Kebangkrutan orang tua nya membuat julia harus bekerja keras untuk membantu perekonomian keluarga. Tidak sampai disitu saja, julia juga harus berjuang untuk mendapatkan beasiswa di sekolah nya. Saat itulah julia bertemu dengan raskal, salah satu siswa terfavorite di sekolah baru nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
Julia melambaikan tanganya ketika rendy berlalu dengan motor metik nya. Julia terus menatap sang ayah yang terus menjauhi nya. Tidak tega sebenar nya melihat sang ayah begitu keras membanting tulang demi dirinya. Tapi julia tidak mampu berbuat apa apa. Dirinya hanya anak SMA yang bahkan masih duduk di kelas 11.
"Lagi liatin siapa sih?"
Julia menoleh mendengar suara yang tidak asing baginya. Di dapatinya raskal yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping nya.
"Bukan siapa siapa"
Raskal menganggukan kepalanya.
Cowok itu menatap julia dan tersenyum manis.
"Masuk yuk?" Ajak raskal.
Julia menganggukan kepalanya. Keduanya melangkah beriringan memasuki gerbang sekolah. Sesekali raskal mencandai julia yang hanya akan di respon dengan senyuman oleh gadis itu.
Ini hari ke dua gue masuk sekolah.
Tidak ada yang istimewa sebenar nya. Semuanya berjalan seadanya.
Meskipun terkadang masih ada yang diam diam menatap gue dengan pandangan sinis. Tapi gue nggak perduli seperti kata tiara.
Ngomong ngomong tentang tiara gue jadi nggak sabar pengin cepet ketemu sama teman sebangku baru gue.
"Gue denger lo pindahan dari sekolah kartini?"
Pertanyaan raskal membuat julia menoleh. Gadis itu tersenyum kemudian mengangguk mengiyakan.
"Padahal banyak banget yang pengen bisa sekolah disitu. Tapi lo malah pindah"
"Emm.. Gue duluan yah" Kata julia memotong ucapa raskal.
"oh okay" Jawab raskal tersenyum.
Julia segera berlalu dari hadapan raskal. Gadis itu memang sengaja menghindar dari raskal. Sebenar nya bukan raskal yang membyat nya menghindar. Tapi obrolan cowok itu yang membuat julia tidak ingin berlama lama dengan nya.
Julia hanya tidak ingin membawa orang lain masuk dalam lingkaran hidup nya yang kini terasa sulit dia jalani.
Julia tidak ingin menyusahkan orang lain.
Tanpa julia tau raskal terus menatap punggung nya yang menjauh. Cowok berambut coklat itu tau julia sedang berusaha menghindarinya. Entah apa yang membuat julia menghindar. Raskal di buat penasaran oleh nya.
Bel istirahat menggema di seluruh sudut sekolah. Semua siswa siswi di sekolah itu berbondong bondong keluar dari kelas untuk mengisi perut nya. Begitu juga dengan julia dan tiara.
Kedua gadis itu melangkah beriringan di koridor menuju kantin.
"Gue liat tadi pagi lo bareng raskal" Kata tiara menatap julia sekilas.
"Oh iya, nggak sengaja ketemu di depan gerbang. Jadi bareng aja" Jawab julia.
"Jarang jarang loh si raskal ramah sama cewek"
"oh ya?"
"He'em. Nih yah gue kasih tau lo. Raskal itu pemegang peringkat pertama setiap semester di angkatan kita, Banyak loh yang ngidolain dia"
"Lo juga?"
Pertanyaan skartis julia membuat tiara tertawa pelan. Dengan malu malu tiara menganggukan kepala membuat julia menggelengkan kepala.
"Pantes semangat banget ceritanya" Kata julia.
"Eh tapi gue tuh cuma sekedar kagum doang kok, Nggak lebih" Ujar tiara lagi.
"Suka juga boleh kali" balas julia tertawa.
"Yeee dia nggak percaya"
Julia hanya tertawa menanggapinya.
Dalam hati julia sangat bersyukur dapat mengenal tiara. Tiara begitu baik dan ramah. Tiara juga sangat nyambung dan asik di ajak ngobrol.
Sesampai nya di kantin julia dan tiara segera mencari tempat duduk yang nyaman untuk menyantap makanan mereka.
Meskipun baru 2 hari ini mereka saling mengenal namun sepertinya mereka sudah sangat akrab.
"Boleh gabung?"
Suara raskal membuat julia dan tiara menoleh. Kedua gadis itu saling menatap sebelum mengedarkan pandanganya keseluruh penjuru kantin.
"Masih banyak kursi kosong loh kal" Kata tiara.
Raskal terkekeh mendengar nya. Malu sebenar nya karna dia tidak tau harus beralasan apa sekarang.
"Gue pengen disini" Raskal tertawa garing.
Julia yang sedari tadi hanya diam pun mengedarkan pandanganya. Gadis itu merasa aneh dengan pandangan beberapa siswi yang terlihat tidak suka.
Tetapi julia merasa tidak perlu memperdulikan tatapan mereka. Yang terpenting baginya dia tidak mengganggu atau mengusik siapapun.
"Ya udah boleh" Tiara memperbolehkan raskal bergabung dengan nya dan julia.
Raskal tersenyum senang dan segera duduk di samping tiara. Tepat nya di depan julia yang terus diam.
Sesekali cowok itu terlihat mencuri pandang pada julia yang tentu saja di ketahui oleh tiara yang duduk di samping nya.
"Jul. Gue rasa kayak nya si raskal suka deh sama lo" Tiara berucap dengan langkah pelan di samping julia.
"Suka sama gue?" Tanya julia merasa aneh dengan apa yang di katakan teman sebangkunya.
"Iyah, Dari kemaren dia tuh cari alasan mulu buat gabung sama kita"
"Gimana kalo ternyata dia sukanya sama lo?"
"Ya nggak mungkinlah jul"
"Kenapa begitu?"
"Ya soalnya dari kelas 10 nggak pernah tuh sekalipun raskal nyapa gue. Paling senyum doang. Tapi dari kemaren lo ada dia tuh kaya nyari nyari alasan gitu buat deket sama lo" Asumsi tiara.
"Lo ada ada aja deh ra" Tawa julia merasa lucu.
Langkah julia terhenti membuat tiara yang berada di samping nya juga ikut menghentikan langkah nya.
Julia mengeryit melihat kerumunan siswa siswi yang memenuhi papan pengumuman.
"Sorry. Disitu ada apa yah?" Tanya tiara menghentikan seorang siswa yang melewatinya.
"Oh itu. Ada pengumuman tentang beasiswa" Jawab siswa itu.
"Oh gituh." Angguk tiara mengerti.
Siswa itu kembali melanjutkan langkah nya yang sempat terhenti.
"Loh julia !!"
Tiara sedikit berteriak melihat julia yang berlari menuju kerumunan siswa siswi tersebut. Entah apa yang membuat julia berlari tiara pun tidak tau.
Beasiswa !!
Oh tuhan.. Mungkinkah ini jawaban atas do'a hamba.
Gue nggak tuli.
Gue denger teriakan tiara.
Tapi gue nggak perduli.
Gue bener bener penasaran dengan pengumuman tentang beasiswa seperti yang di katakan cowok berambut kriting tadi.
Gue sangat berharap gue bisa menjadi salah satu penerima beasiswa itu.
Karna dengan begitu gue bisa sedikit meringankan beban ayah.
next..
Putri medis
tetap semangat.. sehat selalu..💪😍
jgn sampe gantung ceritanya yaa thor.., selalu ditunggu.. 😘
maaf yah