UPDATE SETIAP HARI
kana, mahasiswi jurusan busana semester 5 yang hidup seorang diri di kota besar.
ia kuliah setelah mendapatkan beasiswa karena kepintarannya. namun, walaupun begitu dia juga membutuhkan uang untuk hidup.
hal itu membuatnya harus bekerja setelah pulang kuliah dan beberapa kali mengambil pekerjaan sampingan lain agar kebutuhannya tercukupi.
hal-hal di setiap harinya berlalu seperti biasa. setelah pulang kerja ia juga sempat membaca novel dan kadang membaca komik karena itu satu-satunya hiburan untuknya.
di malam itu, kana mendapat suatu masalah. kana yang selama ini hidup sendiri tiba-tiba didatangi beberapa pihak bank dan mengatakan bahwa kerabat jauhnya mempunyai hutang yang lumayan besar.
mereka datang berkali-kali bahkan ada beberapa rentenir ilegal ikut datang menagih hutang kerabatnya yang bahkan kana tak kenal.
hal itu membuatnya sedikit depresi dan bahkan takut untuk keluar rumah.
hingga beberapa hari berlalu kana mencoba bunuh diri di kamarnya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penimelinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06
Beberapa hari berlalu, pagi-pagi sekali Andrew sibuk mengetuk pintu kamar memanggil roselyn yang masih tidur.
Beberapa pelayan sampai menahan andrew agar tak mengganggu tidur putri duke itu, dulu pernah ada yang tak sengaja membangunkan roselyn.
Malangnya orang itu dicambuk beberapa kali dan akhirnya ditendang keluar dari kediaman regird.
"cepat panggil nona"
Ucap andrew sedikit merengek, terlihat lingkaran matanya yang menghitam karena kurang tidur. Namun wajahnya malah terlihat sangat senang akan sesuatu.
Roselyn yang mendengar keributan diluar kamarnya pun terbangun. Ia memanggil anne.
"ada apa anne?"
Ucapnya sambil membunyikan lonceng.
Anne yang tadinya menahan andrew langsung berlari masuk kedalam kamar.
"nona, andrew--"
"NONA! GAUNNYA SUDAH SIAP!"
Andrew berteriak berhasil masuk dengan paksa.
Roselyn yang mendengar perkataan andrew langsung beranjak dari kasurnya.
"tunjukkan padaku"
andrew mengangguk dan langsung berlari keluar kamar. tidak terlalu lama ia membawa sebuah manekin tubuh perempuan yang ditutupi dengan kain.
Roselyn yang sudah tak sabar kembali tersenyum menyeramkan.
Andrew dan anne yang sudah terbiasa dengan senyum setan itu hanya kaget sedikit.
Tidak seperti sebelumnya, mereka pasti akan bergetar ngeri dan tak berani menatap roselyn.
andrew pun menarik kain yang menutupi gaun itu.
Gaun cantik hasil desain roselyn akhirnya selesai, matanya berbinar menatap gaunnya.
Walaupun agak berbeda dengan desain miliknya karena warna dan juga bentuk yang dijahit oleh andrew, roselyn tetap menyukainya.
Ia berlompat kegirangan melempar jauh-jauh korset yang ada di lemari.
"WAHAHA MULAI SEKARANG BUANG SAJA KORSET TIDAK BERGUNA ITU"
Teriak roselyn lalu memegang tangan andrew.
"hei bocah, aku suka ini. Ayo buat yang banyak untukku"
Ucapnya dengan wajah tersenyum setan.
Andrew yang semangat mengangguk beberapa kali karena merasa seru saat menjahit pakaian menggunakan mesin.
Roselyn berlari kearah meja belajarnya. Mengambil beberapa tumpukan kertas lalu menyerahkan seluruhnya pada andrew.
"buat itu masing-masing dengan warna yang berbeda. jika kau kewalahan aku akan mencarikan anak buah untukmu"
Ucap roselyn tersenyum lebar menatap gaunnya.
"nona, kita beri nama apa gaun ini?"
Tanya andrew senang sambil memeluk beberapa gulung kertas yang sampai menutupi wajahnya.
"ah, didunia ini tidak ada gaun seperti ini ya. Walaupun chemise eropa jaman dulu yang kutahu tidak seperti ini. Ini adalah chemise yang sudah berkembang setelah bertahun-tahun"
"chemise, namanya cantik bukan?"
Roselyn tersenyum lembut, matanya berbinar menatap gaun chemisenya.
untuk yang kedua kalinya, roselyn tersenyum lembut dihadapan anne dan andrew. Dan dua kali itu dia tersenyum karena hasil jahitan andrew.
"nona, anda terlihat sangat cantik jika tersenyum seperti itu. Saya akan membuat banyak gaun dan akan membuat anda tersenyum cantik terus menerus!"
Setelah mengatakan itu andrew berlari keluar kamar membawa banyaknya kertas hasil desain roselyn.
Sedangkan roselyn yang di puji tiba-tiba itu terdiam kaku merasa malu, yah siapa yang tidak suka dipuji cantik?
***
Roselyn benar-benar memakai gaun chemise nya. Beberapa kali anne sempat merengek ingin memakaikannya korset karena memang sudah kewajiban gadis bangsawan memakainya.
Namun roselyn menolak berkali-kali hingga tak sengaja mengeluarkan wajah setannya lagi karena merasa risih dipaksa menggunakan korset terus menerus.
Lagipula tubuh roselyn sangat langsing namun berbentuk, tidak memakai korset pun tak apa.
Roselyn keluar dari kamarnya mengenakan chemise yang dijahit oleh andrew. Wajahnya terlihat senang dan segar karena sudah melepaskan gaun yang memiliki berlapis-lapis dalaman itu.
Sontak perhatian orang-orang tertuju padanya, apalagi para bangsawan yang sedang ada kunjungan ke istana rigerd.
"itu seperti baju tidur, tapi terlihat sangat nyaman"
ucap salah satu nyonya bangsawan pada temannya saat melihat roselyn yang melewati mereka.
mereka beberapa kali meneguk ludahnya saat melihat pakaian yang roselyn kenakan. Walaupun terlihat seperti gaun tidur tetapi hasil jahitan dan desain bajunya benar-benar terlihat sangat cantik dan bahkan mewah karena sangat cocok di tubuh roselyn.
Ditambah ada beberapa permata walaupun kecil membuat gaun itu berkilauan.
"hoho, seperti nya mereka tertarik benar bukan anne?"
Tanya roselyn tertawa merasa bangga dengan hasil desainnya.
Anne tersenyum mengangguk, melihat ekspresi nonanya. terlebih lagi saat ini roselyn benar-benar cocok mengenakan pakaian itu karena dibuat pas sesuai dengan tubuhnya.
Nadin yang mendapat kabar dari pelayannya pun dengan cepat berjalan menghampiri roselyn. Walaupun dia tahu setiap harinya roselyn selalu berbelanja gaun mewah yang penuh permata kali ini dirinya benar-benar tertegun melihat roselyn.
Gaun chemise yang dibuat sesuai ukuran tubuhnya, rambutnya di kepang dengan wajah putih cantiknya serta dandanan polos roselyn yang berbalik jauh dengan biasanya yang berdandan menor.
Roselyn benar-benar terlihat seperti dewi dimatanya. Nadin tersenyum terharu melihat anaknya, seperti melihat putrinya waktu kecil. Dimana roselyn yang masih polos dan sering tertawa, dia mencoba memanggil.
"roselyn?"
Panggil nadin dari lorong istana melihat roselyn yang tengah mengobrol bersama anne di taman bunganya.
"duch-- eh ibu?"
yang dipanggil itu membalikkan wajahnya menatap sang duchess. Walaupun duchess adalah ibu roselyn tapi dia bukannya roselyn yang asli.
Lagipula roselyn terlalu canggung memanggil kaya ibu karena dari kecil sudah melupakan bagaimana caranya ia pernah memanggil sosok ibu yang sebenarnya.
Duchess berjalan memasuki taman dengan langkah kaki nya yang anggun. dimata roselyn terlihat juga wajah sang duchess yang biasanya berperang dan berlatih pedang tak nyaman dengan gaunnya.
"ada apa duc- ibu?"
Duchess memberhentikan langkahnya dihadapan roselyn. Ia memperhatikan roselyn dari ujung ke ujung, matanya berbinar menatap putri cantiknya.
Kecantikan yang biasa nya selalu ditutupi wajah muram dengan dandanan tebal itu kini mulai terlihat kecantikan yang sebenarnya.
"kamu benar-benar mirip ibu"
Ucapnya tersenyum hangat mengelus rambut roselyn yang dikepang rapi.
"ibu dengar kamu membawa penjahit pribadi untukmu dan mendesain gaun nya seorang diri. Yah, ini terlihat sangat nyaman dan ringan gaunmu sangat cantik"
Puji duchess memegang kain gaun chemise milik roselyn.
Rasanya senang ada yang menghargai karyanya, beberapa orang sudah ada yang mengatakan gaun desainnya sangat cantik dan terlihat nyaman. Roselyn mengingat bagaimana dulunya ia berprestasi namun tak ada keluarga yang memuji bahkan mendukungnya.
"em.. Sebenarnya.."
"saya juga menyiapkannya untuk ibu tapi gaun nya belum selesai.."
Mendengar perkataan roselyn, nadin yang tadinya tersenyum kagum menjadi antusias memegang tangan putrinya.
Baru kali ini roselyn menyiapkan sesuatu untuknya.
"benarkah? Apa benar untuk ibu?"
Tanya duchess berkali-kali dengan histeris. Sedangkan yang ditanya itu ikut-ikutan histeris tersenyum seperti kelinci dan mengangguk beberapa kali.
Tak sengaja matanya menatap duke yang berjalan menghampiri mereka.
Tatapan duke sama dengan duchess saat pertama kali melihatnya. Duke menatap kagum putrinya.
"lin lin~~ ayah juga mau pegang tangan kamu"
Teriaknya dari jauh merasa senang melihat duchess dan roselyn yang berdekatan.
Melihat duke yang datang roselyn mendekat ke duchess lalu berbisik.
"bu.. Saya akan membuat baju pasangan agar terlihat sama dengan ayah"
Setelah berbisik roselyn tersenyum lebar melihat reaksi sang duchess.
Karena bagaimana pun sepertinya mata roselyn akan rusak jika terus menerus melihat pakaian laki-laki jaman ini.
yang dimana pakaian formal mereka mengenakan modelan celana balon dan baju yang terlihat tak nyaman dan panas.
Terlalu banyak hiasan tak penting untuk ukuran baju pria normal.
"walaupun ini pakaian kuno kerajaan tapi aku merasa akan buta jika melihat pakaian seperti ini terus"
Batin roselyn menggelengkan pelan kepalanya.
hingga akhirnya mereka bertiga mengobrol bersama setelah sekian lamanya. Hal itupun menjadi topik hangat dan langsung tersebar kabar mengenai roselyn yang berubah mulai membuka diri pada keluarganya.
Bahkan tersebar juga kabar mengenai gaun chemise yang di desain olehnya. Hal itu tersebar hingga di kerajaan. Foto nya yang mengenakan gaun chemise juga dimasukkan kedalam koran membuat banyak gadis bangsawan yang tergiur ingin memakai gaun nyaman itu.
apalagi tercantum di koran gaun yang didesain dan dipakai roselyn saat itu tidak memakai korset.
Banyak bangsawan yang menelan ludah ingin memakai pakaian nyaman itu, namun sepertinya banyak juga yang menentang gaun itu karena terlihat rendahan dan seperti gaun tidur.
Dan tentunya yang menentang gaun itu adalah para nyonya dan gadis bangsawan kalangan tinggi.
***
"wah, aku jadi topik trending nih"
"dimana-mana penuh dengan wajahku"
Ucap roselyn bingung namun sedikit senang saat membaca beberapa koran yang mengait banyak artikel tentangnya.
Dihadapan banyak pelayan ia kembali tersenyum setan sambil membaca koran-koran yang ada.
"aku sudah terbiasa.."
"kami tidak takut lagi.."
"wahh.. Bisa-bisa aku terkena virus wajah setannya nona jika melihatnya setiap hari"
Para pelayan itu membatin karena memang sudah menjadi kebiasaan melihat nonanya yang seperti itu
***
Bersambung
(pakaian seluruh bangsawan laki-laki)
(kira-kira begini ya gais celana balonnya)