Rosella Ran, gadis polos yang di hianati oleh dua orang yang paling ia sayangi dalam hidupnya. Namun, penghianatan tersebut justru mempertemukan ia dengan bintang takdirnya Kevin Hy, hingga ia pun hamil dan terusir dari keluarganya.
Ia yang awalnya menghilang bagai di telan bumi, malah melahirkan empat jenius yang mengubah jalan cerita hidupnya. Disisi lain, tanpa ia sadari bahwa Kevin Hy, ternyata terus mencari keberadaannya selama ini.
Akankah Kevin berhasil menemukan Rosella? Lalu, bagaimana cara anak-anak Rosella mengubah jalan cerita hidupnya?
Penuh haru dan bahagia, tetap baca disini ya 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweet House, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehamilan Rosella
“Kenapa kamu bisa di usir oleh keluargamu?”
“Soal itu, bolehkah aku menceritakannya nanti aku masih belum bisa menceritakannya sekarang”
“Hemm baiklah, tenangkan saja dirimu dulu kamu istirahatlah disini aku akan keluar belanja sebentar”
“Baiklah, Terimakasih Ranran”
...***...
30 Menit Kemudian
“Kenapa lama sekali Ranran kembalinya? Aku benar–benar lapar sekarang”, tanya Rosella yang terus menunggu Ranran kembali di ruang tv.
Beberapa saat kemudian, temannya itu pun kembali dalam keadaan bersalah karena tau Rosella pasti sudah lama menunggunya dan lapar sekarang.
“Rosella sayang maaf kan aku, tadi aku ada sedikit masalah”
“Sudahlah tidak apa–apa! Ayo kita memasak, aku sudah tidak tahan lagi. Aku benar–benar lapar"
“Baiklah”, ucap Ranran yang merasa bersalah melihat wajah sahabatnya yang kelaparan itu.
Rosella dan Ranran pun menuju dapur untuk memasak, mereka benar–benar menikmati kebersamaan mereka saat ini tanpa tau apa yang akan terjadi.
“Rosella bantu aku bersihkan ikannya”
“Baiklah”
“Hem, kenapa bau ikan ini amis sekali? Uaghh..uaghh..”
“Rosella kamu kenapa?”, tanya Ranran yang melihat Rosella berlari ke kamar mandi dengan wajah yang memucat itu.
Seketika raut wajah Ranran pun menjadi panik lantaran takut akan hal buruk apa lagi yang menimpa Rosella.
“Rosella apa yang terjadi padamu?”, ucap Ranran yang khawatir sambil mengetuk pintu kamar mandi.
“Rosella kamu tidak apa-apakan? cepat buka pintunya”
“Sebentar uagh..uagh..”
Terdengar suara Rosella yang sedang muntah, membuat Ranran semakin gelisah. Ia tidak tau apa yang tengah dialami gadis kuruang beruntung itu.
Setelah beberapa saat Rosella pun keluar dari kamar mandi.
“Rosella kamu tidak apa-apa?", tanya Ranran yang khawatir melihat Rosella keluar dari kamar mandi dalam keadaan pucat pasi.
“Haruskah kita kerumah sakit?”
“Tidak apa, aku baik-baik saja”
“Baik-baik saja apanya, kamu sudah seperti ini”
“Ranran! A-aku ingin istirahat dulu, biarkan aku tenang. Kumohon jangan tanyakan apa pun!”, ucap Rosella dengan wajah ketakutan namun penuh tanda tanya.
Ranran yang melihat wajah bingung dan ketakutan itu pun hanya bisa mengikuti keinginan sang sahabat walau pun enggak untuk diam lantaran rasa khawatirnya yang tinggih.
Namun Rosella yang masih memilih bungkam ini juga tidak ada yang bisa Ranran lakukan. Namun satu hal yang pasti pikir Ranran, bahwa Rosella juga tidak tau jelas apa yang telah terjadi pada dirinya saat ini.
“Baiklah”, ucap Ranran dengan pasrah namun penuh kekhawatiran.
Rosella pun pergi kekamar meninggalkan Ranran sendiri, di dalam kamar Rosella ketakutan.
“Apa yang terjadi pada ku, kenapa aku mual terus? aku juga belum datang bulan, i-ini tidak mungkinkan?”, ucap Rosella yang berusaha menerka apa yang telah terjadi pada dirinya.
“ Hu..hu.. aku tidak mungkin hiks..”, ucapnya yang semakin sadar dan takut akan kenyataan pilu yang akan ia terima kelak jika benar sesuai praduganya saat ini.
Rosella menangis membayangkan hal yang tak di inginkan telah terjadi pada dirinya, mendengar suara tangis Rosella yang kian pecah dari luar kamar Ranran semakin khawatir.
“Apa yang telah terjadi padanya? Tidak mungkin kan? I-itu tidak mungkin!! ”, ucap Ranran yang menerka bahwa Rosella dalam keadaan kritis sebab ia tidak pernah mau berkata jujur akan kepergiannya dari rumah keluarga Ran itu.
Ranran mulai gelisah dan mondar mandir sendiri mendengar suara tangis Rosella yang tidak berhenti.
Hiks.. hiks..
“Tdak bisa! Aku tidak tahan lagi, aku benar-benar ingin tau. Ahhh, aku harus bertanya padanya!”, ungakp Ranran yang semkin cemas sambil berjalan menuju kamar Rosella.
“Rosella ada apa denganmu? kenapa kau menangis, cepat buka pintunya”, ucap Ranran sambil menggedor-gedor pintu kamar Rosella.
“Rosella kau dengar aku, cepat buka pintunya Rosella!!", pekik Ranran lantaran Rosella tidak merespon dirinya bahkan tidak terdengar lagi suara tangis yang menghebohkan tadi.
"Aneh kenapa tidak terdengar suaranya? apa jangan–jangan?", ungkap Ranran yang berpikir kalau sesuatu telah terjadi pada sahabatnya itu.
Ranran pun bergegas mencari kunci cadangan kamar Rosella yang sengaja ia duplikat waktu itu, karena rasa khawatir dan dilema saat meilihat Rosella yang datang padanya untuk pertama kali waktu itu dalam keadaan yang bahkan ingin merengut nyawanya sendiri. Begitula yang ada dalam pikiran Ranran kala itu.
Setelah mendapatkan kunci cadangan Ranran pun bergegas masuk kekamar Rosella, begitu masuk ia sangat terkejut melihat tubuh sang sahabat terkulai lemas dilantan dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Rosella!! Apa yang terjadi padamu Rosella? Rosella kumohon bangunlah!”
...***...
Rumah Sakit Negara M
“Emh, dimana ini?”, tanya Rosella yang baru bangun dengan keadaan linglung.
“Kau sudah bangun! Kita sekarang berada di rumah sakit”
“Apa? Kenapa kita bisa disini?”, tanya Rosella keheranan.
Rosella pingsan di dalam kamar karna kelelahan menangis, Ranran yang panik ketika melihat Rosella yang tergeletak di lantai dengan kondisi tubuhnya yang lemas dan pucat itu, dengan segera ia pun di larikan kerumah sakit terdekat.
“Seharusnya aku yang kaget, bukan dirimu”, jelas Ranran dengan nada kesal bercampur khawatir.
“Bagaimana jika aku tidak memiliki kunci cadangan, kau pasti akan mati sendirian di sana. Hem, benar–benar!! Ahh, sudahlah aku tidak akan memperhitungkan ini dengan mu. Tapi, sekarang aku butuh penjelasan darimu”
“P-penjelasan apa?”
“Kau ini, ingin pura–pura bodoh atau bagaimana? Sampai kapan kau ingin merahasiakannya dariku?”
“A-apa maksudmu?”
“Kau! Ahh, sepertinya benar–benar tidak ingin mengaku ya? Baiklah ini lihat ini!", jelas Ranran sambil menodongkan selembar kertas hasil pemeriksaan kesehatan.
"Ini adalah hasil pemeriksaan dokter, apa sekarang kau sudah bisa jelaskan pada ku?”
“I–ini aku, a–aku hamil! Hiks..hiks.. ba-bagaimana bisa aku hamil?”, ucap Rosella yang terkejut dengan tubuh gemetar tak percaya akan apa yang ia ketahui itu.
Ranran yang melihat hal tersebut malah bingung akan reaksi Rosella yang tidak percaya akan hasil pemeriksaan kondisi tubuhnya, ia hanya bisa memeluk Rosella tampa suara.
“Ranran apa yang harus aku lakukan a-aku hiks..hiks..”
“Tenanglah Rosella, perhatikan kondisi mu. Mari kita pikirkan dengan jernih apa yang telah terjadi disini”
“Tapi, aku tidak bisa tenang! Aku, aku bahkan tidak tau aku hamil. A-aku juga tidak tau siapa ayah dari anak ini! hiks..hiks..”, ucap Rosella yang bagaikan suara petir disiang bolong terdengar di telinga Ranran.
“Apa? Rosella kau bilang apa barusan? Pendengaranku sepertinya bermasalah", ucap Ranran yang kebingungan, ia tidak tau harus beraksi seperti apa saat ini.
Namun yang pasti Ranran sangat kesal di penuhi amarah atas apa yang baru saja di lontarkan oleh sahabatnya itu. Bagaimana ia bisa tidak tau siapa ayah dari anak yang tengah ia kandung, apa jangan-jangan Rosella di..?
Begitulah pikir Ranran yang sangat kesal dan sedih akan apa yang telah menimpa Rosella saat itu, dan tentu menurutnya itu bukanlah hal yang baik untuk didengar apa lagi diceritakan.
lanjut lah
khayalan nya tinggi sekali 🤣