NovelToon NovelToon
Pulang Untuk Membalas Dendam

Pulang Untuk Membalas Dendam

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: nita kinanti

Dira, gadis yang dulu menjadi korban bully dari teman sekolahnya akhirnya berubah menjadi sosok yang kuat dan berkuasa. Selama bertahun-tahun dia tinggal di luar kota. Dia berusaha mengubur dalam-dalam kenangan pahitnya sewaktu menjadi korban bully dan ingin melanjutkan hidupnya dengan tenang karena yakin karma akan bekerja dengan sendirinya.

Tetapi kemudian, Dira mendengar jika ternyata orang-orang yang dulu membullynya sekarang hidup bahagia, Dira merasa tidak terima. Kepulangannya ke kota kelahirannya yang tadinya hanya demi karier berubah menjadi keinginan untuk membalas dendam. Dira bertekad jika karma belum menghampiri mereka maka dia yang akan menghantarkannya.

Akankah Dira berhasil membalas dendamnya atau justru memaafkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Dira Si Dekil

Penjelasan Tia membuat Zaki semakin merasa bersalah. "Oh ... Ini seratus persen salahku," sesal Zaki.

Akhirnya Zaki memutuskan untuk menunggu Dira siuman dan menemaninya makan.

"Aku tidak apa-apa. Jujur aku malu karena aku terlihat seperti perempuan lemah di depanmu," ucap Dira beberapa saat setelah dirinya siuman.

Melihat ketulusan Zaki, Dira bisa menilai jika Zaki adalah orang yang baik. Dira merasa tidak rela jika orang sebaik Zaki mendapatkan pasangan orang yang jahat seperti Selvi. Ngomong-ngomong soal Selvi, Dira jadi ingat jika seharusnya sekarang Zaki menemani Selvi ke butik.

"Bukankah seharusnya kamu menemani kekasihmu ke butik?"

"Astaga .... !!! Aku sampai lupa!!!" Zaki segera meraih handphone dari dalam sakunya. Dia melihat banyak sekali pesan dan panggilan dari Selvi. "Maaf Dira, aku harus pergi sekarang. Kamu nggak apa-apa 'kan?"

"Pergilah, aku tidak apa-apa."

"Sekali lagi aku minta maaf," ucap Zaki kemudian pergi meninggalkan ruangan Dira.

Dira tersenyum melihat kepergian Zaki tetapi di dalam hatinya dia merasa malu. Pingsan bukanlah bagian dari rencananya tetapi justru itu yang akhirnya membuat Zaki terlambat menemui Selvi.

"Tidak dengan pingsan juga kali Dir, apalagi karena kelaparan. Sungguh memalukan!" Dira merutuki dirinya sendiri.

Sementara itu di tempat lain, Selvi sedang merasa kesal karena Zaki tidak bisa dihubungi. Memang sudah kebiasaan jika sedang meeting Zaki menyetel handphone-nya dalam mode silent. Tetapi ini sudah terlalu lama Selvi menunggu dan Zaki belum ada kabar.

Selvi mencoba menghubungi Zaki lagi dan kali ini Zaki mengangkat teleponnya. "Kamu kemana saja? Aku sudah menunggumu dari tadi?!" ucap Selvi gusar.

"Aku baru selesai meeting Sayang, aku dalam perjalanan ke sana. Kamu menunggu di restoran Rieke 'kan?"

"Baiklah, aku tunggu setengah jam lagi. Aku akan sangat marah jika kamu sampai tidak datang!" ancam Selvi.

Selvi terus uring-uringan karena ini pertama kalinya Zaki telat menemuinya. Dia sudah menunggu selama hampir dua jam tetapi Zaki belum datang juga.

"Kenapa Sel?" Rieke menghampiri Selvi yang wajahnya terlihat kusut.

"Tau nih, tidak biasanya dia telat begini," jawab Selvi masih dengan wajah cemberut.

"Sudah deh Sel, ngga usah dimarahi. Ngga usah berpikiran yang aneh-aneh. Kalau dia bilang meeting pasti dia memang meeting. Dia ngga seperti laki-laki lain, bilang meeting ternyata lagi karaoke, harusnya kamu bersyukur."

"Hmm ... Iya juga sih," gumam Selvi.

"Sel, kamu ingat Dira ngga?" Rieke mengalihkan pembicaraan.

"Dira siapa?" Selvi menautkan alisnya.

"Dira, Dira! Indira Oktavia!"

"Apaan sih? Dari kemarin pada ngomongin Indira. Zaki juga cerita kalau rekan bisnisnya sekarang namanya Indira Oktavia. Dira siapa yang kalian maksud?" tanya Selvi penasaran.

"Dira si dekil, anak pembantu di rumah kamu dulu. Kamu ingat ngga?!"

"Astaga ... !!!" Selvi terlihat terkejut tetapi terkekeh setelahnya. "Dira si dekil, bilang dari tadi! Kalau kamu bilang Indira aku mana ngerti," ucap Selvi sambil terus terkekeh. "Aku sampai lupa kalau punya teman seperti dia. Bagaimana dia sekarang? Apa masih dekil seperti dulu? Pakaiannya gimana? Kumal? ketinggalan jaman?"

"Kamu ngga akan percaya kalau aku beritahu kamu. Dia terlihat sangat cantik dan elegan. Pakaiannya mahal dan dari gerak geriknya, seperti sekarang dia bukan orang biasa."

Selvi yang tadinya terkekeh, justru tergelak mendengar cerita Rieke. "Mana ada orang berubah sedrastis itu?! Kamu salah orang kali?! Coba kamu pikir, dari mana si dekil itu punya uang untuk mengubah penampilannya?! Mau melacur ngga bakalan laku dia, mau jadi simpanan juga mana ada bos-bos yang mau sama modelan kaya begitu."

"Bukankah selama ini dia kuliah di luar kota? Siapa tahu dia sukses di sana?"

"Aku sih lebih percaya kalau dia pergi ke luar kota untuk menjadi pembantu di sana, sama seperti ibunya!" cibir Selvi.

"Kamu memang susah diberitahu. Bukankah Zaki juga bilang kalau partner bisnisnya sekarang bernama Indira? Siapa tahu Dira si dekil sekarang menjadi orang sukses dan memiliki perusahaan?"

Selvi semakin tergelak mendengar kata-kata Rieke. "Tidak mungkin. Hentikan Rieke! Kamu membuatku sakit perut karena terus tertawa. Banyak nama yang sama di dunia ini, tetapi tidak lantas membuat nasib mereka sama. Rekan bisnis Zaki memang bernama Indira, tetapi bukan berarti dia si dekil itu."

"Dasar keras kepala! Yang penting aku sudah memberi tahu kamu. Sebaiknya kamu bersiap karena siapa tahu dia ingin membalas apa yang kita lakukan kepadanya dulu."

"Membalas dengan apa? Dia tidak punya apa-apa." Selvi kembali tertawa. Ini sangat lucu menurutnya. "Sudahlah, aku lelah tertawa dari tadi. Pokoknya aku tidak akan percaya si dekil itu telah berubah sampai aku melihatnya sendiri."

"Semoga kamu tidak terkena serangan jantung ketika melihatnya nanti!" ucap Rieke kesal karena Selvi masih saja kekeh dengan pendiriannya.

"Kita bicarakan hal lain saja. Pesta pertunanganku misalnya."

Beberapa saat kemudian Zaki tiba di restoran Rieke. "Halo Sayang," sapa Zaki mendaratkan kecupan di pipi Selvi. "Syukurlah kamu tidak marah." Zaki melihat wajah Selvi terlihat bahagia jadi dia tahu jika Selvi tidak marah kepadanya.

"Ya, Rieke menghiburku dengan cerita lucu tadi. Kamu harus berterima kasih padanya karena berkat dia aku jadi lupa kalau aku sedang marah."

"Benarkah?" Lalu Zaki menoleh ke arah Rieke. "Terimakasih Rieke. Kamu memang teman terbaik. Memangnya apa yang kamu ceritakan tadi? Kenapa calon istriku ini sampai terlihat ceria seperti itu padahal aku sudah membuatnya marah?"

Rieke melirik Selvi sekilas dan Selvi memberi kode dengan matanya agar Rieke tidak menceritakannya pada Zaki.

"Kamu hanya menceritakan teman SMA kami, namanya Dira," jawab Rieke jujur.

"Kebetulan, aku juga baru selesai meeting dengan Dira."

"Benarkah?!" Selvi dan Rieke melotot bersamaan.

"Apa Dira yang kita bicarakan ini adalah orang yang sama?" tanya Rieke.

Zaki mengedikkan bahunya. "Entahlah, dia bilang dia tidak ingat ada teman SMA nya yang bernama Indira," melirik Selvi yang berdiri di sampingnya.

"Sayang, kita berangkat sekarang. Kamu tunggulah di mobil. Aku ingin membenarkan riasanku dulu di toilet," usir Selvi sebelum Zaki dan Rieke berbicara lebih lanjut.

"Baiklah, aku akan menunggu di mobil," ucap Zaki, kemudian keluar meninggalkan restoran.

"Apa-apaan sih kamu Rieke?! Kenapa membicarakan si dekil itu di depan Zaki?!" tanya Selvi begitu Zaki tidak terlihat.

"Kenapa memangnya? Aku 'kan hanya menyebut namanya, bukan menceritakan soal ... "

"Diam!!!" potong Selvi sebelum Rieke sempat menyelesaikan kalimatnya.

1
Isabela Devi
Silvi kamu yang mau tidur sama Alex sekarang salahin Dira, sadar diri dikit ke
Isabela Devi
semoga Zaki ga lulus sama si Selvi itu
Isabela Devi
thor salah sebut itu, bukan Dira tapi alex
Whatea Sala
Ayoo Dira kamu kan direktur,masak kalah sama mokondo uupsh maaf..
Whatea Sala
Dira minta tolong geh sama jeff,sebelum terlalu jauh..alex orang gila klu di turuti terus sulit lepasnya.
berharap bangetlah Dira pintar dan bisa menghancurkan alex.
Whatea Sala
Aneh banget si ibu...gak ada filing gitu,apa yang terjadi selama ini dengan Dira,polos si polos tapi naluri seorang ibu tidak bekerja,menyebalkan...klu marah entar dosa tapi kenapa Dira tidak pernah cerita.
Derma S
bagus
Madun Haikal
Luar biasa
Naomy
dira mau balas dendam tp bodoh tdk py kekuatan cm duit sj
Naomy
seharusny dira kasi tau jeff soal alex yg memperalat dira
Dwi Setyaningrum
trus nasibnya Zaki td gmn tuh ditinggal nikah sama Dira🤔
Siti solikah
kasihan sekali oliv
Siti solikah
karmamu banyak sekali
Siti solikah
lihatlah karmamu sudah datang
Siti solikah
cuih dasar orang tidak tahu diri
Siti solikah
manusia tidak bermoral
Siti solikah
rasain kau selvi
Siti solikah
mampus keluarga kalian
Siti solikah
jalang kok dipelihara
Siti solikah
yang ada di Alex uang ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!