NovelToon NovelToon
SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

SETAN JAGAL, MALAIKAT SAMBER NYAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan
Popularitas:36.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggita

Setelah partai persilatan aliran hitam terkuat Gapura Iblis runtuh, duniapun berubah menjadi lebih tenang dan damai. hampir tidak ada lagi perselisihan besar yang terjadi di antara kaum pendekar. semuanya sama berharap agar suasana tentram juga saling menghargai itu dapat terus bertahan selamanya.
Namun tidak ada yang abadi di dunia ini. karena tanpa mereka sadari, suatu kekuatan jahat yang terlupakan sedang bangkit dan mengancam dari balik kegelapan.
Keadaan menjadi semakin tidak terkendali saat terdengar kabar tentang kemunculan kembali dua senjata pusaka yang telah ratusan tahun lenyap dari rimba persilatan.
(Cerita ini ada sedikit keterkaitan dengan novel Pendekar Tanpa Kawan, 13 Pembunuh dan novel Kisah- Kisah Dunia Persilatan).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjara Jeritan Iblis.

Ketua pertama dari perkumpulan pembunuh bayaran 'Serikat Kalong Hitam' itu mendengus gusar sembari menyapu pandang semuanya. ''Aku tahu kalian mungkin merasa kesal sebab sebagai pihak yang mengundang, kami justru terlambat datang. tapi itu bukan berarti kalian dapat bersikap kurang ajar dihadapanku.!''

''Ada sesuatu masalah penting yang mesti kami kerjakan lebih dulu sebelum kemari. jadi semuanya ini bukanlah sebuah kesengajaan. karena itu kami dari Serikat Kalong Hitam dengan kerendahan hati meminta maaf dan pengertian kalian. tapi jika ada yang masih merasa tidak puas, diriku siap meladeninya..'' tegur Ki Jebat Kalongan dengan pandangan mata dingin sekalian menantang lawan.

Biarpun hawa kemarahan masih berkobar di dalam dada namun tidak ada satu orangpun yang berani bicara. ''Mungkin kedua orang ini hanya ingin melampiaskan kekesalannya saja hingga berbuat seperti itu. demikian juga dengan diriku. walaupun pernah berhutang jiwa padamu tapi terus terang saja, aku juga tidak suka jika harus menunggu lama di tengah hujan malam begini rupa..''

''Tapi seperti katamu tadi Ki Jebat Kalongan, salah paham ini sebaiknya kita lupakan saja. sekarang katakan ada urusan apa hingga kau meminta kami berempat untuk datang ke lereng bukit ini. kuharap saja apapun yang menjadi tujuanmu, tetap ada keuntungan untuk kedua pihak..'' ujar si 'Raja Pencoleng Berjari Hantu' mencoba berusaha meredakan ketegangan.

Ki Jebat Kalongan tidak menjawab melainkan memberi isyarat mata kepada rekannya si 'Kelelawar Mata Api'. sang ketua ke tiga dari Serikat Kalong Hitam ini melangkah beberapa tindak menghampiri sebuah tonjolan batu berbentuk agak persegi panjang yang berada di antara reruntuhan bangunan kuil tua.

Dengan kerahkan tenaga dalamnya, dia lalu menekan tonjolan batu hitam persegi itu sembari memutarnya dengan arah tertentu. beberapa saat kemudian terdengar suara keras bergemuruh dari benda- benda berat yang bergeser, juga seperti sedang ditarik. Nyi Goyang Elok dan yang ketiga kawannya hampir bersamaan sama bergerak mundur dengan raut muka waspada.

Tidak beberapa lama kemudian, disertai dengan sebagian permukaan tanah yang terbelah runtuh, kini di hadapan semua orang telah terpampang sebuah lubang besar yang lengkap dengan undakan tangga batunya menuju ke bawah tanah. rupanya ada suatu ruangan rahasia dibawah reruntuhan kuil itu.!

Setelah sekali lagi mengedarkan pandangan ke empat penjuru untuk memastikan keadaan aman, Ki Jebat Kalongan memimpin semua orang untuk turun memasuki ruangan rahasia bawah tanah. ''Kalian ikuti saja setiap langkah kakiku. karena di sepanjang lorong ini telah kami pasangi banyak peralatan senjata rahasia. jika sedikit salah melangkah, jangan menyalahkan aku jika kalian sampai celaka..''

Mendengar peringatan pimpinan utama dari Serikat Kalong Hitam itu semua orang tidak berani bertindak sembarangan. meskipun lorong itu gelap dan panjang serta hanya terdapat beberapa buah pelita obor kecil yang menancap di dinding sebagai penerangan, namun dengan ketajaman matanya, mereka tidak kesulitan melihat keadaan sekitarnya.

Baru saja selesai menuruni undakan tangga dan mulai melangkah memasuki lorong batu, pintu ruangan rahasia telah kembali tertutup. sempat ada kecurigaan dihati keempat orang itu karena jika nantinya terjadi sesuatu, tentu cukup sukar bagi mereka untuk dapat keluar dari lorong ruangan rahasia bawah tanah ini.

Sepanjang lorong terasa lembab, agak gelap dan dingin. meskipun demikian aliran udara tetap lancar. setelah melewati dua buah belokan, sampailah mereka disebuah ruangan batu yang cukup luas dengan beberapa buah pintu besi di dinding ruangan. dari arah depan terlihat tiga orang berpakaian hitam dengan pedang di pinggang sedang menghampiri. mereka bertiga segera menjura hormat saat bertemu pimpinannya.

''Bagaimana keadaan orang itu. apakah dia masih tidak sadarkan diri.?'' tanya Ki Jebat Kalongan. ''Lapor tuan pemimpin. orang itu telah sadarkan diri namun masih terbaring lemas. untuk berjaga- jaga, sesuai dengan perintahmu kami memasang ikatan rantai di tangan dan kakinya untuk mencegah dirinya berbuat sesuatu yang diluar kendali..'' jawab salah satu bawaannya yang berdiri di kanan.

Ki Jebat Kalongan hanya mengangguk lantas memberi perintah untuk membuka pintu besi yang berada paling kiri. terdengar suara berderit saat pintu besi setebal jari telunjuk itu dibuka. ruangan di dalamnya agak remang dan agak pengap. hanya terdapat sebuah pembaringan batu persegi dalam ruangan ini. nampak sesosok tubuh seorang lelaki kurus- kering terbaring disana.

Dari pakaian kuning serta celana hitamnya yang sudah sangat usang, robek- robek dan kotor bernoda darah kering juga penuh bekas luka bakar melepuh di tubuhnya, orang yang mungkin berumur lima puluhan tahun ini seperti pernah mengalami suatu kejadian mengerikan dalam hidupnya. selain terlihat sangat lemah, pergelangan tangan- kakinya juga terikat rantai besi yang tersambung pada pembaringan batu hingga dia sulit bergerak.

Manusia ini seperti menyadari kehadiran orang lain disekitarnya. dengan mengerang kesakitan dia menggeliat berusaha melihat ke samping. meskipun tidak mengatakan suatu apapun tapi dari sorot matanya tersirat suatu kebencian dan amarah yang lama terpendam dalam hatinya. Ki Jebat Kalongan mendengus hina dia kali kibasan tangannya dari jarak jauh membuat wajah orang ini tertampar kiri- kanan.

''Jangan pernah menatapku seperti itu.! ingat., meskipun di masa lalu dirimu adalah salah satu tokoh silat utama dalam partai 'Gapura Iblis''dan pernah menjadi atasan kami tapi semuanya telah berlalu. julukan si 'Kematian Tanpa Nama' yang engkau sandang sudah tidak lagi menakutkan. jika bukan kami dari Serikat Kalong Hitam menyelamatkanmu, memangnya dirimu masih hidup sampai sekarang, Hahh.!''

''Aak., aku lebih bba., baik mati daripada hid., hidup sep., seperti ini. Aakh., kep., keparat.! kal., kalau aku bisa sel., selamat dari tte., tem., tempat ini, ak., akan ku., kuhancur., kan Sse., Seri., kat Kka., Kalong Hhi., Hitam.!'' dengan menggeram bengis lelaki diatas pembaringan batu itu susah- payah keluarkan ancaman.

''Diam., dasar bedebah keras kepala.! jangan pernah bermimpi untuk keluar dari tempat ini kecuali kau katakan padaku tentang dimana letak sebuah tempat rahasia dan terlarang yang ada di dalam partai Gapura Iblis. jangan katakan kalau dirimu tidak mengetahuinya. karena sebagai salah satu pesilat utama dari bagian dalam partai, kau pasti mengetahui jalan rahasia menuju tempat terlarang yang bernama 'Penjara Jeritan Iblis.!''

Keheningan terjadi beberapa saat lamanya. bagi empat orang undangan segala yang terjadi ini sangat mengejutkan. biarpun belum pernah bertemu secara langsung, tapi mereka sudah pernah mendengar tentang salah satu tokoh silat utama partai Gapura Iblis bagian dalam di masa lalu. bahkan saat perang besar terakhir, orang ini juga termasuk pimpinan mereka dalam penyerbuan 'ke Kota Hantu Pagi'.

Sungguh tidak disangka kalau sekarang tokoh silat ini ternyata masih hidup dan menjadi tahanan di ruang rahasia bawah tanah dari Serikat Kalong Hitam. empat orang ini saling lirik dengan pikiran masing- masing. tanpa sadar mereka menjadi penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya. ''Penjara Jeritan Iblis, tempat macam apakah itu. kenapa Ki Jebat Kalongan ingin mengetahuinya. apakah ada rahasia tertentu dalam partai Gapura Iblis.?''

................

Silakan menuliskan komentar Anda. maaf yah cuma bisa update sedikit😊🙏. mungkin besok ada lagi.👍👌👏👋🌹☕⭐☝💪👆🤝🤲😉.Trims.

1
Slow ego
lanjut👍👌☝
Slow ego
like bunga👍🌹🌹
Santai Dyah
kayaknya jodoh deh mereka klo sudah dewasa
Santai Dyah
like dan iklan
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
apakah Roro Purbasari dan Tole akan bersanding menjadi pasangan pendekar atau pasutri 🤣🤣🤣😁😆
Bayu Gunung: pengalaman niih🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
prinsipnya hidup sekali jangan pernah rugi ya nduk 🤣🤣🤣😁
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan👍🥰
Bagus Pralampita
mantap 👍
anggita: trims.
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
selamat datang kembali Roro 🤩😍
banyak penggemarmu yang menunggu kedatanganmu 🤣🤣🤣😁😆🤪
Bayu Gunung: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣bulket datang
total 4 replies
Rahma AR
like dan 🌹
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Bayu Gunung
ternyata benar si bulket adanya🤣🤣🤣🤣🤣
Slow ego: idola banyak reader datang😅
total 1 replies
Slow ego
👍☝👌🌹up
Slow ego
roro is back😁
Slow ego
lanjut👍☝
Rahma AR
like dan iklan😊
Bayu Gunung
Roro bulket datang 🤣🤣🤣
Bayu Gunung: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Roro datangkah 🥰🤩😍
anggita: mugo ae ngono🤭
total 3 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!