NovelToon NovelToon
Dilema Cinta

Dilema Cinta

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nur hapidoh

Apakah yang harus Risya lakukan ketika dia mengetahui suaminya telah bertunangan dengan wanita yang di jodohkan oleh kedua orang tua sang suami? Sementara dirinya sedang mengandung benih alvin, atasannya di kantor sekaligus lelaki yang dia nikahi atas fitnah sang ayah tiri yang hampir saja merenggut kehormatannya pada saat Ibunya meninggal di desa kelahirannya.

Pada saat Risya memutuskan untuk meninggalkan suaminya, demia bakti sang suami pada kedua orang tuanya. Ternyata Risya mengetahui kalau tunangan suaminya itu bekerja sama dengan musuh suaminya untuk menghancurkan hidup suaminya.

Dilema cinta di hadapi oleh Risya saat itu. Apakah dia akan mengalah ataukah memperjuangkan kebahagiaannya sendiri bersama anak dan suami yang telah membuat dirinya kembali merasakan cinta setelah patah hati gara-gara Abid, sang mantan kekasih di masa lalu.

Yuk baca selengkapnya dan jangan lupa favorit, like, vote, gift nya ya, thanks you. Love sekebon tetangga buat kalian semua para reader tercinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Abid menjemput Risya akan tetapi Abid mendapatkan kenyataan bahwa Risya ternyata sudah pergi dari sana bersama Alvin.

" Apa Bapak yakin kalau Risa sudah pergi bersama Alvin? CEO kalian?" tanya Abid yang merasa tidak percaya bahwa mantan kekasihnya bisa pergi bersama dengan sahabatnya.

" Benar Tuan. Non Risya dan Tuan Alvin sudah pergi sekitar 30 menit yang lalu. Coba tanyakan saja kepada asistennya. Karena tadi saya lihat Non Risya berbicara dengan asisten Tuan Alvin." Abid pun kemudian menghubungi asisten Alvin yang sudah dia kenal sejak lama karena memang masih sahabatnya juga.

Bagus yang saat ini masih berada di dalam kantornya mengerutkan keningnya ketika dia mendapatkan telepon dari Abid.

" Kenapa dia menelponku?" tanya Bagus.

Karena penasaran Bagus pun kemudian mengangkat telepon dari Abid.

" Ada apa?" tanya Bagus to the point.

" Ke mana Alvin pergi bersama sekretarisnya yang baru?" Bagus menghela nafas berat.

' Sudah kuduga dia pasti ingin bertanya tentang Risya yang sedang pergi bersama Tuan Alvin.' bathin Bagus yang mulai merasa tidak nyaman.

Abid tampak tidak sabar menunggu jawaban dari Bagus yang sejak tadi malah melamun.

" Cepat jawab pertanyaanku! Le mana Risya dan Alvin?" ulang Abid yang sudah tidak sabar lagi.

" Mereka berdua pergi ke kampung halaman Risya. Baru saja Tuan Alvin menghubungiku, memintaku untuk menghandle semua pekerjaan dia, kalau mereka akan tinggal di sana satu minggu." Abid benar-benar terkejut mendengar perkataan sahabatnya.

" Apa kau yakin kalau mereka akan tinggal di sana satu minggu? Untuk apa mereka tinggal di sana satu minggu? Bukankah banyak pekerjaan yang harus diurus oleh Alvin?" Abid terdengar seperti cemburu mendengar perkataan Bagus.

Bagus tidak heran ketika dia mendengar pertanyaan-pertanyaan dari Abid mengingat Risa adalah mantan kekasihnya.

" Pantas saja Risya meninggalkanmu. Kau bahkan tidak tahu kalau ibunya Risya meninggal? Ckckck! Kau terlalu sibuk bermain api di luar sana!" ucap Bagus sambil berdecak lidah.

Abid terkejut mendengar informasi yang diberikan oleh bagus tentang ibunya Risya yang telah meninggal.

" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Apakah kau yakin kalau ibunya Risya meninggal?" merasa bersalah karena tidak bisa mengikuti Risya pulang kampung.

Tadi ketika Abid hendak datang ke kantor Risya tanpa sengaja dia menabrak seorang wanita yang bernama Celine. Wanita cantik itu mengalami sedikit cedera di kepalanya sehingga memaksa Abid untuk pergi ke rumah sakit.

Celine yang saat itu hendak memarkirkan mobilnya, tanpa sengaja di senggol oleh Abid yang saat itu sedang buru-buru untuk menuju ke kantor Risya.

" Tadi Tuan Alvin sudah menghubungiku kalau dia akan lama di sana, sekitar 7 hari. Karena menunggu tahlilan ibunya Risya." Abid mengangguk dan paham dengan semuanya.

" Kenapa Alvin pakai acara mengantarkan Risya segala sih? Apa kau pernah melihat? Ada seorang CEO yang mengantarkan sekretarisnya pulang kampung?" tanya Abid pada Bagus yang hanya bisa menghela nafas.

" Apa kau tahu di mana kampung halamannya Risya?" tanya Abid lagi.

" Weh, yang menjadi kekasihnya kan kamu! Masa kau tidak tahu di mana kampung halamannya Risya? Ngapain aja kamu menjadi kekasihnya selama ini? Sampai tidak tahu kamu halaman kekasihmu sendiri." Bagus merasa gemas dengan tingkah Abid.

Abid terdiam sejenak. Memikirkan apa yang dikatakan oleh Bagus.

' Benar sekali! Apa yang telah kulakukan selama ini sampai tidak tahu di mana kampung halaman Risya?' monolog Abid yang merasa jengkel dengan dirinya sendiri.

Selama bersama dengan Risya, Abid memang lebih disibukkan dengan pekerjaan dan juga kehidupan pribadinya. Bisa dikatakan Abid sangat jarang memiliki waktu bersama dengan Risya.

" Apa kau tidak bisa bertanya kepada Alvin alamat kampung halaman Risya? Aku ingin mengunjunginya di sana dan mengucapkan bela sungkawa untuk Risya atas meninggal ibunya." Abid terdengar tulus sehingga akhirnya bagus pun memberitahukan alamat kampung halaman Risya kepada Abid.

Setelah mengetahui alamat kampung halaman Risya, Abid pun langsung meluncur ke sana dengan hati yang was-was.

" Bagaimana mungkin Alvin sampai rela bersama dengan Risya selama satu minggu di sana?? sebenarnya Apa hubungan mereka berdua? Rasanya tidak mungkin kalau lebih daripada sekretaris, mengingat mereka baru saja bertemu." Abid terus bermonolog dengan dirinya sendiri.

Abid benar-benar ketakutan kalau sampai Risya dan Alvin memiliki hubungan spesial.

Karena bagaimanapun dirinya masih mencintai Risya dan ingin kembali kepadanya walaupun apa yang akan terjadi.

Abid tidak mau kehilangan Risya dan tidak ingin bersaing dengan sahabatnya.

Abid melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi karena dia tidak sabar untuk bertemu Risya dan juga Alvin.

Ketika Abid sampai di kediaman Risya dia tercengang melihat kediaman itu terlihat begitu sepi.

" Padahal ini masih sore. Kenapa rumah ini begitu sepi? Apakah Bagus telah salah memberikan alamat kepadaku? Harusnya kalau ada orang meninggal. Bukankah ramai rumahnya dengan tetangga dan handai taulan?" Abid terlihat begitu penasaran dengan kondisi rumah Risya yang begitu sepi dan sunyi.

Ketika melihat seorang wanita yang keluar dari rumahnya Abid pun langsung mendekatinya dan bertanya kepada wanita itu soal Alvin dan Risya.

" Maafkan Aku kenapa rumah yang baru saja mendapat kedukan begitu sepi? Kemanakah Risya anaknya?" tanya Abid to the point kepada Ibu tersebut.

" Oh, iya. Ramenya nanti habis Isya ada tahlilan dan yasinan untuk ibunya Risya. Kalau jam segini memang sepi, karena semua orang masih beristirahat di rumah mereka masing-masing." Abid merasa bingung dengan keterangan itu.

" Apakah Risya tidak tinggal di sini?" tanya Abid benar-benar merasa penasaran sekali.

" Sejak hari pertama meninggal ibunya, Risya dan laki-laki yang bersamanya, mereka tidak tinggal di tempat ini. Akan tetapi tinggal di hotel yang berada di kota. Mereka datang kemari setelah Maghrib untuk membantu persiapan yasinan dan tahlilan." Abid mencelos hatinya mendengar hal tersebut.

" Mereka berdua tinggal di hotel? Apa nama hotelnya?" Abid benar-benar tidak menyangka kalau Risa dan Alvin akan tinggal di hotel bersama selama mereka tinggal di sana.

" Mas cari saja hotelnya di kota yang tidak terlalu jauh dari sini. Hanya hotel iti saja satu-satunya yang ada di kota kecamatan kami. Kalau Mas bertanya kepada orang sepanjang jalan pun pasti mereka akan tahu Hotel itu." Abid pun kemudian berpamitan untuk pergi ke hotel mencari Risya dan Alvin.

Hati Abid benar-benar ketar-ketir mendengar kabar bahwa Risya dan Alvin tinggal di hotel bersama.

Dirinya yang merupakan seorang playboy kelas kakap dan selalu melakukan hal tidak senonoh kepada wanitanya. Abid sudah berpikir bahwa Risya dan Alvin pasti melakukan sesuatu di belakangnya.

" Aku akan menghajar Alvin kalau dia berani macam-macam kepada Risya!" ujar Abid yang merasa kesal sekali kepada Alvin yang sudah berani membawa pergi Risya yang sekarang berstatus sebagai mantan kekasihnya.

1
Rosani Rosa
lima tahun tapi kejahatan si aline gak ke bongkar juga waaahhh memang hebat author ini saking hebat nya pengen rasa nya saya kasih bintang 1
Nur hapidoh: nanti giliran author tamatin tiba2 protes lg, susah sekali jd author ya, jd penulis aja kak jgn jd pembaca biar tahu gimana rasanya punya pembaca macam anda ini
total 2 replies
Ma Em
sebenarnya Aline ini ibu kandungnya Alvin atau ibu tirinya sih, tapi katanya ibunya Alvin sudah meninggal.
Nur hapidoh: yang meninggal ibunya risya kak bukan ibunya alvin
total 2 replies
Apriyanti
lanjut thor
Rosani Rosa
si risa udh bego lemah banget astaga bikin gregetan
Apriyanti
lanjut thor
Rosani Rosa
ini yang keterlaluan bego si risya apa author nya sih, tolong dong thor jangan bikin karakter si risya teramat bloon ya tau sih dia trauma tapi setidak nya percaya gitu sama Alvin greget banget baca nya liat karakter risya yg teramat bego entah author nya aja yg bego bikin novel terlalu menonjolkan kejahatan dan kebodohan
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: asiap kak
total 1 replies
Tasya
mirisnya thor
Nur hapidoh: hooh kak
total 1 replies
Tasya
ooooh
Nur hapidoh
keren
Apriyanti
lanjut thor
🌈Rainbow🪂
👣
Apriyanti
lanjut thor
Nur hapidoh: thanks akak 😊
total 1 replies
Mari ani
Aku mapir tor
Nur hapidoh: thanks akak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!