kisah Elma yang terpaksa harus pergi karena suaminya aldio menghamili dan akan menikahi kakak tirinya yang bernama Nani ,dia sangat terluka hingga akhirnya memilih pergi .
namun setelah 12 tahun mereka di pertemukan kembali akan tetapi lagi dan lagi kakak tirinya selalu berusaha memisahkannya . hingga akhirnya Elma memilih mengikhlaskan dan kembali membuka hati untuk pria masa lalu nya sebelum Elma menikah dengan Aldio.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelia Elisnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Jam di kamar Aluna menunjukan pukul 10 malam ,namun anak itu belum juga tidur . Dia sedang membalas chatting dari om yang sudah menyelamatkannya tadi siang , entah mengapa Aldio juga sangat merindukan anak itu .
"Ya Tuhan , kenapa aku rindu sekali dengan bocil itu . Rasanya seperti pernah bertemu sebelumnya,tapi entah dimana ?" Aldio mendesah frustasi,dia tidak bisa tidur , sejak tadi selalu membolak balikan badannya . Dengan kesal dia keluar kamar ,saat menuruni anak tangga terakhir ia melihat sang mamah sedang melamun di sofa ruang televisi.Bergegas Aldio menghampiri sang mamah.
"Mamah belum tidur ?" Mamah Lidia pun berbalik kaget
"Eh , Al . Belum ngantuk aja ,ngapain kamu turun ,pasti laper ya ?" tebak mama Lidia
"Ah enggak kok, mah. Cuman lagi gak bisa tidur aja "
"Kenapa,mikirin Elma ?" sang anak hanya mengangguk saja
"Hmmm mungkin sudah saatnya kamu melupakan Elma ,Al. Elma sudah berkeluarga dan mempunyai anak " mamah Lidia menghela napas lalu meraih kedua tangan anaknya ,dengan lembut mamah Lidia mengusap tangan Aldio.
"Mamah tau kamu sangat mencintai Elma , tapi kamu kamu juga jangan siksa diri kamu sendiri . Memang awalnya berat,Al. Tapi tidak ada salahnya kan untuk mencoba?"
"Iya ,mah . Maafin Al ya belum bisa ngebahagiain mamah "
Mamah Lidia lalu meraih Aldio kepelukannya sambil mengusap lembut punggungnya
"Yang sabar ya, Al . Semua akan indah pada waktunya, mamah doakan semoga kamu bahagia"
"Terimakasih,mah . Al sayang mamah ".
###
Pagi ini Elma akan mengantarkan Aluna dulu ke sekolah ,karena kebetulan satu arah dengan tempat kerjanya Elma jadi sekalian . Menghemat ongkos
"Aku masuk dulu ya,mah "sambil mencium tangan Elma
"Ok sayang, belajar yang rajin ya biar jadi anak yang Sholehah ".
"Aamiin,yaudah dadah mamah "
Aluna melambaikan tangannya lalu masuk ,setelah Aluna masuk Elma pun bergegas masuk mobilnya kembali dan melakukannya menuju tempat kerja .
Saat sampai di lobi , banyak karyawan berlalu lalang mempersiapkan penyambutan direktur utama yang baru itu yang kemarin katanya tidak jadi datang karena ada keperluan.
"Itu rame banget ,May . "
"Hooh , katanya pak bos hari ini jadi Dateng " jawab Maya
"Eh,tahu gak ? Katanya bos baru kita ganteng loh masih lajang lagi "ucap Putri
"Wah seriusan ,duhh semoga aja jadi jodoh gue " timpal Sita
"Lah emang tuh pak bos mau sama loe ?" ledek Maya
"hehe " Sita nyengir" ya siapa tau ajakan ,jodoh gak ada yang tau
Huhuhu Sita di soraki Putri dan Maya ,namun Sita tidak tersinggung malah tersenyum manis.
"Semuanya tolong kumpul di podium pak bos sudah di perjalanan sebentar lagi sampai " Bu Ratna mengingatkan di bagian SDM
Semua menganggukkan kepalanya mengerti,lalu mereka segera berjalan ke podium dan berbaris dengan rapi , Elma berada di ujung dekat Maya .
Tidak lama kemudian rombongan pak bos datang ,lalu turun dari mobil dan mulai melangkah semua karyawan menunduk hormat ,hingga di ujung mata Aldio melihat ada Elma sedang menunduk lalu menghentikan langkahnya.
"Kenapa,pak ?" tanya sang asisten
Namun Aldio malah memperhatikan Elma ,semua orang menatap gelisah takut ada kesalahan.
"Angkat wajah mu " suara bariton Aldio menggelegar di ruangan , Elma dengan takut mengangkat wajahnya karena ia sangat mengenal suara itu .
Elma terkejut bukan main , apakah ini mimpi ? Elma mencubit tangannya kuat namun terasa sakit berarti ini tidak mimpi ,Aldio beneran ada disini . Elma mengira pertemuan kemarin hanya sekilas saja karena tidak mungkin juga Aldio ada di kota kecil ini .
Aldio tersenyum sinis lalu menunjuk Elma
"Kamu, ikut saya ke ruangan saya sekarang " ucap Aldio
"Tapi ,pak "
"Tidak ada bantahan ,saya tunggu " tegas Aldio lalu melanjutkan langkahnya menaiki lift ke lantai 3 dimana ruangannya berada .
"Aduh El , kamu kayanya mau di pecat deh sama pak bos . Sok cantik sih ." ucap Anita julid ,karena memang Anita tidak menyukai Elma dari dulu , mungkin karena kalah saing .
"Kalo ngomong tuh jangan sembarangan dong " bantah Maya " Lo sirik ya sama Elma ?"
"Ih apaan sih pembokat , ngapain gue sirik sama janda gatal . Sorry ya "
"Apa loe bilang "? Marah Maya
"Udah ,May. Gak usah di ladenin ,ayoo"ajak Elma ,karena dia tidak mau ada keributan
Huuuhhh
Sorak Sita ,Putri dan Maya untuk Anita.
###
"Duh kok gue penasaran ya kenapa pak bos nyuruh loe keruangannya ?" ucap Sita
"Iya ,El . Ada apa ya ?"
"Gak tau juga ,ya udah gue ke atas dulu ya . Takutnya entar marah marah lagi " ucap Elma buru buru keluar dari ruangannya kemudian setengah berlari menghampiri lift menuju lantai 3.
Sesampainya disana ,ia mengetuk pintu ruangan pak bos . Tidak lama pintu ruangan terbuka dan Aldio langsung menarik Elma kedalam ruangannya dan menutup kasar pintunya .
membiayai ortu.
sekolah dulu yg pintar
hobynya makan
Krn Melda udah membunuh janin yg TDK berdosa.
ntar kumat lagi
biar tau rasanya