Vita Kavita dan Dimas Ahmadin merupakan sepasang suami istri yang sangat harmonis dan bahagia. Usia pernikahan mereka sudah hampir 10 tahun. Namun walaupun begitu, belum ada kehadiran malaikat kecil titipan tuhan pada mereka. Itu bukan berati karena ada masalah dengan mereka. Hingga suatu ketika, Ada suatu kejadian tepat di anniversary mereka, Suaminya tak kembali semalaman yang menyebabkan Vita menunggu semalaman di udara malam yang dingin itu. karena kejadian itu, Vita berfikir bahwa suaminya berselingkuh. namun kecurigaan itu Vita singkirkan karena di saat yang sama dia berhasil mengandung, mereka pun berbahagia. Bahkan sangat bahagia, namun di saat itulah dia mengetahui semua kebenaran bahwa suaminya memiliki istri lain bahkan mereka juga telah memiliki 2 orang putra di belakang Vita.
Apa yang di lakukan oleh Vita? Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6. Warning 21+. Rahasia Suamiku.
Aku pun menyalakan mobil dan melajukan nya ke rumah. Sesampainya di rumah, ku lihat tak ada penerangan apapun. Seingat ku tagihan listrik sudah di bayarkan bulan ini. Kenapa lampu tidak di nyalakan? Ku buka pintu rumah yang ternyata tak terkunci, “Bi … Kenapa lampu gak di nyalakan? Ada masalah apa dengan listriknya?” ucapku dengan sedikit berteriak.
Tiba-tiba, Duarr Duar ….
“Selamat hari Anniversary, sayang,” ucap seseorang yang berdiri dan berjalan membawa kue dengan lilin diatasnya.
Ketika lampu dinyalakan, aku terpana dengan kerlap-kerlip warna warni lampu itu. Tapi suara seperti meledak itu entah dimana, mungkin itu hanya petasan banting saja. Mas Dimas terlihat sangat tampan memakai tuxedo hitam dengan rambut nya yang bergaya seperti seorang pangeran. Dia berjalan menghampiriku dengan membawa kue dan bunga di masing-masing tangan kanan dan kirinya. Ketika dekat dengan ku, dia berlutut dengan kaki kanannya dan menyerahkan buket bunga padaku. Ku terima bunga itu, lalu dia berdiri menggenggam serta mengelus tanganku dan dia cium tangan ku seperti raja memberi hormat pada ratu nya.
“Sayang, bersedia kah kamu ikut dengan ku?” ucapnya sembari memegang tangan ku.
Aku dengan refleks menganggukkan kepala ku, lalu mas Dimas pun menggandeng ku ke halaman belakang. Ku takjub akan segala hiasan nya, ku lihat juga ada bi ratih yang memakai baju seorang bartender. Mas Dimas mendudukkan aku di kursi yang sudah di siapkan lalu dia pun duduk juga. Bi ratih mulai menyajikan makanan untuk kami, setelah tersaji 2 steak special yang sepertinya buatan ku. Kami pun memakannya bersama, dengan sudut mataku masih terlihat suamiku curi-curi pandang denganku bahkan sampai hidangan penutup disajikan, kami belum berbicara. Selesai makan malam, bi ratih membereskan piring lalu pergi meninggalkan ku dengan suamiku.
“Sayang,” ucapnya dengan memegang tanganku.
“Hmm?" Jawabku tiba-tiba teringat kejadian kemarin.
Dia tiba-tiba berlutut di depanku, “Istriku sayang, Mas tau kalau mas sudah menyakiti kamu sedalam itu sayang, Mas mohon maaf, mas akan perbaiki semuanya, mas janji gak akan mengulangi nya lagi, Sayang, Istriku, Cintaku, Mas mohon beri mas kesempatan satu kali lagi,” ucapnya dengan soft spoken dan senyuman manis nya.
Aku diam, entah apa yang aku inginkan. Namun tiba-tiba Suamiku malah memohon dan menyentuh kakiku.
"Apa sih mas! Jangan begini!" Ucapku dengan agak risih.
"Mas enggak akan bangun sebelum kamu beri mas kesempatan sayang"
“Baik mas, aku kasih kamu kesempatan,” jawabku memutuskan dengan menyuruhnya cepat berdiri.
“Terimakasih istriku,” lanjutnya lalu berdiri dan memelukku.
Kami pun berpelukan lalu dia mengecup kedua pipiku dengan waktu yang lama. Setelah mencium ku, dia pun melepaskan pelukannya dan merogoh saku nya. Dia mengeluarkan sebuah kotak kecil yang setelah di buka ternyata sebuah kalung emas putih dengan liontin crystal yang cantik. Ku terpana akan kecantikan hadiah itu hingga membuat bibirku tersenyum lebar.
“Terimakasih mas,” ucapku memegangi kalung ini.
“Sama-sama istriku sayang,” jawab nya lalu dia langsung memakaikan itu di leherku.
Setelah selesai makan malam, Dia mengajakku ke depan rumah. Dia menggandeng ku lalu kami pun berjalan bersama, sesampainya di depan rumah, bertapa kagetnya aku melihat sebuah mobil dengan pita yang terparkir di depan gerbang.
“Apa ini mas?” tanyaku.
“Sayang, Mas bingung akan memberikan apa kepadamu, tapi karena mas pikir mobil kamu sudah cukup tua dan lama jadi mas memutuskan untuk memberi hadiah mobil baru untuk istriku,” ucapnya dengan mendekatkan dirinya padaku.
“Benarkah? Kamu siapin ini dari kapan mas?" tanyaku padanya.
“Eh, rahasia dong, yang pasti kamu harus tahu kalau mas tidak akan lupa lagi hari istimewa ini, Maafkan mas ya sayang,” ucapnya dengan memegang kedua tangan ku.
Aku berfikir memang untuk mengalihkan dulu semua prasangka tak baik ku pada suamiku. Lagi pula tidak baik kalau seorang istri mencurigai suaminya tanpa ada bukti yang jelas. “Baik mas, Aku maafkan kamu, tapi kamu harus janji semua kejadian hari kemarin tidak akan terulang lagi untuk kapan pun,” ucapku dengan mewanti-wanti. terimakasih ya mas,” jawabku dengan tersenyum.
“Sama-sama sayang, mau coba mobil nya?” ucapnya lagi.
“Boleh, temenin ya mas,” ucapku.
Kami bersama-sama mencoba mobil baru itu, setelah kelar, kami pun masuk kedalam kamar kami, aku letakan tas ku. Suamiku masih mengangkat telpon nya di luar, karena badan ku yang lengket, aku putuskan untuk mandi walaupun sudah jam 9 malam.
20 menit kemudian, Aku merasa sangat segar setelah mandi, tak lupa ku semprotkan wewangian untuk badan agar segar juga. Sesudah itu aku pun keluar dan mendapati mas ilham sedang duduk di sofa dengan menonton televisi. Aku pun meletakan handuk di tempat handuk, setelah itu aku ikut duduk di sebelah suamiku yang fokus menonton televisi. Aku cubit pipinya dengan lembut, “Serius banget sih mas … Istri mu di cuekin nih?” ucapku.
“Omg, Sayang ku … e muahh,” ucapnya dengan mencium dan menarik pinggangku hingga begitu dekat dengan nya.
“Hihh masss, kebiasaan banget deh,” jawabku menyentuh hidung nya.
Tiba-tiba suami ku mengendus leher ku dan mengecupnya.
“Emmm, mass …”
“Main yuk sayang,” ucap nya dengan nakal.
“Enggak dulu ah mas, aku cape banget nih,” jawabku.
“Yah sayang, Ayo, siapa tahu jadi?” ucapnya penuh teka-teki.
“Jadi apa?”
“Eh masa gak tau sih?”
“Ya udah mas, semoga saja jadi ya mas,” ucapku mengerti kalau suamiku ingin melakukan hal itu dan berharap kali ini ada keajaiban yang terjadi di Rahim ku.
****
Keesokan hari nya, ku merasa semua sendi—sendi ku meregang karena olahraga suami istri tadi malam. Aku lihat samping kanan ku, suamiku yang masih pulas tertidur tanpa sehelai kain. Aku turun dari tempat tidurku untuk membersihkan tubuhku yang sudah lengket karena nya. Setelah selesai, aku keluar dengan menggunakan piyama handuk saja tanpa memakai dalaman. Aku melihat suamiku yang duduk lemas dengan mata nya yang masih terpejam.
“Mass … Mandi dulu nanti segar lagi mas,” ucapku dengan menyentuh tangannya.
Dia pun membuka matanya dan tersenyum melihatku. Dia menarik ku hingga piyama handukku terbuka. Aku pun histeris karena senjata nya menempel masuk ke tengah paha ku.
“Aaaaa masss, kamu nakal hihh,,,” ucapku dengan menepuk dada bidang nya.
“Emmm, apa ah sayang, halal inih ah, habis mandi harum sekali sih istri ku. Harum mu kode buat suami mu ini loh,” ucapnya lagi dengan wajah nakal nya.
“Aaa mass, lepasin ah, sana mandi udah siang nih,”
“Satu kali lagi yuk,” ajaknya dengan menggesekkan pipi nya pada pipi ku.
“Emmm, masss, kamu ini gak ada puas nya ih…”
“Ayooo, hemm emmm, mumpung ini hari libur, sayanggg,,” ucapnya dengan manja.
“Hem,,” jawabku dengan merapatkan bibirku.
“Yee, artinya boleh, hehe,” jawabnya girang.
Suamiku pun mulai dengan nakal membuka tali piyama handuk ku dan kami pun melakukannya lagi. Entah berapa lama itu di lakukan, Ku lihat jam sudah di angka 6 pagi. Suamiku masih menempel di dada ku. Aku pun menepuk pipinya dan setelah suamiku bangun, Ku suruh dia untuk mandi terlebih dulu dan setengah jam kemudian baru aku mandi ke dua kali nya di pagi hari ini.
Bersambung …
lanjuttt Thor ❤️