Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Elvi melihat
Setahun berlalu dengan begitu cepat sehingga mereka semua berhasil melupakan apa yang ada di rumah keluarga Sayuti itu, namun mereka sampai saat ini belum ada yang berani mendekati rumah tersebut sederhana walau sudah lama berlalu namun tetap saja kesan horor itu tetap ada, terlebih lagi jalan yang sudah mereka bangun telah begitu rapi sehingga mereka memilih untuk lewat sana saja.
Malah yang ada sekarang rumah milik keluarga Sayuti itu semakin rusak karena banyak ilalang yang tumbuh di sekitar rumah sehingga tidak terurus, keluarga yang baru datang dari kota juga sama sekali tidak pernah datang kembali untuk menyambangi rumah itu lagi.
Jadi wajar saja bila rumah itu semakin reot dan saat ini kesan seram masih terasa begitu menyala, bahkan kabar tentang hantu dari Sayuti itu masih terus berkembang biak ke sana kemari karena para penghuni pos ronda terkadang melihat sosok pria yang sedang mondar-mandir di depan rumah seperti sedang menunggu sesuatu.
Bukan hanya sosok satu orang pria saja tapi juga beberapa orang pernah melihat seorang wanita yang sedang menangis di sebelah rumah, akan terkadang mereka juga mendengar suara orang yang sedang tertawa begitu ramai di dalam rumah itu sehingga sebagian mengatakan bahwa keluarga Sayuti masih belum bisa menerima kenyataan bahwa mereka telah meninggal dunia.
Jadi rumah keluarga Sayuti itu memang menjadi begitu angker dan tidak ada orang yang berani mendekati rumah tersebut, bahkan para tetangga yang memang memiliki rumah di sekitar situ harus menanggung rasa takut yang cukup besar karena mereka harus melihat rumah itu setiap saat dari dalam bilik jendela.
"Orang itu lagi yang ada di sana." Yanto bergumam pelan ketika dia melihat seseorang.
"Andai aku punya kekuatan maka akan langsung aku datangi dan memberi dia pelajaran." ujar Yanto yang menghayal memiliki kekuatan besar itu.
"Mas melihat ada orang yang berjalan sibuk di dalam rumah itu lagi ya?" Elvi juga ikut mengintip.
"Ya, tapi sekarang sudah tidak ada karena barusan aku berpaling." jawab Yanto.
"Agak seram juga walau dia tidak mendatangi orang di sekitar sini namun dia berkeliaran di rumah seperti itu." Elvi berkata pelan sambil menggosok tangan yang terasa begitu dingin sekali.
"Entah dia ini meninggal karena apa karena sampai saat ini kita juga tidak tahu." ujar Yanto.
Tok.
Tok.
Yanto baru saja menutup mulut dan mendadak saja pintu rumah mereka telah diketuk oleh seseorang, pasti ini adalah rombongan teman dia karena malam ini mereka akan berjaga di pos ronda seperti biasa untuk menghalau bila ternyata ada maling yang akan mendatangi desa ini.
"Loh kok tidak ada orang." Yanto bingung karena tidak ada orang yang di depan rumah mengetuk pintu.
Tok.
Tok.
"Mas, pintu belakang juga diketuk oleh seseorang." Elvi menatap Yanto yang berdiri tegang.
"Siapa yang sedang bermain-main ini?" Yanto agak panik dan segera menutup pintu rumah kembali.
"Nanti jangan langsung main buka seperti itu karena kita tidak tahu siapa yang datang." Elvi memegang tangan sang suami karena dia mulai ketakutan.
"Tapi kamu tadi memang dengarkan ada orang yang mengetuk pintu?" Yanto bertanya untuk memastikan terlebih dahulu.
"Iya, tapi tidak ada orang mengucap salam memang." jawab Elvi.
Dengan was-was juga maka Yanto dan Elvi mendekati pintu belakang untuk melihat siapa yang datang itu, tadi mengetuk pintu depan namun ketika dibuka malah tidak ada dan sekarang justru pintu rumah mereka yang belakang diketuk oleh seseorang, siapa yang sedang bermain dengan mereka ini sehingga membuat para penghuni menjadi ketakutan.
"Intip dengan benar dan bila tidak ada orang maka jangan dibuka." Elvi berucap kembali.
"Ya, tapi ruangan ini sangat kecil sehingga tidak bisa untuk mengintip keluar dengan seksama." Yanto kesulitan karena memang lubang itu sangat kecil sekali.
"Awas, biar aku saja yang mengintip keluar untuk memastikan." Elvi sudah tidak sabar dan dia ingin melihat keadaan yang di sana.
"Hati hati, aku takut nanti malah kamu melihat sesuatu yang tidak biasa." cemas Yanto kepada sang istri.
Elvi menatap sekitar dengan seksama untuk memperhatikan apa memang ada orang yang sedang bermain atau memang ada sesuatu yang tidak biasa, saat itu juga mata Elvi terbelalak karena di depan dia saat ini berdiri sosok dengan wajah yang hancur serta pisau juga menancap pada bagian leher.
"Aaaaaagkkk!" Elvi menjerit keras dan dia jatuh terjengkang..
"Sayang, apa yang kau lihat di luar sana?!" Yanto kaget dengan ekspresi sang istri yang begitu ketakutan sekali.
"A..ada sosok mengerikan di luar sana dengan leher tertancap pisau!" Elvi gemetar memegang tangan Yanto.
"Hah! yang benar kamu?" Yanto juga ikut panik karena dia merasa takut.
"Mas! wajah dia hancur dan mata ini sudah ada di bagian pipi, ya bukan manusia lagi." Elvi menangis karena sangking takut nya saat ini.
Yanto segera memeluk sang istri dan membawa Elvi pergi dari ruangan dapur Karena bila tetap ada di sini maka perasaan takut itu akan kembali muncul di dalam hati, segera mereka masuk ke dalam kamar untuk menenangkan diri terlebih dahulu karena Elvi memang terlihat sangat ketakutan sekali dengan pemandangan yang ada di depan mata.
"YA ALLAH AKU TAKUT SEKALI DENGAN INI." Elvi menutup wajah karena bayangan itu terus hadir di depan mata.
"Sebut nama Allah berulang kali agar perasaan itu hilang dari dalam dirimu sekarang, aku akan menghubungi para tetangga agar mereka datang ke sini." ujar Yanto.
"Huhuhuuu, kenapa hantu itu harus muncul di depan mata kita?" Elvi menangis dengan gemetar.
Untuk orang yang tidak pernah melihat hal gaib seperti itu maka wajar saja bila mereka merasa ketakutan dan bahkan ada yang lebih parah sampai pingsan, bisa dikatakan itu seperti sebuah kejut jantung yang tidak biasa sehingga membuat mental mereka down sehingga rasa takut itu sangat besar di dalam hati ini.
"Kamu jangan pergi ronda malam ini karena aku tidak mau sendirian di rumah." Elvi memang takut bila sampai sendirian di rumah ini.
"Iya, aku cuma mau menghubungi mereka agar segera datang ke sini untuk melihat keadaan di rumah kita." ucap Yanto.
Yanto ingin meminta pertolongan dari para teman agar mereka mau datang ke sini dan menemani dia, sepertinya malam ini dia juga tidak bisa menjaga pos ronda karena Elvi tidak akan pernah memiliki nyali untuk tinggal sendirian di rumah tersebut, akan bisa saja sampai membutuhkan waktu berhari-hari untuk melupakan rasa trauma itu.
selamat malam semuanya, jangan lupa like dan komentar kalian untuk cerita author ya.
apakah mereka sdh mjd Horang Kaya setelah ikut Sekte Iblis ❓🤣
setahun telah berlalu tp para arwah itu msh saja meneror warga 🤦
Yanto jangan pergi keluar rumah ya kalo memanggil tetangga lewat telpon aja ya...
kasihan istrimu...
yang di lihat mereka itu pasti pardi sana mak sapa ya yang dari desanya mba Purnama....
hebat banget ya sampai 1 tahun tapi mba Purnama ga tau ada kejadian ini apa karna belum meminta tumbal manusia ka Kalii ya...
jangan2 hantu itu meneror karna pardi pengen menumbalkan keluarga Yanto kali ya.... kan ini udah 1 tahun sesuai perjanjian setiap 1 tahun harus menumbalkan nyawa orang kan...
ah makin seru dan penasaran....
lanjut mak....
selamat malam mak ku
seamat beristirahat ya...
dan Bukan nya Purnama suka berbagi PD Rakyat Menengah ke Bawah ❓❓