NovelToon NovelToon
Suami Yang Ku Benci

Suami Yang Ku Benci

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Kaya Raya
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Arkya

Arumi sangat kesal dengan kedua orangtuanya. Di umurnya yang belum genap 23 tahun sudah di nikahkan dengan laki-laki yang tidak dia sukai. Meski laki-laki yang menjadi suaminya itu sudah ia kenal. Tapi tetap saja ia membenci Akbar. Bahkan di belakang Akbar, Arumi menjalin kasih dengan laki-laki lain yaitu salah satu cowok terpopuler di kampusnya.
Apakah Akbar akan mengetahui kelakuan Arumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalu terhalang

Arumi masuk ke kamar Bu Ajeng sambil menggerutu. Bisa-bisanya Akbar mencium bibirnya. Ia tidak rela, sangat tidak rela. Akbar mendapatkannya first kissnya.

"Kenapa, Nak?" Tanya Bu Ajeng. Rupanya wanita paruh baya itu belum tidur.

"Mama kenapa belum tidur?" Arumi malah balik bertanya.

"Mama nungguin kamu."

"Maaf ya Ma, lama. Tadi nata pakaian dulu."

"Harusnya kamu minta tolong Bi Inah jika kerepotan."

"Cuma sedikit kok Ma." Jawab Arumi lalu duduk di samping Bu Ajeng memijit kedua kaki ibu mertuanya itu.

"Eh, Nak. Jangan, nggak usah." Cegah Bu Ajeng.

"Nggak papa Ma." Arumi tersenyum dan meneruskan memijitnya.

Bu Ajeng juga mengulas senyum. Tidak salah suaminya memilih Arumi sebagai istri Akbar. Anaknya sayang orangtua meski dengan Akbar sendiri belum bisa.

"Mama kapan terapi lagi?" Tanya Arumi.

"Lusa kata dokternya. Kenapa, apa kamu mau anterin Mama?"

"Pengennya gitu, tapi jadwal kuliah padat banget."

"Semester depan, kamu tinggal skripsi kan?" Tanya Bu Ajeng.

"Iya, Mama kok tahu?"

"Mama kamu yang cerita. Jika lulus nanti, kamu mau kerja di mana?"

"Belum tahu, Ma." Geleng Arumi. Ia masih bingung mau daftar di perusahaan mana setelah lulus nanti.

"Kenapa nggak di perusahaan Akbar saja. Nanti biar kamu dimasukkan Akbar sesuai bidang kamu. Daripada kamu ngelamar di perusahaan lain yang belum tentu di terima."

Arumi tersenyum sambil menggeleng pelan. "Enakkan cari sendiri, Ma. Pake usaha sendiri." Jelasnya.

Minta tolong sama orang dalam dalam mencari pekerjaan bukanlah sifat Arumi. Jika ia bisa sendiri, kenapa harus repot-repot mengandalkan pertolongan orang lain. Lagi pula rezeki seseorang juga sudah ada yang ngatur.

Sambil bersandar di balik pintu, Akbar mendengarkan obrolan dua wanitanya. "Keras kepala, dikasih enak malah nggak mau." Gumamnya pelan.

***

Akbar meregangkan otot-otot tubuhnya. Terlalu lama di ruang kerja, sampai tidak menyadari jika waktu semakin beranjak malam. Akbar bangkit dari kursinya dan mematikan lampu utama.

Sebelum masuk ke kamarnya, Akbar turun ke lantai bawah. Mengecek Arumi, sudah tidur atau belum. Dibukanya pelan pintu kamar Mamanya agar tidak menimbulkan suara. Cahaya dari kamar itu remang-remang. Arumi dan Bu Ajeng sudah tertidur pulas. Akbar berdiri di sebelah Arumi, memandangi wajah damai istrinya.

Akbar tersenyum tipis mengingat kejadian beberapa saat lalu di dalam ruang pakaian. Di mana ia mencium bibir Arumi. Dan yang paling membahagiakan hatinya adalah, ia orang pertama yang mendapatkannya.

Seperti biasa, Akbar akan menyempatkan sebuah kecupan di kening Arumi saat istrinya itu tertidur. Hanya itu yang bisa Akbar lakukan, karena jika Arumi dalam keadaan sadar. Sudah pasti dirinya akan mendapat bogeman mentah.

"Selamat malam. Mimpi indah." Bisiknya sambil mengelus kepala Arumi lalu berjalan keluar.

Diam-diam Bu Ajeng tersenyum, wanita paruh baya itu melihat apa yang barusan Akbar lakukan. Romantis sekali putranya itu.

Akbar menghempas kasar tubuhnya di atas ranjang. Sudah dua malam dirinya bergelar suami tapi belum merasakan malam pertama juga. Padahal ingin sekali ia mereguk surga dunia itu bersama Arumi tapi ada saja kendalanya.

Di usianya yang hampir tiga puluh tahun. Ingin sekali Akbar memberi Bu Ajeng cucu. Agar Mamanya itu tidak kesepian setiap kali ia tinggal kerja. Tapi apakah Arumi akan bersedia jika ia ajak malam pertama?

Mengingat sikap Arumi saja Akbar harus mengelus dada. Apalagi jika mengetahui kalau dirinya menginginkan anak.

.

Guys.. jangan lupa dukungannya biar rame🤗

.

.

.

1
Itanasya Tasya
Sudah tamat ke... tergantung jln cerita nya
Arkya: udah🙏🙏
total 1 replies
Anis Rohayati
ko ga up2 ka aku nunggu bgt 😭😭😭
Arkya: crita saya di Watt**d malah lebih seru lho Mams krna genre horor dan romance udah tamat juga dua"nya🤗
total 3 replies
Wela Pky
ngereget
Anis Rohayati
dasar jalang cintya
Anis Rohayati
arumi akbar jadi baper aku 😍😍😍😍😍
Sabiya
Bagus banget
Sabiya
lanjut thor
Sabiya
heh maksudnya..
Sabiya
Tapi lu kan g ngakui Akbar sbg suami.
Sabiya
ngakak
Sabiya
ada ada aja
Sabiya
auto geleng2
Sabiya
Ayo Bu Ajeng tetep beri nasehat ke Arumi
Sabiya
hayo jawab jujur jgn boong lagi
Sabiya
menurut gue lebih nyaman sama Akbar lah
Sabiya
nyesek dah..
Sabiya
hmm..
Sabiya
santai Thor woles,
Sabiya
mau nyosor aja lu Mar,
Sabiya
insting suami emang kuat, peka juga Mas Akbar gue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!