NovelToon NovelToon
Cinta Si Kembar

Cinta Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Anak Kembar / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:99.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eed Reniati

Kisah Revalina Hamid atau Adiva Briana Elang , selama terpisah dari keluarga kandungnya. Saudara kembar Adila Dyah Elang yang hilang saat usia 8 tahun tumbuh dengan identitas baru.
Keadaan merubah sifat dan watak mereka. Adiva yang lupa akan Siapa dirinya hidup dengan jati diri baru, sebagai Revalina Hamid Putri dari keluarga Hamid dari istri pertama. Putri yang selalu bikin masalah dengan ayahnya, saudara tirinya dan ibu sambungnya.
Adila anak perempuan yang ceria dan ceplas-ceplos dalam bicara , berubah menjadi pribadi yang pendiam dan introvert, mandiri pendiam, tenang dan selalu berhati-hati dalam bertindak setelah kembaran nya menghilang.
Bagaimana cara takdir bekerja untuk menyatukan anak-anak Raihan dan Raihana. Ikuti juga kisah cinta si kembar menemukan cintanya.
Juga kisah si kembar setelah terpisah dan berkumpul lagi. Juga kisah cinta mereka bersama sahabat-sahabatnya dan tidak ketinggalan kakak si kembar Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eed Reniati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Penghuni Baru

Sebulan sejak acara kirab drumband hari-hariku berjalan seperti biasa. Kuliah di dua kampus berbeda dengan mata kuliah teknik membuat kesibukan ku, sungguh menguras tenaga dan pikiran. Karena kesibukan di 2 kampus dan kegiatan di luar kampus, membuatku banyak menghabiskan waktuku di luar. Padahal aku sudah membatasi kegiatan ku dengan hanya ikut satu UKM di satu kampus.( UKM adalah Unit kegiatan mahasiswa )

Hari ini aja aku baru bisa pulang ke kosan setelah adzan Maghrib. "Baru pulang Rev ?" Tanya mbak Vira yang sedang duduk di depan kamarnya.

"Iya ,mbak. Ini kamar sebelah ku bukannya seminggu lalu pindah ya mbak?" Karena aku melihat kamar sebelahku tampak terang dan pintunya terbuka.

"Oya baru saja di isi, sekarang lagi di bersihkan sama orangnya."

"O ya udah,aku masuk dulu ya mbak."

"Tunggu Rev !" Aku hanya melihat mbak Vera,sambil menautkan kedua alisku ke atas.

"Kamu harus tahu siapa yang pindah ke sebelah kamar mu!"

"Memang siapa, kenapa aku harus tahu?"

"Karena yang pindah di kamar sebelahmu ,adalah lelaki yang sebulan lalu menyiram air ke kamu!"

"Oh kebetulan kali mbak." Ucapku sambil masuk ke dalam kamar. Aku melemparkan sepatu sama ,tasku ke sembarangan arah dan langsung merebahkan tubuhku di atas kasur. Sungguh sangat nikmat, bisa ketemu kasur dan merebahkan tubuhku. Karena alasan ini aku lebih suka menunaikan ibadahku sebelum sampai di kosan. Karena jika sudah sampai di kosan,aku sudah malas ngapa-ngapain.

Tok tok" Rev !"

"Masuk mbak!" Teriakku sambil tetep rebahan, saat mendengarkan suara mbak Vira.

"Ini Rev mas Satria mau mengantarkan makanan sebagai salam kenal." Ucap mbak Reva langsung membuat ku on seperti robot. Aku langsung bangun dan mengambil tas yang tadi aku lempar ke sembarang arah, dan meletakkan sesuai tempatnya.

"Oo sebagai salam perkenalan?" Ucapku sambil berjalan ke arahnya.

"Kenalkan nama saya Satria Elang Maulana, saya mahasiswa hukum semester 6 yang lagi magang penghuni kamar sebelah." Ucapnya sambil mengulurkan tangannya.

"Revalina Hamid semester 2 teknik."

"Ini buat salam perkenalan." Ucapnya sambil menyodorkan kota kue.

"Terima kasih." Lumayan tampan tinggi 180 cm, rambut sedikit gondrong seperti seniman tapi di tata rapi, kulit putih terlihat kalau memang anak orang berduit atau blesteran .

"Ekhm ekhm ekhm sudah memperhatikan saya?"

"Saya tidak memperhatikan anda, saya cuma heran kenapa anda tidak langsung pamit pergi." Ucapku membuatnya menarik alisnya keatas karena bingung.

"Kan saya sudah menerima kue anda,kenapa anda masih berdiri di sini?" Bohongku, tidak mungkin aku membenarkan ucapan nya yang sedang memperhatikannya.

"Oya,saya permisi." Ucapnya langsung pergi dan masuk ke dalam kamarnya.

"Kamu itu ya jadi cewek ga ada ramah-ramah nya. Barang bagus seharusnya di ajak kenalan ngobrol dulu, bukan main usir!"

"Kan udah kenalan mbak, mbak naksir? Ingat pacarmu yang jauh di sana !" Ucapku sebelum masuk ke dalam kamar.

"Yang disana ya biar di sana Rev, lagian yang di sana juga belum tentu setia Rev !" Suara mbak Vira yang masih bisa ku dengar dari dalam.

Wah enak juga kuenya, setelah menghabiskan setengah kue aku yang kekenyangan malah tertidur, sampai adzan isya pun tak terdengar. Hingga pukul 8 malam aku baru bangun, karena ketukan pintu.

"Rev , Reeva bangun! Mandi !"

"Apa mbak, " kataku sambil membuka pintu dan mengucek mataku.

"Pasti kamu belum mandi dan baru bangun tidur?"

"Hehe tahu saja sih mbak, aku ketiduran gara-gara kekenyangan makan brownies."

"Malah brownis nya yang di salahkan, dasar kamu nya aja yang jorok. Mbak mau ke depan beli nasgor ikut gak atau mau nitip."

"Enggak hari ini masih ada kue, aku ga beli nasi. Lumayan bisa buat jatah 2 kali makan."

"O,ya udah. Ayo mas Satria !"Nampak Satria yang tersenyum berjalan dengan temannya. Setelah mereka pergi aku putuskan cuci muka dan sholat isya, tanpa mandi hehe maklum dingin malam. Tapi kalau kata mbak Vira aku itu bukan takut dingin tapi malas, mungkin benar yang di katakan nya haha.

Tok tok,baru juga selesai sholat siapa lagi yang ngetok pintu.

" Iya bentar!"

"Suprise, happy birthday BESTie!" Teriak Qila sambil memelukku dan Waloyo memegang kue ulang tahun.

"Ayo tiup lilinnya, tapi make i wish dulu." Ucap Waloyo sambil menyodorkan kue ke padaku.

Aku menutup mataku dan membaca doa, setelahnya baru aku tiup lilinnya.

"Wah ada yang ulang tahun ini! Traktiran nya dong !" Teriak mbak Vira, yang berjalan berdua dengan Satria, minus temannya yang tadi.

"Boleh es degan aja traktirannya Yo !" Ucapku sambil tertawa kecil.

"Kembung Rev, minum doang,"ucap mbak Vira.

"Reva hari ini ulang tahun?"

"Iya mas,"jawabku canggung terhadap Satria, yang menampilkan wajah sedihnya.

"Ayo mas makan dulu, mau dikamar ku!"

"Oh ayo,"ucap Satria sambil mengikuti mbak Vira.

"Ayo kita masuk!" Meskipun kontrakan kami cewek cowok campur, tapi ada larangan buat menutup pintu kamar jika ada tamu yang berjenis kelamin berbeda. Tidak boleh menginap tanpa ijin, gerbang pagar akan di tutup pukul 23.00 dan dibuka saat adzan subuh.

"Siapa Rev?"

"Penghuni baru anak hukum lagi magang, tapi aku gak tahu mahasiswa mana."Jelasku membuat Qila dan Waloyo mengagukkan kepala.

"Bunda tidak kesini,?" tanya Qila.

"Kata Bunda lusa hari Minggu ke sini, kemungkinan sama ayah juga. Soalnya bunda mau pergi sendiri ke sini di larang sama ayah."

"Bunda itu sayang banget sama kamu, tapi sayangnya bunda tidak pernah berani membantah ayahmu."

"Itu karena bunda Reva adalah istri Sholehah, istri yang selalu memuliakan suaminya." Ucap Qila menyambung untuk ucapan Waloyo.

"Tapi aku merasa ada yang tidak beres dengan ayah dan bundaku."

"Atas dasar apa kamu ngomong begitu,?" Ahkirnya aku ceritakan semua kecurigaan-kecurigaan yang ku alami. Kami bercerita sampai pukul 10 malam, barulah mereka pulang ke kosan masing-masing.

POV . Satria

Sudah seminggu aku tinggal di kosan, di samping kamar Diva. Aku bersyukur lahir di keluarga yang cukup berada, dan punya banyak koneksi. Bahkan tempat magangku yang di jogjakarta adalah karena rekomendasi dan koneksi papi , alias kakek ku. Jika tidak ada koneksi mungkin aku akan memutuskan untuk cuti kuliah saja, demi mendekati adik kecilku Diva yang sudah lama kami cari. Hari ini aku sengaja menemui papa di kantor, karena jika menemui papa di rumah dinas tidak bisa menghindari mama.

"Bagaimana pa tentang yang aku tanyakan kepada papa tempo hari ?"

"Ini papa bisa di kenakan sangsi kedisiplinan karena menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi." Ucap papa sambil terkekeh, Sambil menyerahkan amplop coklat.

"Papa sudah baca ?"

"Sudahlah kan papa juga ingin tahu tentang putri papa." Iya aku minta papa untuk mencari alamat dokter Iksan Hamid, dokter kandungan orang tua Reva.

"Putri dokter Iksan dan Wiwit meninggal karena sakit saat umur 2 tahun. Sebulan kemudian dia mengadopsi Diva, tapi tidak ada yang tahu dari mana asal Diva. Dokter Iksan sendiri punya 2 istri, istri kedua seorang perawat mereka menikah 4 tahun lalu. Di duga pernikahannya karena hamil duluan, tapi anak mereka meninggal waktu bayi karena gagal jantung." Jelas papa setelah menyelidiki keluarga Reva.

"Dari yang aku dengar Reva sering bikin masalah sejak ayahnya menikah, bahkan suka memancing keributan dengan ibu dan kakak tirinya ?"

"Bener , papa juga denger begitu. Bahkan sebenarnya adikmu di paksa masuk kedokteran, tapi dia malah masuk teknik."

"Iya dia mengambil program dobel mayor,"ucapku.

"Kalau mamamu dulu mengambil dobel degree," jelas papa.

"Bulan depan saat Ki nengok Adila,aku akan coba mengajak Diva alias Reva."

"Papa juga berencana menemui bunda yang membesarkan Diva,"jelas papa.

"Semoga jalan kita di permudah ya pa?"

"Amin!"

"Tapi papa jangan bilang mama dulu, kalau sudah pasti aku baru akan hubungi kalian." Papa hanya mengangguk, menyetujui ucapanku.

1
mami Fauzan
SippLahhh endingnya happy 👍👍👍
mami Fauzan
joss,, gass lahh jangan ksh kendorr....
falea sezi
gass terus ya sen
falea sezi
diva jahat woy
falea sezi
lah arkana innalillahi
Anie Baelah
Luar biasa
Santi Herman
cakeep
eed
Sama-sama, terima kasih atas dukungannya.
Santi Herman
makasih thor, karya mu bagus, sukses selalu buat mu Thor
Santi Herman
kok para mantan berseliwiran aja,mulai dari mantan bapak ampe mantu
Santi Herman
kamu hebat thor
Nur Dafa
mampir
Pipit 18
terlalu singkat
Pipit 18
cerita terlalu singkat
Herlina
Luar biasa
Santi Herman
kok kayak papa ray ya.... g ada tegasnya ma pelakor
.
Santi Herman
o oh o digantung 😂😂😂😂😂
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
semangat
Santi Herman
cakep, jangan ulang kisah ayah rayhan
Santi Herman
cakeep. lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!