🏆 Juaranya 2 Lomba Tema Chiklit - Wanita Kuat S3
Aku Lucia. Seorang agent peringkat SSS di sebuah organisasi yang mengembangkan Sistem Reinkarnasi dunia modern di masa depan.
Masalah muncul pada dunia kecil yang terus bermunculan akibat manusia terus membuat novel dan komik.
Aku sebagai salah satu agent menjalankan reinkarnasi dan memainkan peran untuk mengubah isi novel atau komik karena permintaan dan ketidakpuasan pemeran pendukung pada bagian akhir cerita.
Aku bersama Momo si pendamping sistem menjelajahi berbagai dunia kecil dan dengan cepat meraih peringkat tinggi di organisasi.
"Nona, ada misi lagi. Wah, hadiahnya besar sekali kalau bisa menyelesaikan dengan peringkat sss."
Aku mendorong Momo ke pinggir hingga dia terjatuh karena kucing gemuk itu menutupi layar.
"Menjelajahi dunia kecil dan membersihkan sampah-sampah ini. Misi yang begitu mudah dengan hadiah yang besar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Ketiga Tuan Muda yaitu Lion, Edith, dan Danny masuk ke ruang kerja Duke. "Ayah, apa yang sebenarnya terjadi?"
Duke menatap mereka dengan serius dan mulai menceritakan penderitaan Lucia sejak kecil kepada mereka.
"Ini semua tidak sepenuhnya salah ayah, kami juga bertanggung-jawab atas kemalangan yang menimpa Lucia."
Lion nampak sedih begitu juga kedua adiknya. "Tapi ayah, kita harus membereskan semua orang yang menyiksa Lucia, begitu juga mereka yang hanya melihat tanpa membantunya atau memberitahu kita," lanjut Lion yang disertai anggukan kedua saudaranya.
"Baik Lion, lakukan yang terbaik!"
"Dan Edith, pesta ulang tahunmu sebulan lagi, aku sudah memerintahkan Lawson untuk menyiapkannya."
Edith mengucapkan terima kasih pada ayahnya dengan hormat. Sedangkan Danny mulai bertanya tentang hadiah yang didapat kakaknya dari ekspedisi tambang berlian.
"Ayah, bagaimana dengan hadiah yang didapat kakak dari ekspedisi itu?" Tanya Danny dengan antusias. Itu membuat Lion menatap Danny ingin memarahinya. Itu tidak sopan.
"Danny, kau sangat tidak sopan bertanya tentang hadiah kakakmu, tapi sudahlah aku juga tidak akan menyembunyikan nya dari kalian."
"Lion, atas ekspedisi pencarian tambang berlian yang sukses besar. Aku menganugerahkan 1 buah berlian 50 gram, 10 permata zamrud yang langka, dan 100 perhiasan emas."
"Aku juga memberikanmu Sebuah Pulau di sisi Utara Lamboerge beserta Sebuah Villa, Pelayan, dan semua usaha di sana."
Duke menatap hangat Lion dan menepuk pundaknya. "Dan satu lagi, aku memutuskan untuk mengangkatmu menjadi penerus Duke Lamboerge."
Lion langsung berlutut didepan ayahnya dan bersyukur atas semua anugerah yang diberikan Duke padanya.
Edith dan Danny juga senang dan setuju jika kakaknya yang menjadi penerus. Edith yang suka belajar bisa menjadi penasihat Lion dan Danny yang suka berpedang bisa menjadi pemimpin pasukan Lamboerge.
Mereka sudah memikirkan tugas masing-masing bahkan sebelum penentuan penerus.
"Nona lihat! Duke menjadikan Lion pewaris." Si Gemuk Momo melihat kegiatan Duke dan ketiga anaknya dari layar sistem sementara Lucia sedang mondar-mandir di kamar barunya.
Lucia berkeliling melihat kamar yang sangat mewah ini. Jauh berbeda dengan kamar tua nya di istana Jasmine. Di sini lebih bersih, luas, dan banyak barang mewah.
Suasana kamar dengan cat putih dan emas membuat ruangan tersebut lebih luas dan elegan. Ada juga beberapa Guci mewah di dekat pintu masuk kamar.
Tempat tidur Lucia sangat luas dan memiliki tirai yang diikat pada tiap tiangnya. Lemari yang berisi puluhan sepatu dan dress yang indah. Di sebelahnya juga ada Meja rias yang menyimpan ratusan perhiasan dan make-up.
Tidak jauh dari tempat tidur ada Sofa mewah yang menghadap jendela super besar. "Pemandangan yang indah," kagum Lucia saat melihat taman bunga dari balik jendela.
Kebetulan kamar Lucia berada di lantai tiga kediaman sehingga membuat pandangan ke taman di bawahnya jadi lebih luas. Terbentang taman bunga dengan berbagai jenis warna di sana.
Lucia berhenti menikmati pemandangan saat dia mendengar suara yang tak asing dari sistem. "Nona, ada misi lagi. Lihat ini!" Kali ini Lucia tidak mengabaikan Momo, dia langsung duduk di sebelah Momo dan melihat layar biru cerah transparan di depannya.
1 Misi Terdeteksi.
Disclaimer : Jika tidak mencapai target posisi anda akan turun 1 tingkat.
Pertama, Anda harus meningkatkan rasa suka Duke dan ketiga Tuan Muda hingga 100%.
Kedua, Anda harus menurunkan rasa suka Nona Selvina hingga -100%.
Ketiga, Anda harus membuat ketiga pangeran jatuh cinta pada Anda dengan indikator 100%.
Lucia hanya menyunggingkan bibirnya sedikit. Dia sangat menyukai tantangan seperti ini. Tidak peduli apa, dia pasti akan mempertahankan peringkat SSS nya. "Tenang saja Momo, ini sangat mudah."
Tiba-tiba ada ketukan dari pintu. Lucia membukanya dan Lawson masuk beserta beberapa pelayan. Lawson memberitahukan bahwa tiga orang pelayan yang dibawanya ini akan melayaninya.
Lucia tanpa sadar memperhatikan angka 60 % pada indikator di atas kepala Lawson. Begitu pula di kepala pelayan ada angka 60%, 70%, dan 72%
Setelah selesai mengatur pelayan, Lawson menyampaikan bahwa Tuan Duke sudah mengutus orang untuk membereskan orang orang yang pernah menyakiti Lucia.
"Nona, Tuan Duke biasanya memang agak kejam. Tapi kali ini beliau sangat kejam. awalnya kulit mereka di sayat kemudian...."
Lawson menjelaskan dengan detail hingga Momo pun ingin muntah. "Lawson, aku jadi ingin mengunjungi mereka." Lawson memperhatikan tidak ada yang berubah dari mimik wajah Nona Lucia.
Lawson, Lucia, dan Momo pergi ke penjara bawah tanah. Sepanjang perjalanan Lawson memperhatikan wajah Nona Lucia yang sama sekali tidak berubah.
"Apa Nona Lucia tidak jijik berada di penjara bawah tanah ini?" batin Lawson.
Mereka kemudian tiba di kamar penjara yang kumuh bahkan kecoak dan tikus sedari tadi berkeliaran membuat Momo bergidik ngeri. Dia sangat benci tikus.
Tiga orang dalam satu ruangan. Wanita yang lebih tua tubuhnya penuh lebam hingga tidak dapat dikenali. Sedangkan pria yang lebih tua tak jauh beda. Yang paling mengenaskan adalah anak mereka. Seluruh kulit di tubuhnya telah terlepas yang membuatnya tampak mengerikan.
"No..na i.. ini...." Lawson tak tahan lagi dan dia pun muntah tak jauh dari sana.
Lucia hanya menatap datar pada mereka. Tiba-tiba terlintas kenangan Lucia yang asli di pikirannya.
"Hehehe, Nona Lucia jangan menolak. Nikmati saja. Kami akan bermain dengan lembut." Mata nanar pria tua itu membuat Lucia ingin muntah. Begitu juga anak lelakinya yang menjilati bibir. Mereka berdua sudah membayangkan kenikmatan seperti apa yang akan mereka dapatkan.
Lelaki tua itu adalah suami Retta dan yang lebih muda adalah anak lelakinya.
"Menjijikkan. Menjauh dariku!!" Teriak Lucia. Dia menangis dan berteriak sekuat tenaga. Gaunnya telah robek disana-sini.
Untungnya, Tuan Dawson berada di dekat tempat kejadian sehingga dia dan bawahannya segera menangkap mereka berdua. Anak dan suami Retta pun dimasukkan kepenjara dan dipukuli habis-habisan.
Kepolosan Lucia masih terjaga. Dia merasa lega, tapi Dawson berencana untuk memecat Retta tapi Lucia merasa itu bukan kesalahan Retta dan hanya memecat suami dan anaknya.
Hal inilah yang menyebabkan Tuan Dawson kecewa pada Lucia karena membela Retta habis-habisan.
Dendam membara di hati Retta. Tidak seharusnya suami dan anaknya dipecat dari pekerjaan itu sehingga dia pun mulai merundung Lucia lebih parah dari sebelumnya.
Tapi Lucia yang berdiri di depan mereka ini bukanlah Lucia yang asli, tapi Lucia yang akan membalas dendam sepuluh kali lipat.
Retta yang berada dibalik jeruji merangkak dengan susah payah mendekati Lucia memohon agar mereka dilepaskan. Lucia mulai berakting lagi, dia dengan wajah khawatir meminta penjaga untuk membuka kunci agar Lucia bisa masuk.
Awalnya penjaga tidak mau tapi dengan berbagai bujuk rayu Lucia mereka pun mempersilahkan Lucia masuk. Tentu saja dengan ditemani penjaga lainnya.
Lawson merasa kepalanya mulai berdenyut. Dia takut hal buruk menimpa Nona jika terlalu lama disini. Tanpa mereka sadari Edith dan Danny juga berada di sana dan melihat mereka.
Lucia melihat ke bawah pada Retta yang merangkak dan berusaha memegang kakinya. Sayangnya kaki Lucia lebih cepat saat menendang tubuh Retta hingga membuatnya menabrak dinding dan langsung tak sadarkan diri.
Mereka semua yang melihat pemandangan di depannya dengan kaget. Tendangan Nona Lucia cukup kuat. Apa dia belajar bela diri?