NovelToon NovelToon
The Forgotten

The Forgotten

Status: tamat
Genre:Horor / Action / Thriller / TKP / Iblis / Balas Dendam / Misteri / Tamat
Popularitas:73.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Sebelum membaca cerita ini Baca dulu room 14

*

Ternyata cerita itu belum usai disana, dia masih ada, dia belum benar-benar musnah, dia masih merajalela. Dia masih mencari, terus mencari, hingga kekuatan itu kembali ada. Sekali lagi tempat yang menyimpan rahasia kelam itu belum sepenuhnya hilang, masih banyak rahasia disana yang belum terungkap.

Menyelidiki lebih dalam konspirasi apa yang ada dibalik rahasia gelap lab buana membuat Diana tersesat semakin jauh. Apa yang selama ini ia ketahui hanya potongan kecil dari sebuah rahasia yang lebih besar. Apa yang terjadi dan disembunyikan di buana membuatnya lebih menyadari betapa menakutkan makhluk yang bernama manusia.

Diana berusaha melakukan penelitian tentang Oublierserum demi menciptakan serum lain yang dapat menetralisir Oublierserum. Diam-diam dia juga mengumpulkan bukti untuk menjebloskan wali kota kedalam jeruji besi.

.

ikuti juga ig aku ya : aca_0325

selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Dibalik sebuah batang pohon yang tidak begitu jauh dari asrama buana madam susan berdiri bersandar, diantara jari telunjuk dan jari tengahnya terselip sebatang rokok. Sesekali ia menyesap rokok yang sudah tinggal setengah batang, kemudian menghembuskan asap membentuk beberapa bulatan kecil. Matanya menatap penuh minat pada Adnan dan Diana yang sedang berusaha memasukkan pak Eddie kedalam mobil. Tadi, madam susan hanya berpura-pura pergi, mobil yang dikendarai sudah dibawa pergi oleh supir pribadinya. Sementara madam susan bersembunyi disana, melihat apa yang sebenarnya Adnan lakukan di asrama buana.

Setelah mobil Adnan melaju pergi, madam susan mengeluarkan ponselnya kemudian menelpon seseorang.

"Hallo... " Sapanya setelah telepon tersambung,

".... "

"Yaa, aku tidak salah menduga. Pantas saja wajah pria itu terlihat familiar ternyata dia teman Diana. Aku juga melihat gadis itu disini, mereka membawa Eddie pergi. "

"... "

"Aku sudah mengabari sejak satu jam lalu, kalian sudah berada di dekat asrama kan? Cegat mereka ditengah jalan. Bagaimanapun caranya kamu harus mendapatkan Eddie, bawa pergi dan sembunyikan dia. ingat dia harus tetap hidup. "

tut...

Setelah mengatakan itu madam susan mematikan sambungan. Ia berjalan anggun masuk kedalam asrama buana.

Sementara Diana dan Adnan tidak tahu sama sekali kalau mereka sudah ditargetkan. Keduanya mengobrol santai,

" Dia kenapa bisa seperti itu? maksudku, kenapa dia bisa koma? apa yang terjadi sama dia? "Tanya Adnan melihat pak Eddie melalui kaca mobil.

"Setahuku pak Eddie diculik dan disekap di mansion bersama sarah. Tapi, aku tidak tahu apa yang menyebabkan pak Eddie sampai koma, " jawab Diana. dahinya berlipat saat melihat sebuah mobil van hitam menghadang mobil mereka.

"Apa yang mereka lakukan?! " Kaget Diana,

Mobil van itu menabrak bagian depan mobil Adnan sehingga membuat mobilnya agak oleng. Tak berhenti disana mobil itu secara terus menerus menabrak, kaca bagian depan mulai retak di beberapa bagian.

Melihat hal itu jelas Adnan marah, ia segera keluar untuk memberi beberapa peringatan pada pemilik mobil van itu.

"Hei... apa yang kal... " Belum selesai Adnan berbicara lima orang berbadan besar keluar dari mobil. Oh, tidak! darimana para bodyguard ini datang? Adnan mencoba mengingat apa dia pernah menyinggung seorang bos besar, tapi, seingatnya tidak pernah. lantas kenapa orang-orang ini datang dengan sikap permusuhan.

Dua orang bodyguard tersebut menahan Adnan, membuatnya tak bisa bergerak sama sekali.

"Na, Kunci mobil! jangan keluar!," Teriak Adnan pada Diana, ia mulai merasakan adanya bahaya.

Diana meraba dasbor mobil, mencari benda yang bisa ia jadikan senjata. Sial, sekali, hanya ada beberapa bungkus permen dan rokok disana. melawan lima orang terlatih hanya dengan tangan kosong tidak mungkin, diana harus memikirkan cara untuk menolong Adnan. Ia sudah bisa menebak kenapa orang-orang itu menghalangi mereka, pasti madam susan tidak benar-benar pergi. Dia yang memerintahkan mereka untuk menghentikan Diana membawa Pak Eddie.

Tiga orang mencoba membuka pintu mobil, karena tidak bisa mereka mulai memecahkan kaca mobil.

" Apa aku tabrak saja mereka? "Gumam Diana,

"Eh, tapi, bagaimana kalau mereka mencelakai Adnan? " Diana bimbang, jika saja Adnan tidak disana bersama kawanan mereka tentu Diana tidak akan berpikir dua kali untuk menabrak tiga orang yang sudah hampir selesai menghancurkan kaca mobil.

Kaca mobil berhasil mereka pecahkan sepenuhnya, dua orang memaksa Diana untuk turun sementara orang yang bertubuh tinggi dan paling besar memindahkan pak Eddie ke dalam mobil van.

Setelah itu mereka mengikat kedua tangan Diana dan Adnan dan memasukkan mereka kedalam mobil Adnan yang sudah penyok. Mereka juga melajukan mobil itu tanpa ada yang mengemudi, sepertinya mereka berniat membunuh keduanya dengan membuat seolah-olah terjadi kecelakaan. Salah satu dari mereka juga merusak rem mobil, Setelah mobil Adnan melaju, mereka juga pergi membawa pak Eddie.

"Na, hadap sini! Biar aku buka talinya, " Kata Adnan. Untung saja masih jalan lurus jadi mobil ini belum menabrak apapun.

"Gak perlu, ikatannya udah hampir terlepas, " ucap Diana masih terus berusaha membuka tali yang hampir terlepas. Dulu ia pernah belajar cara membuka ikatan tali pada kedua tangan, jadi Diana tidak terlalu kesulitan melepasnya.

Berhasil.

Diana kemudian membantu Adnan untuk melepaskan ikatannya.

Adnan segera berpindah ke depan dan mengambil alih kemudi mobil.

"Sial. mereka merusak remnya, " rutuk Adnan. Sepertinya mereka memang ingin membunuhnya dan Diana.

"Apa yang harus kita lakukan? " Panik Diana.

"Aku akan menghubungi Dylan dan Abi. Sebentar, " Kata Adnan seraya menelpon Dylan terlebih dahulu.

"Hallo.... " Sapa Dylan di seberang sana.

"Rem mobil ku blong, aku akan kirim lokasinya. Kamu harus datang kesini untuk menolong kami, "

"Hei, apa itu caramu meminta tolong? "

"Aku sedang serius lan, " Bisa-bisanya Dylan masih mengajaknya bercanda di saat genting seperti sekarang. Memang salahnya juga karena terlalu sering bercanda dengan mereka dan sekarang disaat seperti sekarang akan kesulitan membuat Dylan percaya.

"NAN, AWAS!!! " Teriak Diana.

Tepat didepan sana ada batang pohon yang diletakkan melintang ditengah jalan, laju mobil tidak melambat sama sekali. Saat mobil menabrak batang pohon yang berukuran besar itu menimbulkan suara cukup keras. Mobil terbalik dan tangki mobil mengeluarkan minyak.

Gawat. mobil ini akan meledak.

Adnan sudah lebih dulu pingsan dengan luka dikepala, darah mengalir membasahi separuh wajahnya. Sementara Diana masih tersadar, kepalanya juga terluka tetapi tidak separah Adnan karena cowok itu masih sempat melindungi kepala Diana.

Diana merangkak keluar dan berusaha menarik Adnan keluar. Ia menahan sakit disekujur tubuhnya dan tetap menjaga kesadaran. ia belum boleh pingsan sebelum Adnan keluar dari sana.

Duaarrrrrr.....

Tepat saat Diana berhasil menarik tubuh Adnan sepenuhnya, mobil terbakar. Seiring dengan api yang bertambah besar, hujan turun dengan sangat deras, membasahi bumi serta luka Diana dan Adnan.

***

1
Libra ♎
aaa kok tamat sih 😭😭... syuka ceritanya. knp gak bikin part 2
Libra ♎: Robert kmn
total 1 replies
Reksa Nanta
lalu mayat Ibunya Sarah ada di mana ? atau sudah berhasil dihidupkan kembali ?
Reksa Nanta
bukankah Sarah bergabung dengan lab Buana atas saran ayah Elise ? dan juga Sarah dibiarkan membuat gubug di tengah hutan karena dia berpura pura menjadi anggota La Reine ?
Reksa Nanta
darimana Safira mendapatkan alat itu ?
Reksa Nanta
jasad ibunya masih utuh ? disimpan atau atau bagaimana ?
Reksa Nanta
mayatnya tergantung di langit2 koridor lantai empat, bukan lantai tiga.
Reksa Nanta
dan apakah Diana tidak mendengar teriakan Alea sama sekali ?
Reksa Nanta
kalau ada renovasi, kemungkinan mayat2 korban kebakaran sudah dibersihkan.

lagipula walau hanya memperbaiki kaca, apa iya proyek renovasinya tidak diketahui siapapun padahal gedung ini letaknya di tengah kota ?
Reksa Nanta
satu yang pasti. ada orang besar dibalik semua ini. renovasi dan segala keperluan di gedung pasti butuh dana yang sangat banyak.
Reksa Nanta
bukan bagi kita, tapi bagi manusia. berarti benar kalau Diana sekarang bukanlah manusia lagi.
Reksa Nanta
Robert pingsan bersamaan dengan pingsannya Diana. jadi kemungkinan besar kondisi Diana sama dengan Robert. Mutan ?
Reksa Nanta
linggisnya bisa digunakan untuk membuka pintu utama. atau untuk senjata melawan orang berjubah hitam.
Reksa Nanta
mungkin dia adalah mutan. apakah ada hubungannya dengan projek Age V ?
Reksa Nanta
apakah obat obatannya masih layak ?
Reksa Nanta
Sarah menoleh pada Sarah ? 🤔
Reksa Nanta
senternya kan terjatuh di dekat tangga lantai satu dan Sarah menggunakan senter dari ponsel sebagai penerangan saat berada di celah tembok.
Reksa Nanta
di novel Room 14 diceritakan bahwa Sarah adalah wanita yang usianya hampir menginjak kepala empat. kenapa di sini usianya baru 30 tahun ?
Reksa Nanta
apakah laboratorium penelitian ilegal lainnya ? siapa yang mengelola dan mendanainya ?
Reksa Nanta
apakah pintu utamanya juga terbuka. sepertinya ada sebuah sistem yang mengendalikan buka tutup pintu secara otomatis, jadi percuma saja mencari kunci.
Reksa Nanta
sepertinya author sengaja membuat alurnya berbelit belit khas sinetron. 😅😅

padahal dari awal mereka mendapatkan email misterius, Dylan bisa melacaknya lalu melapor ke polisi. apalagi Sarah dekat dengan Jendral Besar dan walikota yang baru.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!