NovelToon NovelToon
Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Persahabatan / Tamat
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: chiisan kasih

Terjebak dalam lingkaran cinta dengan sahabatnya sendiri, membuat Albern terus-terusan merasakan sesak di dada.

Memendam cinta bertahun-tahun lamanya kepada sahabatnya sendiri Wileen, akhirnya membuatnya memilih pergi menghindar untuk menenangkan hati.

Kepergian Albern dari sisinya, membuat Wileen merasa sangat kehilangan sahabat terbaiknya.

Sejak saat itulah Wileen tidak tahu lagi kabar tentang Albern.

Hingga takdir seolah mempermainkan hidup mereka berdua.

Albern tidak sengaja di pertemukan kembali dengan sahabatnya, yang selama bertahun-tahun lamanya, nama dia masih tersimpan apik di dalam hatinya, dialah Wileen.

Sejak itulah Albern menyamar menjadi orang lain demi dekat di sisi Wileen. Bahkan Wileem tidak tahu, Albern adalah tunanganya.

Mau tahu kisah mereka seperti apa? Apakah mereka akan jujur dengan perasaan masing-masing? atau selamanya akan menyimpan rasa? Apakah Wileen akan mengetahui penyemaran Albern? baca ceritanya di "Jodohku Selamanya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiisan kasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flash Back

Suara ponsel bergetar memenuhi isi ruangan, Sania segera mengankat telpon dari seseorang yang di tugaskan untuk mengabarinya saat melihat Albern datang ke lokasi pemotretan.

"Hallo, bagaimana apa lo melihatnya?" tanpa menunda waktu, Sania langsung mengangkat panggilan masuk di ponselnya.

"Ya, dia baru saja tiba dan saat ini masih berada di lobby," jawaban dari seseorang yang sangat jelas di balik telpon.

"Kabar baik dan baiklah terimakasih sudah membantuku." dia tersenyum seperti telah menangkap mangsanya.

Sania menutup telponya dan bergegas menuju ke pintu utama. Dia tidak ingin kehilangan jejak Albern lagi dan lagi. Karena orang yang di cintai sahabatnya itu sudah seperti mahluk halus yang tak kasat mata dan suka menghilang dan muncul secara tiba-tiba.

Sosok yang di carinya kini tepat di sampingnya, lagi lagi Sania merasa puas dengan usahanya. Albern masih belum menyadari keberada'an Sania di sampingnya.

"Elo hutang penjelasan pada gua, Albern!"

Albern yang hendak melangkah menuju ruang pemotretan tersentak kaget. Di lihatnya sosok wanita bertopi hitam yang tak lain adalah Sania.

Sahabat dari Wileen itu masih memendam rasa penasaran yang berlebih kepada Albern. Bagaimanapun, sosok pria di depanya inilah yang membuat dunia Wileen berubah.

Albern masih saja melanjutkan langkahnya, mencoba tidak mempedulikan Sania. Namun Sania tak mau kalah dan membuat Albern akhirnya menghentikan langkahnya.

"Jadwal pemotretan hari ini di tunda, dan elo ikut gua sekarang," ajak Sania menggeret tangan Albern.

"San, lepasin! apa-apa'an sih, lo."

"Sudah, lo nurut aja sama gua atau gua kasih tau ke Wileen kalau elo ada di sini," ancam Sania.

Dengan sangat terpaksa Albern akhirnya menuruti ajakan Sania. Di sinilah saat ini mereka berada, di sebuah Cafe kecil yang tidak mungkin di datangi para orang-orang terkenal seperti Wileen.

"Apa mau elo, San?"

"Mau gua, elo jelasin semua ke gua tentang menghilangnya elo selama ini."

"Enggak! gua gak mau," tolaknya

"Oh, jadi elo milih gua kasih tahu Wileen keb_

"Stop! iya,,iya gua ceritain."

Sania tersenyum penuh kemenangan dan siap mendengarkan cerita dari Albern.

"Tapi elo musti janji! jangan beritahu Wileen."

"Ya."

"Gua cinta & sayang sama dia! apa lagi dulu gua lihat dengan mata kepala gua sendiri bahwa Wileen terlihat bahagia bersama Sain. Gua mundur di saat keberada'an gua hanyalah sebatas rumput liar yang tumbuh di antara bunga-bunga yang sedang bermekaran_

Flash back on

"Lo jauhin Wileen! dia sekarang sudah jadi cewek gua."

"Apa maksud, elo? Wileen sahabat gua. Albern mencoba melangkahkan kakinya menghindari Sain, namun Sain tetap saja menghalangi langkahnya.

"Antara cowok dan cewek gak ada yang 100% sahabatan dan gua tahu elo suka sama Wileen, kan?" desak Sain agar Albern mengakuinya.

"Kalau gua suka memangnya kenapa? gua sahabatnya dan gua lebih kenal dia duluan dari pada elo." Jawaban Albern benar benar membuat Sain semakin emosi. Baginya Wileen adalah miliknya dan dia tidak akan membiarkan siapapun untuk memilikinya termasuk Albern.

"Apa elo bilang barusan? elo suka sama Wileen? jangan bermimpi karena gua tidak akan membiarkan elo menyukainya."

Sain mencengkram rambut Albern kasar, lalu

membenturkan kepala Albern ke tembok. Seketika pandangan Albern berubah menggelap namun dia masih mencoba untuk sadar.

"Lo jauhin Wileen atau gua kirim elo ke neraka saat ini juga?"

"Ahh, lepasin gua! dasar orang gila, lo."

"Gua gila karena Wileen, dan elo akan menjadi orang pertama yang akan gua bunuh jika elo tetap mendekati Wileen. Jauhi dia atau elo yang bakalan gua jauhkan darinya untuk semalam lamanya," Sain mengancam.

Albern mengaduh keskitan karena Sain menyerangnya di saat dia belum siap. Saat Albern akan melawan, Sain lebih duluan membenturkan kepala Albern ke tembok.

Lagi-lagi Sain menjambak rambut Albern dan membenturkanya ke tembok. Darah segar mengucur dari kening Albern. Sain tidak main-main, cowok itu terlalu keras. Tak puas membenturkan kepala Albern ke tembok, Sain juga memukuli sekujur tubuh Albern hingga tak sadarkan diri.

Flash back off

Sania menggeleng tak percaya dengan cerita singkat Albern. Meskipun sulit untuk di percaya, Sania tetap mendengarkan sampai selesai dan membuatnya bertanya-tanya.

"Kenapa elo nutupin ini semua selama ini dan membiarkan Wileen berpacaran dengan cowok brengsek seperti Sain? lantas setelah itu bagaimana kondisi, elo?"

"Gua gak berniat nutupin, gua selama ini koma dan saat gua sadar ternyata gua udah jauh. Mungkin gua sudah tiada artinya lagi bagi Wileen. Gua juga melihat dia nampak lebih bahagia tanpa gua di sisinya."

"What? jadi selama ini elo menghilang karena koma? dan apa yang elo katakan barusan? Wileen lebih bahagia tanpa elo? elo salah Albern, dia sangat menderita selama ini tanpa elo di sisinya."

Albern sempat kaget dengan ucapan Sania barusan, namun dia pura-pura tidak mendengarkanya. Bahkan dia hanya mengangguk merespon tentang dirinya yang koma. Memang begitulah cerita yang dia ingat. Untung saja Albern tidak sampai gagarotak, padahal benturan di kepalanya cukup parah.

"Koma beberapa bulan doang, selebihnya memang gua yang ingin menghilang dari kalian."

Sania reflek memukul lengan Albern, lelaki di depanya sungguh bisa membuatnya darah tinggi. Di mana-mana cowok kalau mencintai cewek pasti memperjuangkanya, bukan malah melepaskanya dengan cowok lain yang tidak baik untuknya.

"Lo jangang gila! seharusnya elo memperjuangkan cinta, lo." Snia di buat geram dengan jalan yang di pilih Albern. Entah cowok di sampingnya itu tergolong jenis manusia yang seperti apa.

Albern hanya menanggapinya dengan gelengan kepala dan senyuman. Jangankan memperjuangkan cintanya, menemui Wileen saja Albern tidak mampu.

"Sekarang elo harus menemuinya," ajak Sania namun Albern menolak karena belum siap.

"Sampai kapan lagi, elo bakalan seperti ini? kalian berdua satu tetapi saling menyakiti saat berjauhan, maka bersatulah kembali seperti dulu."

Albern menggeleng, dia tersenyum sambil berucap. "Aku cukup bahagia melihatnya dari jauh, untuk sementara biarlah tetap seperti ini hingga aku siap menemuinya."

"Damm! Sania mengumpat. "Aku ingin mual mendengar kata-lata elo barusan, Al. Jangan menyedihkan seperti ini, tidak pantas cowok segagah dan setampan elo kayak gini.

Albern tersenyum melirik ke arah Sania, entah ucapan Sania barusan merupakan sebuah pujian atau makian. Namun terdengar lucu di telinga Albern, apa lagi melihat ekspresi kekesalan Sania karenanya.

"Elo akan tahu apa yang gua rasakan saat ini ketika elo menyukai seseorang nantinya," ucap Albern.

"Sorry! gua tidak ingin mengenal cinta, karena gua lebih suka persahabatan daripada cinta yang tidak tahu ujung, awal dan akhirnya."

"Bisa jadi ucapanmu menjadi bumerang! tidak ada manusia yang hidup tanpa cinta. Entah dia bisa memiliki cinta itu dari jiwa dan raganya atau hanya di simpan di dalam dada."

1
Putra Al - Bantani
hadir kak...
Laila Antoniii
kok gak di jabarin Thor belah duren nya
Chiisan kasih: bahaya, nanti ada yg praktek,
total 1 replies
Chiisan kasih
🤭🤭🤭
Fadzila
Wow Albern berjaya belah duren ni. Wkwkwk
Laila Antoniii
ganas banget si wileen🤣
Chiisan kasih: hahahahha padahal cuma mijit
total 1 replies
Metta Mo
suka banget kata-kata ini..
Chiisan kasih: cieh cieh yg bagian mana yg kamu suka
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
tuan posesif😍🥰
Chiisan kasih: yang cuek juga menantang loh, misterius hahha
total 3 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
hayolo,, kmn coba🤔
Metta Mo
kalo perawatnya cantik, jadi rela sakit gitu? sungguh konsep yang di luar Nurul.. 🤣🤣🤣
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
makin penasaran kapan ketahuan ama wileen nya🤔😍
Laila Antoniii
AQ kembali datang dan menunggu kelanjutan kisah di Lily yang pingin tak sambel 😬
mom_abyshaq
gregeten aku sama sain😤😤
mom_abyshaq
wahh... gagal melihat wajah Alex deh
Laila Antoniii
dasar lonte🤪🤪
mom_abyshaq
kenapa g hati2 sih
Will, jadi terluka deh jidatnya
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
kpn ketahuan nya ya?
Metta Mo
ceritanya bagus, menarik, tulisannya rapi, semangat nulis tor.
Metta Mo
sahabatan Sama lawan jenis, keknya syusah deh tor kalo nggak ada cinta-cintaan..
Metta Mo
gagal move on? ya Alloh, kasian amat idup lu tong.. 😂😂
Metta Mo
mungkin ini yang dinamakan kalah sebelum berperang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!