NovelToon NovelToon
Perfect Bad Fiance

Perfect Bad Fiance

Status: tamat
Genre:Ketos / Tamat
Popularitas:612.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: fieksel259

BANTU SUPPORT CERITA INI DENGAN LIKE, VOTE, DAN COMMENT.
VISUAL TOKOH MUNGKIN AKAN MENGALAMI PERUBAHAN

Dipertemukan dengan sesama bad guy membuat Bianca dan Alvaro terlihat seperti kucing dan anjing yang saling mengganggu dan tak bisa akur. Dan entah kenapa seorang bad boy itu menjabat sebagai ketua OSIS, anak pemilik yayasan, dan juga menangkup sebagai ketua genk Swataru.

Jika takdir meminta mereka bersama

Jika bumi menginginkan mereka menjadi satu

Dan jika semesta mengharapkan mereka menjadi satu insan

Hati besi pun akan tetap meleleh seiringnya waktu dan seiring logika mau memikirkan hal itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieksel259, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran di Pagi Hari

Alvaro yang sejak tadi mengumbar-umbar nama Bianca. Kini terkena guyuran air dari atas.

Ia mendongak dan menatap pada jendela diatas yang menampaki Bianca dengan sebuah gelas di tangannya yang kini sudah kosong. Ia menatap pada Alvaro dengan senyuman iblisnya.

“Sorry ketos gila, gue gak sengaja. Siapa suruh lo berdiri disitu” Ucap gadis berkemeja putih itu tanpa merasa bersalah sedikit pun. Lalu ia menutup jendela itu dan menutupnya menggunakan gorden.

“Lo lihat sendiri kan” Ucap Alvaro dengan kesal kepada Arkana yang kini menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Iya-iya, mending lo pulang gih. Udah basah kayak gitu” Sindir Arkana sambil memandang kaos abu-abu Alvaro yang kini basah.

“Gue nginap disini” Ucap Alvaro dengan nada datar.

“Ya boleh-boleh aja sih. Tapi baju sekolah lo?"

“Ada di jok”

“Udah persiapan dari tadi?”

“Nggak. Cuma pas pulang sekolah tadi langsung ke markas”

Arkana mengangguk, “Yaudah masuk gih. Lo ambil baju gue aja terus tidur di kamar gue”

“Terus lo tidur dimana?” Tanya Alvaro bingung.

“Kamar Bianca”

“Hah?! Berdua? Satu ranjang?” Alvaro tampak tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Ya iyalah”

“Gak masalah tuh buat adik lo?”

“Adik gue bro, bukan cewek simpenan. Pikiran lo kayaknya mendadak ngeres deh. Awas lo berani macam-macam sama dia” Arkana berkata dengan begitu serius.

“Hm” Alvaro berdehem.

“Ya udah lo taruh motor di garasi gih”

“Hm”

Tengah malam.....

Bianca yang kembali dengan tank top hitam dam celana hot pants-nya tengah turun tangga untuk mengambil air putih. Jika saja ia tak membuang isi gelas itu pada Alvaro. Ia tidak akan pergi ke dapur.

Kakaknya sudah terlelap tidur di kasur king size miliknya. Dan tentu saja ia tak perlu izin dari sang kakak untuk keluar kamar. Baginya, Arkana hanya tamu bagi area privasinya tersebut. Walau rumah itu memang di diami oleh kakak-beradik kandung.

Gadis berambut panjang itu menuangkan air ke dalam gelas dan meminumnya dengan tenang.

“Ingat, besok lo pergi bareng gue”

Suara berat laki-laki itu membuat Bianca yang masih meneguk air tersedak karena pemilik yang mengejutkannya, “Uhuk-uhuk-uhuk”

“Santai aja kali” Ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Alvaro, ia memakai kaos putih milik Arkana dan celana santai selutut.

”Alvaro, lo kok ada di rumah gue sih?” Tanya Bianca saat dirinya sudah tak batuk lagi.

“Gue nginap” Ucap Alvaro dengan sikap santai.

Jadi itu sebabnya Kak Arkana tidur sama gue? Batin Bianca yang sudah mendapat jawaban kenapa kakaknya mendadak beristirahat di kamarnya.

Alvaro berjalan mendekati Bianca dan menuangkan air putih ke gelas yang steril lalu meneguknya.

“Jangan salahkan gue kalau lo terlambat” Bianca berkata sambil menepuk punggung Alvaro dengan keras.

Membuat sang empunya fisik tersedak minuman. “Uhuk-uhuk-uhuk”

Satu sama.

Keesokkan paginya.....

Bianca berdecak sebal di tengah lelapnya ia tertidur, suara laki-laki yang terus mengganggu dirinya sangat tidak bisa diladeni lagi, “Woy bangun!” Seru Alvaro yang sejak tadi membangunkan Bianca dengan suaranya yang berat.

“Aduh berisik banget sih? Ini kan baru jam setengah enam” Bianca berkata sambil melirik jam bekernya. Ia beralih pada pintu yang terus menerus digedor.

“Gue sirem juga tuh bocah” Bianca menyingkirkan selimutnya yang tadi menutupi tubuhnya. Ia mencepol rambut panjangnya asal lalu membuka pintu.

“Ap--”

Byur.

Tepat saat pintu itu terbuka, guyuran air mengenai wajah bantal Bianca, “Cepetan mandi. Gue tunggu nih” Membuat gadis itu terdiam beberapa saat saat dinginnya air itu mengenai wajahnya dan kini membasahi pakaiannya juga.

Bianca yang wajahnya disiram segelas air oleh Alvaro, mengepalkan tangannya kuat, laki-laki itu memang tidak pernah diajarkan tata krama saat bertamu. Mentang-mentang Arkana sedang lari pagi, ia bisa semena-mena dengan Bianca.

Alvaro menatap intens pada Bianca yang tengah menahan emosinya terhadap dirinya.

“Apa lo liat-liat?” Ketus Bianca pada Alvaro yang terus memandanginya dengan sorot mata setajam elang.

Alvaro mengalihkan tatapannya beberapa saat dari Bianca kemudian menatap gadis itu lagi, “Mandi sana” Ucap Alvaro datar.

“Suka hati gue dong mau mandi jam berapa” Sewot Bianca tak senang dengan semua sikap yang Alvaro tunjukkan pada dirinya.

“Mandi atau gue mandiin?” Ancam Alvaro. Ia menatap tubuh Bianca yang hanya berbalut pakaian semalam, masih sama.

“Gue mau nyiapin sarapan” Bianca melangkahkan kakinya namun tangannya dicekal oleh Alvaro.

Alvaro mendorong gadis itu kembali mengadap dirinya, bukan menyampingi dirinya, “Di meja makan ada roti, jadi lo mandi sekarang”

“Nggak” Ketus Bianca, ia menepis tangan Alvaro.

“Lo nggak mau mandi?”

“Iya emang”

“Cih, cantik-cantik kok jorok banget” Ledek Alvaro dengan tatapan jijik.

“Suka hati guelah”

“Dasar keras kepala” Alvaro memandang ke dalam kamar Bianca.

“Dari pada lo, ego---WOY TURUNIN GUE!!” Bianca berteriak lantaran tubuhnya di angkat dan panggul layaknya karung beras oleh Alvaro.

Laki-laki itu membawa Bianca masuk ke kamar gadis itu. jangan berpikiran mesum karena Alvaro mengarah pada kamar mandi yang ada dalam ruangan tersebut. Ia menjatuhkan tubuh Bianca dengan agak lembut lalu menghidupkan sower air.

Tatapannya sedikit terdiam saat tubuh gadis itu teraliri air, ia meneguk ludahnya sukar. Dan sadar beberapa saat kemudian, laki–laki itu dengan segera keluar dari dalam situ, ia menahan nafsunya saat melihat tubuh Bianca yang teraliri air dingin. “Lima belas menit. Gue tunggu lo di meja makan” Ucapnya setelah menutup pintu.

Bianca menghentak-hentakkan kakinya dengan geram, “Cowok nggak tahu diri, dasar ********!” Seru Bianca memaki-maki Alvaro.

“Dari pada lo, murahan” Balas Alvaro yang tak sengaja mendengar umpatan itu.

“ALVARO!!”

Dua puluh lima menit kemudian...

“Lama banget sih?” Sindir Alvaro saat Bianca datang menghampirinya lengkap dengan pakaian SMA Xanendra. Jangan lupa almameter yang menjadi ciri khas siswa-siswa di sana.

“Lo pikir, waktu lima belas menit itu cukup buat gue siap-siap?” Balas Bianca dengan jengkel pada tamu sekaligue ketua OSIS SMA Xanendra. Ia menilik jam dinding, pukul 06.30. “Kak Arkana mana?”

Alvaro membalas dengan gedikkan bahunya, ia memilih untuk mengoleskan selai cokelat pada permukaan roti tawarnya lalu melipatnya dan memakannya.

“Cih, dasar” Bianca duduk di kursi hadapan Alvaro lalu melakukan hal yang sama seperti yang Alvaro lakukan. Selagi menikmati sepotong rotinya, gadis berrambut panjang sepinggang itu bermain-main dengan ponselnya.

“Genk Royaln bakal nyerang?” Gumamnya saat ia membaca pesan dari Hyacintha.

Alvaro tak berniat untuk menatap pada gadis itu, seakan tak peduli dengan apa yang telinganya dengar, “Apaan?” Balas Alvaro yang masih mengunyah roti tawarnya.

“Tahu” Sahut Bianca yang tak mau berbagi informasi dengan ketua Swataru yang duduk di hadapannya.

Alvaro berdehem, lalu meneguk segelas air kemudian bangkit dari tempat duduknya, “Ya udah yuk”

Bianca menatap Alvaro yang kini memperbaiki letak almameternya. “Gue belum selesai, lagian ini baru jam setengah tujuh. Satu jam lagi baru bel berbunyi. Santai aja kali” Bianca menyepelekan ajakan sangan ketos itu.

“Gue mau mampir ke markas dulu”

Bianca manelan makannya yang sudah selesai dikunyah, “Nggak bakal ada orang yang nongkrong disitu pagi-lagi buta” Sahut Bianca yang masih fokus dengan layar ponselnya.

“Ck, bawel lo. Cepetan” Desak Alvaro.

Bianca menatap datar pada laki-laki itu, “Kalau lo mau kesana ya silakan. Nggak usah ajak-ajak gue, lagipula gue bukan anggota Swataru lagi” Bianca mengingatkan Alvaro akan kejadian dimana kata ‘keluar’ diluncurkan oleh laki-laki itu kepada perempuan tak bersalah seperti Bianca.

Alvaro menatap Bianca datar, “Cukup temenin gue aja” Ucapnya datar. Ia menarik lengan Bianca.

Namun ditepis oleh gadis itu, “Gue nggak mau ikut”

“Oke, kalau lo nggak mau. Kita bakal langsung berangkat ke sekolah” Untuk pertama kalinya seorang Alvaro mengalah pada bad girl macam Bianca.

1
kyoww
WOI AKU TERAKHIR BACA 2021🤣
Lhisa Amira Nhatasya
jd mls baca, jd Bianca kok cepat bgt memaafkn, pdhal sdh di hina, ditampar, ksih plajaran kek dlu sm si al
Fereinchsovetsky
kok nggak ada novel my cold husband
Defi
Al maksud kamu memang baik, membangun usaha sendiri sampai waktu untuk Bianca gak ada tapi terfikir ga sih, kalau-kalau Bianca sudah bersama yang lain apa ga tambah nyesek tuh 😮‍💨😮‍💨
Defi
ikutan mewek juga 🥲..
Defi
seharusnya memang kamu ga melakukannya meskipun tidak seperti Bianca bayangkan Juan 🙄
Defi
kamu ketahuan 😂😂.. diluar perkiraan ya, biasanya gelud aja eh rupanya punya hubungan 😂🤣
Defi
visual tokohnya cantik-cantik dan ganteng
Defi
Ga apa-apa Bi, Alvaro juga memiliki perasaan yang sama tapi ada yang mengganjal ya soalnya Alvaro lagi ingat sahabat kecilnya, apa jangan-jangan itu Bianca
Defi
Jessi siapanya Al inih
Defi
Dibalik sikap Bianca yang keras tersimpan rasa sakit yang dalam
Defi
Apa Bianca pernah dilecehkan ya
Defi
Sikap mereka sudah mulai mencair sih makanya terlihat manis kan 😂
Defi
Bianca pernah dekat sama Juan di masa lalu 🤔
Defi
Pantas saja Aldo bilang ke Alvaro kalau Alvaro salah mengeluarkan Bianca dari genk ternyata Bianca memang benar-benar pintar
Defi
tapi sikapnya yang egois dan arogan tetap saja ga mau mengakui salah dan Bianca juga yang disalahkan
Defi
Bagus Bi, udah saatnya kamu bersuara biar Oma dan Alvaro terbuka matanya
Defi
Wajar sih mulut Alvaro kalau ngomong pedas rupanya nurun dari sang Oma
Defi
Alvaro egois 😂
Defi
Bakalan bertemu setiap waktu dan tentunya ributnya juga 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!