NovelToon NovelToon
Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Kekuatan Super Ayah Zhu Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ule Lau

Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).

Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai yang Berkumpul di Ibu Kota

Suasana malam di Ibu Kota Kekaisaran Heaven Dou biasanya dipenuhi dengan gemerlap lampu lampion dan alunan musik dari kedai-kedai teh mewah.

Namun, di dalam Istana Kekaisaran, atmosfernya sedingin es di puncak gunung.

Di aula pertemuan pribadi, Kaisar Xue Ye duduk di takhta emasnya dengan wajah yang guratan keriputnya tampak lebih dalam dari biasanya. Di hadapannya, Pangeran Keempat, Xue Beng, sedang berbaring di atas tandu dengan perban tebal yang membungkus lengan kanannya.

Obat bius dosis tinggi hampir tidak mampu menahan rasa sakit dari tulang lengan yang telah hancur menjadi serpihan halus.

Di samping tandu, berdiri Pangeran Pertama, Xue Qinghe—yang sebenarnya adalah penyamaran dari Qian Renxue, putri dari Aula Roh (Spirit Hall). Wajahnya menunjukkan ekspresi prihatin yang sempurna, sebuah topeng persaudaraan yang telah ia latih selama bertahun-tahun.

"Katakan sekali lagi, Flender...

Apa yang sebenarnya terjadi di Paviliun Bulan?" Suara Kaisar Xue Ye berat, mengandung tekanan dari seorang penguasa yang merasa harga dirinya diinjak-injak.

Di sudut ruangan, Flender, Dekan Akademi Shrek yang biasanya banyolan, kini berdiri dengan punggung tegak dan dahi yang terus mengucurkan keringat dingin.

Ia dipanggil ke istana setelah penjaga Paviliun Bulan melaporkan bahwa insiden ini melibatkan sosok misterius yang beberapa bulan lalu juga sempat mengusir rombongan Shrek di Hutan Star Dou.

"Melapor pada Yang Mulia Kaisar," Flender membungkuk sangat dalam hingga hidungnya hampir menyentuh lantai marmer.

"Pria berjubah putih itu... kami tidak tahu nama aslinya.

Namun, dua bulan lalu di Hutan Star Dou, ia melumpuhkan seekor Harimau Iblis Api Hitam berusia 50.000 tahun hanya dengan satu kata.

Dan yang lebih mengerikan, Tuan Dugu Bo... Jade Phosphor Douluo... bersikap layaknya seorang pelayan di hadapannya."

Kaisar Xue Ye memukul sandaran takhtanya hingga retak.

"Pelayan?!

Dugu Bo adalah Tetua Kehormatan kekaisaran kita! Bagaimana mungkin dia berlutut pada seorang pemuda asing?!"

Xue Qinghe (Qian Renxue) melangkah maju, memegang dagunya dengan anggun.

"Ayahanda, jika laporan Dekan Flender benar, maka pria bernama Zhu Xuan ini bukan sekadar Master Jiwa yang kuat.

Kekuatannya kemungkinan besar berada di puncak level Judul Douluo (Titled Douluo), setara dengan Pendekar Pedang Chen Xin atau bahkan melebihi Tetua Agung Aula Roh.

Yang membuatku penasaran... mengapa sosok sekuat itu hanya peduli pada seorang anak kecil?"

Dari atas tandu, Xue Beng mengerang dengan sisa kekuatannya.

"Kakak... Ayahanda... dia bukan manusia!

Dia... dia bergerak lebih cepat dari bayangan.

Tanganku patah bahkan sebelum aku melihatnya berkedip!

Dan Dugu Bo... kakek tua bangka itu mengancam akan meracuni seluruh istana jika kita mengganggunya lagi!"

Xue Ye menghela napas panjang, kemarahannya perlahan digantikan oleh rasa ngeri yang dingin.

Seorang Titled Douluo liar yang tidak terikat oleh hukum kekaisaran ataupun Aula Roh adalah bom waktu terbesar bagi stabilitas benua.

"Qinghe," panggil Kaisar Xue Ye dengan suara lelah.

"Pergilah ke Paviliun Bulan besok pagi bersama Bibi Yuehua.

Bawa obat-obatan terbaik, hadiah emas, dan gulungan permintaan maaf resmi dari kekaisaran. Kita tidak boleh memprovokasi monster ini lebih jauh.

Jika ia bisa mematahkan lengan pangeran di dalam kota tanpa terdeteksi oleh formasi pertahanan kita, ia bisa memenggal kepalaku di tempat tidur ini tanpa ada yang tahu."

"Baik, Ayahanda.

Saya akan menangani ini dengan sangat hati-hati," ucap Xue Qinghe dengan senyum hangat yang menyembunyikan kilatan kalkulasi tajam di matanya.

Zhu Xuan... batin Qian Renxue di dalam hatinya. Mengapa mata-mata Aula Roh tidak pernah mendeteksi keberadaan orang sepertimu?

Aku harus melihat dengan mataku sendiri, apakah kau adalah batu sandungan bagi rencanaku, atau senjata yang bisa kumanfaatkan.

Sementara badai politik mulai berputar di istana, di sebuah halaman belakang yang tenang tidak jauh dari Paviliun Bulan, suasana justru sangat kontras.

Zhu Xuan sedang duduk di bawah pohon osmanthus yang sedang mekar, perlahan menyesap teh krisan yang mengepulkan uap wangi.

Di dekat kakinya, seekor kelinci berbulu putih salju dengan mata merah jernih—Kelinci Tulang Lunak yang diselamatkan Ling'er dari Shrek—sedang asyik mengunyah wortel roh yang berenergi tinggi.

Kelinci itu kini tampak jauh lebih gemuk dan bulunya memancarkan kilau perak samar karena terus-menerus diberi makan sisa sayuran dari kebun Zhu Xuan.

"Ayah! Lihat gaun baru Ling'er!"

Pintu paviliun kecil itu terbuka, dan Ling'er berlari keluar dengan riang.

Ia mengenakan Gaun Pelangi Surgawi, hadiah dari Sistem yang baru saja diklaim Zhu Xuan setelah insiden mematahkan lengan Xue Beng.

Gaun itu berwarna merah muda lembut dengan sulaman benang emas yang samar-samar membentuk pola awan surgawi.

Begitu Ling'er bergerak, gaun itu memancarkan pelangi tipis yang melindunginya dari debu dan angin kencang.

"Wah, putri Ayah cantik sekali," Zhu Xuan langsung berlutut, menyambut tubuh mungil Ling'er ke dalam pelukannya.

Ia mengangkat balita itu dan mencium kedua pipinya yang gembil hingga Ling'er tertawa cekikikan.

"Bagaimana?

Apa gaunnya nyaman?

Tidak keberatan saat dipakai bergerak?"

"Sangat ringan, Ayah!

Rasanya seperti memakai awan!"

Ling'er memeluk leher Zhu Xuan dengan tangan kecilnya yang hangat.

"Bibi Yuehua bilang, besok akan mengajari Ling'er menggunakan alat musik kecapi.

Tapi Ling'er bilang pada Bibi, kecapi milik Bibi tidak sebagus mainan yang Ayah buatkan!"

Zhu Xuan tertawa lepas, hatinya dipenuhi kehangatan yang tak terlukiskan.

"Tentu saja.

Apa pun yang Ayah buat untuk Ling'er adalah yang terbaik di seluruh benua ini."

[Ding! Tingkat kebahagiaan putri Anda mencapai 95%.]

[Anda mendapatkan bonus: 1.500 Poin Daddy.]

[Status Wuhun: Pedang Langit Abadi kini berada dalam tahap 50% pembukaan segel Dewa.]

Zhu Xuan mengabaikan panel biru sistem yang melayang di depannya.

Baginya, poin atau kekuatan hanyalah produk sampingan.

Senyum Ling'er adalah segalanya.

Tidak lama kemudian, Dugu Bo berjalan masuk dari gerbang halaman dengan ekspresi wajah yang tampak rumit.

Di tangannya, ia membawa sebuah kotak kayu hitam yang memancarkan aroma obat yang sangat kuat.

"Yang Mulia,"

Dugu Bo memberi hormat dengan sangat sopan. "Keluarga kekaisaran tampaknya telah ketakutan setengah mati.

Baru saja mata-mata saya melaporkan bahwa Pangeran Pertama, Xue Qinghe, sedang mempersiapkan konvoi hadiah yang sangat besar untuk dikirimkan ke sini besok pagi sebagai bentuk permintaan maaf atas tindakan bodoh Xue Beng."

Zhu Xuan bahkan tidak menoleh.

Ia sibuk merapikan kuncir rambut Ling'er yang sedikit berantakan karena berlarian.

"Biarkan saja mereka mengirimkannya.

Jika barangnya bagus, kita bisa menggunakannya untuk menghias kamar Ling'er.

Jika jelek, buang saja ke tempat sampah."

Dugu Bo menelan ludah..

Hadiah dari perbendaharaan Kekaisaran Heaven Dou, yang biasanya diperebutkan oleh sekte-sekte besar, di mata pria ini hanyalah dekorasi kamar anak atau sampah potensial.

"Namun, Yang Mulia... ada hal lain,"

Dugu Bo merendahkan suaranya, melirik Ling'er yang kini sedang sibuk mencoba menduduki punggung kelinci gemuknya.

"Xue Qinghe itu... ada yang aneh dengan dirinya.

Sejak beberapa tahun lalu, saya merasa fluktuasi energinya tidak murni seperti garis keturunan keluarga kekaisaran Xue.

Ada kabut suci yang sangat tipis menyelimuti tubuhnya.

Saya khawatir, dia memiliki agenda tersembunyi dengan mendekati kita."

Zhu Xuan menghentikan gerakan tangannya sebentar.

Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman misterius yang membuat Dugu Bo merinding.

Sebagai seorang transmigran yang mengetahui seluruh alur cerita dunia ini, Zhu Xuan tentu tahu siapa Xue Qinghe yang sebenarnya.

Putri dari Paus Aula Roh, Bibi Dong, yang memiliki Wuhun tingkat Dewa, Malaikat Seraphim berwujud enam sayap.

Qian Renxue.

"Dugu Tua," ucap Zhu Xuan santai, kembali menyesap tehnya.

"Di dunia ini, tidak ada yang namanya rahasia di hadapanku.

Apakah dia seorang pangeran asli, atau seekor malaikat berbaju besi yang sedang menyamar, itu tidak ada hubungannya denganku.

Selama dia datang dengan kepala tertunduk dan membawa hadiah untuk putriku, aku akan membiarkannya bermain peran sebagai penurut. Tapi..."

Mata Zhu Xuan tiba-tiba memancarkan kilatan keemasan yang begitu tajam hingga dedaunan di pohon osmanthus berhenti berguguran, membeku di udara karena niat membunuh yang tak kasat mata.

"...jika dia membawa intrik kotor Aula Roh miliknya ke hadapan putriku, aku akan mencabut enam sayap malaikatnya itu satu per satu dan menjadikannya kemoceng untuk membersihkan debu di pondokku."

Mendengar kata "enam sayap malaikat", jantung Dugu Bo hampir berhenti berdetak.

Sebagai seorang veteran di Benua Douluo, ia tahu persis Wuhun apa yang memiliki karakteristik seperti itu.

Aula Roh!

Keluarga Qian yang legendaris!

Bagaimana mungkin Zhu Xuan tahu tentang hal itu padahal Xue Qinghe telah menyamar selama bertahun-tahun tanpa cacat?

Rasa hormat dan ketakutan Dugu Bo terhadap Zhu Xuan melonjak ke tingkat yang baru.

Pria di hadapannya ini benar-benar dewa yang berjalan di bumi, mengetahui segala hal dan tidak takut pada siapa pun.

Keesokan paginya, matahari baru saja terbit ketika sebuah konvoi kereta mewah yang dikawal oleh barisan ksatria berbaju zirah emas berhenti di depan kediaman sementara Zhu Xuan.

Kereta-kereta tersebut membawa peti-peti kayu berisi batu permata roh, tanaman obat langka berusia ratusan tahun, dan kain sutra terbaik yang ditenun oleh pengrajin kekaisaran.

Xue Qinghe turun dari kereta pertamanya dengan gerakan yang sangat halus dan penuh wibawa. Di sampingnya, Tang Yuehua berjalan dengan wajah yang dipenuhi kecemasan.

Ia tahu betapa keras kepalanya keponakannya (Xue Beng) dan betapa mengerikannya pria bernama Zhu Xuan jika diprovokasi.

"Bibi Yuehua, mohon bantu saya menengahi pembicaraan nanti,"

Bisik Xue Qinghe dengan nada suara yang lembut, memancarkan pesona seorang pemimpin masa depan yang bijaksana.

"Saya hanya ingin memastikan bahwa kesalahpahaman ini tidak merusak hubungan baik antara kekaisaran dan guru agung ini."

Tang Yuehua mengangguk lemah.

"Aku akan berusaha, Qinghe.

Namun ingat bicaralah dengan jujur dan jangan mencoba menggunakan retorika politik istanamu di hadapannya.

Pria itu... dia melihat menembus segalanya."

Mereka melangkah masuk ke halaman rumah.

Di sana, mereka tidak disambut oleh pelayan, melainkan oleh Dugu Bo yang berdiri dengan tangan bersilang di dada, menatap mereka dengan tataran dingin khas seorang ahli racun.

"Tuan Dugu," Xue Qinghe membungkuk memberi hormat dengan sopan santai.

"Saya membawa permohonan maaf dari Ayahanda Kaisar dan seluruh keluarga kekaisaran atas kelakuan buruk adik saya kemarin."

Dugu Bo mendengus. "Masuklah.

Yang Mulia sedang berada di dalam.

Tapi ingat, lepaskan semua senjata dan niat burukmu di luar gerbang ini."

Xue Qinghe tersenyum tipis dan melangkah masuk ke dalam aula utama yang tampak minimalis namun dipenuhi dengan perabotan yang terbuat dari bahan-bahan legendaris.

Begitu kakinya melangkah melewati pintu, jantung Xue Qinghe tiba-tiba berdegup kencang.

Wuhun Malaikat Seraphim di dalam tubuhnya, yang biasanya selalu tenang dan agung, tiba-tiba bergetar hebat. Itu bukan getaran karena ingin bertarung, melainkan getaran ketakutan.

Seolah-olah insting terdalam dari kekuatan sucinya memperingatkannya bahwa ia baru saja memasuki wilayah predator puncak yang bisa menghapusnya dari eksistensi hanya dengan sekali helaan napas.

Di ujung aula, Zhu Xuan sedang duduk santai di kursi kayu besar.

Di pangkuannya, Ling'er sedang asyik memegang sebuah biskuit susu kecil, mulutnya penuh dengan remah-remah kue yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan.

"Zhu Xuan..." batin Xue Qinghe, matanya menatap pria muda yang penampilannya tampak biasa saja namun memancarkan aura ketenangan yang mutlak.

Tidak ada fluktuasi kekuatan jiwa yang bocor dari tubuhnya, sebuah bukti bahwa kontrol energinya telah mencapai tingkat yang sempurna secara ilahi.

"Pangeran Pertama Kekaisaran Heaven Dou, Xue Qinghe, memberi hormat kepada Tuan Zhu Xuan," Xue Qinghe membungkuk dalam, memberikan penghormatan tertinggi yang bahkan jarang ia berikan kepada Kaisar Xue Ye sendiri.

Zhu Xuan tidak segera menjawab.

Ia mengambil selembar kain bersih dan dengan sabar menyeka remah-remah biskuit di dagu Ling'er.

Setelah memastikan putrinya bersih, ia baru mendongak, menatap Xue Qinghe dengan pandangan yang membuat pangeran itu merasa seolah-olah seluruh pakaian dan penyamarannya ditelanjangi hingga ke akar-akarnya.

"Kau membawa banyak barang di luar," ucap Zhu Xuan, suaranya datar tanpa emosi.

"Apakah itu semua untuk putriku?"

"Benar, Tuan Zhu," Xue Qinghe segera merespons dengan cepat.

"Di luar sana ada tiga puluh peti berisi bahan-bahan terbaik dari seluruh penjuru kekaisaran.

Ada esensi batu roh untuk membantu konsentrasi, sutra awan untuk pakaian pelindung, dan buah-buahan roh segar yang sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak.

Semua ini adalah bentuk ketulusan kami untuk menebus kesalahan Xue Beng."

Ling'er mendengar kata "buah-buahan segar" dan matanya langsung berbinar. Ia menarik-narik ujung baju Zhu Xuan.

"Ayah, buah segar! Ling'er ingin makan buah!"

Melihat reaksi putrinya, ekspresi dingin di wajah Zhu Xuan seketika mencair menjadi kelembutan yang hangat.

Ia mengelus kepala Ling'er.

"Baiklah, karena Ling'er menyukainya, Ayah akan menerima barang-barang itu."

Zhu Xuan kembali menatap Xue Qinghe, dan kehangatan di matanya lenyap dalam sekejap, digantikan oleh ketajaman yang menusuk tulang. "Xue Beng telah menerima hukumannya.

Lengannya hancur, dan itu adalah harga dari kebodohannya. Kekaisaranmu tidak perlu khawatir aku akan meruntuhkan istanamu selama kalian tidak mengirimkan lalat-lalat bodoh lagi ke sekitar putriku."

Xue Qinghe merasakan beban berat di dadanya sedikit terangkat.

"Terima kasih atas kemurahan hati Anda, Tuan Zhu.

Kekaisaran Heaven Dou akan memastikan bahwa area di sekitar Paviliun Bulan dan kediaman Anda akan menjadi zona terlarang bagi siapa pun tanpa izin Anda."

Namun, sebelum Xue Qinghe sempat berbalik untuk pergi, Zhu Xuan tiba-tiba berbicara lagi, kalimatnya pelan namun berdentang seperti lonceng kematian di telinga sang pangeran penyamar.

"Pangeran Xue Qinghe... atau mungkin, aku harus memanggilmu dengan nama lain?"

Langkah Xue Qinghe langsung membeku.

Seluruh tubuhnya menegang, dan untuk sesaat, aliran darahnya seolah berhenti mengalir.

Tang Yuehua yang berdiri di sampingnya tidak menyadari keanehan itu dan hanya mengira Zhu Xuan sedang berbicara menggunakan kiasan tingkat tinggi.

Namun bagi Xue Qinghe, kalimat itu adalah sebuah bom atom.

Zhu Xuan bangkit dari kursinya sambil menggendong Ling'er yang kini mulai mengantuk setelah makan biskuit.

Ia berjalan perlahan mendekati Xue Qinghe, melangkah tanpa suara, namun setiap langkahnya terasa seperti gunung yang runtuh di atas pundak pangeran itu.

Zhu Xuan berhenti tepat di depan Xue Qinghe, mendekatkan wajahnya ke telinga sang pangeran, lalu berbisik dengan nada yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua:

"Topeng kulit manusia itu sangat cocok untukmu.

Tapi ingat... bulu-bulu emas dari seekor burung surga tidak akan pernah bisa sepenuhnya disembunyikan di bawah jubah naga kekaisaran yang fana.

Sampaikan salamku pada ibumu di Istana Agung Aula Roh...

Katakan padanya, jangan biarkan ambisi kotornya mengotori tanah tempat putriku bermain."

DEG!

Mata Xue Qinghe membelalak sempurna.

Pupil matanya bergetar hebat karena guncangan emosi yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Rahasia terbesar yang ia jaga selama belasan tahun, rencana rahasia yang melibatkan masa depan seluruh benua... pria di hadapannya ini mengetahuinya secara detail, bahkan tahu tentang hubungannya dengan Bibi Dong yang sangat tertutup!

Rasa takut yang luar biasa mencengkeram jiwa Qian Renxue.

Pada detik itu, ia menyadari dengan kepastian yang mutlak: jika pria bernama Zhu Xuan ini ingin membunuhnya atau menghancurkan Aula Roh, tidak akan ada satu orang pun di dunia ini—bahkan kakeknya, Qian Daoliu yang berada di level 99—yang bisa menghentikannya.

Zhu Xuan mundur selangkah, kembali menunjukkan senyum santainya seolah tidak terjadi apa-apa.

"Dugu Tua, antar tamu-tamu kita keluar.

Putriku sudah waktunya untuk tidur siang."

"Baik, Yang Mulia,"

Dugu Bo maju, memberikan isyarat kepada Xue Qinghe dan Tang Yuehua yang masih terpaku.

Xue Qinghe tidak tahu bagaimana ia bisa berjalan keluar dari halaman itu. Kakinya terasa lemas seperti jeli.

Begitu ia kembali ke dalam kereta kudanya dan pintu ditutup rapat, ia langsung jatuh terduduk di lantai kereta, napasnya memburu, dan seluruh tubuhnya basah kuyup oleh keringat dingin.

Di bawah pakaian sutranya, garis-garis cahaya emas murni dari Wuhun Malaikatnya berkedip-kedip tidak stabil, sebuah tanda ketakutan mental yang mendalam.

"Zhu Xuan... monster macam apa kau sebenarnya?!"

Bisik Qian Renxue dengan suara gemetar, matanya menatap kosong ke langit-langit kereta.

"Benua Douluo... tidak, seluruh dunia ini... berada di bawah telapak tangannya."

Sementara itu, di dalam aula utama, Zhu Xuan meletakkan Ling'er yang sudah tertidur lelap ke dalam buaian kayu roh yang nyaman.

Begitu balita itu memejamkan mata dengan tenang, notifikasi sistem kembali berbunyi di kepala Zhu Xuan dengan suara yang sangat meriah.

[Ding! Anda berhasil mengintimidasi 'Anak Kunci' dari plot utama Benua Douluo (Qian Renxue) tanpa melepaskan satu pun serangan fisik.]

[Keberhasilan misi: Sempurna!]

[Hadiah Utama: 5.000 Poin Daddy.]

[Hadiah Tambahan: 'Pil Pemurnian Jiwa Surgawi' (Dapat meningkatkan bakat bawaan anak Anda hingga ke tingkat Dewa Tertinggi saat ia membangkitkan Wuhun nanti).]

[Pengumuman Sistem: Segel Wuhun 'Pedang Langit Abadi' Anda kini telah terbuka hingga 70%. Anda telah membuka kemampuan: 'Satu Tebasan Membelah Dimensi'.]

Zhu Xuan melihat ke arah jendela, menatap ke arah konvoi kereta kekaisaran yang perlahan menjauh dari kediamannya.

Senyuman tipis yang penuh percaya diri muncul di wajah tampannya.

"Aula Roh, Kekaisaran Heaven Dou, Shrek...

bermainlah sesuka kalian dengan plot asli dunia ini," gumam Zhu Xuan sambil mengelus pipi lembut Ling'er yang sedang bermimpi indah.

"Tapi selama aku, Zhu Xuan, masih berada di sini sebagai seorang ayah... tidak akan ada satu badai pun yang diizinkan untuk menyentuh sehelai rambut dari putri kecilku."

Malam itu, badai politik di Ibu Kota Kekaisaran Heaven Dou mereda bukan karena diplomasi yang hebat, melainkan karena ketakutan mutlak terhadap seorang pria yang hanya ingin menjadi seorang Super Daddy.

1
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Hadi Hadi
lanjut👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Kang Comen
okokokokokokokokokokokok
Kang Comen
⏭️⏭️⏭️⏭️
Kang Comen
heh eh eh eh ....
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???
Ule Lau: Kalau levelnya berhasil di buka sesuai petunjuk di atas bru lah
total 1 replies
Kang Comen
anak² lain nya mna thor ???
Ule Lau: Ada masih main
total 1 replies
Miea™
next
Kang Comen
next⏭️⏭️⏭️
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
up up up 👍👍👍
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Ule Lau: Up nya perhari 1 bab ya kk... Banyakin sabaaaarnya ya kak
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 😍😍😍
Ule Lau: Menunggu ya
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up 💪💪
yl
😍😍😍
yl
Lanjutkan 💪💪💪
Hadi Hadi
up up up
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
up up up 👍
Hadi Hadi
mantap 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!