NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jarak Jauh

Intensitas pertemuan lewat media sosial antara Mia dan Roy semakin sering. Sudah setahun ini Roy selalu meluangkan waktu untuk menghubungi Mia. Setiap bulan, minggu bahkan dua hari sekali.

"Lagi ngapain cece??"

"Baru pulang kuliah koko. Bagaimana kabar anak- anakku??"

"Ooo orangtua Alex dan Jojo serta Maria senang sekali. Mereka dapat bantuan rumah tempat tinggal."

"Puji Tuhan."

Tahun ini mereka akan mengikuti lomba. Dan sekarang mereka akan di persiapkan buat lomba secara nasional. Alex, Jojo dan Maria akan berangkat ke Jakarta bersama kak Hans dan Juli. Setiap berbicara dengan Roy, Mia selalu menanyakan anak - anak didiknya tiga puluh menit lamanya mereka saling telepon hanya membicarakan mereka saja. Dan Roy selalu merespon setiap pertanyaan Mia dengan baik. Namun kali ini dia protes karena, dia juga ingin dirinya ditanyai.

"Masa tanya mereka melulu. Ko tara mau tahu sa punya kabar kah??" Mia tersenyum. Dan senyuman itu membuat Roy sangat rindu.

" Kak Roy kabarnya gimana??"

"Malas terlambat."

"Sori kak." Roy tertawa.

"Kangen tahu sama kamu."

"Tipu, nanti kalau dekat ngak mau ngomong."

"Malu sih dek. Tetapi kalau melihat kamu rasanya beda sekali. Apalagi dekat begitu." Mia kembali tersenyum.

"Kapan jalan ke Jakarta lagi sama bapak bos??"

"Sepertinya bulan depan."

"Kita ketemu ya dek."

"Oke."

"Janji???"

"Iya, kalau bulan depan datang pas aku wisuda strata duaku."

"Bagus dong, kakak bisa ikut ngak?"

"Bisa dong."

Setelah perbincangan yang lama ini, masih ada pertemuan lagi, lagi dan lagi antara Mia dan Roy lewat media sosial. Roy sering sharing dengan Kak Hans dan Yuli tentang perasaannya kepada Mia. Dan dia sudah bertekat bulat untuk mencintai Mia.

Malam ini, tidak tahu angin apa yang ada di Mulia dan Jakarta sehingga dua insan ini melakukan hubungan telepon sangat lama. Mereka mulai membuka hati sedikit demi sedikit.

"Dek, kakak sebenarnya mau mencari teman hidup. Mau kah kamu menjadi teman hidup kakak."

"Emang kakak serius sama saya."

"Dari pertama melihat kamu, kakak sudah jatuh cinta kepada mu?? Kan ade sudah tahu."

"Kalau kakak serius mau menjadikan saya teman hidupmu datanglah menemui papi dan mamiku "

Tandangan yang diberikan oleh Maria Theresia Johan ini, di tanggapi serius oleh Roy Denis Sam. Niatnya mau melamar Mia ke orangtuanya di Kalimantan disampaikan kepada bapa Bupati bersama istrinya. Dan mereka mendukung keputusan Roy itu. Dengan bermodalkan keberanian dan cinta dia datang ke Kalimantan menemui papi dan mami dari Mia.

Karena dia hanya tahu nama perusahaan orangtua Mia, dia kesana dan di arahkan oleh satpam di perusahaan ke rumah kediaman mereka.

Malam hari, sekali lagi dengan bermodalkan keberanian dan cinta. Roy datang bertamu pukul tujuh malam di rumah keluarganya Mia. Tepat keluarga Johan baru selesai makan. Di Kalimantan ada si kembar Andre dan Adrian. Sedangkan koko Marco, masih di Amerika. Dia sudah bekerja disana.

Roy diterima dengan ramah oleh keluarga ini. Andre mengenal Roy, karena dia waktu mengambil batang - batang kakaknya dirumah kak Hans dan Yuli, disana Roy ada dan menemaninya. Sedangkan Adrian bertemu waktu temani kakaknya Mia mendampingi anak - anak hebat dari Mulia.

"Kalau boleh tahu ade ini siapa??"

"Saya Roy Denis Sam, temannya Mia." Roy melihat raut muka berbeda ketika dia menyebut temannya Mia.Papinya Mia langsung mengingat pemuda yang ada di bandara, waktu mereka menjemput Mia.

"Saya kenal dengan Mia, waktu Mia bertugas di Mulia." Mami dan papi Mia langsung tersenyum.

"Ooo rekan kerja Mia??"

"Tidak om saya bukan rekan kerjanya saya aparatur sipil negara lulusan dari Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri. Saya dipercayakan menjadi ajudannya bupati."

"Nak Roy sudah berapa hari disini??"

"Baru tadi pagi tante."

"Pagi tadi baru datang. Pasti ada mau ketemu Mia ya??"

"Tidak saya datang mau ketemu om dan tante, atas tantangan Mia."

"Maksudnya nak Roy."

"Saya jatuh cinta kepada anak om dan tante. Saya mencintainya. Dan saya kesini mau melamar Mia lewat om dan tante!!!"

Papi dan maminya Mia kaget, karena mereka tidak menyangka Mia anak mereka memberi tantangan seperti itu kepada anak orang. Papinya langsung menghubungi Mia. Dan menyampaikan, tentu Mia juga kaget. Karena dia tidak menyangka keseriusan seorang Roy Danis Sam datang melamarnya. Dia datang jauh - jauh dari pegunungan di Papua, untuk meminta restu orangtua Mia, atas perempuan yang dia cintai.

"Cece kamu mencintai dia." Mia dengan suara pelannya mengungkapan perasaannya kepada papi dan maminya. Sedangkan adik kembarnya yang perna bertamu dengan Roy secara terpisah pun menceritakan kebaikan seorang laki - laki Papua ini.

"Papi, mami, Mia mencintai kak Roy."

Papinya meneteskan air matanya. Namun dia tidak bisa memarahi anaknya. Orangtua Mia, bukan orangtua yang kaku, mereka tidak perna memaksakan kehendak mereka, apalagi yang berhubungan dengan cita - cita ataupun jodoh. Mereka hanya bisa mengarahkan. Namun pilihan ada di tangan anak - anak mereka.

Kalau kemarin, papi dan maminya bertidak keras membawa Mia kembali ke Jakarta, itu karena mereka mengkuatirkan keselamatannya. Saat itu Mia terluka. Sebenarnya soal pilihan masa depannya itu pilihan dia, mereka tidak melarang. Orangtuanya mendukung dalam doa.

Saat ini Roy sedang berada di ruang tamu menunggu jawaban dari orangtua Mia yang sedang berbicara dengan Mia lewat telepon.

"Kak Roy silahkan di minum." Adrian datang menemani Roy, dan dari belakang Andre datang membawa cemilan buat mereka makan dan teh hangat.

"Ayo kak dimakan dan di minum. Ini kue buatan mami, ini juga kue kesukaan cece. Rencana besok kami mau ke Jakarta buat wisuda cece."

"Kak Roy ikut dengan kami berangkat aja??"

"Iya kak Roy sudah booking tiket ke Jakarta."

"Kalau begitu bersama saja ya dek."

"Kak Roy juga mau, tetapi kakak harus dapat restu dari orangtua kalian."

Mami dan Papi datang, setelah berbicara dengan Mia via telepon. Dan ketika melihat gestur tubuh dari Roy, maminya yang belajar psikolog buat strata duanya, tahu bahwa Roy tulus mencintai anak perempuan mereka.

"Nak Roy orangtuanya di Papua??"

"Iya om. Saya anak dari istri kedua. Mama saya orang Jayapura tepatnya Cina Sentani. Sedangkan papa saya orang pegunungan."

"Om mohon maaf bertanya seperti itu."

"Om dan tante harus tahu kehidupan keluarga saya. Saya tidak keberatan. Tetapi saya tulus mencintai anak perempuannya om."

"Om tahu, cece juga mencintai mu dan dia tidak menyangka kamu kesini bertemu dengan kami."

"Besok kita mau ke Jakarta, kamu sudah beli tiket??"

"Saya akan oke kan ini om, saya masih booking."

"Om yang bayar saja nak. Kamu sudah jadi anak om. Cece mencintaimu, kami papi dan maminya merestui kalian, cece dan kamu nak." Roy langsung bersujud di hadapan papi dan juga maminya Mia.

"Terima kasih om dan tante, terima kasih." Terlihat dia menghapus air matanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!