NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Little Bite Jelousy

...TOXICSERIES...

"Udah siap?"

Terlihat Sherra keluar dengan celana jeans biru mudanya berjalan menghampiri Kai. Jujur lelaki tinggi bernetra hazel itu tak bisa mengalihkan tatapannya pada Sherra.

Sahabatnya itu sangatlah cantik hari ini. Dibalut dengan top bunga bunga kuning berkerah dan surai coklat digelung rapi. Sederhana namun mampu memikat mata.

"Kai!" Kai tersadarkan saat Sherra menepuk pundaknya. Lelaki itu segera menyalakan motornya bersiap pergi.

"Gak pake jaket?" tanya sahabatnya itu. Sherra menepuk jidatnya.

"Astaga lupa. Aku ambil dulu ya-"Kai berdecak lalu menahan tangan Sherra yang hendak berbalik pergi

"Pake punya aku aja" Mulut Sherra terbuka. Kai dengan gerakan cepat melepas helmnya lalu memasangkan jaket miliknya pada Sherra. Menyisakan hoddie putih yang melekat di tubuhnya.

"Makasih Kai ganteng" Sherra tersenyum kecil.

"Sama sama cantik" balasnya. Kai pun membantu gadis itu untuk menaiki Jok belakang.

"Siap?" Sherra sambil membenarkan posisinya. Tak lupa mengalungkan tanganya pada pundak lelaki itu. Sebelum keduanya membelah jalanan dibawah kerlap kerlip bintang yang memperindah semesta, pada malam ini.

...TOXICSERIES...

Tadi siang selepas pulang sekolah Kai menjanjikan Sherra untuk jalan jalan malam di sekitaran rumah. Lebih tepatnya untuk mengunjungi Cafe baru milik teman Kai. Jelas Sherra menerima dengan antusias.

Karena memang malam minggu adalah agenda mereka untuk pergi makan malam diluar atau sekedar healing setitik.

"Dingin gak Sher?" tanya Kai saat motor mereka terhenti di lampu merah. lelaki itu melirik Sherra dari spion.

"Lumayan"balas Sherra mengeratkan pelukannya pada pinggang sahabatnya itu. Kai yang merasakan eratnya pelukan tersebut reflek meraih kedua tangan Sherra kemudian dimasukkannya tangan itu kedalam saku hoddienya. Agar Sherra tak kedinginan.

"Udah gak dingin lagi kan?" Sherra terkekeh.

"Anget" balasnya lucu. Kai mengusap surai Sherra gemas.

Lampu pun mulai hijau. Motor KLX milik Kai seketika melaju bersama angin malam yag berhembus kencang.

...TOXICSERIES...

Malam minggu selalu menjadi malam paling dinanti para anggota Pasbara. Selain karena mereka selalu melakukkan night ride rutinan, mereka kadang nongkrong di cafe cafe baru sambil menyaksikan live music.

Kunci langgengnya komunitas mereka ya karena komunikasi dan solidaritas mereka yang tak putus. Shakka selalu membuat anggota mingguan dimana mereka harus berkumpul. Fullteam.

Mau membawa pasangan ataupun tidak. Asalkan semua anggota berada di tempat yang sama untuk bersenang senang.

Seperti saat ini hampir seperempat anggota Pasbara membawa gandengan masing masing tak terkecuali ketuanya sendiri. Shakka yang merangkul Mauren-kekasihnya dengan mesra.

Sedangkan anggota yang lain ada yang sibuk bermain gitar ada pula yang ikut meramaikan cafe dengan menyumbang lagu dan nyanyi bersama band di panggung.

"Enak juga nih Cafe" Celetuk Orion.

"Yoi, si Bara kalau nyewa gak main main"

Bara memang salah satu anggota paling royal. Apalagi perihal traktir mentraktir sampai sewa tempat sudah pasti lelaki itu akan menjadi donatur utama.

"Eh liat arah jam 3" Celetuk Shakka sambil menggerakkan kepalanya kearah yang dituju. Seketika Orion Jojo dan Jeff memusatkan atensinya.

Rupanya pintu cafe terbuka dan menunjukkan sepasang manusia dengan seorang gadis berjaket hitam berlogo serigala perak di punggungnya.

"Kaya kenal" sahut Jojo. Mona yang kebetulan tengah berdiri untuk mengambil korek dari meja Shakka menoleh kearah teman temannya ributkan.

"Sherra?" Suara besar Mona sukses membuat gadis itu meoleh kearahnya. Gadis itu sedikit menyipitkan matanya namun Mona langsung dipaksa berbalik oleh Shakka hingga gadis bersurai coklat itu kebingungan dan tak bisa menangkap siapa orang yang telah memanggilnya.

Lelaki disamping gadis itu langsung mengisyaratkan Sherra untuk menuju kasir. Memesan makanan.

"Jangan dipanggil bego!" Cetus Jojo.

"Ya mana gue tau! Tadi gue cuman nebak anjir taunya beneran" balas Mona. Jojo berdecak dan langsung mengalihkan tatapannya pada Jeff diujung meja.

"Gue kenal sama cowo itu " celetuk Orion menunjuk lelaki disamping Sherra

"Siapa?" Tanya Ketiga inti Pasbara tersebut.

"Kai, inti Pasdela. Dia yang menang balap lawan gue minggu lalu" Jojo beroh ria kemudian menepuk pundak Jeff keras.

"Tuh denger bro! Jangan sampe lo kecolongan! Inget kesepakatan kita!" tegur Jojo. Jeff mendengus.

"Iya iya bawel lo!"

Sebenarnya Jeff tak suka di paksa sepetri ini. Namun demi 100 juta mau tak mau ia harus rela

...TOXICSERIES...

Tak terasa sudah hampir setengah jam Sherra dan Kai menghabiskan waktu untuk makan malam di Cafe ini.

Cafe Aesthetic. Menurutnya ini adalah satu dari banyaknya Cafe comfortable yang pernah Sherra coba. Dengan tembok warna calm dan area Outdoor yang langsung menampilkan view langit.

Kai tidak pernah salah dalam memberi referensi.

"Wahh buahnya fresh banget! Mau coba gak?" Sherra menyodorkan potongan buah stroberi dari cake slice yang ia pesan. Tubuh Kai perlahan majundan memakan stroberi itu langsung dari tangan Sherra. Gadis itu tertawa kecil melohat wajah Kai dari dekat.

Kai itu sebenarnya type lelaki sempurna menurutnya. Wajahnya tampan rupawan dengan bola mata hazel yang memikat tak lupa tubuh atletis yang selalu pantas dipadukan dengan baju apapun.Belum lagi sikapnya yang mencerminkan lelaki Greenflag membuat siapapun nyaman berada di dekatnya.

Baik dulu 10 tahun lau hingga kini mereka bersama sikap Kai sama sekali tak berubah.

Baik dan semakin baik hingga Sherra tak ingin kehilangan lelaki itu. Walau sedetik.

"Sher" Panggil Kai melihat Sherra melamun menatapnya. Seketika itu juga ia terperanjat.

"Iya?"

"Gimana sama crush kamu itu ? Udah ada peningkatan?" Sherra menghela nafas pelan sambil mengaduk aduk lemon teanya.

"Belum" gelengnya lesu.

"Mungkin dia emang gabakal suka sama aku deh"

"Jangan pesimis dong"

"Tapi kenyataannya gitu" Mau Sherra mengejar sejauh apapun kalau memang Jeff tak berhenti dari pelariannya. Sherra mana bisa memiliki, mungkin takdirnya sekedar mengagumi dari jauh seperti satu tahun lalu.

"Eh Kai"

"Hm?"

"Kamu kok gak pernah cerita cewe yang kamu suka Sih? Licik banget! Masa aku terus yang cerita"Lelaki itu terkekeh.

"Emangnya harus diceritain ya?" Sherra memukul meja pelan.

"Ya harus dong! Kita kan sahabat, itu artinya harus tuker cerita tentang percintaan masing masing"Rajuk gadis itu. Kai tertawa.

Percintaan ya? Kai tak pernah memiliki rasa pada wanita manapun selain sahabatnya sendiri. Egois ya! Kai selalu menyembunyikkan rasa ini sendirian. Karena ia sadar, hanya karena rasa, persahabatan mereka takkan bertahan lama. Dan Kai ingin bersama Sherra selamanya.

Lantas bagaimana Kai bercerita? Jika satu kata tentang rasa saja siap menghancurkan hati Sherra?

"Kamu emang gak pernah suka sama cewe gitu Kai?" Kai mengerutkan keningnya sambil menyeruput kopinya.

"Pernah"

"Siapa orangnya? Kasih tau dong!" Raut dan suara Sherra terdengar sangatlah antusias.

"Ada lah. Cewe cantik" Sherra melipat bibirnya.

"Iya siapa! Kasih tau namanya pleasee... siapa tau aku kenal gitu" Kai menatap netra hazel Sherra.

"Siapa ya? Pokonya dia cantik, dia punya mata hazel yang besar sama hidung yang mancung" Sherra meletakkan jarinya di kening.Berpikir.

"Kaya familiar. Terus ciri cirinya apalagi?"

"Kulitnya pucet. Dan dia sederhana. Semua tentang dia itu indah bahkan suaranya. Tapi banyak orang yang menganggapnya sebelah mata. Dan dia itu kalau udah bucin sama satu orang udah kaya cewe gila. Dikejar sampe mampus"

"Wah bener bener cegil! Berarti dia udah punya cowo dong?"

"Belum sih. Moga aja enggak ya"

"Iya iya semoga ya! Biar kamu bisa nembak dia"sahut Sherra senang. Wajah Kai langsung berubah sendu.

"Semoga aja ya"

Ya semoga. Semoga Kai bisa seberani itu untuk mengungkap rasa. Agar tak terus terbelenggu akan sesaknya dada yang selalu tak terima melihat Sherra jatuh cinta pada seseorang yang bukan dirinya.

...TOXICSERIES...

Selepas makan dan kenyang Sherra dan Kai pun bersiap untuk pulang. Masih bergandengan tangan mereka keluar dari Cafe dengan masih bercakap cakap ringan mengabaikkan sekeliling mereka yang ramai orang karena memang malam minggu selalu menjadi tempat keluarnya para pasangan yang sulit mencuri curi waktu untuk menghabiskan waktu bersama.

"Kai liat deh! Bintangnya bagus banget!"Sherra menunjuk langit gulita yang kini penuh gemerlap bintang.

"Iya tumben sebanyak ini" Sherra terus memandang langit kemudian meraih ponsel di saku. Mulai memotret pemandangan diatasnya.

Hal itu juga tak luput dari pandangan Kai. Ia ikut mengeluarkan ponselnya kemudian memotret sosok Sherra dari samping.

Ckrek.

"Langsung balik nih? Anjir gaasik banget!"Cetus Jojo saat anggota Pasbara keluar dari Cafe. Hendak pulang setelah nongkrong semalaman.

"Minimal nyegerin mata dulu lah" lanjut lelaki itu. Beberapa anggota menyetujuinya.

"Tau tuh party party dulu lah mumpung malming" Shakka yang masih membawa pasangan langsung melirik Mauren yang dibalas wajah galak gadis itu.

Anggota lain yang membawa pasangan juga ikut melempar tatapan tak terima. Apalagi jika sudah berhubungan dengan pesta sampai pagi seperti ini. Jelas saja akan perang dunia jika sampai pacar mereka ikut!

Jeff yang memang pada dasarnya sendiri dan tanpa pasangan, tak peduli dengan perdebatan para anggota. Ia lebih memilih untuk merokok sambil menatap kearah parkiran.

Tapi sialnya. Bukannya menangkap motor indahnya yang terparkir rapi. Ia malah menangkap sepasang manusa yang tengah tertawa lebar. Dengan sang gadis yang tengah bercerita dan pasangannya memasangkan helm pada kepala gadisnya, sambil sesekali merapihkan surainya yang berantakkan.

Wisata masa depan bukan?

Tapi yang menjadi fokus Zayn bukanlah adegannya. Melainkan orang di depannya. Sampai motor KLX hijau itu melaju jauh Jeff masih setia memandanginya.

Selepas hilang Dari pandangan, baru ia menyeringai.

"Emang boleh, seromantis itu?" Sinisnya.

Dua manusia itu membuat Jeff percaya. Jika disetiap persahabatan adam dan hawa pasti salah satunya ada yang jatuh cinta.

Dan dari tatapan mata.

Jeff sudah tau siapa yang terbawa perasaan diantara mereka.

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!