🏆 JUARA FAVORIT PEMBACA LOMBA "PENGKHIANATAN" SEASON 2 🏆
Qiana dan Emir sudah menjalin hubungan selama 12 tahun dan rencana mereka akan menikah tahun depan. Namun, betapa terkejutnya dia saat mendatangi pernikahan Zeline, sahabat baiknya. Ternyata yang menjadi mempelai laki-laki adalah Emir.
Dunia Qiana terasa hancur saat tahu kalau dirinya sedang hamil anak Emir. Sementara laki-laki itu tidak mau mengakuinya. Akibat kejadian itu sang ibu meninggal karena gagal jantung.
Di tengah keterpurukan itu datang penolong yang selalu memberikan penyemangat, yaitu Keenan seorang office boy. Pemuda ini sering membantu Qinan secara diam-diam. Apalagi saat Emir ingin kembali merebut hati Qiana dan Zeline ingin selalu berusaha menghancurkan kehidupannya.
Siapakah Keenan itu?
Apakah Qiana akan mendapatkan kebahagiaan setelah datang banyak cobaan yang menderanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Identitas Keenan
Bab 6
Tubuh Emir membeku saat melihat ada Qiana duduk di meja sebelah kanan. Laki-laki itu tidak mengerti bagaimana bisa mantan kekasihnya bisa berada di sini saat ini.
"Oh, iya. Pak Emir, ini ada pegawai baru yang akan menjadi rekan kerja tim ini," kata Pak Bimo.
Emir hanya mengangguk begitu juga dengan Qiana. Mereka pun sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Dikarenakan Qiana masih baru, jadi dia membantu dulu Ema karyawan yang duduk di sebelah kirinya. Karyawan di sana tidak banyak bicara ketika bekerja. Perempuan itu pun menjadi sungkan kalau terlalu banyak bertanya.
"Ada apa Qiana?" tanya Emir sambil melihat perempuan itu.
"Aku mau memfotokopi laporan ini," jawab Qiana.
Emir pun beranjak dan mengajak Qiana ke tempat biasa mereka mencetak banyak laporan. Ada tiga mesin fotocopy dan satu alat penghancur kertas di sana.
Emir sebenarnya masih sangat mencintai Qiana. Hatinya sakit saat tatapan mata perempuan itu kini berbeda kepadanya.
"Qiana, sebenarnya aku—" ucapan Emir terpotong saat ada pegawai lain masuk ke sana.
Qiana yang sudah malas banyak bicara dengan Emir saat ini secepatnya bereskan hasil fotokopinya. Setelah itu dia kembali ke tempat kerjanya. Semua hasil kerjanya selesai sebelum jam istirahat.
Emir masih diam-diam memperhatikan dirinya. Namun, Qiana bersikap masa bodo dan cuek akan keberadaan laki-laki itu.
"Qiana, kamu mau ikut bersama kami makan siang bersama?" tanya Ema setelah membereskan mejanya.
"Boleh," jawab Qiana. Barusan Keenan membatalkan janji mereka karena mendapat tugas dadakan dari salah seorang atasan di perusahaan.
Karyawan di sana memperlakukan Qiana dengan baik dan ramah. Mereka juga orang-orangnya sering bertingkah konyol dan mudah tertawa. Jauh berbeda ketika sedang bekerja, semua terlihat serius.
"Kita tidak boleh membuat Direktur Li marah dengan berleha-leha saat bekerja. Kamera cctv semua berjalan sampai tangga darurat pun terpasang kamera. Sudah banyak karyawan yang diberhentikan karena sudah melanggar ketentuan peraturan jam kerja. Jadi, kita saat bekerja tidak banyak bicara apalagi bercanda," jelas Ema dan Qiana manggut-manggut tanda paham.
Tidak jauh dari meja Qiana dan teman-temannya makan, Emir sedang makan bersama Edo. Namun, mata laki-laki itu tidak lepas dari sosok Qiana yang terlihat senang dengan teman barunya.
"Ada apa? Kenapa kamu melihat ke arah meja itu?" tanya Edo kepada Emir sambil mengunyah makanannya.
"Ada Qiana, dia sekarang bekerja di sini," jawab Emir dan sukses membuat Edo tersedak sampai mengeluarkan air mata.
Edo pun membalikkan badan dan melihat ada sosok perempuan yang dia kenal sebagai kekasih Emir sejak mereka ABG bau kencur.
"Kenapa dia bisa pindah bekerja di sini?" tanya Edo sambil menatap ke arah Emir.
"Tidak tahu. Padahal jabatan dia di perusahaan PT. MAKMUR sudah tinggi. Sementara di sini hanya menjadi pegawai biasa yang gajinya jauh dengan yang dia dapat di sana dulu," jawab Emir.
Edo pun berpikir kenapa Qiana bisa sampai kerja di sini dan rela melepaskan jabatan sebelumnya. Edo juga kenal baik dengan Qiana karena mereka dulu pernah satu sekolah. Laki-laki itu tahu kalau wanita itu bukanlah orang bodoh. Namun, dengan hadirnya di perusahaan ini membuat dia penasaran.
***
Hari-hari Qiana selama satu minggu ini berjalan baik dan menyenangkan. Rekan-rekan kerjanya sangat baik kepadanya. Meski ada Emir, orang yang paling dia benci saat ini, tetapi masih banyak orang yang menghargai dan menghormati dirinya.
Sudah satu minggu ini Qiana tidak melihat Keenan. Muncul rasa penasaran dengan keadaan pemuda itu. Office boy di perusahaan itu sering mendapatkan gilir tempat yang menjadi tugas mereka.
"Keenan sekarang sedang mendapat tugas di lantai berapa, ya?" tanya Qiana bermonolog.
"Sebaiknya aku nanti tanya saja kepada sesama office boy yang bekerja di sini," gumam Qiana lagi.
Qiana mencari tahu di mana Keenan bekerja saat ini. Wanita itu sudah punya janji akan mentraktir makan siang. Sekarang sudah seminggu berlalu, dia belum juga bisa merealisasikan janjinya itu.
"Saat ini Keenan bekerja di lantai paling atas tempat direktur utama bekerja," kata salah seorang office boy.
"Wah, aku mana berani mendatangi dia ke sana," gumam Qiana.
"Lagian dia sekarang sulit dihubungi handphone miliknya sering tidak aktif," lanjut gadis bersurai panjang itu mengeluh.
***
"Pak Li, bagaimana hasil laporan bulan kemarin?" tanya laki-laki muda memakai jas bermerk dan berjalan ke arah meja kerja.
"Semua berjalan lancar dan mencapai target," jawab laki-laki dewasa bertubuh tegap yang berdiri depan meja.
"Bagus. Pertahankan itu, kalau bisa lebih tingkatkan lagi. Beri kenaikan bonus untuk para karyawan yang berhasil dan baik dalam kerjanya," titah laki-laki itu.
"Baik, Pak Keenan. Lalu, sampai kapan Anda akan menyamar menjadi office boy di sini?" tanya Direktur Li.
"Aku lebih suka kerja di sini dari pada di perusahaan milik papa," aku Keenan.
"Dasar anak nakal. Di beri tempat kerja yang bagus malah memilih tempat yang biasa saja," kata Direktur Li.
Sebenarnya Keenan adalah seorang ahli waris dari keluarga Wijaya dari pihak papanya. Sementara perusahaan ini adalah milik keluarga Jayadiningrat, keluarga dari pihak ibunya. Keenan merupakan anak satu-satunya dari pasangan Gilang Wijaya dan Kinara Jayadiningrat. Laki-laki ini menjadi ahli waris dari dua keluarga konglomerat yang ada di negara ini. Kinara tidak bisa memiliki anak kembali setelah rahimnya diangkat karena mengalami kecelakaan dahulu.
"Oh, iya. Aku mau tanya tentang karyawan wanita yang kamu minta di sediakan tempat kerja untuknya, dia itu siapa?" tanya Direktur Li penasaran.
"Ishhh, kepo saja kamu. Sana balik lagi kerja, jangan urusi yang bukan urusan kamu!" titah Keenan.
"Siapa tahu nanti saat Nyonya bertanya tentang calon istri untuk kamu, aku bisa ajukan dia sebagai kandidat," ucap Direktur Li sebelum kabur pergi karena Keenan sudah berdiri dari kursinya.
'Mana mungkin aku dan Qiana bisa bersama?' gumam Keenan dalam hatinya.
***
Kenapa Keenan menyamar sebagai office boy? Bagaimana reaksi Qiana saat tahu identitas asli Keenan? Ikuti terus kelanjutannya, ya!
knapa yg musuhin Qiana jd 2 gini?
Qiana, kuat ya...
tggu saja