”

“Ti-tidak perlu, Tuan!” Rosline langsung menggeleng cepat sampai hampir panik. “Itu terlalu mahal…”

“Dilarang menolak.” Nada suara Edwin tetap tenang dan dingin. Tapi justru itu yang membuat Rosline makin tidak berani membantah.

“Tapi saya tidak enak…”

“Aku tidak suka karyawan datang terlambat karena alasan kendaraannya rusak.”

Rosline langsung terdiam.

Kalimat itu terdengar seperti alasan biasa. Namun entah kenapa pipinya malah mulai terasa panas.

Alberto yang melihat ekspresi Rosline langsung terkekeh kecil. “Hahaha… wajahmu lucu sekali gadis kurus.”

Rosline makin malu. “Bisa saja Tuan Besar…”

Bibi Rena sampai tersenyum geli melihat suasana pagi itu. Sudah lama sekali mansion keluarga Alexander tidak terasa sehidup ini.

Sementara Edwin kembali fokus pada tabletnya seolah baru saja mengatakan hal biasa.

Padahal Rosline sendiri masih merasa jantungnya berdetak tidak karuan. Di berikan upah lima belas juta, sekarang ingin di belikan motor baru.

Dan Rosline masih mendapat perlakuan baik dari pria yang bahkan baru dikenalnya sehari. Semua itu terasa seperti mimpi untuk dirinya.

Rosline masih sibuk memperhatikan deretan obat di atas meja bersama Bibi Rena. “Yang warna putih ini diminum pagi setelah sarapan,” jelas Bibi Rena sabar.

Rosline langsung mengangguk serius sambil mencatat kecil di buku mungilnya. “Kalau yang biru, Bi?”

“Itu malam.”

Rosline kembali mengangguk cepat.

Namun di saat yang sama, Edwin sedang berdiri dekat jendela sambil memeriksa beberapa dokumen di tabletnya. Tanpa mengalihkan pandangan, pria itu tiba-tiba membuka suara.

“Hari ini atau lusa Bara akan pulang.”

DEG!

Rosline yang sedang memegang botol obat langsung tersentak kaget.

PRAKK!

Botol kecil itu jatuh ke lantai.

“Ah!” Rosline langsung panik sendiri sambil buru-buru jongkok mengambilnya. “Maaf! Maaf!”

Bibi Rena sampai ikut terkejut kecil.

Sedangkan Edwin hanya menoleh sekilas tanpa banyak bereaksi. Sedangkan Rosline langsung menunduk malu sambil memeluk botol obat itu erat.

Entah kenapa saat mendengar nama Bara Alexander, ia langsung teringat semua cerita menyeramkan dari teman-temannya di minimarket kemarin.

Aura lebih mengerikan, berbahaya dan menyeramkan dari Edwin. Kini sekarang pria itu akan pulang ke mansion ini?

Sementara itu Alberto yang sejak tadi duduk santai di kursi roda langsung mengangkat wajahnya cepat. “Benarkah anak itu akan pulang?”

“Iya, Opa,” jawab Edwin singkat.

Wajah Alberto langsung terlihat jauh lebih hidup. “Kalau begitu suruh Bibi Rena masak yang enak!”

Bibi Rena langsung terkekeh kecil. “Tuan Besar senang sekali rupanya…”

“Tentu saja!” gerutu Alberto cepat. “Sudah lama dia tidak pulang.”

Namun Edwin justru menghela napas pelan. “Opa tidak perlu terlalu berharap.”

Alberto langsung mengerutkan wajah kesal. “Apa maksudmu?”

“Takutnya Bara hanya berencana pulang lalu batal lagi seperti biasanya.”

Rosline diam-diam melirik Edwin. Nada suara pria itu terdengar datar, tetapi entah kenapa terasa seperti menahan kesal.

Namun Alberto justru mendecak keras. “Kali ini dia pasti pulang.”

Edwin mengangkat alis tipis. “Opa yakin?”

“Tentu.”

"Mengapa Opa bisa seyakin itu?”

Alberto tiba-tiba menyeringai kecil seperti anak kecil nakal. “Katakan saja aku sudah sekarat.”

Mata Rosline langsung membesar panik. “Tu-Tuan Besar!”

Bibi Rena sampai tertawa geli sambil menggeleng kepala.

Sedangkan Edwin memijat pelipisnya pasrah. “Opa…”

Namun Alberto justru terlihat santai. “Aku yakin cucuku itu pasti buru-buru pulang kalau mendengar hal itu.”

Rosline masih terlihat syok mendengar ucapan pria tua itu. “Ja-jangan bicara seperti itu, Tuan…”

Alberto malah terkekeh kecil melihat wajah pucat Rosline. “Kau lucu sekali kalau panik.”

Rosline langsung salah tingkah lagi.

Sementara Edwin diam-diam memperhatikan interaksi keduanya.

1
Arditya
wiihh, jadi ini yang namanya victor. tangkap bara jangan kasih ampun😄
It's me Sky: terimakasih ka🙏
total 1 replies
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!