NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Anton

Mengejar Cinta Dokter Anton

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Harem / Cinta Murni / Dokter / Tamat
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: Indaria_ria

Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#

Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.

Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.

Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??

Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!

Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Perkembangan Yang Baik

Setiap pertanyaan yang Dokter Anton berikan Dinda mulai bisa merespon dengan baik bahkan kini emosi yang tadinya meledak-ledak lama kelamaan sudah bisa dia kuasai, kini bicaranya sudah tak seemosi sebelumnya.

Hati kedua orang tua Dinda sedikit merasa lega, setidaknya kini putrinya sudah mau membuka diri dan bercerita tentang perasaan yang sedang ia rasakan.

"Mas, semoga putri kita segera bisa kembali normal dan tidak berhalusinasi lagi ya?"

''Semoga saja Bu, Dokter Anton benar-benar telaten mengajak bicara putri kita." Bisik mereka di sofa yang mereka sedang duduki.

"Oke utuk hari ini cukup sampai disini ya, Oya terus berfikir positif agar kamu mampu menguasai diri kamu sendiri ya, jangan lupa minum obatnya agar kamu bisa pulih kembali." Ucap Anton disana

Ternyata Dinda mulai mendengar ucapan Anton satu demi satu, dia teringat pada kekasihnya yang selalu menasehatinya dia melihat diri Andreas ada di diri Dokter tampan dihadapannya.

Akhirnya proses tanya jawab pun sudah selesai, Dokter Anton memberikan resep obat yang harus di konsumsi Dinda dia bisa mediagnosis obat apa saja yang harus di konsumsi oleh pasiennya setelah dia banyak berbincang dengan pasien.

"Kalau begitu silahkan Dinda kembali ya, jangan lupa banyak istirahat." Ucap Anton sambil menatap ke arah Dinda, sedang Dinda yang ditatap Dokter Anton merasa dirinya ada kekuatan lebih disana.

Dinda akhirnya kembali ke kamar perawatannya, dengan di antar kedua orang tuanya disana hati Pak Bagas dan Bu Sinta mulai bahagia, sepertinya ada harapan besar pada kesembuhan putrinya.

Hari itu juga Bu Sinta dan Pak Bagas harus meninggalkan putrinya untuk dirawat di Rumah Sakit Jiwa, walaupun berat mereka harus rela, demi kesembuhan Dinda nantinya.

"Nak jaga dirimu baik-baik ya, Ibu sama Ayah harus pulang. Jangan lupa minum obatnya ya!" Ucap Pak Bagas disana sambil mengelus lembut rambut kepala putrinya, sedang Bu Sinta yang masih duduk di sebuah kursi matanya sudah mulai meneteskan air matanya, dia tidak pernah jauh dari putrinya, kini demi kesembuhan Dinda dia harus merelakannya.

Disana Dinda hanya mampu mengangguk dengan tatapan yang masih kosong, dia sudah bisa merespon setiap ucapan lawan bicaranya, tapi dia belum bisa langsung merespon untuk berbicara.

Dengan langkah berat kedua orang tua Dinda harus segera pergi, mereka menitipkan Dinda pada perawat, dan para pekerja disana. Orang tua Dinda memang memilih ruang VIP untuk kamar perawatan putrinya, disana ada dua tempat tidur, tapi karena pasiennya baru Dinda jadi tempat tidur di sebelahnya masih kosong.

**

Hari demi hari Dinda lalui dengan berbagai kegiatan di Rumah Sakit itu, disana dinda mengikuti berbagai kegiatan, pagi dia harus ikut olah raga, siang dia di berikan panduan berkarya dan bercocok tanam, suanya dilakukan untuk menunjang kesembuhan pasien, mereka harus selalu di beri edukasi, agar fikirannya teralihkan dari apa yang membuat mereka depresi dan yang lainnya.

Disana nampak Dinda sedang berkebun dengan pasien yang lainnya, dia sedang fokus dalam melakukan kegiatan itu, nampak disana banyak pasien yang bercanda atau pun berbicara sendiri, Dinda diam-diam sering memperhatikan teman-temannya sesama pasien.

Disana Anton sedang berkeliling untuk melihat-lihat kegiatan pasien, matanya tiba-tiba tertuju pada sesosok  Dinda yang sedang asik menanam bunga, di sana Dinda nampak bahagia berbeda dari hari-hari sebelumnya, walaupun kadang masih nampak dia melamun tapi kali ini dia benar-benar bisa berbaur dengan teman-teman sesama Pasien yang lain.

Disana Anton mulai mendekati Dinda dia mengamati kegiatan yang sedang di lakukan oleh Dinda, disana nampak Dinda sedang kesulitan dalam memasukan tanah kedalam plastik yang akan dia tanami bunga.

"Apa saya bisa membantumu?" Ucap Anton yang kini mulai berjongkok didepan Dinda. Dinda mulai meresponnya kini dia mulai melirik ke arah Dokter Anton yang berada di depannya orang yang mengajaknya bicara tapi Dinda tetap tidak mengalihkan tangannya yang masih berusaha memasukkan tanah ke dalam plastik.

"Tidak usah, saya bisa!" Ucap Dinda cetus, mendengar jawaban Dinda Anton malah tersenyum disana, ternyata Dinda sudah bisa mulai merespon dan menolak itu salah satu kemajuan yang baik untuk diri Dinda.

"Baiklah kalau tidak mau dibantu, saya permisi!" Ucap Anton yang segera berdiri dan mulai berjalan meninggalkan Dinda, setelah kepergian Dokter Anton kini Dinda mulai melirik ke arah Dokter Anton yang berjalan dan mulai menjauh darinya, disana dia tiba-tiba tersenyum pada Dokter tampan itu

**

Sementara itu di sebuah Desa yang jauh dari kota, seorang Tania terlihat sudah menjelma menjadi perempuan yang jauh berbeda dengan Tania yang dulu, Tania yang dulu penuh dengan bergelimang harta sekarang hidupnya dia habiskan untuk membantu Ibunya di sebuah warung makan sederhana yang sudah mereka kelola beberapa bulan ini.

"Ma, Kalau Mama capek udah Tania saja yang jaga!"

"Ga sayang Mama ga capek, malah kamu mungkin yang capek istirahat dulu sana, biar adek kamu nanti yang bantuin Mama!"

"Rendi? mana mau dia bantuin Mama, dia saja sibuk main sama teman-temannya!" Ibu Bela pun terdiam disana.

"Sayang, apa kamu tidak ingin bekerja di kota saja, disini pekerjaan berat sayang."

"Tania ada kepikiran si Ma, mungkin nanti Tania fikirkan lagi."

Semenjak Tania meninggalkan Papa angkatnya dan semua harta yang Papanya sudah ambil kini Tania hidup bersama Mama Bela di perkampungan. Dia ingin melupakan semua yang sudah terjadi, baginya masa depan belum terlambat dia ingin mengubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

"Sayang apa sebelumnya kamu sudah punya pacar di kota?" Tania pun terkejut mendengar pertanyaan Mamanya.

"Apaan si Ma, Tania ga punya pacar dan apalah itu, Tania hanya ingin fokus meniti masa depan Tania sendiri!"

"Ya sudah Mama hanya bertanya saja, jangan marah tar cantiknya Mama hilang lo!" Mereka pun tertawa bersama.

***

Sementara itu hari berganti hari keadaan Dinda sudah mulai membaik, dia sudah bisa mengontrol emosinya, sudah bisa berbaur dengan yang lainnya dan juga sudah bisa merespon dengan cepat lawan bicaranya.

Walaupun hatinya belum bisa menerima kenyataan dia mulai mencoba menyemangati diri sendiri, meskipun dirinya kadang masih terdiam sendiri meratapi hidupnya yang belum terarah.

Pagi ini Dinda mengikuti senam sehat yang setiap paginya wajib di ikuti oleh semua pasien, disana dia melihat seorang pasien laki-laki yang sedang mengamuk, wajah laki-laki itu sudah tak terawat, dia kelihatan lusuh dan wajahnya penuh dengan bulu-bulu rambut yang tidak pernah di potong. Laki-laki itu berteriak sehingga menjadi perhatian semua orang disana.

Dinda merasa iba dengannya, tapi Dinda juga takut mendekati laki-laki itu, beberapa perawat sedang menenangkan laki-laki itu, tapi dia tetap saja mengamuk, Dinda yang sedang menggenggam satu buah permen lolipop memberanikan diri untuk segera berjalan mendekati laki-laki itu.

"Apa kamu mau permen!"ucap Dinda sambil menyodorkan satu buah permen pada laki-laki itu.

Laki-laki itu pun melirik ke arah Dinda dia bisa terdiam saat Dinda menawarinya sebuah permen lolipop yang dia pegang.

"Apa kamu mau permen?" Ucap Dinda sekali lagi.

"Tania, kamu datang Nak!" Dinda pun bingung disana kenapa dirinya di panggil Tania sedang namanya Dinda.

"Siapa Tania?" Apa itu putri mu?" Laki-laki itu hanya terdiam, dia segera mengambil permen dari tangan Dinda, dia segera membukanya dan dengan segera langsung memakannya.

Orang-orang disana sangat heran, laki-laki itu bisa terdiam kala Dinda menawarinya satu buah permen lolipop saja padahal sebelumya dia susah sekali didiamkan. Pemandangan itu juga tertangkap oleh Dokter Anton dengan rekannya yang sedang mengawasi pasiennya disana.

"Hebat Dinda sekarang, dia sudah banyak perubahan." ucap Anton disana. Anton pun masih memperhatikan dari kejauhan, dia mulai menghafal satu demi satu siapa saja nama pasien, tapi dia tidak tahu siapa nama pasien laki-laki yang di dekati Dinda itu.

"Siapa pasien laki-laki itu yang sering mengamuk itu Den?" Tanya Anton pada rekannya Deni.

"Oh itu, kalau tidak salah dia pasien lama disini, dia banyak masalah dalam hidupnya dan terakhir dia gila karena semua hartanya sudah tak bersisa!"

Bersambung....

Tinggalkan jejak kalian yuk...

1
Saidi anton
tetap semangat dan terus berkarya 💪
Tiek
kamu menjengkelkan lek
Tiek
Alex ga punya aklak
Tiek
pasti laki" gila itu Damian
Emy Angga
pasti it damian.tpi bukan kah Dy bunuh diri kemarin di penjara thor
Saidi anton: semangat selalu untuk penulis salam sehat dan selalu membuat karya karya cerita
total 2 replies
Emy Angga
astaga baru sjh di bab pertama SDH senewen ini🤧🤧
Indaria_ria: Othor terharu sampai lanjut karya berikutnya terimakasih kak Emy/Scowl/
total 1 replies
Chris Antono
nanggung sekali
Chris Antono: cobalah bikin season ke 2 nya kak
total 2 replies
Chris Antono
Luar biasa
Indaria_ria: Trimakasih ulasan bintang 5nya kak Cris Antono/Pray/
total 1 replies
Chris Antono
Lumayan
Indaria_ria: Trimakasih ulasanya kak Chris Antono/Smile//Pray/
total 1 replies
reza indrayana
Lanjutan kisah Evan & Alena nich .. to apa eoesode berikutnya ada kisah Evan -Alana sekeluarga yg bikin penasaran ...
Indaria_ria: lanjutannya hanya di Tania dan Dokter Anton kak....soalnya dulu ada yang minta di lanjut...kalau Evan dan Elena belum ada kelanjutannya/Grin/maafkanlah
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Ayo dr Anton sembuhkan Dinda dgn kemampuan mu.....kasian klo ga disembuhkan bisa depresi akut dan bunuh diri lagi ....masa depan nya mdh panjang kasian ortu nya.... sakit iahhh terpisah Krn takdir 😔😔🙈🙈
Indaria_ria: Semoga saja ya kak.../Grin/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Astaghfirullah Dinda depresi dan bunuh diri smoga msh bisa dislmtkan....gelooo thorrr awal cerita udh tegang maen bunuh diri 😅😅😅🙈🙈🙈
Indaria_ria: /Grin//Grin//Pray//Pray/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Baru baca tiba tiba ada tokoh baru Dinda 😅😅😅thorrr aku hadir iahh 💃💃😍😍
Indaria_ria: Wah...silahkan kak Nunik Wahyuni/Heart/ semoga suka dengan ceritanya....
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya pribadi sangat terkesan. kayaknya penulis seorang yang sangat mendalami masalah kejiwaan
Indaria_ria: Terimakasih kak saya sangat terharu/Cry/
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya sangat suka gaya penulisannya yg tdk bertele tele, semangat semoga selalu sukses
Indaria_ria: Aamiiin....terimakasih kak Sri Wardoyo semoga kakak sehat selalu/Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Indaria_ria: Terimakasih kak Asyatun 1 sudah mau mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir, terimaksih sudah meninggalkan jejak like nya juga. Sehat selalu ya /Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Nita Puspita
kok gak sampek menikah
Indaria_ria: Maafkan Author ya kak Nita puspita ceritanya cukup sampai disini karena sesuatu hal harus saya tamat kan semoga kakak tidak kecewa ya/Facepalm/ boleh baca cerita karya Author yang lain...kalau kakak suka ya😊 Terimakasih sudah mengikuti cerita dari awal sampai akhir sehat selalu buat kakak
total 1 replies
Nita Puspita
lanjut
Indaria_ria: Terimakasih sudah sejauh ini mengikuti ceritanya ini kak/Smile/
total 1 replies
Nita Puspita
jangan sampai tania diapa"in
Indaria_ria: hehe....semoga saja ya
total 1 replies
Nita Puspita
selamatkan tania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!