Anya Sabrinatun Najjah gadis cantik, pintar, dan juga Sholehah, banyak dari kalangan kaum adham yg datang silih berganti ke rumah untuk memintanya, Jika dipandang dari segi keturunan siapa yg tidak mau menjadikannya seorang istri anak dari kyai yg amat besar di kotanya.
Muhammad Azka Kasyafani pemuda alim,pintar dan parasnya yg tampan membuat siapa saja akan bertekuk lutut mengemis cinta kepadanya, seorang hafidz yg mendapatkan biaya siswa hingga ke kairo mesir.
Bagaimana kisah kehidupan anya & azka, jangan lupa like & coment, terimakasih 🙏🏼🙏🏼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Himma Zaiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6 (Abi Sakit)
Tak terasa sudah 5 bulan aku berada dimesir untuk menimba ilmu, hari ini aku tengah berjalan menuju asrama tanpa aini, ya karena aini tengah ada kelas tambahan, jadi ku putuskan untuk pulang lebih dulu tanpa menunggunya, dalam perjalanan hatiku merasa tidak nyaman, entah kenapa tapi pikiranku selalu tertuju kepada abi yg tengah jauh dariku di Indonesia.
Asrama Putri
Sesampainya di kamar, aku langsung membersihkan badan dan membaringkan tubuhku diatas kasur, hingga tak terasa mataku terlelap mungkin karena hari ini terlalu banyak aktifitas yg menguras tenaga.
Aku terbangun karena mendengar dering ponsel ku, dan ku lihat ternyata sudah 8 panggilan tak terjawab dari mas faiz dan ada 2 panggilan dari no yg tidak dikenal, aku pun langsung menelfon balik ke no mas faiz.
"Assalamu'alaikum mas, ada apa" tanyaku langsung kepada mas faiz, karena jarang sekali mas faiz menelfon ku berkali-kali
[Wa'alaikumsalam Nya, kamu dari mana aja kok telfon mas gak diangkat] jawab mas faiz dengan nada cemasnya
"Maaf mas, tadi Anya kecapekan jadi ketiduran, ada perlu apa mas faiz telfon Anya" tanyaku
[Nya kamu siap-siap aja, nanti azka bakal jemput kamu, mas minta hari ini kamu pulang] kata mas faiz, aku masih bingung kenapa tiba-tiba mas faiz meminta ku pulang
"Emang ada apa mas kok Anya disuruh pulang"tanyaku penasaran
[Abi Nya, Abi sakit dan sekarang berada di ICU] Sontak membuat badanku melemas, 'bagaimana bisa baru beberapa minggu lalu aku menelfon abi dan beliau baik-baik saja' pikirku
[Nya kamu siap-siap ya, soal izin azka yg ngurusin mungkin 15 menit lagi dia udah sampai di asramamu] kata mas faiz, akhirnya telfon pun terputus, aku yg masih tidak percaya dan masih diam membisu di kasurku, tiba-tiba ponselku berdering kembali, kulihat itu no yg tidak dikenal aku pun memberanikan diri mengangkatnya.
[Assalamu'alaikum, apa kamu sudah siap, saya sudah berada di bawah] suara itu adalah suara prof azka, ya yg tengah menelfon ku adalah prof azka
"Wa'alaikumsalam salam, maaf Anya minta waktu 10 menit untuk berkemas prof" jawabku, aku pun mematikan telfon dan segera berkemas, disela-sela berkemas aku mencoba menelfon aini tapi tidak ada jawaban, apa mungkin dia masih ada kelas.
Setelah selesai berkemas aku segera turun karena tidak enak jika prof azka menunggu terlalu lama didepan gerbang asrama, terlihat mobik sedan hitam miliknya tengah terparkir pas depan gerbang dan tak lama keluar pria dengan setelan kasualnya membuat siapapun yg memandang akan langsung jatuh cinta.
aku pun berjalan mendekat ke arah pria itu ya dia prof azka.
"Maaf sudah menunggu lama" kataku sembari menundukkan pandanganku kepadanya
"Tidak apa-apa, mari berangkat karena satu jam lagi jadwal keberangkatan" jawabnya
Aku pun langsung duduk dikursi belakang sembari membawa koper milikku.
'Ya Allah bagaimana bisa aku menghilangkan rasa ini jika dia selalu membuatku semakin mencintainya, Ya Allah hamba telah meminta untuk menghapus rasa ini tapi mengapa rasanya semakin menjadi' kataku dalam hati sembari melihat ke luar jendela.
Bandara
Sesampainya di bandara prof azka lebih dulu menurunkan ku dan beliau memarkirkan mobilnya, aku pun berjalan menuju pintu keberangkatan, tanpa kusadari prof azka sudah berdiri dibelakang ku dengan membawa koper miliknya
'Bukankah hanya aku saja yg akan pulang, tapi mengapa prof azka juga membawa kopernya' pikirku
"Mari Anya" kata prof azka yg sudah berada didepanku, aku pun mengangguk berjalan mengikutinya dari belakang.
Aku tengah duduk menunggu prof azka yg mengantri untuk boarding pass, tak lama beliau berjalan ke arahku sembari memberikan kartu boarding pass nya.
"Apa kamu lapar" tanyanya kepadaku, aku pun hanya diam memandanginya yg tengah berdiri tepat didepanku
"Mari kita makan, apa aini tau jika kamu akan pulang" tanya prof azka kembali, disaat kami tengah berjalan ke salah satu restoran.
lanjut
salam semangat dari
MAHABBAH RINDU
SENYUM ANYA
tukan kualat akhirnya brakhir drmh sakit deehh...
semangatt
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa ❤️
mari saling support 😍
thanks