NovelToon NovelToon
Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:245k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hasna_Ramarta

Dipertemukan secara tidak sengaja dengan mantan suaminya yang dulu pernah disia-siakan lewat anaknya yang ditolong karena masuk got.

Lalu apa yang akan terjadi setelah tragedi masuk got itu? Akankah ada cinta di hati kedua mantan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Satu Meja Mantan

     "Sayang, ini meja kita dan mereka sudah punya meja sendiri. Kita di sini saja." Dengan muka risau Raka mencoba merayu Cila lagi untuk makan di mejanya, tanpa harus bersama Risa dan Qisa. Cila merengut dan ngambek, dia tetap tidak mau makan jika tidak semeja dengan Risa dan Qisa.

     "Bi, tolong bujuk sekali lagi, siapa tahu sama Bi Rasmi mau," titahnya pada Bi Rasmi menyerah.

     "Non, makan di sini saja, ya, sama Papa Non Cila," bujuk Bi Rasmi. Cila masih menolak, malah dia akan mogok makan jika tidak semeja dengan mereka berdua. Raka menjadi jengkel di dalam hati pada Risa dan Qisa yang harus menampakkan diri sehingga Cila menjadi rewel seperti ini.

     "Bagaimana, Den, Non Cila tetap tidak mau makan jika tidak semeja dengan Nona dua itu?" ujar Bi Rasmi menyerah, setelah tidak berhasil membujuk Cila untuk makan di meja yang ditempati Raka.

     Sementara Risa dan Qisa yang mendengar rengekan Cila yang ingin makan semeja dengan mereka, saling lempar pandang, mereka kasihan mendengar Cila merengek ingin makan satu meja sama mereka.

     "Sudah, pura-pura tidak mendengar saja. Aku tidak mau Mas Raka menuding kita aneh-aneh." Risa menggelengkan kepala mencegah adiknya untuk menghampiri Cila yang masih merengek.

     Cila kini menangis, dan hal ini membuat Raka sedikit was-was dan malu jika suasana makan malam di restoran hotel malah riuh oleh suara tangisan anaknya.

     "Den, bagaimana ini?" Bi Rasmi semakin galau dan menyerah membujuk Cila yang kekeuh ingin makan satu meja dengan dua orang perempuan muda itu.

     "Ajak perempuan dua itu ke meja ini, Bi. Biar mereka makan di meja ini," titah Raka.

     "Tapi, Den, bagaimana jika mereka tidak mau?" Bi Rasmi bertanya dengan ragu-ragu.

     "Nanti saya yang meminta langsung sama mereka, jika mereka tetap menolak." Mendengar itu Bi Rasmi segera beranjak menuju Risa dan Qisa.

     "Sayang, duduklah yang tenang, Bi Rasmi sedang memanggil mereka," ujar Raka memberi tahu. Hal ini membuat Cila bersorak gembira.

     "Asikkkk, aku bisa makan sama dua Tante penolong aku. Aku mau makan dekat Tante dua itu, ya, Pa," soraknya gembira sembari meminta satu lagi keinginan yaitu ingin makan dekat Risa dan Qisa. Raka geleng-geleng kepala dengan permintaan Cila, tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya dia menyerah dan pasrah atas keinginan Cila.

Bi Rasmi mendatangi meja Risa dan Qisa. "Non, mohon maaf, jika Nona berdua tidak keberatan, Den Raka meminta Nona berdua makan satu meja dengan mereka atas permintaan Non Cila. Saya mohon Non." Bi Rasmi memohon dengan harapan mereka berdua mau diajak makan berdua bersama majikannya.

    Risa dan Qisa saling tatap lalu keduanya mengangguk satu sama lain.

    "Baiklah Bi, nanti kami berdua nyusul." Mendengar itu Bi Rasmi senang dan segera menghampiri meja yang ditempati Raka untuk menyampaikan berita bahwa Risa dan Qisa mau makan semeja bersama Raka dan Cila.

     Risa dan Qisa mambawa piring makannya menuju meja Raka. "Mas, boleh kita makan satu meja di sini?" Risa bertanya dengan ragu sebelum ia menjatuhkan pantatnya di kursi.

     "Sesuai kemauan anakku, duduklah," jawab Raka datar.

     "Asikkk, Tante, aku duduknya mau dekat tante," celotehnya sembari menyerobot tempat duduk yang tadinya akan diduduki Bi Rasmi. Bi Rasmi mengalah, lagipula dia sebenarnya tidak mau dan segan duduk semeja bersama tuannya.

     "Maaf, Den, Bi Rasmi ijin makan di meja yang lain. Bibi mau bersama suami Bibi saja di sana," ujar Bi Rasmi menunjuk ke arah Mang Raga suaminya. Raka menatap Bi Rasmi sekilas, tapi akhirnya mengijinkan dengan menganggukkan kepalanya.

     "Pergilah, Bi," ucap Raka sembari membenarkan duduknya. "Duduklah yang benar, Sayang, dan makan dengan tangan sendiri," cegah Raka, Cila patuh dan duduk di samping Risa. Sementara Raka duduk sendiri bersebrangan dengan mereka bertiga.

    "Makanlah, jangan seperti orang bingung begitu," ucap Raka pada Risa dan Qisa yang nampak kaku di depan Raka. Akhirnya Risa dan Qisa makan diiringi celotehan Cila yang sesekali meminta bantuan Risa untuk membuang tulang pada ayamnya. Kekakuan mereka sedikit mencair terbantu dengan celotehan gadis kecil itu. Sekilas Raka melihat kedekatan yang dibangun antara Risa, Cila dan Qisa, mereka bertiga cocok seperti pasangan ibu, anak, dan tante. Namun Raka buru-buru menepis pikiran itu.

     Akhirnya makan malam di restoran tempat mereka menginap hari itu, yang harus diawali dengan drama rengekan Cila selesai. Risa yang sejak duduk di meja Raka sudah kebelet ingn ke kamar mandi, meminta ijin pada Raka untuk ke kama mandi.

     "Maaf, semua, aku ijin ke toilet dulu," ujar Marisa berdiri lalu segera bergegas tanpa menunggu dipersilahkan, sebab beban di kantung kemihnya sudah sangat berat.

     Beberapa menit kemudian Risa sudah keluar dari toilet. Namun baru saja keluar toilet, dia melihat Raka menuju toilet juga. Jantung Marisa langsung berdebar dan sejenak berdiri terpaku di sana. Risa tidak mungkin diam di situ sebab Raka semakin mendekat dan juga akan melewati pintu masuk toilet yang sama. Risa memberanikan diri melanjutkan langkahnya.

     "Marisa, jangan coba-coba dekati dan pengaruhi anakku dengan sikap sok baik dan polos kamu, menjauhlah dari anakku. Aku tidak suka anakku dekat dengan perempuan sepertimu," peringat Raka tiba-tiba dengan tubuh menghimpit tubuh Marisa.

     "Aku tidak sedang mendekati anakmu, Mas. Kami bertemu tanpa sengaja, tadi saja saat turun ke resto ini aku tidak menghampiri kamar kamu, lagipula aku tidak tahu nomer kamar kamu yang mana, kami hanya kebetulan bertemu dan itupun Cila yang memanggil kami."

     "Untuk itu, mulai sekarang menjauhlah dari anakku, aku tidak mau anakku terpengaruh buruk olehmu," tukas Raka lagi ketus. Risa berusaha melepaskan himpitan tubuhnya dari tubuh Raka.

     "Pengaruh buruk apa maksudmu, Mas?" Marisa terbelalak mempertanyakan tudingan Raka.

    "Kamu bukan perempuan yang bertanggung jawab. Jadi, kamu paham maksud aku, bukan?" ujar Raka sembari meremas jemari Marisa dengan sedikit kuat sehingga Marisa meringis. Raka segera menjauh dan masuk toilet. Marisa masih berdiri tertegun memikirkan apa yang baru saja diucapkan Raka dengan ketus. Kedekatan dengan Cila yang tidak diduga-duga, membuat Raka tidak suka karena Raka mengaitkan dengan sikap Marisa di masa lalu yang pernah menjadi istri tidak bertanggung jawab.

     Marisa segera berlalu dari toilet dengan wajah yang sendu. Dia segera menuju kamar hotel lalu menghubungi Marqisa kalau dia sudah ke kamar hotel. Tidak berapa lama Marqisa mengirimkan SMS bahwa Cila menanyakan Marisa.

"Bilang saja aku sakit perut dan sekarang sudah di kamar hotel." Pesan Marisa terkirim.

1
Ririn Nursisminingsih
udah djhina, dicaci kok masih berthan tinggali. ajalah risa pusing bacanya
Ririn Nursisminingsih
minggat ke hotel ke marissa ini kok bodiingggg
Ririn Nursisminingsih
dasar raka dodol kmu laki2 kok ndak jelas bikin kesel
tak gibengae
Ririn Nursisminingsih
ayo digetok rame2 kepalae raka biar otaknya konek
Ririn Nursisminingsih
mulutmu raka klau ngomong
Ririn Nursisminingsih
ya allah risa kasian a bacanya pingin nangis marisa udah berubah raka jg kejam kmu
ayu cantik
suka
Nasir: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Muna Junaidi
😍😍😍
Suyatno Galih
ini gak kebalik apa ya dlm poin syarat permintaan, yg mt pernikahan anak siapa???? yg di ksh syarat siapa. wahhh bapak sianak mabok kecubung
ay Susie
piye tow kihhh ,,, dr awal p bab ini kok gitu trs sikap si gandul nie
Atip Suryana
sebesar apapun rasa dendam mu kepada Marisa tapi lebih besar lagi rasa cintamu kepada nya rakaa
Atip Suryana
mampir MBK hasnaa
Nasir: Wahhh trmksh byk Kak, smg suka.
total 1 replies
Nur Hidayah
udah gedhe hukumnya diranjang bikin adiknya cila tp dohalalkan dulu ya
Nur Hidayah
klu dl gagal sekarang bs gol gak ya
Nasir: Lanjut Kka...
total 1 replies
Mustarika
mf kk thor, wa tau sms kk
Nasir: SMS Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ku tampolll juga niich mulutnya c'raka 😡
Nasir: Hehhehehe... kesel ya Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
sabar ea , Marisa 🤗
Vitriani
Lumayan
Nasir: Makasih byk....
total 1 replies
Indriani Kartini
Ah baru baca novel ini mengapa mata ini ga berhenti menangis sedih bngt, Pi suka dengan ceritanya
Nasir: Makasih Kak...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!