NovelToon NovelToon
Pernikahan 80 Hari

Pernikahan 80 Hari

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Cintamanis / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:653.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Desifa

Tepat pada saat acara pesta, Rachel Victoria tidak sengaja melakukan ONS bersama pria yang begitu ia hindari, Leonardo.

Karena satu malam itu, sekaligus menghindari perjodohan orang tuanya, Rachel dan Leon melakukan perjanjian pernikahan selama 80 hari.

Akankah perjanjian pernikahan bisa membawa cinta dalam hati masing-masing?

Note!!!
(Season dua dari cerita : Menikahi Ceo Dingin) Sebaiknya baca S1nya terlebih dahulu🥰🥰

Follow ig : @dsifaadian_
Tik-tok : @dsifaaadian_02

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

Seperti mimpi buruk bagi Rachel, karena ia tidak bisa melawan ayahnya yang bersikukuh untuk melanjutkan perjodohannya.

Begitu sampai dirumah, Rachel sudah melihat seorang pria memakai jas hitam duduk dengan santai. Pria itu adalah Boy Wisley.

"Akhirnya kau pulang!" Ucap Vikko Victoria. Mendengar itu, Boy kemudian menoleh kebelakang. Pria itu tersenyum seorang menyambut calon tunangannya.

Rachel menatap ayahnya dengan menahan kesal. "Aku pulang bukan karena menerima perjodohan!" Sahut Rachel.

Vikko kemudian berdiri, sebelum ia menarik putrinya untuk duduk disampingnya, Saras lebih dulu bertindak.

"Sayang. Ayo duduk..." Saras menggandeng putrinya duduk.

"Hari ini, calon suamimu datang. Kamu harus ikut dengannya untuk membeli gaun pertunangan dan memilih cincin!" Kata Saras.

Rachel sangat kesal karena ia tidak bisa melawan orang tuanya.

.....

"Silahkan masuk!" Kata Boy sembari membuka pintu mobil penumpang depan.

Rachel masuk dengan terpaksa. Dia duduk dengan perasaan jengkel. Rasanya ia ingin berlari dan kabur, tapi tidak bisa.

"Apa yang kau lakukan?" Pekik Rachel saat tiba-tiba Boy mendekatkan diri padanya.

"Hanya memasang sabuk pengaman! Jangan berfikiran negatif!" Jawab Boy.

Rachel segera menepis tangan Boy. "Aku bisa sendiri!" Ketusnya.

Boy mundur. Rachel langsung memasang sabuk pengaman sebelum pria itu berbuat macam-macam lagi.

Rachel tidak menyukai sikap Boy yang berlebihan, padahal mereka belum bertunangan. Rachel sungguh tidak bisa membayangkan kalau ia akan menikah dengan Boy Wisley.

Mereka sampai di sebuah toko perhiasan terbesar di Finshdom. Boy membawanya menuju toko perhiasan untuk memilih cincin tunangan.

"Berikan sepasang cincin terbaru dan yang paling mahal!"

Karyawan segera menyiapkan pesanannya. Memberikan beberapa pasang cincin yang terlihat indah dan berkilau.

"ini adalah model terbaru kami, tuan! Hanya ada sepasang setiap modelnya! Silahkan dipilih!"

Boy menatap Rachel. "Pilihlah yang kamu suka!"

Rachel maju kedepan, ia melihat-lihat sepasang cincin berlian yang dilapisi permata asli.

Seharusnya momen seperti ini dilakukan bersama orang yang dicintai, Rachel sungguh menyesali takdirnya.

"Aku pilih ini!" Ucap Rachel memilih sepasang cincin yang tidak terlalu berkilau.

"Kau yakin?" Tanya Boy memastikan. Padahal ada beberapa pasang cincin yang lebih menarik, lebih mahal dan lebih berkilau. Tapi pilihan Rachel justru tertuju pada cincin itu.

"Kenapa memangnya? Kalau kamu nggak suka, mengapa menyuruhku memilih?" Sahut Rachel.

"Bukan begitu maksudku! Pilihanmu sangat tepat!" Boy tidak ingin membuat masalah.

Pria itu ingin memulai hubungan dengan Rachel. Ia harus berusaha bersikap baik dan sabar, karena Rachel bukanlah wanita yang sama dengan para gadis yang sering ia kencani dan tarik keranjang.

"bungkus ini!" Boy memberikan kartu pada seorang karyawan toko.

"Baik tuan!"

"Bagaimana kalau kita memilih gaunnya di Mutyara boutique?" Tawar Boy. "Aku mendengar, guannya didesain oleh seorang Desainner ternama dan istri dari pengusaha nomer satu difinshdom!"

Rachel tentu saja tau itu Boutique siapa. "Terserah anda!" Gadis itu lalu mundur dan duduk disebuah kursi.

.....

Rachel dan Boy sampai dipelataran Boutique milik Violet. Mereka turun lalu masuk. Disambut oleh seorang Maneger Boutique kepercayaan Violet.

"Selamat sore, Nona Rachel!" Sapa Farra.

Rachel tersenyum tipis, ia sedang tidak mood karena Boy.

"Kamu pernah kesini?" Tanya Boy.

"Ya!" Jawab Rachel dengan singkat.

"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Farra.

"Saya butuh gaun sepasang untuk tunangan!" Kata Boy.

Farra langsung mempersilahkan pengunjung baru Boutique masuk, lalu menggiringnya menuju deretan gaun-gaun yang cocok untuk acara pertunangan.

Farra mengambil dua gaun yang indah, hasil karya Violet langsung dan belum lama dibuat.

"Bagaimana dengan gaun ini? Apa ada yang cocok?" Tanya Farra.

"Bagaimana?" Tanya Boy.

Rachel sebenarnya enggan dan malas untuk menjawab. Ia terpaksa, akhirnya mencoba satu gaun dan langsung memilih itu saja tidak yang lainnya.

"Yang ini saja!"

"Pilihan yang bagus! Gaun itu terlihat tambah cantik saat kamu yang memakainya!" Puji Boy seraya tersenyum.

Rachel hanya mendengus, lalu mengganti kembali pakaiannya dikamar pas. Tak lama, Rachel keluar. Ia membawa gaun untuk dan menyerahkannya pada Farra.

"Bungkus gaun itu, dan satu jasnya!"

"Baik tuan!" Jawab Farra kemudian menyiapkan pesanan Boy.

Rachel melihat-lihat Boutique, ia fikir Violet ada diBoutique, ternyata tidak. Rachel masih mengkhawatirkan kondisi Violet tadi yang jatuh, bagaimana dengan kandungannya.

"Semoga saja Violet baik-baik saja!" Gumam Rachel dalam hati.

.....

Kiev tidak bisa tenang sebelum ia membawa Violet kerumah sakit, memastikan kondisinya baik-baik saja. Meskipun Violet sudah mengatakan dirinya baik-baik saja dan tidak merasa sakit diperut.

"Kondisi Nyonya Violet baik-baik saja! Bayinya sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan!" Ucap Dokter.

Kiev bernafas lega setelah mendengar penjelasan dokter Obgyn yang menangani kehamilan Violet dari saat hamil Twins.

"Terimakasih dok!" Sahut Violet.

Kiev membantu Violet bangun dan turun dari ranjang dengan hati-hati. Kiev juga memeluk pinggang Violet menuntunnya keluar ruang pemeriksaan.

"Sekarang sudah puas kan?" Tanya Violet.

"Aku hanya ingin memastikan sayang. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu dan calon kita!" Sahut Kiev.

Violet menganggukkan kepala. Meskipun Kiev berlebihan, tapi ia tahu semua yang dilakukan karena Kiev mencintainya dan calon anaknya.

Sampai didalam mobil, Violet baru bisa bersama dua anaknya yang dijaga Leon dan Baby sitter. Karena kehamilan Violet semakin besar, dan Violet juga masih aktif diBoutique, Kiev akhirnya memutuskan untuk mengambil Baby sitter, meski awalnya Violet menolak. Namun pada akhirnya ia tidak bisa membantah keputusan suaminya.

Violet masih keingat Rachel, bagaimana dengan gadis itu.

"Kiev, aku sungguh khawatir pada Rachel! Dia dipaksa menikah dengan pria yang tidak ia cintai!" Ucap Violet dengan wajah murung.

Kiev membenarkan posisi duduk dua anaknya dipangkuannya. Barulah menjawab ucapan Violet.

"Jangan mengkhawatirkan Rachel! Dia pasti bisa mengatasi masalahnya sendiri! Rachel bukanlah anak kecil, sayang."

"Tapi, Aku tau paman Vikko. Dia pasti akan tetap pada keputusannya!"

Kiev tidak bisa lagi menjawab. Ia bingung harus menanggapi seperti apa, karena ia hanyalah orang luar yang tidak tau apapun keluarga Victoria.

Hari pertunangan Rachel akhirnya tiba. Diadakan dirumah keluarga Victoria.

Violet dan Kiev juga diundang, karena Vikko dan Sarah telah menganggap Violet sebagai putri mereka sendiri.

"Terimakasih nak, sudah datang! Paman minta maaf atas kejadian kemarin!" Ucap Vikko.

Violet tersenyum dan menganggukkan kepala. "Tidak apa-apa, paman! Bolehkah aku bertemu Rachel?" Tanya Violet.

"Ayo sayang. Bibi antar!" Sahut Saras, sembari menggendong Rayya yang nampak anteng. Sementara Radja ada pada Kiev. "Anakmu menggemaskan sekali... Bibi jadi tidak sabar menimang cucu dari Rachel!"

Violet tersenyum menanggapinya. Mereka sampai didepan kamar Rachel. Violet membantu membuka pintu.

Namun saat mereka masuk, tidak ada sosok Rachel. Violet fikir gadis itu ada dikamar mandi, namun ternyata kamar mandi kosong.

"Rachel?" Panggil Saras yang mulai khawatir.

Violet berjalan menuju pintu balkon yang terbuka, lalu dibagian tralis tepi balkon, ada tali yang menjuntai kebawah.

"Bibi, sepertinya Rachel kabur!" Violet juga mulai panik.

1
SLina
orang tua gila. demi harta, anaknya dijual
imoe nawar
👍
Bunda Cica
Luar biasa
Hindun Puji
👍
Azlina85
Thank you.. Ceritanya simple...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ga terasa sudah tamat saja.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: aamiin.🤲🙂
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kiyara egois padal kamu dan Boy yg salah tp Raline yg kamu benci harusnya salahkan dirimu sendiri yg ga punya harga diri brhubunan badan sebelum menikah tp ga tobat jg udhbsering melakukan kesalahan.. sok²an suci trauma.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tuh kan talinya masih saja nyambung lg ternyata oh ternyata Raline anaknya mantal ulat bulu tr ujung²nya si ulat bulu malah susah move on buat lepasin Leon lg dgn manfaatin anaknya lg.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
semoga Violet dan bayinya baik² saja trs Kiev kenapa kamu harus berlama² telpon tanpa mikir keselamatan istrimu yg lg hamil dan lg di luar rumah tanpa pengawasanmu sih harusnya jgnbtrlalu mengandalkan orang lain biarpun ada Rachel krn keselamatan Violet itu utamanya tugasmu jdnya celaka kan... jd esmosi aku bacanya thor, masih sempet²nya waktu di luar kantor malah msh sibuk urusan bisnis.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
owh ternyata saling berkaitan di lingkarang mereka.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sabar Ion, masih awal itu ujian dr Rachel.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
telat Ion, telat.. cb kalau dr dulu kamu bersikap tegas kayak gitu mungkin beda ceritanya sampe Rachel ga akan pergi krn sikap plin plan kamu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
telat kamu Leon Rachel sudah terlanjur kecewa n peri jd siap² saja untuk mendapat maaf dr iatrimu yg sudah kamu sakiti berkali².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bagus Rachel kamu harus lbh tegas sama Leon dari pada trs sakit hati tak berujung lbh baik pergi n bercerai krn bersatupun Leon plin plan.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sepertinya calon anak Leon membenci ayahnya...mudah²an saja mual n pusingnya pundahin tuh sekalian sama Leon biar tau rasa trs Rachel mending jgn bilang sapa² kalaupun kamu lg hamil mending lgsg pergi saja dr situ biar suamimu sadar
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
god tuan Vikko syukurlah maaih bs bijak n peka sama anak..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh Leon sok²an dingin tapi nol dlm ngambil sikap masalah wanita mana yg tulus dan modus.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Rachel se engga_nya sopan lah sama Leon walau bagai manapun diabsuami mu bahkan sudah banyak berkorban buat keluarga mu jangan seperti kacang lupa kulitnya biarpun kamu ga suka tp hormati lah dia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ny. wisley sok bermartabat ngerendahin orang lain padahal anaknya sendiri lebih menjijikan dr Rachel.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeeuuhhh bener² orang tua egois egois ga ketulungan, lebih milihbcasanova dari pada Leon walaupun cm bawahan tp aman ga celap celup...🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!