"Kamu tahu, terkadang waktu yang singkat memiliki kenangan yang hebat."
Gadis cantik dengan bulu mata lentik itu tersenyum kecut tanpa menatap lawan bicaranya. Ia sudah lelah menggantungkan harapan pada pria yang selalu mengumbar kata sayang, namun sikap dan usahanya tak menunjukkan hal demikian.
"Maafkan aku, kutahu ini sakit bagimu. Tapi ini juga sulit untukku," lirih Joe sungguh-sungguh.
Bagaimana bisa pria itu menahan seseorang, ketika ia masih mengharapkan cinta dari yang lainnya. Dia tak ingin melepas salah satunya. Dan Shena tau itu. Tapi bodohnya, Shena tak kuasa untuk mundur sebab rasa cintanya sudah terlanjur dalam.
"Bersamamu aku sakit, tapi jika tidak denganmu aku hancur."
Ini kisah Shena Morghia yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Joe Mafarulls. Seorang pria dewasa dengan kisah hidupnya yang rumit. Trauma akibat ditinggalkan kekasihnya di masa lalu, membuat Joe kesusahan membuka diri pada orang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 06 - Ini Tidak Adil
"Berhenti di sana! Atau aku tendang 'Zoe kecilmu' itu!" ancam Shena seraya menunjuk tepat ke arah di antara 2 paha Zoe.
Seketika Zoe berhenti bergerak, ia menangkup benda pusakanya dengan kedua tangan sembari meringis ngilu. Hanya membayangkannya saja, rasanya Zoe merasa sesak. Bagaimana jikalau Shena benar-benar menerjang benda istimewanya? Tidak, itu tidak boleh terjadi.
"Tapi, Na. Tunggu!" pinta Zoe dengan menyentuh pergelangan tangan Shena.
"Diam, atau aku akan lebih marah dari ini sama kamu!" seru Shena dengan menyentak tangannya secara kasar hingga telepas dari cekalan Zoe.
Zoe mengerjap-ngerjapkan matanya. Di satu sisi ia ragu, dan sisi lainnya ia tak mau Shena semakin marah padanya. Sebab bertengkar dengan Shena akan selalu menyiksa pria itu setiap waktu. Pikirannya tidak akan tenang, sebelum ia berbaikan dengan Shena hingga tak lagi harus pusing memikirkan bagaimana nasib hubungan mereka.
"Aku berangkat duluan. Kamu hati-hati nyetirnya," ucap Shena kembali tenang. Ia segera pergi dari sana meninggalkan Zoe yang termenung sendirian.
Seandainya dulu Shena bisa menahan diri, seandainya ia tak membiarkan hatinya jatuh cinta pada si brengsek Zoe. Sudah pasti saat ini hubungan ia dan Zoe akan baik-baik saja.
Terkadang, Shena ingin rasanya kembali ke waktu di mana ia belum mengungkapkan isi hatinya, maka pasti ia tak akan tersiksa dengan perasannya sendiri.
Di kantor, Shena tengah menjelaskan sepenggal kalimat yang ia terjemahkan kepada Erika, ia memberikan penjelasan dengan serius agar keduanya dapat saling memahami apa yang mereka kerjakan bersama.
"Angkasa di sini bukan berarti 'angkasa' yang sebenarnya, artinya lebih luas, dan gak mudah untuk digapai. Ini penulisnya menggunakan metafora dan apa yang dimaksud tidak sesederhana itu. Menurutku akan lebih baik menyelipkan footnote, karena kata-katanya agak rancu dan pastinya sulit dimengerti oleh pembaca. Jadi ...."
"Selamat pagi, semuaaa." Seru perempuan cantik yang tiba-tiba datang memasuki ruangan, dan menghentikan kedua wanita yang tengah berdiskusi. Dada Shena mendadak nyeri, setelah tahu siapa yang kini melenggang dengan anggun serta mengukir senyum manis di bibirnya.
"Pagi, Mbak Shena, Mbak Erika." Sapanya tersenyum hangat seraya mendekati meja keduanya.
"Pagi, Mbak Nessa. Waaah, cantik banget hari ini," puji Erika.
"Ah, Mbak Erika bisa aja," sahut Nessa tersipu.
"Beneran, Mbak. Fresh banget. Auranya kayak orang yang lagi jatuh cinta," kata Erika lagi.
Kali ini, Nessa tidak menjawab. Ia malah semakin terlihat malu-malu dengan wajahnya yang tiba-tiba saja memerah.
"Kalian berdua lagi apa?" tanya Nessa basa-basi. Ia membungkuk di tengah-tengah antara Shena dan Erika. Seolah ingin mengetahui apa yang keduanya diskusikan.
Tepat saat itu, Shena dapat melihat bibir Nessa dengan jarak yang cukup dekat, bibir yang mengenakan lipcream berwarna coral itu mengingatkan Shena pada kejadian semalam. Di mana ia melihat sendiri Zoe dan Nessa tengah berciumaan di ruangan pribadi Nessa.
Sekarang Shena sadar, benar apa yang dikatakan Nessa. Sedekat apapun ia dengan Zoe, sejauh apapun ia mengenal karakter Zoe, tetap saja ada hal yang tak bisa ia ketahui. Padahal ia yang paling mengenal pria itu, Shena lah yang hampir setiap hari bersama dengan pria itu.
Namun, Shena tidak bisa melakukan apapun yang diinginkannya. Berbeda dengan Nessa yang baru mengenal Zoe beberapa hari saja, tetapi gadis itu bisa dengan bebas mengekspresikan perasannya. Bukankah ini tidak adil?.
Seketika hati Shena mencelos, mengetahui laki-laki yang dicintainya berhubungan dengan wanita lain, bahkan dengan seorang gadis yang dikenalnya. Apalagi hal itu terlihat di depan matanya sendiri, ia tak bisa menghindar dan hanya bisa berdiam diri. Seperti orang bodoh.
...*...
...*...
Ada rasa kecewa saat Shena keluar dari lobi kantor. Zoe tak ada di sana untuk menjemput dirinya seperti biasa. Rupanya, pria sialan itu benar-benar menuruti perkataan Shena tadi pagi, untuk tidak menunjukkan wajah menyebalkannya hari ini di hadapan Shena.
Ah, munafik bukan? Shena berkata agar pria itu menjauh, namun nyatanya saat ini ia sudah menyimpan rindu. Dasar Zoe sialan!.
Tapi, bukanakah itu hal yang wajar? Entah sejauh mana pria itu menyisakan batasan, kamu akan tetap menyimpan rindu dan sayang tanpa mengenal salah dan benar. Dan itu memuakkan!.
Shena membuang napas lelah. Ia berjalan gontai seraya mengecheck ponselnya.
"Aku butuh healing," gumamnya. Ia berencana untuk nonton film sendirian di bioskop dan segera memesan kursi melalui srbuah aplikasi.
Sesampainya di Mall, Shena segera memasuki ruangan dan menduduki kursi yang sudah dipesannya. Setelah beberapa menit film berjalan, Shena baru menyadari bahwa ia salah memilih genre. Yakni genre romantik. Otomatis ada begitu banyak pasangan yang saling duduk berdampingan, bercanda, saling tertawa, bahkan terdengar saling merayu. Arhhh! Telinga Shena tiba-tiba saja gatal mendengarnya.
Belum lagi ada pasangan yang saling berpegangan tangan, saling menyandar, bahkan ada yang saling merangkul. Kemudian pasangan yang di pojok sebelah kiri Shena, entah apa yang keduanya lakukan. Hingga samar-samar Shena mendengar bunyi aneh dari si perempuan. Seperti ... Desaahan? Gila bukan?.
Shena menelan salivanya yang terasa pahit di tenggorokan. Kenapa di dunia ini harus ada orang pacaran? Kenapa hanya dirinya yang sendirian? Shena juga ingin seperti itu. Ingin seperti mereka yang diberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus dari pasangannya. Ah, cukup! Itu terdengar sangat miris.
Shena tak ingin semakin terlihat menyedihkan. Sebab saat ini ia sudah kembali ingin menangis, lantaran terlalu banyak yang ia pikirkan.
Tiba-tiba saja Shena meraskan adanya pergerakan dari sisi kanannya, sepertinya ada seseorang yang menduduki kursi tersebut.
"Nih!" ucap seseorang itu seraya menyodorkan sapu tangan. Shena memandang sapu tangan berwarna merah maroon itu dengan dahi mengkerut, ia menoleh ke samping melihat siapa gerangan yang sok akrab dengannya.
Shena tersentak. Jantungnya serasa berhenti ketika tahu siapa orang tersebut.
"Zoe? Ngapain kamu di sini?" tanya Shena pelan.
"Nyangkul!" jawabnya asal.
"Ya nonton lah, Shenaaa," kata Zoe lagi.
Zoe sialan! Badjingan tengik! Kurang ajar! Susah payah Shena memperbaiki moodnya. Kenapa pria itu bisa tiba-tiba muncul di hadapannya? Bagaimana pria itu bisa mengetahui keberadaannya? Menyebalkan!.
Zoe sendiri terus memandang wajah Shena, ia memasang wajah polos dengan senyum terbaiknya. Bagi pria berparas tampan itu, wajah cemberut Shena seolah lebih menarik ketimbang layar besar di hadapan sana yang saat ini tengah menyuguhkan adegan 'less pendewasaan diri'.
"Nikmati aja filmnya, aku hanya ingin duduk santai di sini. Dan gak akan gangguin kamu." Bisik Zoe tepat di samping telinga Shena. Pria itu memasang senyum nakal, ketika menyadari adanya rona merah di pipi sahabatnya.
saking dalamnya dia menoreh kan luka di hatimu /Grievance/
makanya jangan nyepelein wanita klo lagi cemburu 🤣🤣🤣🤣
keren nih cowok kere 🤣🤣🤣
weh orang mah bawa ke hotel ini di mobil 🤣🤣🤣🤣
kamu lupa klo shena yg skrg bukan Shena yg dlu lagi yg bisa kamu permainkan, ya wlopun perasaan kamu ke Shena skrg emg sungguhan.tapi buat Shena susah buat percaya lagi sama kamu zoe.dan kita liat sejauh mana perjuangan kamu buat dapetin lagi hati Shena.
hadeuh ko tamat sih teh 🙄
lanjut ke part 2 ya🙄🤔
kuy lah mrapat ke part 2 nya 🤣🏃🏃🏃
it's too late Zoe!!
eh bner teu sih bhsa inggris na🙄 sieun salahan ke gagal keren atuh 🤭🤣🤣🤣🤣
maklum sarapan na sampeu teh Anna lain roti lapis kotak"..🤣🤣🤣
Harry klo Shena ga maw sama kamu ,yuk maen sini yuk ke krawang aku ikhlas ry jadi tempat mu bersandar apalagi jdi tmen bobo kamu ry,ikhlas bgt aku 😳😳😳🤭🤭🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃
paksu ga baca novel ini kan 👀👀
🤣🤣🤣🏃🏃🏃