NovelToon NovelToon
Gadis Cerewet Dan Pria Dingin

Gadis Cerewet Dan Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:874.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Izzah

Novel ini adalah sambungan dari novel sebelumnya yang berjudul "Gadis gengsi dan Pria cuek"

Novel ini mengisahkan seorang gadis bernama Syafa, yang menurut Bian sangat cerewet dan ribet.

Dan juga mengisahkan seorang pria bernama Bian yang juga menurut Syafa, pria itu sebenarnya adalah es yang dikutuk menjadi manusia

Seperti kisah mereka? Yuk kepoin cerita mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Izzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Singa dan Jangkrik

"Kalian berdua ini kenapa?" seru, Runi yang menghampiri keduanya

"Ngga apa-apa kak. Maaf" ucap, Syafa

"Udah-udah. Ayo lanjutin" sergah, Mahir lalu menarik tangan, Runi untuk pergi dari sana

"Ok. Karna ini game terakhir. Game ini akan berisi hal-hal menarik dan seru. Game ini namanya 'Cubit aku jika". Nah, game ini, perwakilan tim 4 dan tim 5 akan bergantian memberikan pertanyaan, dan selalu menyertakan 'cubit aku jika' saat memulai pertanyaan. Kalian paham?" tutur, Hendra

"Paham" sahut, Syafa dan Bian

"Oh ia. Sebelumnya, kalian berdua sudah saling kenal?" tanya, Hendra sebelum memulai gamenya

Bian dan Syafa tidak menjawab. Mereka malah saling bersitatap dan saling memalingkan wajah masing-masing dengan judes

"Ayo kenalan dulu" perintah, Hendra, "Biar nantinya bisa saling menikmati gamenya" lanjutnya

"Ngga usah kak ngga apa-apa" sahut, Syafa

"Kenalan" tukas, Hendra yang memberikan penekanan pada ucapannya hingga membuat, Syafa dan Bian tidak bisa menolak

Bian dan Syafa pun saling mengulurkan tangan masing-masing meski sudah saling mengenal

"Syafa" ucap, Syafa dengan malas namun mengeratkan tangannya hingga membuat, Bian menahan sakit

"Minta dibalas lagi ini" Batin, Bian. "Hmm, Bian" balas, Bian yang juga mengeratkan tangannya hingga, Syafa pun menahan sakit untuk tidak berteriak

Dengan gerakan cepat, Syafa melepaskan tangannya dan mengibasnya pelan sambil melototkan matanya ke arah, Bian yang menaikkan alisnya dengan penuh ledekan

"Dasar manusia terkutuk. Pendendam banget sih. Tangan gue kan jadi sakit" batin, Syafa yang terus membatin

"Ok. Sudah saling kenal yah. Kita akan mulai gamenya. Tolong, Mila sama Runi kasih mereka kertas pertanyaannya" perintah, Hendra

"Ia" jawab, Mila dan Runi secara bersama

"Gue yang ngasih pertanyaan ke, Bian yah. Loh ke, Syafa" bisik, Mila pada, Runi

"Bilang aja mau modus" ledek, Runi dan membuat, Mila tertawa

"Sambil duduk aja ngga apa-apa. Tapi berhadapan yah" seru, Mahir

Syafa dan Bian pun mengikut keinginan seniornya untuk duduk dan saling berhadapan sebelum game terakhir dilanjutkan

"Dari siapa dulu nih yang mulai? Bian dulu yah?" tanya, Mila pada Hendra dan Mahir

"Yang cowok dulu" sahut, Mahir

"Ok. Ini pertanyaannya, Bian" ujar, Mila dengan sangat lembut dan itu malah membuat telinga, Bian bergidik ngeri mendengarnya

Syafa yang melihat raut wajah, Bian yang menahan emosi karna tidak tahan dengan suara lembut seniornya itu membuat dirinya harus menahan tawa dan itu berhasil membuat, Bian menyipitkan matanya pada, Syafa dengan tajam. Namun, Syafa tidak merasa takut, ia justru malah semakin meledek, Bian dengan wajahnya sengaja ia ekspresikan

"Ayo, Bian mulai" lanjut, Mila

Bian pun melihat tulisan dikertas yang disodorkan seniornya itu, "Cubit aku jika kamu merasa aku laki-laki paling ganteng di ruangan ini. Dan jika bukan, silahkan tunjuk yang kamu rasa paling ganteng" sebutnya

Syafa terdiam dan berpikir sejenak. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Namun ia tidak melihat dan merasa ada laki-laki yang lebih tampan disana selain, Bian

Dengan terpaksa meski malas mengakuinya, Syafa kembali menoleh pada, Bian yang wajahnya semakin menyebalkan baginya namun tetap terlihat tampan. Ia pun mencubit perut, Bian dengan geram

Bian mendesis, "Kok perut sih?" protesnya

"Suka-suka gue dong. Kan gue yang nyubit" sahut, Syafa yang menantang

Bian menahan geram dan menatap tajam, Syafa yang kini tengah menaik turunkan alisnya dengan meledek, Bian

"Cieeee"

Sorakan riuh penuh ledekan pun tercipta dari para mahasiswa baru. Bahkan dua orang senior mereka yang berada di dekat pintu untuk bertugas menjaga mahasiwa baru pun ikut meledek mereka

Bian dan Syafa yang terkejut seketika langsung menoleh pada suara penuh ledakan itu.

"Udah stop. Ayo lanjut" seru, Mila dengan suara yang sepertinya menahan kesal

Syafa yang melihatnya tampak acuh dan kini mulai memperhatikan tulisan dikertas yang baru saja disodorkan oleh, Runi "Cubit aku jika kamu ngerasa aku adalah cewek yang paling cantik di ruangan ini. Dan kalau bukan, tolong tunjuk cewek yang kamu rasa paling cantik dari aku disini" ucapnya

Bian mendesah. Pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan jebakan baginya. Ia bahkan belum pernah memuji wanita lain cantik selain Bundanya dan adiknya

Bian menoleh pada, Syafa yang terus mengode dirinya dengan melirik ke arah, Mila. Bian yang geram langsung mencubit hidung, Syafa

"Awwww" desis, Syafa "Kok hidung sih?" protesnya

"Suka-suka gue" sahut, Bian yang berhasil membalas cubitan, Syafa

"Dasar pendendam" gerutu, Syafa yang membatin

"Bentar lagi cinlok ini"

"Cinlok cieee"

Ledekan demi ledekan terus mereka dengar. Padahal bagi mereka berdua, itu sama sekali tidak ada manis-manisnya hingga harus diledek seperti itu

"Apaan sih. Ngga jelas banget" ketus, Syafa

"Lanjut ke pertanyaan kedua. Harus dijawab cepat yah" seru, Mila pada, Syafa dengan wajah yang tidak ramah

"Dasar Rubah. Sok manis depan, Bian. Tapi depan gue? Aslinya kelihatan" umpat, Syafa

"Pertanyaan konyol apa ini?" batin, Bian "Cubit aku jika setelah ini, kamu mau aku antar pulang sampai depan rumah" ucapnya

Dan tanpa ragu, Syafa mencubit hidung, Bian bahkan lebih keras hingga bekas merah terlihat di hidung laki-laki itu

"Syafa" protes, Bian yang mengelus hidungnya

"Oh maaf" sahut, Syafa tanpa rasa bersalah

Ledekan kembali terdengar setiap kali mereka telah menjawab. Meskipun, Syafa dan Bian bingung, namun mereka tidak mau ambil pusing

"setelah ini loh mau diajak, Bian pulang?" tanya, Runi

"Ia. Kenapa ngga" jawab, Syafa tanpa tau maksud dari pertanyaan seniornya itu

"Loh kan cewek. Harusnya jangan mau dulu" cetus, Mila

"Maksudnya?" tanya, Syafa yang mengerutkan keningnya

"Lanjut" sergah, Bian dengan malas

"Ini" Runi kembali menyodorkan pertanyaan kedua untuk, Syafa

"Cubit aku jika setelah ini aku mau minta kamu nganterin aku pulang sampai depan rumah" ucap, Syafa. "Ini yang bikin pertanyaan siapa sih? Pengen ngakak gue. Ya ialah dia harus nganterin gue pulang sampai depan rumah. Sampai dalam rumah pula" batinnya yang berusaha menahan tawa

Dan pun, Bian tanpa berpikir langsung mencubit pipi, Syafa. Tentu saja tanpa berpikir. Setiap hari juga dia yang akan mengantar jemput, Syafa karna mereka tinggal serumah. Dan akan mendapat siraman rohani dari kakaknya jika berani meninggalkan gadis itu

"Bian" ketus, Syafa yang memegang pipinya

"Pepeeettt terooooossss" teriak, Icha yang sedari tadi geram ingin berteriak hanya untuk meledek mereka. Ia tau Syafa dan Bian serumah, dan ia yakin keduanya tidak saling suka

"Icha" tegur, Syafa yang melototkan matanya pada sepupunya itu

"Serius loh mau nganterin dia pulang?" tanya, Mila dengan serius menunjuk ke arah, Syafa

"Ia" jawab, Bian dengan dingin

"Terus kalau gue yang minta dianterin pulang?" rayu, Mila

Bian menoleh dingin pada, Mila tanpa menjawab. Runi pun berusaha kembali mencairkan suasana, "Yuk, lanjut lagi"

"Ia. Sekarang, Bian yah" Mila tanpa malu menyodorkan kertas itu tepat dihadapan, Bian

"Cubit aku kalau kamu takut aku ninggalin kamu sendiri" ucap, Bian

"Jelaslah. Pake nanya lagi" sahut, Syafa yang juga mencubit pipi, Bian

"Yang nyuruh loh ngomong siapa? Disuruh nyubit, bukan jawab" protes, Bian pada, Syafa

"Kenapa jadi loh yang marah? Kan suka-suka gue" balas, Syafa yang tidak ingin kalah

"Gamenya kan disuruh cubit. Bukan disuruh jawab Jangkrik" geram, Bian

"Ngga ada larangan juga, Singa" tukas, Syafa yang tidak kalah geram

"Cieee"

Ledakan kembali menggema dengan adegan keduanya yang terlihat manis walau dibalut dengan perdebatan

"Baru ketemu aja udah punya nama panggilan masing-masing"

"Ia. Jadian aja"

"Jadian, jadian, jadian"

kata-kata itu bahkan dijadikan lelucon oleh yang lainnya sambil bertepuk tangan dan menyeru kata 'jadian' secara kompak

"Kenapa jadi gini sih? Yakali gue jadian sama si Singa dingin ini. Sabar, Syafa sabar" batin, Syafa yang berusaha menahan emosinya

"Udah stop" seru, Mila dengan keras

*

*

*

Maaf yah kemaleman. Ada something soalnya 🤭😍 Jgn lupa like dan votenya yah 🤩

1
Sabiya
Gue suka banget Ama ceritax
Sri Kaprianis
suka😘
Aquine: semangat bacanya ✊🏻✊🏻✊🏻
total 1 replies
SyaLmaida Hermani
cerita nya bikin semangat😍
Aquine: yeay. makasih
total 1 replies
RAMA. co
Lumayan
Aquine: terima kasih
total 1 replies
Della Arie cindy
gak ada cerita tentang anak2nya thor?
Della Arie cindy: perlu thor
total 2 replies
Yuni Puspitasari
oke
Yanda Ajja
semangat kk💪😀😀
Aquine: semangat bacanya
total 1 replies
Millati
hadeh..gt aja pada nggk tau...
Aquine: wkwkwkk. sabar
total 1 replies
IThinkThatILoveYou
pengen nangis terharu
Aquine: hehehe
total 1 replies
IThinkThatILoveYou
nah kan syafa kalo org bilang jgan ngeyel. ntar nyesal. bakal diculik tuh hahhhh, padahal uda 3 kali loh baca ttp juga panas dingin bacanya😭😭😭💞
Aquine: waduh. borong smpe berkali-kali tuh bacanya 😅😍
total 1 replies
mila
makasih thor udah buat novel yg bagus banget,yg dari awal baca sampai alhir bikin kita baper terus,ga ada konflik yg berat2...suka bgt sama novrel ini...semngat terus ya thor di tunggu karya2 nya yg lain....lpi u thor🥰🥰🥰🥰
Aquine: huaaaa... makasih 😍😍😍😍
total 1 replies
mila
novel nya bagus banget thor ..i lpo u thor🥰🥰🥰🥰
mila
seru thor...lpoe deh buat thor🥰🥰🥰🥰
mila
kayak nya dulu mega suka sama.bian tapi bian nya ga sukq,jd kayak cinta bertepuk sebelah tangan...gitu gak thor🤭
Aquine: tebak dong wkwkwkk
total 1 replies
mila
bian kayak ny suka sama syafa🤩
MASIH HIDUP
aku mak mau masuk di grup wa cuman engga tau cara masukny kalau di grup mangatoon
MASIH HIDUP: maaf mak lambat 4 tahun balasannya /Sob//Sob/
total 2 replies
MASIH HIDUP
belum pacaran ajah udah bikin baper ke bangetan
MASIH HIDUP
yaa Allah pergi kemana jodoh kuu otor bikin baper
Ken12
Kenapa Bab nya nggak sampai Kak Risa dan Kak Viona lahiran dan Suga juga. Tapi nggak apa apa. Makasih Emak Novel seru banget aku
nyakin ini Link, Vote nya pasti bakal banyak banget.
Aquine: jadi panjang banget entar. hhhee
total 1 replies
Novianti Ratnasari
ma seriuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!