NovelToon NovelToon
The White Glove

The White Glove

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: yrp putri

Berkisah mengenai Dara yang mencintai bosnya sendiri bernama Harry namun rasanya selalu ditolak hingga pada suatu hari ia tiba-tiba menikah dengan Harry ketika Harry ingin dijodohkan oleh ibunya. Setting tokoh Dara yang dibuat sangat mencintai Harry dan Harry justru terjebak dalam urusan cinta para konglomerat, mengaitkan dengan banyak tokoh yang terlibat dalam dilematisnya cinta yang rumit. Penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yrp putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ring Ring

Ketika hari cuti hampir selesai pintu apartemen Dara terketuk dengan sangat keras.

"Permisi!" ucap seorang pria bersuara tegas.

Dara melotot.

Akhirnya Harry kembali ke apartemennya bersama dua orang yang membantunya berdiri.

Harry mabuk berat.

Dua orang mengatakan bahwa ini pertama kalinya Harry meneguk minuman itu. Parahnya hingga sangat banyak dan dengan sengaja ia habiskan. Ini pertama kalinya juga bagi Dara mencium aroma alkohol yang menyengat langsung dari tubuh Harry yang biasanya selalu beraroma wangi.

Harry dibiarkan duduk di sofa ruang tamu. Dara hanya menangis semalaman seraya mengganti pakaian Harry dan mengelap tubuhnya agar tak ada lagi bau alkohol yang sejak saat itu Dara benci.

"Maafkan saya... Maaf..". ucap Dara menangis tersedu.

Mengingat kembali setiap momen yang seharusnya tidak ia terima. Harusnya ia menyadari sikap Harry saat pernikahan mereka. Benarkah apa kata Karisa? Dara justru mulai menyadari.

Apakah selama ini sikapnya memang egois?

Harry terus mengeluarkan isi perutnya. Dara masih menangis seraya menadahi alkohol dari perut Harry yang keluar berulang kali. Ketika berhenti, Harry tak sadarkan diri hingga pagi.

Dara tertidur pulas duduk diatas lantai dengan kepala yang ia dekatkan dengan kepala Harry. Dara menggenggam tangan Harry erat dan malam berlalu bersama tangisan Dara yang mengering.

Rembulan pun menghilang bersama Harry yang masih belum sadarkan diri. Dara terbangun, lalu mengusap rambut Harry. Dara tersenyum. Setidaknya hari ini ia masih memiliki kesempatan untuk menyentuh pria yang ia cintai.

Beberapa jam setelah Dara berangkat ke Kantor, Harry bangun dengan kepala yang sangat sakit. Rasanya seperti telah di hantam oleh sebongkah batu besar di kepalanya.

Harry menoleh kearah sekitar, dan ia menyadari bahwa ia sudah berada di apartemennya.

Harry pun menunduk dan sarapan pagi telah tersedia di sisinya. Dara juga telah meninggalkan sebuah pesan singkat bersama hidangan pagi untuk Harry.

Harry membacanya dengan tetap memegang kepalanya yang sakit.

"Selamat menikmati sarapan anda pak" tulis Dara.

Harry menatap seisi Apartemennya. Apartemen telah tertata rapi dengan beberapa perabotan baru.

Harry menunduk. Pakaiannya juga sudah diganti. Harry berjalan keatas melihat kamarnya. Pakaian kerja Harry juga telah disiapkan di atas ranjangnya, namun Harry tak merasakan apapun kecuali kekacauan besar yang terjadi sebelum ia kembali keapartemennya.

Sesampainya Dara di Kantor, penyambutan spesial telah dipersiapkan oleh rekan kerja di ruangannya. Tulisan di banner membuat Dara tersenyum lebar.

"Welcome back ❌Nona Dara❌, ✅Nyonya Harry"

Banyak pegawai yang menanyakan acara bulan madu Dara di satu pekan lalu. Namun Dara mencoba mengelak dengan senyuman. Ia mencoba menyembunyikan tangisnya semalaman.

Dara hanya berpikir bahwa semua ini seperti kembali ke awal. Penyambutan ini mungkin sama seperti saat pertama kali ia bekerja. Sangat sama ketika ia harus juga menyadari bahwa ia tak lagi mengenal Harry sejak hari pernikahannya.

'Bagaiamana memulainya dan bagaimana akhirnya? Harry bahkan sudah mengatakan akhirnya lebih dulu' benak Dara untuk dirinya berulang kali.

Dara mulai memegang tumpukan berkas di mejanya. Isinya hanya tumpukan jadwal dan berbagai macam kebutuhan meeting Harry yang tertunda.

Waktu pun bergerak cepat bersama tumpukan pekerjaan. Dara berulang kali melihat ruangan Harry, namun Harry tak datang ke Kantor.

Waktu berlalu dengan cepat.

Ponsel Dara berdering. Bu Sono meminta Dara menunggu Karisa yang akan mengantarkan beberapa masakan spesial untuk hari pertama Dara dan Harry kembali ke kantor.

Senyum Dara memudar.

Dara masih terdiam di lobby kantornya, dan sesekali melambai pada rekan kerja yang berangsur pulang.

"Bu Dara?" ucap Dika seraya memegang kopi hangat di tangannya.

"Kebetulan. saya sedang menunggu Karisa" singkat Dara sejenak seraya tersenyum, lalu menanyakan hal lain.

"Benarkah?" singkat Dika.

"Ya, tapi ponselnya tidak aktif" singkat Dara.

"Battery ponselnya memang sudah bermasalah. Sepertinya belum juga diperbaiki" singkat Dika.

"Tidak disangka kamu perhatian" singkat Dara.

"Bukankah saya harus serius dengan kekasih?" tanya Dika spontan.

"Sejujurnya ucapan Karisa juga tidak cukup meyakinkan kalau dia adalah kekasihmu" ucap Dara

Dika hanya tersenyum lebar.

"Apa yang dia katakan? Jika itu tampan dan mapan, jangan beritahu, karena katanya standar prianya hanya itu" ucap Dika renyah.

Dara justru terkekeh.

"Katanya kamu menarik seperti sebuah teka-teki. Cukup puitis. Apa kalian cukup puitis saat sedang bersama?" tanya Dara lagi.

"Tidak. Dia wanita dengan ucapan paling tegas, mungkin mengikuti sikap bu Dara yang karismatik" ucap Dika.

"Lebih tepatnya dia itu tomboy?" tanya Dara.

Dika justru terkekeh. "Dia luar biasa" ucap Dika.

"Lalu mengapa kopi hangat baru kamu beli di jam pulang seperti ini?" tanya Dara kembali.

"Beberapa hari ini saya lembur bu" ucap Dika ramah.

Dara tersenyum lebar.

"Ya, menjelang akhir tahun memang selalu seperti ini" ucap Dara.

Dika hanya tersenyum kecil

"Kalau begitu, saya permisi kedalam dulu bu" singkat Dika.

"Tunggulah sebentar sampai Karisa datang" singkat Dara.

Dika mengubah gurat senyumnya dengan spontan memikirkan berbagai kemungkinan sikap yang akan Karisa lakukan nanti. Mereka bahkan beum pernah berkomunikasi lagi sejak hari pertemuan itu.

Karisa berlari dengan bungkusan makanan di tangannya beberapa saat kemudian. Ia sempat menerobos lajur mobil dengan sepeda motornya. Ponselnya mati, dan petugas keamanan di pintu gerbang bena-benar sulit diyakinkan.

Dara tersenyum lebar saat Karisa terlihat kesal.

"Ah. Lain kali buatlah pengumuman, kalau aku ini keluarga biologis pengantar bekal mba mulai sekarang!". ucap Karisa terengah-engah.

Dara hanya masih tersenyum lebar melihat cara bicara Karisa. Dika yang semula menghadap belakang, mulai menoleh seraya tersenyum lebar.

"Aaah.. Ada sayangku disini? Terimakasih untuk sikap manismu waktu itu. Aku sejujurnya sangat terkejut sampai ingin mati waktu itu" ucap Karisa lagi seraya tersenyum lebar.

"Ya... Hahaha, kejutan..." singkat Dika.

"Boleh aku merapikan dasimu?!" tanya Karisa spontan.

Dika melotot lalu berjalan mundur.

"Tidak usah sayang, ini mau dilepas" ucap Dika.

"Jangan di lepas, ini membuatmu seribu kali lebih dewasa dari pada terlihat seperti anak SMA" ucap Karisa, seraya mulai menarik dasi milik Dika.

Dika terbatuk. Dara mengerutkan Dahi.

"Karisa?!" ucap Dara spontan.

"Maaf-maaf. Mba, dia itu batuk karena kopi. Sini untukku saja!" ucap Karisa.

"Iya benar, mungkin karena kopi. Bawalah, aku sudah cukup segar melihat kekasihku disini. Aku akan menelponmu" ucap Dika seraya tersenyum.

Karisa melihat sekitar lobby yang megah, dan tetap fokus pada Dika setelah berpamitan masuk.

"Lembur lagi Mas Dika?" ucap petugas kemananan saat Dika menempelkan kartu identitasnya pada mesin.

"Yap. Akhir tahun yang indah pak" ucap Dika yang sejujurya mulai merasa kesal.

Karisa spontan menoleh.

"Hubunganmu tidak main-main kan?" tanya Dara spontan.

"Tentu saja, mana bisa aku menolak pria setampan itu yang sering membuat rindu?" tanya Karisa lagi.

"Beberapa hari ini ternyata dia memang lembur, lebih baik sekarang ceritakan langsung bagaimana awalnya kalian bisa bertemu? Kamu sudah janji pada mba" ucap Dara spontan seraya tetap berjalan ke luar kantor.

'Kenapa dia selalu bilang akan menelponku? Aneh. Aku harus tau siapa orang aneh itu?'

hanya ada pertanyaan itu yang terbesit dalam lamunan Karisa.

"Karisa!?" Dara mengerutkan dahinya.

"Hah? Oh itu .. pantas saja dia belum menghubungiku sejak beberapa hari yang lalu" ucap Karisa spontan.

"Kebiasaan kalau sore. Koneksi ngobrol denganmu sering putus!" ucap Dara dengan wajah yang ia tampakkan pura-pura sebal.

"Memang barusan mba bilang apa?" tanya Karisa spontan.

"Pertemuan kalian. Bukankah waktu itu pernah berjanji menceritakan langsung?" singkat Dara.

"Oh, dia itu hanya penggemar dan penguntit rahasiaku. Tiba-tiba suatu hari dia menembak dan kami bersama" singkat Karisa.

Dara justru mengerutkan dahi.

"Maksudnya kamu yang sudah lama jadi penggemarnya?" tanya Dara spontan.

"Loh kok aku?! Benar dia!. Kenapa jadi aku?! Mba tidak percaya?!" singkat Dara spontan.

"Hmm, ceritanya hanya sedikit aneh" singkat Dara.

"Memang" singkat Karisa menyembunyikan rahasia hubungannya yang aneh. Kalau saja Karisa masih tidak penasaran dengan sikap Harry pada Dara, maka Karisa pasti sudah menceritakan hubungan sebenarnya antara dia dengan Dika.

Namun Karisa masih tetap harus mendapatkan penjelasan ini dari Dika.

Ponsel Dara bergetar saat Dara mulai membuka pintu mobilnya.

Ia mendapat pesan dari nomor yang sama juga.

"Pedal gas diinjak, namun Dara tak menuju ke apartemennya. Seperti apa yang sudah ia duga sebelumnya, bahwa Harry tak lagi berada diapartemen.

1
FDR
aku mmpir nih kk, tolong mmpir di karya aku juga kk, judul nya HARIMAU AULIA 🙏
Ig : Author_fanie.liem
AK mmpir kak
jgn. lpa mampir di Karya aku berjudul I Miss you my best friend mksh
Mommy Lingling
Hyorin egois ih dan semua nya memang terlihat sangat serakah 😠
🍫​​ꨄ​᭄⃟™αℓмєтα⦅🏚€ᵐᵃᵏ⦆ ༆ᶠ²ᶜ🌠
lanjut thor dan semangat up nya
Nika
👍👍👍
Nika
👍👍👍👍👍
Mommy Lingling
haissh, kasihan Dara ya Thor.. Gimnaa setelah mereka kembali ke rutinitas biasa🤔
yrputri
iyaa caca.. caca baca karyaku yaaa..mungkin bisa kasih saran atau dukungaaan untuk tulisanku
yrputri
Itu cuma siasat
ayumi kill🔪🔪🔪
yg sabar dara,pasti ada proses nya
yrputri: Proses yang Panjang
total 1 replies
Yoanita_Situmorang
bener bgt

makanya jgn sempat berutang sama org apalagi dlm jumlah yg wow
yrputri: itu cuma siasaat
total 1 replies
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
nice
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
bagus nih kata2 keren
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
hadir mampir yuk ke tempat ku
Cokelatcaca🌼
Aku mampir ka, mampir juga di aku iya
Cokelatcaca🌼: Nanti iya ka, sambil aku lanjut bacaa
total 2 replies
🟢𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe_👻ᴸᴷ
Cerita nya menarik kak, semangat selalu
🟢𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe_👻ᴸᴷ : Sama-sama kak
total 2 replies
Mommy Lingling
aku mampir lagi kakak🤗

Dara dan Harry bahasa sehari-hari nya masih formal sekali iya kak. Seperti pasaangan yang baru bertemu🤗 semangatt kakk
Mommy Lingling: siapp kak dengan berjalan nya seiring waktu hehehe..
total 2 replies
🍫​​ꨄ​᭄⃟™αℓмєтα⦅🏚€ᵐᵃᵏ⦆ ༆ᶠ²ᶜ🌠
aku mampir thor dan juga ceritanya bagus serta aku udh fav ceritanya, jgn lupa mampir juga ya.
Salam dari Kisah Cinta Si Gadis Dingin
yrputri: wwwwooww.. siaaaap thorr segera meluncur membaca karyamuu
total 1 replies
Khazanava
Cerita yg bagus dan penulisannya rapi👌
yrputri: Teriiimaaakasiih kkkaakkk
total 1 replies
Khazanava
Mantep kata-katanya, kak❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!