NovelToon NovelToon
Pernikahan Anak SMA

Pernikahan Anak SMA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: Asni J Kasim

Nina Verra Gandi, akibat cinta monyetnya–dia berulang kali hampir di lecehkan. Hingga kedua orang tuanya memutuskan untuk menikahkan Nina dengan sahabatnya sendiri, Rifki Yohanes, namanya. Seiring berjalannya waktu, Nina jatuh cinta pada sahabatnya itu. Saat cinta itu mulai tumbuh di masa SMK, Nina diduga mengidap penyakit kanker otak. Saat pengobatannya telah berhasil, musibah lain menimpa Nina hingga membuat Rifki menjadi pendiam dan hemat bicara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asni J Kasim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Iki memarkirkan motornya di depan Indekos Lela. Dia yang tadinya berniat ke Toko Agung menunda niatnya saat perasaannya tiba-tiba tidak enak. Mendengar Nina berteriak, Iki menendang pintu kamar Lela hingga terbuka lebar.

Melihat kancing baju Nina terbuka, Iki mengepal tangannya. "Nina." Iki masuk memukul Haikal. "Bangsat! Berani sekali kamu melakukan itu pada sahabatku!" seru Rifki terus memukul Haikal.

"Iki sudah!" teriak Nina.

Bugh! Iki kembali mendaratkan tinju di wajah Haikal sebelum ia berdiri menghampiri Nina yang berantakan. "Dia belum bertindak jauh kan?" tanya Iki menatap serius Nina yang menutup bagian dadanya.

Iki membuka baju seragamnya, menyisakan baju kaos tipis warna putih, lalu baju seragamnya ia memberikan pada Nina. "Cepat pakai ini," titah Iki.

Selesai mengenakan baju seragam Iki, Nina dan Iki keluar dari kamar Lela. Di depan kos mereka berpapasan dengan Lela. Lela mengerutkan kedua keningnya. "Haikal dimana?" tanya Lela.

"Di dalam," jawab Iki.

Lela berlari ke kamarnya sementara Iki membawa Nina pergi. Iki mengendarai motor Nina membiarkan motornya terparkir di depan kos Lela. Selama perjalanan, Nina terus diam mendengar Iki memarahinya. Nina mengakui kesalahannya, karena itu dia hanya diam dan sekali kali terisak.

"Putusin Haikal!" tegas Iki.

"Tapi___" Nina terisak.

"Ayolah, Nina, jangan seperti orang bodoh! Dia hampir memperkosa mu dan kamu masih mau pacaran dengannya!" seru Iki kesal.

"Apa sih yang kamu suka darinya? Hah! Dia itu pernah pacaran dengan Sinta, pernah pacaran dengan Lela, bahkan dia juga perna pacaran dengan anak TKJ. Kamu pikir laki-laki yang banyak mantannya itu pria baik-baik? Hah!" seru Iki lagi.

Nina hanya terisak. Tiba di rumah, Mama Sarah menatap Nina yang mengenakan pakaian Iki. Ingin bertanya tapi melihat Nina yang matanya bengkak, Mama Sarah mengurungkan niat untuk bertanya. Sementara Iki pamit pergi ke kosan Lela. Iki mencari ojek di pangkalan, meminta diantar ke Lorong Alaska.

Tiba di Lorong Alaska, Iki melihat banyak orang di depan kos Lela. Bahkan ada Ibu kos juga. Iki mendekat, melihat Haikal masih di dalam kos Lela. Selain Haikal, ada Novi juga.

"Novi, kamu ngapain di sini?" tanya Iki.

Novi adalah mantan kekasih Iki. Novi memutuskan Iki lantaran dirinya yang dijodohkan dengan Haikal. Berhubung Haikal lebih mapan dan selalu membelikan Novi apapun yang wanita itu inginkan, Novi pun setuju dijodohkan dengan Haikal. Selain karena matre, Novi juga jatuh cinta pada Haikal. Dan dia tidak mempermasalahkan hobi Haikal yang pemabuk itu.

"Kakak aku dipukul. Kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Novi.

"Mau ambil motor ku," jawab Iki, lalu meninggalkan kerumunan.

Karena membawa orang minum di dalam kos, Lela diusir dari kos. Dia sempat memohon pada Ibu kos namun Ibu kos tetap pada keputusannya. Mau tidak mau Lela mengemasi barang barangnya. Sambil mengemasi pakaian, Lela terus memarahi Haikal yang masih tidur.

Malam hari, Iki berdiri di balkon kamarnya. Selang beberapa menit, terlihat Nina datang dan berdiri di balkon. Melihat Nina, Iki segera masuk ke kamarnya. Tentu hal itu membuat Nina kesal.

"Kenapa masuk!" seru Nina kesal.

"Aku malas sama kamu," balas Iki lalu menutup pintu.

Iki mengambil ponselnya, membuka aplikasi whatsApp lalu mengirim judul materi untuk tiap kelompok. Selesai, Iki membiarkan ponselnya di atas nakas sementara dia merebahkan diri di atas tempat tidur. "Aku nggak yakin Nina akan aman bila dia pacaran dengan Haikal. Anak itu pergaulannya bebas," batin Iki.

Keesokan harinya, terlihat Haikal menghampiri Nina di kantin. Nina tak marah pada Haikal, entah apa yang membuat wanita itu bersedih kemarin dan sekarang bersikap seakan tidak ada yang terjadi kemarin. Nina makan bersama Haikal, kemudian keduanya masuk ke dalam kelas.

"Benar kata orang, cinta itu buta. Lihatlah, Nina yang hampir di nodai pun bersikap buta atas apa yang sudah dilakukan Haikal kemarin," batin Iki. Kejadian kemarin juga melihat sikap Nina yang masa bodoh, Iki ragu untuk menyusul orang tuanya ke Bandung.

Pak Denis masuk memulai mata pelajaran pertama, seperti biasanya mereka semua akan aktif. Hingga bel istirahat terdengar, Pak Denis keluar di susul oleh siswanya. Iki dan Nina masih di kelas bersama Haikal. Iki memasang headset di telinganya, agar Nina dan Haikal mengira Iki mendengarkan musik. Nyatanya tidak.

"Nina, maafkan aku. Kemarin aku mabuk jadi aku nggak bisa kendalikan diriku," ungkap Haikal sengaja mengatakan itu lagi agar Iki marah. Haikal yakin, Iki pasti memasang telinga untuk mendengar.

"Iya, nggak Papa, aku tahu kamu nggak mungkin lakuin itu ke aku," kata Nina tersenyum.

Degh!! Iki mengepal tangannya. Dia marah, namun dia hanya bisa diam. Berjanji pada dirinya sendiri, sekali lagi Haikal berencana buruk terhadap Nina, maka Iki tidak akan diam saja.

Jam sekolah usai, Nina dengan seragam sekolahnya mengikuti Haikal jalan-jalan. Dan kali ini Nina pergi tanpa diikuti oleh Iki karena Iki punya urusan penting. Dalam perjalanan, Haikal meminta Nina memeluknya erat erat namun Nina menolak. Nina hanya memegang pinggang Haikal saja. Sedikit kesal, Haikal menarik paksa tangan Nina. Bahkan pria itu sengaja mengerem mendadak agar dada Nina mengenai belakangnya.

"Haikal, jangan seperti ini," tegur Nina.

"Sayang, orang pacaran tuh ya kek gini. Kamu pernah pacaran sebelumnya?" tanya Haikal. Pasalnya dia tak pernah bertanya soal ini pada Nina.

Nina malu untuk menjawab. "Belum," lirihnya pelan.

Haikal tersenyum. Bahkan tersenyum miring. Melajukan motornya, Haikal membawa Nina ke kosan temannya. Tiba di sana Nina melihat banyak pria. Karena memang dia berada di indekos khusus pria.

"Haikal, ayo kita pulang," ajak Nina merasa tak nyaman.

"Sayang, nanti saja baru kita pulang. Kita pacaran di dalam dulu." Haikal tersenyum.

"Benar kata Iki, Haikal bukan pria baik-baik," batin Nina. Mata Nina kembali berkaca kaca, perasaanya mulai tak nyaman.

"Haikal, aku nggak nyaman di sini. Ayo kita pulang." Nina berbalik namun tangannya di tarik oleh Haikal.

"Di sini aman, nggak akan ketahuan Ibu, Kos," kata seorang pria yang penampilannya seperti anak jalanan.

Jleb! Mata Nina mulai berkaca kaca. Dia memberontak namun Haikal mencengkram kuat tangannya. "Sayang, aku nggak akan berbuat jauh. Aku hanya mau memeluk kamu dan___"

"Pokonya aku pulang!" bentak Nina.

Haikal menarik Nina masuk namun Nina memberontak. Mereka yang menyaksikan pun hanya melihat saja. Seakan para pria itu tak memiliki adik perempuan. Atau lebih jelasnya mereka tak memiliki hati nurani. Melihat seorang wanita ditarik paksa, mereka hanya menonton saja.

"Haikal," panggil seseorang.

Haikal menoleh. "Ada apa, Bro?" tanya Haikal.

"Butuh bantuan?" tanya Rano tersenyum.

"Nggak, Bro. Dia bukan SCTV." Haikal tertawa pelan.

"Ya sudah, selamat bersenang senang," kata pria yang biasa dipanggil Abang Reno.

1
Sumiati Aja
cerita nya g msuk nni kn udah sembuh kok menninggal aja
mama Al: karena kanker tidak bisa di tebak kak.
banyak di dunia nyata yang di nyatakan sembuh oleh dokter malah meninggal dunia.
total 1 replies
Zana aripin
Aduh kenapa ceritanya begitu. Nina meninggal... semoga itu hanya mimpi iki ya thor
aris Widiatmoko
kok Nina meninggal kasihan Riki
Aji Sangpengembara
bagus banget
Asni J Kasim: Masya Allah, terima kasih banyak KK 🥰
total 1 replies
Rina Halawa
the best
Asni J Kasim: Terima Kasih untuk bintang 5nya Kak 😊🥰
total 1 replies
Zana aripin
Fuh ramai juga yg jadi pelakor ni. Novi dan vindian pelakor
Asni J Kasim: Vindian main belakangan 🤣
total 1 replies
Razana Razlan
cerita yg sgt best
Asni J Kasim: Terima kasih 🥰
total 1 replies
Razana Razlan
cerita yg best..byk pengajaran yg blh diambil.nilai kasih sayang yg hebat..maruah diri yg tinggi
Asni J Kasim: Terima kasih untuk bintangnya, Kak. Walau hanya bintang 4 udah senang, apalagi 5 🤣🤣🤣
total 1 replies
Queen
Hai kak, Mampir di novelku yaa
Mbah Gatot
lanjut bro ceritanya keren
Mbah Gatot
emosi cokkk Nina kek perempuan arggggggg tol anjayy


tpi keren ceritanya tingkat kan
Asni J Kasim: Tingkatkan kesabaran 🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!