NovelToon NovelToon
Bukan Cerita Cinderella

Bukan Cerita Cinderella

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:62.4k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Bagi sebagian orang jatuh cinta adalah hal yang mudah, manusia bisa jatuh cinta bahkan tanpa mengenal lebih dalam orang yang dia cintai. Bahkan, tidak sedikit yang mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama.

Hal yang berbeda di rasakan oleh pemuda bernama David Gabriel, putra sulung dari pengusaha kaya raya bernama Louis Gabriel yang sama sekali tidak mudah untuknya jatuh cinta kepada seseorang wanita.

Baginya, jatuh cinta hanya sekali seumur hidup dan cintanya hanya untuk wanita bernama Teresia Anindya Putri, wanita yang tiba-tiba saja menghilang bak di telan bumi.

Mampukah David menemukan kembali cinta pertamanya? Seperti apa sebenarnya kehidupan yang dijalani oleh wanita bernama Teresia itu sehingga dia harus pulang ke desa terpencil dimana keluarganya berada?

Sekuel dari "Hasrat Tuan Kesepian" Untuk kalian semua Reader kesayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu Ayah

Tere hanya bisa pasrah saat kakak tirinya itu menarik rambutnya sampai tubuh dirinya terseret ke dapur.

"Argh ... Sakit, kak. Pelan-pelan." Ringis Tere memegangi kepalanya.

"DARIMANA AJA KAMU, HAH? LIHAT, DARI PAGI KAMU BELUM CUCI PIRING?'' teriak Larisa kesal.

Tere tidak menjawab pertanyaan sang kakak, dia seketika langsung mencuci semua piring kotor dengan tanpa sepatah katapun.

"Hey, kakak lagi ngomong sama kamu ya, emangnya kamu gak punya telinga apa?" Teriak Larisa lagi mendorong tubuh Tere kasar lengkap dengan bola mata yang membulat sempurna.

"Iya, kak. Nanti aku ceritain. Aku cuci piring dulu."

"Gak ada nanti-nanti, Tere. Emangnya cuci piring itu pake mulut, hah?"

Tere hanya bisa menarik napas berat, dia sama sekali tidak bisa berbuat apapun ketika sang Kaka sedang dalam keadaan marah seperti ini.

Sebenarnya, kenapa Tere pasrah dan menerima begitu saja perlakukan kasar sang Kaka? Hmm ... Kita cari tahu nanti.

"Heeey ... Malah bengong lagi?"

"Iya, kak. Ini aku mau cerita, gimana aku bisa cerita kalau kakak ngomong aja kayak gitu?" Jawab Tere dengan nada suara lembut.

"Ya udah kakak diam, cepetan cerita.''

"Jadi, David itu. Eu ... Maksud aku Pak Bos David itu atasan aku waktu aku kerja di kota dulu, kak."

"Hmm ... Jadi begitu? Tapi, kalian kelihatannya deket banget, apa kalian pacaran?"

"Hah? Eu ... Tidak ko, aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa sama dia."

"Beneran?"

Tere menganggukkan kepalanya lalu menoleh ke arah Larisa.

"Kakak minta tolong sama kamu."

"Minta tolong apa?"

"Tolong kamu comblangin Kaka sama dia."

"Hah? Mak-sud kakak?"

"COMBLANGIN ... kamu ngerti istilah comblangin nggak si? Kamu 'kan kenal sama dia, kakak ingin dekat juga sama dia, bisa 'kan?''

Tere seketika terkejut, dia memperlambat gerakan tangannya yang saat ini sedang membasuh satu-persatu piring yang sedang dia cuci seraya memikirkan permintaan sang kakak yang terdengar sangat tidak masuk akal.

Mana mungkin dia bisa mencomblangi David dengan Larisa sementara dia sendiri tahu betul bahwa pemuda itu terang-terangan mengatakan bahwa dia mencintai dirinya? Bagiamana perasaan David nantinya jika dia tahu bahwa dirinya dengan sengaja menjodohkan pemuda itu dengan sang kakak?

Akh ... Ingin rasanya Tere berlari jauh meninggalkan Larisa sang kakak. Akan tetapi, sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa melakukan hal itu.

Batin Tere benar-benar berkecamuk kini.

Prang ....

Tiba-tiba saja piring di genggamnya tergelincir ke atas lantai dan pecah tepat di depan Larisa kini.

"HAAA ... APA-APAAN KAMU, TERESIA? ASTAGA?" Teriak Larisa semakin merasa kesal lalu memundurkan langkah kakinya.

"Maaf, kak. Aku tidak sengaja, sungguh ..." Tere seketika berjongkok lalu meraih satu-persatu serpihan piring yang berserakan di atas lantai.

"Heuuuh ... Dasar ngeselin, buru bersihin awas aja ya kalau sampai masih ada pecahan piring yang tersisa."

Tere hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah datar.

Setelah itu, Larisa pun pergi begitu saja meninggalkan Teresia yang saat ini sedang berjongkok dan mencoba meraih satu-persatu pecahan piring dengan kedua tangannya.

Bles ....

"Argh ..." Naas tangannya tiba-tiba saja terkena pecahan beling dan seketika mengeluarkan darah segar.

"Sakit ...!" Gumamnya, memasukan jarinya yang berdarah ke dalam mulut.

"Ayah ... Tere kangen sama ayah. Kenapa ayah ninggalin aku, Yah. Hiks hiks hiks ...''

Tiba-tiba saja dia mengingat sosok sang ayah yang telah berpulang 5 tahun yang lalu. Tere duduk lemas di atas lantai seraya menangis sesenggukan dan juga menggenggam erat jemari-nya yang masih saja mengeluarkan darah segar.

Perih, seperti itu rasanya saat serpihan beling itu menancap di jari telunjuknya kini. Tapi, hatinya lebih sakit lagi karena harus terjebak di rumahnya sendiri dengan sang kakak tiri yang selalu saja memperlakukan dirinya dengan tidak adil.

"Kenapa darahnya gak berhenti juga, hiks hiks hiks ..." Gumamnya lagi menatap jarinya sendiri.

Meskipun begitu, dia tetap meneruskan pekerjaannya membersihkan serpihan yang berserakan di atas lantai lalu melanjutkan mencuci piring.

'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Mana mungkin aku mengabulkan keinginan kak Larisa sementara aku juga menyukai dia.' (batin Teresia merasa dilema.)

Keesokan harinya.

Hari ini adalah hari dimana para pekerjaan akan menerima pengumuman, apakah mereka di terima bekerja di perusahaan itu atau tidak?

Pengumuman pun tertulis di selembar kertas dan di tempel di dinding gedung. Tere dan Larisa nampak sudah berada di sana untuk melihat apakah nama mereka ada di antara urutan nama yang tertulis di sana.

"Yeeeey ... Akhirnya aku keterima." Sorak Tere merasa senang karena namanya berada di urutan nomor satu.

Sementara Larisa terlihat begitu kecewa karena namanya sama sekali tidak tertera di sana.

"Nama kakak gak ada? Ko bisa?" Tanyanya dengan perasaan kecewa juga kesal.

"Hah? Masa sih? Coba aku lihat." Tere kembali menetap selembar kertas tersebut dan membaca satu-persatu nama yang tertera di sana berharap bahwa nama sang kakak terselip di tengah-tengahnya.

"Iya, nama kakak gak ada." Ucap Tere kemudian yang juga merasa kecewa.

Larisa pun pergi begitu saja dari tempat itu dengan perasaan kesal juga kedua kaki yang dihentakan, layaknya seorang anak kecil yang sedang merajuk karena telah di perlukan tidak adil.

"Kakak tunggu aku," teriak Tere mengejar sang Kaka.

Larisa pun mengabaikan panggilan sang adik, jujur saja dia juga merasa kepada adiknya itu. Bagaimana bisa Tere di terima bekerja di sana sementara dirinya tidak? Jelas-jelas dirinya lebih baik dari sang adik di lihat dari sudut manapun.

'Sial, aku benci sama kamu Teresia.' (Batin Larisa.)

Bruk ....

Sampai akhirnya, tiba-tiba dia menabrak seseorang dan orang tersebut meraih pinggang rampingnya kini sehingga dia tidak terjatuh dan sontak melingkarkan kedua tangannya di leher orang itu.

"Pak Bos David?" Gumamnya pelan menatap wajah David yang terlihat tampan sempurna, apalagi wajahnya terkena sinar matahari membuat wajah tampan seorang David terlihat bercahaya kini.

"Kamu baik-baik saja?" Tanya David melepaskan lingkaran tangannya.

Teresia yang menyaksikan hal itu pun hanya bisa menarik napas berat, entah mengapa hatinya terasa begitu sakit seperti ada sesuatu yang menusuk membuat dadanya terasa sesak kini.

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

1
Tira Aneri
suukaaa
Humanoid
Masih jadi misteri apa yang membuat Tere bertahan tinggal bersama Larissa..
Putri Dian
bagus ceritanya
Reni: Terima kasih, kak.
total 1 replies
ria sufi
yah udh tamat ja
Aditya HP/bunda lia
Thor asli tamat ini teh? benar2 akhir yang bahagia konflik ringan gak bertele ... makasih Thor ... 😘😘 selamat taun baru tetap semangat bikin karya2 baru semoga othor selalu di beri kesehatan dan rejeki yang melimpah taun ini Aamiin ... 🤲🤲
Aditya HP/bunda lia: Aamiin .. 🤲🤲
total 2 replies
Aditya HP/bunda lia
semoga Larisa benar2 berubah dan saat nanti suaminya bunda datang jangan sampe dia jadi bibit pelakor ...
Ona Renggil
lanjut thor, semoga laris benar2 tulus
Amina Rengil
lanjut
Ona Renggil
lanjut thor
Amina Rengil
lanjut
Aditya HP/bunda lia
aduuuh ... bunda gimana sih apa gak akan apa apa nanti tuh aku ada sedikit ragu tuh ...
ria sufi
nah gitu larisa berbuah lah LBH Baek, enak kok JD orang baek
Ona Renggil
jangan buat laris jd benalu di kehidupan bunda anisa
Aditya HP/bunda lia
waw ... Thor karma yang kamu berikan buat si Larisa sungguh ruar binasa ... 👍😘
Ona Renggil
berharap itu tulus dari dalam hatinya, bukan akting karna tau ibunya tere kaya raya
Aditya HP/bunda lia
akhirnyaaaaa .... maraton aku Thor bacanya ini kemarin baru baca 2 bab langsung sibuk di dunia nyata ternyata tertinggal jauh ... 🤭🤭 itu si lampir mau ngapain lagi sih gak ingat apa ancaman David?
Aditya HP/bunda lia: sama-sama othorku sayang 😘😘😘
total 4 replies
ria sufi
lanjutkan
Ona Renggil
lanjuttho r
Amina Rengil
larisa benar2 cari perkara saja
Aditya HP/bunda lia
jangan sampe ada konflik yang berat yah Thor kayak Daddy dan mommy nya kah konfliknya gak berat2 ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!