Hai Teman-teman" Perkenalkan ini Novel baru Mala. Sebenarnya ini Novel pindahan dari akun lama Mala, Semoga suka.
"Halo namaku NAIRI, dan aku adalah gadis kampung biasa.
"hem...." Tidak terlalu cantik dan hidup sederhana.
Aku memiliki sahabat yang bernama Lina. Dia gadis yang baik, pengertian dan yang pastinya selalu ada disaat aku butuh dukungan.
Yuk langsung intip kisahku. 🤭🤭🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Kita
🍒 Happy Reading 🍒
Sudah Banyak makanan terhindang dimeja makan. Mereka bercerita dan menbicarakan soal pernikahan Aska dan Nairi. Nairi pun juga sudah menceritakan semua tentang kisah hidupnya, Namun ternyata keluarga Aska sudah mengetahuinya dari Aska, termasuk tentang kegagalan pernikahannya.
Nairi pun juga menceritakan kalau dia sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Acara makan bersama tlah selesai, kini Nairi pun berpamitan untuk kembali ketempat kerjanya. Dan akhirnya Nairi diantarkan pulang oleh Aska.
Didalam kamar, Nairi termenung memikirkan, ini terakhir kalinya dia bekerja dirumah ini.
"Aku pasti akan merindukan suasana rumah ini, apa lagi dengan Adit," Guman Nairi.
Namun saat Nairi masih asik termenung, tiba-tiba.....
"Mbak Milo!, Mbak sudah dirumah kan?, Adit lapar mbak!, suara Adit yang sedang memanggil Nairi.
"Loh Ompong!, bukannya tadi habis pergi makan sayang?" Tanya Nairi.
"Huuuh!" Mbak Milo seperti tidak tau Adit saja. Kan Adit kalau belum makan-makanan yang dimasak rumah, pasti Adit belum merasa kenyang." Ucap Adit.
Nairi yang mendengarkan hanya menggelengkan kepala, Bu Jessy dan Pak Arnold juga hanya bisa tersenyum melihat putranya yang sangat manja dengan Nairi.
....................
Sesudah mengurus Adit dan dirasa semua pekerjaan juga sudah selesai, Nairi pun akan beristirahat dan kembali kekamarnya. Namun baru ia akan melangkah, Bu Jessy memanggil Nairi.
"Nai!" Panggil bu Jessy.
"Iya, Ada apa bu?" Jawab Nairi.
"Nai kamu yakin mau pulang besok?, padahal besok baru hari sabtu saya masih kerja, Kenapa nggak minggu aja pulangnya. Jadi saya bisa anterin kamu." Ucap bu Jessy.
"Ah!, saya gak papa kok Bu!, karena besok saya akan dijemput sama calon suami saya." Ucap Nairi.
"Nai, sebenarnya saya masih penasaran dengan calon suamimu itu. Satu desa toh?, apa kamu dijodohkan sama orang tuamu?. Karena setau saya, baru-baru ini kamu izin ketemuan." Ucap bu Jessy.
"Enggak satu desa kok bu!, sebenarnya dia malah tinggal dikota ini. Dan saya kan sudah bercerita, kalau baru-baru ini kami bertemu." Ucap Nairi.
"Loh Nai, kamu yakin dia orang bail," Tanya Bu Jessy yang nasih khawatir.
"Ah iya bu! Semoga saja, Doain ya bu! karna yang saya lihat dia orang baik. Dan kemaren saya juga sudah bertemu dengan kedua orang tuanya. ( Padahal sebenarnya suami Ibu Jessy bekerja di Kantor Aska 🤣🤣🤣 tapi belum ada yang tau termasuk Nairi.)
"Baiklah!" jika memang itu sudah menjadi keputusan kamu Nai, Semoga kamu selalu bahagia dan jangan sedih-sedih lagi ya." Ucap Bu Jessy.
Bu Jessy memang tau betul, bagaimana keadaan Nairi waktu itu. Sampai-sampai Nairi kurus, sedih terus, dan suka melamun. Waktu itu Bu Jessy menghampiri Nairi dan memintanya untuk bercerita. Karna dari awal Bu Jessy sudah merasa cocok.
Dan yang membantu membereskan semua masalah Nairi seperti membantu mengurus perceraian Nairi, adalah Bu Jessy.
"Setelah membersihkan diri, Nairi mengambil selimut untuk beristirahat. Namun baru akan memejamkan mata, tiba-tiba ponselnya pun berdering. Ternyata Aska yang menelpon.
"Halo, Assalamualaikum!" Ucap Nairi.
"Waalaikumsalam, Nai! besok kamu tidak usah pulang kedesa ya!, langsung kerumah Mama saja. Besok akan aku jemput kalau kamu sudah siap." Ucap Aska.
"Loo!" Kan aku mau pulang kedesa dulu mau memberi tau keluargaku." Ucap Nairi.
"Aku sudah menghubungi Ayah dan Ibu. Katanya nanti kurang 3 Hari menjelang pernikahan kita mereka akan datang kesini." Ucap Aska.
"Aduh kamu ini selalu saja mengambil keputusan sepihak. Nyebelin banget sih." Ucap Nairi.
"Ya sudah! Pokoknya besok aku jemput. Kalau kamu sudah siap kabari aku, Oke. Selamat malam Sayang, Muach." Ucap Aska lalu mematikan telepon begitu saja, sebelum mendapatkan protes dari Nairi.
"Ini orang apa apaan sih!, sayang-sayang kepalanya peyang. Aneh banget, suka ambil keputusan sendiri. Haaaa!" Menyebalkan!! Aska gila teriak Nairi, sambil menutup mulutnya memakai bantal.
Keesokan harinya....
"Ini hari yang sangat menyedihkan!" Kata Adit, lantas semua tertawa mendengar ocehan Adit.
"Adit...Adit, Nanti kalau Adit kangen sama Mbak, Adit main aja ke rumah Mbak ya!" Ucap Nairi.
"Loh! Mbak Milo rumahnya dekat sini toh?" Ucap Adit dengan antusias.
"Nggak sayang, cuma masih di kota ini." Ucap Nairi.
Setelah mengabari Aska, Nairi pun berpamitan kepada Keluarga Bu Jessy. Lalu keluar rumah menuju halte terdekat.
Mobil putih terlihat berhenti di depan Nairi.
"Ah mobil siapa ini?" Tanya Nairi dalam hati.
Lalu keluarlah Aska yang langsung mengambil tasnya, dan menyuruh Nairi masuk.
"Kita mau kemana?" Tanya Nairi.
"Tentu saja pulang ke rumah!. Kamu akan tinggal sama mama papa, sedangkan aku masih tinggal di apartemen." Jawab Aska.
"Apa!" Tinggal di rumah mama. Aduh langsung tinggal sama mertua, aku belum siap!" Guman Nairi.
Mobil melaju dengan kencang. Jalanan yang sedikit ramai ternyata ada kemacetan hingga setengah jam.
"Apa yang terjadi?, Kenapa Mobilnya tidak berjalan." Kata Aska. Karena sebal sudah setengah jam, tapi mereka terjebak macet.
"Mobilnya tidak jalan, karena direm." Jawab singkat Nairi, yang masih sibuk dengan ponselnya. Ia sedang membelas pesan-pesan dari Lina.
Aska melongo mendengar jawaban Nairi,
"Bisa-bisanya dia melawak dengan wajah yang serius seperti itu, kau ini aku serius apa kau tidak bosan." Tanya Aska pada Nairi.
Lalu tiba-tiba Nairi membuka pintu mobil,
"Hei kamu mau kemana?" Tanya Aska.
"Tunggulah sebentar!" Jawab Nairi, lalu berlalu pergi.
Setelah beberapa lama, Akhirnya Nairi kembali lagi ke mobil.
"Kamu dari mana?" Tanya Aska.
"Dari depan." Jawab Nairi.
"Ngapain?...
"Oh tadi aku tanya sama orang-orang. Katanya di depan ada kecelakaan. Tapi sekarang sudah dibereskan sama polisi dan warga sekitar.
"Pantes macet." Guman Aska.
"Sebentar lagi jalan kok." Ucap Nairi. Dan benar saja, mobil depan sudah mulai kembali berjalan. Setelah lama di perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah.
"Ya rumah yang besar itu, rumah Mama Papanya Aska. Setelah mobil berhenti di depan rumah. Para pelayan sudah menyambut kedatangan Tuan mudanya. Dan juga ada Mamanya Aska juga ikut menyambut kedatangan Putra dan calon menantunya.
"Wah sudah sampai nak!" Ayo masuk Mama Aska langsung menggandeng tangan Nairi dan meninggalkan Aska.
"Wah...wah!" Mah! Mama kok Aska dilupain sih!, sebenarnya yang anaknya Mama itu Aska apa Nairi." Gerutu Aska, lalu ikut masuk ke rumah.
"Mama ini, begitu melihat Nairi, langsung melupakan Aska. Ya Aska masih mengomel tidak jelas. Mama Papa dan Nairi menanggapinya dengan tertawa.
"Tentu saja!" Kamu kan Tuan yang sibuk terus dengan kerjaan, sampai lupa sama orang tua." Kata Mama Aska.
Setelah membersihkan diri dan membereskan barang, Lalu Nairi pergi ke dapur menghampiri Mama Renata, yang sedang sibuk menyiapkan minuman dan juga makanan ringan.
"Mah sini Nai bantu bawa ke depan," Kata Nairi.
"Lo!..." Nggak usah nak! Kamu duduk saja di depan sama calon suamimu dan papamu sana. Di sini nanti, biar Mama sama Bibi yang bawa minumannya ke depan.
"Nggak papa mah!, biar Nairi bantu." Jawab Nairi.
"Ya sudah ayo!, kamu bawa minumannya, Mama bawa makanannya.
Semua sudah berkumpul di ruang keluarga sambil memakan makanan yang dibuatkan oleh Mama Aska.
ngiler nih
Ya Allah baik banget mama nya Aska, apa begitu nanti sampai jadi menantu benar-benar?
walaupun sebuah kesepakatan
semoga indah pada waktu nya
Aska
semoga kau serius
semoga bisa membuka hati Nairi
kali ini Nai, semoga kamu tidaklah bernasib buruk lagi
Aska pasti baik
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"