NovelToon NovelToon
Wanita Yang Tersakiti

Wanita Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 5
Nama Author: Asyiah Muzakir

Menjadi janda di usia belia bukanlah sebuah pilihan, melainkan suatu takdir yang harus di jalani oleh Aisyah Naira. Wanita berusia 18 tahun yang harus berpisah dengan suami yang di cintainya karena di fitnah selingkuh dan di tuduh hamil anak dari laki-laki lain.

Ingin tahu bagaimana kehidupan Aisyah setelah empat tahun kemudian?

Apakah Aisyah sanggup menerima kenyataan ketika putri kesayangannya harus meninggal dunia di umurnya yang belum genap 4 tahun?

Dan bagaimana ketika takdir kembali mempertemukan Aisyah dengan sang mantan suami yang menyesali perbuatannya di masa lalu dan memohon kepadanya untuk rujuk?


follow IG author : asyiahmuzakir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asyiah Muzakir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 05 | Pengorbanan yang tak pernah di anggap

Author POV.

Sore itu, seorang gadis cantik berwajah oriental dan berkulit seputih salju sedang duduk melamun di tepi pantai pulau Natuna.

Gadis itu tak lain adalah Rifa Sherina, mantan kekasih Devano yang sampai sekarang masih mencintai dan mengharapkan pria itu untuk kembali kepadanya.

Namun sayang karena Devano selalu menolaknya dengan alasan hatinya telah mencintai perempuan lain. Dan kenyataan itu membuat hati Rifa seketika hancur dan terpuruk, dia tidak tahu lagi bagaimana caranya agar Devano bisa kembali mencintainya seperti dulu.

Telah banyak sekali pengorbanan yang di lakukan oleh Rifa untuk Devano, dan contoh kecilnya seperti sekarang ini, Rifa yang merupakan seorang artis terkenal rela meninggalkan tempat syutingnya demi bisa bertemu dan mengetahui keadaan Devano yang nyatanya tak pernah benar-benar menganggap dirinya ada.

"Aku masih mencintai kamu, Devan," gumam Rifa sambil menatap ke arah langit senja.

"Kenapa kamu gak mau kasih aku kesempatan untuk berusaha membuat kamu mencintai aku lagi?"

Rifa menangis merutuki dirinya yang tak bisa berhenti mencintai Devano yang bahkan sudah tidak mau bersamanya lagi.

"Hiks...aku udah relakan semuanya buat kamu, Dev. Aku udah turutin semua kemauan kamu! Tapi seakan-akan itu semua gak ada artinya buat kamu, bahkan kamu menolak memberikan aku kesempatan untuk perjuangin hati kamu," ungkap Rifa sambil sesenggukan.

Tiba-tiba terdengar suara panggilan masuk di ponselnya.

"Halo..mah."

"Halo sayang, kamu baik-baik ajakan?" tanya sang mamah yang khawatir mendengar suara serak Rifa.

"A...aku baik, iya baik, kok mah," jawab Rifa berbohong.

"Mamah gak percaya, ini kamu lagi nangis, kan? Ngaku aja deh sama mamah."

"Nggak mah, aku beneran lagi gak nangis," elak Rifa.

"Hah, ya udahlah...tapi mamah yakin kamu bohong. Sekarang kamu lagi sama siapa?" selidik sang mamah.

"Aku lagi sendirian di pantai nih, mah," jawab Rifa yang kali ini jujur.

"Apa!? Kamu sore sore gini keluyuran di pantai sendirian?!"

"Iyah... memangnya kenapa sih, mah?"

"Kamu itu publik figur sayang...dan kamu punya banyak haters, mamah gak mau kamu sampai kenapa-napa, sayang."

"Mama tenang aja ya, di pulau ini tuh masih jarang yang peduli sama medsos dan orang-orangnya juga baik baik banget. Pokoknya, mereka gak akan julidin aku," terang Rifa.

"Ahh...tapi mamah masih tetep khawatir tahu! Mamah telpon Devano buat nemenin kamu, yah?"

Mendengar nama Devano yang disebut sang mamah membuat Rifa menggigit bibirnya kuat kuat guna menahan air matanya agar tidak merembes keluar membasahi pipi.

"Jangan mah, dia lagi sibuk sama tugasnya," tolak Rifa.

"Sesibuk apapun, dia harus tetap perhatiin kamu, toh kamu ke situ buat dia kan?"

"Tapi mah, Devano lagi patroli laut, dia gak akan...."

Tut.Tut.

Penolakan Rifa terputus, itu artinya sang mamah akan segera menghubungi Devano dan menyuruh pria itu untuk menemuinya.

"Kapan mamah bisa ngerti kalau hubungan antara aku dan Devano itu udah gak sedekat dulu?"

****

Sementara di tepi pantai lain ada Aisyah yang tengah menikmati pemandangan sambil mengobrol bersama Avila dan juga Robbie.

"Kita di sini berapa hari lagi?" tanya Aisyah kepada dua temannya.

"Satu mingguan lagi," jawab Robbie.

"Ya golongan segitu lah," timpal Avila.

"Kok lama banget ya? Biasanya paling lama itu lima hari," ungkap Aisyah sambil mengamati hasil potretannya.

"Ada beberapa tempat yang belum kita kunjungi di sini, Syah. Maka-nya lama, beruntung kaki kamu udah sembuh dan bisa kerja lagi," terang Robbie sambil mengupas permen karet dengan giginya lalu kemudian permen itu ia masukkan ke mulut dan di kunyah nya dengan cepat.

"Iya bener, kalo gak ada kamu, Syah. Tim kita itu di omelin mulu sama Lee," timpal Avila yang matanya malah terarah ke permen di genggaman Robbie.

"Rob, bagi dong permennya hehe," pinta Avila dengan cengiran nya.

Robbie memutar bola matanya sebal.

"Hehe-hehe, giliran minta permen aja sambil cengengesan," kata Robbie sambil melempar permen karetnya ke pangkuan Avila yang duduk di sebelah Aisyah.

"Satunya kasih Aisyah, tuh!" perintah Robbie yang membuat Avila berubah cemberut.

"Syah...lo mau permen?" tawar Avila dengan wajah tak ikhlas karena harus membagi permen kesukaannya.

Aisyah tersenyum dan mengerti apa kalau sahabatnya itu sebenarnya tidak mau berbagi permen yang baru saja di perolehnya dari Robbie itu.

"Nggak, semuanya buat kamu aja ya," jawab Aisyah yang membuat Avila senang dan menjulurkan lidahnya ke arah Robbie yang kemudian menatap wajahnya sengit.

"Aisyah, balik ke Villa yuk? Kita tinggalin Avi di sini," ajak Robbie yang membuat Avila melotot tajam.

"Eh enak aja! Aisyah harus pulang sama gue!" teriak Avila tak terima.

"Eh lo mah gak usah pulang...di sini aja sama dedemit pantai," ledek Robbie yang membuat Avila marah dan langsung merangkul Aisyah pergi untuk meninggalkan Robbie sendirian.

"Woi! Kok jadi gue yang di tinggalin, sih?!" protes Robbie yang membuat Avila dan Aisyah tertawa.

"Seharusnya tadi itu kita pulangnya bareng bareng aja," kata Aisyah yang merasa kasihan kepada Robbie.

"Ehh Syah, mahluk semacam Robbie mah gak perlu di kasihani!" tukas Avila yang merasa senang karena berhasil meninggalkan Robbie sendirian di pantai yang konon angker itu.

"Hahahaha..palingan Robbie pulangnya dianterin sama mbak kunti," kata Avila seraya tertawa.

"Syuuut..gak boleh kayak gitu, Avi," tegur Aisyah yang berhasil menghentikan tawa Avila.

Kemudian mereka berdua menaiki sepeda motor sewaan untuk pulang ke Villa.

*****

Devano menghembuskan nafas kasar, pria itu baru saja mendapat telepon dari Mamah Rifa yang menyuruhnya untuk menemui Rifa dan mengajaknya untuk pulang.

Mau tak mau Devano harus pergi mencari Rifa di tepi pantai saat ini juga.

"Kenapa lo gak mau berhenti membayangi hidup gua, Rif?" tegur Devano saat pria itu menemukan Rifa yang sedang duduk sambil memandangi sunset.

Mendengar suara Devano membuat Rifa seketika menoleh dan tersenyum lebar, tak perduli dengan tegurannya wanita cantik berwajah oriental itu malah berdiri kemudian memeluk tubuh tegap Devano dengan erat.

Tangisan Rifa pecah saat Devano hanya terdiam mematung tanpa membalas pelukannya.

"Aku sangat mencintai kamu, Dev. Aku janji bakal selalu di samping kamu walaupun aku tahu kamu gak bisa mencintai aku lagi. Tapi setidaknya kamu masih bisa membutuhkan aku, kan?" ungkap Rifa seraya terisak. Membasahi kemeja yang di pakai Devano dengan air matanya.

"Lo salah, Rifa! Gua gak pernah membutuhkan lo lagi. Seharusnya lo sadar dan berhenti urusin hidup gua, dan inget, jangan pernah lagi bilang ke nyokap seakan akan gue itu masih ada hubungan sama lo. Gue mau ini adalah yang terakhir kalinya lo minta ke Mama lo buat nyuruh gue untuk nemuin lo," peringat Devano yang membuat hati Rifa sakit seperti tercabik cabik.

"Asal kamu tahu, Dev. Aku gak pernah nyuruh mama buat ngelakuin seperti apa yang tadi kamu bilang," terang Rifa yang masih memeluk tubuh kekar Devano.

Siapa sangka pada saat itu juga Aisyah berdiri di pantai yang sama dan sedang mencari pemandangan bagus bersama Avila yang setia menemaninya.

"Aisyah, coba deh lihat kesana!" pinta Avila sambil menunjuk ke arah Rifa dan Devano yang sedang berpelukan dengan latar belakang sunset yang indah.

"Emang ada apa sih?" tanya Aisyah yang masih memfokuskan arah kameranya menuju sunset.

"Aduh so sweet banget tahu! Ishh..Aisyah coba lihat dulu deh," bujuk Avila yang akhirnya di dengarkan oleh Aisyah.

Aisyah mengikuti arah jari telunjuk Avila yang bertitik kepada sepasang pria dan wanita yang tengah berdiri berpelukan.

Seketika itu juga Aisyah mengenali kalau yang sedang berpelukan itu adalah Devano dan Rifa. Raut wajah Aisyah langsung berubah sendu, ia langsung menarik tangan Avila untuk berbalik pergi meninggalkan pantai itu.

Sesak dan cemburu itu masih tersisa di hati Aisyah ketika setelah sekian lama baru melihat kembali kebersamaan Devano dengan Rifa.

"Ya Allah, kenapa rasa cinta ini masih saja tersisa untuknya? Bukankah selama ini aku sudah berusaha keras menghilangkannya?" gumam Aisyah sambil merutuki hatinya yang merasa kecewa saat melihat Devano yang ternyata masih berhubungan dengan Rifa yang pernah menjadi kekasih pria itu.

"Aku semakin yakin untuk tidak memberikan Devano kesempatan kedua. Aku sadar kalau pria itu tidak serius, buktinya dia masih berhubungan dengan mantan kekasihnya," ujar Aisyah di dalam hatinya.

"Aisyah, kenapa kita harus pergi sih?" tanya Avila yang belum mengerti.

"Sebentar lagi Adzan Maghrib, kita harus kembali secepatnya ke Villa untuk Sholat Maghrib," jawab Aisyah yang akhirnya membuat Avila mengerti dan segera menyalakan mesin motor sewaan mereka dan pergi dari sana.

TBC.

Hei, jangan lupa di like ya guys. 👍

Dan jangan lupa buat vote juga⭐❤️

Ngomong ngomong makasih ya yang udah baca cerita ini.❤️

1
Asyiah Muzakir
Tapi dalam novel ini, Dasha bukan anak diluar pernikahan.
Dewi Sari
maaf nih yaa setau saya anak yg hamil diluar nikah dan anak yg tidak diakui itu nasab nya ke ibu nya dan haram tuk disentuh oleh ayah nya...maaf yaa kalau salah
Wahyu Kasep: nasab agama itu tidak lah penting
yang paling penting adalah duit 😎 bagaimana caranya dapat duit
agama hanya jadi penghambat kerir
total 1 replies
Aan Aan
Lanjutkan, kakak! Dirimu hebat!
Aan Aan
mau dong, pop mie goreng... wkwkwk
M
great
Andini Muulanaa
wow visualnya mntp
Diah 💜kimtaehyung
syuukka ada kim taehyung nya
Asa Benita
Males bgt sama Aisyah..
Asa Benita
Aisyah ga ingin disakiti tp dia sendiri ke Lee gmn.. Tipikal2 wanita egois, yg lbh melihat kesakitannya tp tdk peduli klo tindakannya melukai org lain..
Asa Benita
Alasannya ga bisa move on dgn org baru, tp nanti ujung2nya balikan sama org yg sdh bikin trauma...
Asa Benita
Aisyah aneh yah, terbiasa kok terbiasa merasa sakit gara2 org yg sama lagi
Asa Benita
Terlalu repot memikirkan masa lalu
Asa Benita
Ini kalau balik lagi stlh semua yg dilakukan, aku cm bisa bengong aja
amalia gati subagio
ratu drama cupu pencitraan
amalia gati subagio
syah petualang cupu???
amalia gati subagio
pelurunya dr senjata siapa he, pak tentara??? hm mm gak prof he??, duo ciwi emang pantai terpencil gt yach???
manda_
👍👍👍
manda_
bagus
manda_
mampir
FUZEIN
Okay.....novel indonesia memang buat saya ketagih nak baca.....kerana selalu baca...faham banyak dah ni bahasanya❤️
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!