NovelToon NovelToon
Ukhti Bar-Bar

Ukhti Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:327.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sina Tu Narti Ajj

Hasna Albani Yazid, adalah muslimah yang energik dan memiliki beberapa keahlian. Beladiri Wushu dan Thai boxing. Bisa memanah dan ahli berkuda. Hasna juga bisa mengendarai motor gede.

Penghianatan sang ayah yang ia kagumi pada sang bunda membuatnya memiliki karakter yang antipati serta dingin terhadap laki-laki.

Suatu hari Hasna harus ikut balapan liar demi membela nasib kawan-kawannya yang suka di bully preman kampus. Hingga ia tak sengaja menabrak pemuda yang ingin berangkat ke masjid.

Karena kejadian itu Hasna di masukkan ke pesantren dan pemuda tersebut adalah salah satu pengajar di sana.

Apakah, Gus Musa bisa membimbing murid bar-bar ini dengan kesabarannya?
Atau, dirinya justru takluk dengan segala keunikan Hasna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6# Nggak Boleh Nakal!

Hasna bukannya tak berat hati meninggalkan fakultas yang selama satu tahun lebih ini menjadi tempatnya menuntut ilmu. Apalagi, dia harus juga rela meninggalkan para sahabatnya yang selama ini selalu ada untuknya.

Sejujurnya, Hasna itulah kesepian ketika di rumah. Kakek dan sang bunda seiring keliling kota untuk syiar agama. Sehari-hari mereka mengajar di sebuah yayasan.

Tak memiliki saudara satupun membuat dirinya merasa hanya hidup sendirian.

Hasna sebentar memiliki seorang kakak. Akan tetapi, saudari satu-satunya itu kini tengah berada di Yaman untuk menuntut ilmu. Sudah hampir tiga tahun Hasna tidak bertemu dengannya. Berkomunikasi di telepon pun jarang mereka lakukan.

"Besok aku kerumah kamu ya. Aku mau antar kamu, Na," ucap Mila setelah mereka selesai berpelukan.

"Gak usah! Cukup hari ini gue nangis. Gak mau nangis lagi yang malah nantinya buat keputusan gue berubah!" Hasna menolak keras niatan Mila yang ingin mengantarkannya.

Hasna sudah berada di kediaman sang kakek yang cukup mewah ini. Bangunan tiga lantai ini memiliki luas hampir enam ratus meter persegi.

Di saat makan malam.

"Aku selesai, Bun, Kek. Hasna mau ijin kembali k kamar, packing," pamit Hasna tanpa melihat ke arah keduanya. Sesungguhnya ia masih merasa bersalah.

"Tunggu sayang! Kau bilang apa? Mau packing? Jadi--"

"Iya, Kek. Hasna akan mempertanggungjawabkan perbuatan Hasna. Maaf, lagi-lagi sudah mengecewakan kalian."

Angkasa tak dapat berkata apapun untuk menjawab permintaan maaf dari sang cucu barusan. Entahlah. Sepertinya ada rasa nyeri ketika ia melihat Hasna yang mode menurut seperti itu.

Angkasa menoleh ke arah Hanifa putrinya. Dimana perempuan 46 tahun itu juga ternyata tenaga melihat kearahnya.

"Papa harap. Keputusan ini adalah yang terbaik. Bagaimanapun, Hasna harus kembali pada kodratnya. Anak itu, harus bisa mengontrol setiap emosinya. Tidak semua, masalah bisa di selesainya dengan jalan kekerasan."

"Cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya. Ketika, panutannya itu berkhianat maka ... sakitnya melebihi patah hati. Aku ... tidak bisa menyalahkan putriku dengan segala sikapnya selama ini. Justru semua ini adalah salahku, Pa. Aku berusaha menyembuhkan luka dengan menyiarkan agama sejauh mungkin. Tetapi, di satu sisi ... putriku merasa kesepian. Hanifa harap, Hasna tidak menyimpan kebencian pada kita," lirih Hanifa yang kemudian menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.

Wanita yang mengenakan Khimar lebar itu menangis tanpa suara.

Angkasa, hanya bisa menunduk. Ia pun memiliki harapan yang sama. Bagaimana pun, Hasna masih tanggung jawabnya.

Angkasa tidak bisa memikirkan kemungkinan jika cucu perempuannya itu terluka karena cara hidupnya yang seperti itu. Sungguh, dia sangat mencinta Hasna. Hingga, Angkasa tak sanggup melihat cucunya itu menderita.

"Papa akan menghubungi kyai Faisal Basri. Semoga, beliau menerima kedatangan Hasna yang mendadak ini. Semoga, Gus Musa belum berangkat ke Yaman," ucap Angkasa. Mengusap kepala Hanifa sekali, lalu pria berusia 60tahun itu pun berlalu ke ruang kerjanya.

"Assalamualaikum, Kyai ...," sapa Angkasa ketika panggilannya telah terhubung.

"Alhamdulillah, ana baik. Besok, kita ke pesantren mau nitip cucu lagi satu, boleh?" tanya Angkasa.

"Alhamdulillah, insyaallah. Semoga semuanya lancar, saudaraku. Wassalamu'alaikum warahmatullahi!" Angkasa pun menyudahi panggilan. Lagipula, hari sudah cukup larut di sana.

Keesokan harinya.

Hasna terlihat menyeret satu koper besar dan satu tas gemblok kesayangannya.

"Kamu cuma bawa segini sayang?" tanya Hanifa sang bunda.

"Iya, Bun. Buat nanti sisanya Hasna beli aja di sana. Boleh kan sesekali belanja keluar?" tanya Hasna dengan kening berkerut.

"Ya sudah, Nak. Nanti kalau memang tidak ada agenda belanja. Biar bunda yang kirim dari sini," ucap Hanifa. Sekarang jaman serba digital dan belanja serta mengirimkan barang adalah hal yang mudah.

Mereka berangkat menggunakan satu mobil grandmax milik Angkasa. Berangkat pagi hari, dan sampai menjelang Maghrib.

Angkasa memerintahkan sopir untuk berhenti di masjid atau musholla.

"Ayo sayang, kita solat Maghrib dulu. Sekalian makan kamu pasti udah lapar ya." Hanifa mengusap ujung Khimar putrinya itu.

"Bun, kenapa sih masukin Hasna ke pondok pesantren yang letaknya di bawah gunung kayak gini? Jauh banget lagi," protes Hasna. Bokongnya terasa sangat panas karena berjam-jam duduk di dalam mobil. .

"Supaya kamu gak bisa kabur!" celetuk Angkasa dari kursi samping kemudi. Ternyata pria tua itu menguping pembicaraan dari anak dan cucunya ini.

"Haissh, kenapa Hasna harus kabur. Hasna akan tetap memegang janji!" keselnya seraya mencebikkan bibirnya yang penuh dan berwarna merah alami itu.

"Itu karena kamu belum tau aja gimana pesantren itu, sayang," ucap Angkasa lagi.

Hasna pun langsung menoleh ke arah sang Bunda, yang kini tengah menahan senyum.

"Emang kayak gimana, Bund?"

"Nanti juga kamu akan tau, Nak." kawan Hanifa singkat.

Hasna hanya mencebikkan bibirnya mendengar jawaban ambigu dari sang bunda.

"Ingat satu pesan Bunda ya, sayang. Kamu jangan nakal di sana," pesan Hanifa pada putrinya.

"Hemm."

"Lagipula sejak kapan gue nakal sih, Bund." Hasna hanya bisa menggerutu dalam hati.

Pesantren Darussalam.

"Nak, tunda setahun lagi keberangkatanmu ya. Kami masih kekurangan tenaga pengajar. Apalagi, besok, putri dari sahabat Abi akan belajar di pondok kita ini," ucap Kyai Faisal Basri kepada putranya yang kemarin baru saja tiba di pesantren ini.

"Tapi, Bi."

"Apa kamu gak kasian sama adik-adik sepupumu? Lagipula, kau kesana bukan lantaran mengejar ilmu kan?" tebak kyai Faisal langsung tepat sasaran.

"Apaan sih, kok Abi bisa ngomong kayak gitu. Kayak tau aja. Musa--"

"Bukan kata Abi. Tapi Ummi kamu yang bilang. Tak ada satu pun anak yang bisa menutupi apapun dari seorang Ibu. Tapi, kau bisa menyembunyikan dari Abi. Meskipun, kini juga kami pada akhirnya tau," tutur Kyai Faisal.

Musa hanya bisa menelan ludahnya kasar.

Bersambung

1
Assyfa Husna
asalamuallaikum author...sy mampir,cerita bguz👍🏽
Sunarmi Narmi
Tergantung jg orangnya sih..bnyak yg masuk pesantren mlah peak kelakuannya..biasanya itu bukti pemberontakan anak yg tdk mau msuk pesantren..krn sejatinya pendidikan karakter dn ahklak di mulai dri rumah bukan di rumah ngak mampu trus dilarikan ke pesantren..bnyak anak santri yg stres krn itu
mhiu
ceritanya menarik banget dan penuh plot twist sampe bela²in begadang ..
disinopsis, tokoh yg disebutin itu hasna sm musa tp diending malah hasna sm amar, aira sm musa. sebenernya udah curiga waktu hasna nangkep maling, yang pertama nemuin itu amar tp ttp aja ngga sesuai ekspektasi krn aku tipe pembaca yg liat sinopsis dulu baru ngikutin cerita.
agak kecewa krn parah tokoh utama jodohnya dengan tokoh pendamping yg ujug² nongol dihampir pertengahan cerita tp overall emang bagus ceritanya.
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Asngadah Baruharjo
wadidawwww
Asngadah Baruharjo
siapa takut😀😀😀
Asngadah Baruharjo
kabooooorrrrrrr
Nurul Safaiyah
maaf apa bersaudara boleh dinikahi laki laki bersaudara juga
Aira Ilsiana: klau menikah anatara saudara kek gitu gk papa kak, cuman setau aku kalau selang seling kek gtu gk tau jg sih
total 1 replies
Yaser Levi
aduh..gmn ini..kknya mo pulang, lagian aneh ya, sdh tau si musa demen nya sm aira knp ngotot jodohin ke hasna??mau cr ribut..buat perang sodara??
Robiyana Syamsulbahri
👍
Sweet Girl
pingin nyobak adu kekuatan tu Hasna...
Sweet Girl
betul...
Sweet Girl
hai songong... yg sportif kamu...
Sweet Girl
kamu Kata Hasna menjijikan, Mon...
ngaca kali Mon...
Sweet Girl
wong cuma Pamannya yg JD Donotur sudah sok-sok an .
gimana klo ortunya ya...
Mon...Mon... mending lu ikut ngaji Sono... sama si Hasna.
Sinta Dewi
cerita nya bagus Thor, tetap semangat 💪 berkarya ya 🥰💖
Teti Kaka Hotimah
kirain hasna sama musa....eh yernyata sama kakanya
Anonim
bagus ceritanya...bkn cerita yg umum...cewe tertindas, ga hrs ttg CEO yg rasa sultan atau jebak menjebak biar hamil atau poligami...cm maaf ya thor, typo nya ckp banyak...ga terlalu panjang jg ceritanya, yg jelas sampai end...ga PHp...anyway, well done thor.good job
Anonim
gus mus sat set y bun...
Sulaiman Efendy
TPI AKU MSH PENASARAN DGN NOVEL PERTAMA & OTHOR SINTA, YAITU TETANGGA AI LOV YU.. THE JOURNEY OF LOVE. .. PENASARAN TTG KYAKINAN YG DI ANUT TOKOH NOVELNYA.. SDGKN NOVEL SELANJUTNYA YG MSH BRKAITAN DGN NOVEL PERTAMA DN KDUA,, TOKOH2 NYA PADA MUSLIM, TERMASUK ORTU VAY MERTUA PETIR,, MUSLIM, PADAHAL SDR TIRINYA NIKAH DI ALTAR... DAN PELANGI ADIK TOPAN KK BADAI, JUGA NIKAH ISLAM, PADAHAL MNTAN SUAMINYA YG POLISI KLUARGANYA DI NOVEL PERTAMA & KDUA NIKAH NON MUSLIM..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!