Sedang dalam tahap revisi...
Cerita perjalanan cinta Serlin Marliana, wanita yang tidak sengaja melakukan hubungan terlarang dengan tuan muda yang bernama Marcelino Jason hingga hamil dan terpaksa menikah.
Dia menikah tanpa adanya cinta diantara mereka, apakah kehidupan pernikahannya akan berjalan mulus atau dia hanya akan menjadi orang ketiga diantara Marcel dan kekasihnya, karna Marcel sudah mempunyai kekasih yang sangat dicintainya. Dia seorang model yang rela menukar kisah cintanya demi sebuah kontrak kerja.
Saat pernikahan Serlin dan Marcel terungkap siapa yang akan dipilih Marcel, kekasihnya atau Serlin istrinya yang sedang hamil..
Kebimbangan hati Marcel serta kecemburuannya, akan menjadi kisah romantis mereka berdua, serta bagaimana Marcel ketika benih-benih cinta untuk Serlin muncul.
bagaimana kehidupan mereka, selalu bahagia atau akan banyak kerikil tajam yang akan menghadangnya.
Karya pertamaku...semoga suka..
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon denike, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA PERNIKAHAN
Terimakasih atas dukungannya selama ini...
*Jangan lupa Like, komen, vote dan favouritenya😃**biar author lebih semangat nulisnya*..
Selamat membaca....
🌸
🌸
🌸
Serlin yang mendengar perkataan Marcel, entah kenapa hatinya terasa sakit. Kata-katanya sungguh menusuk hati, seperti dilempar bom atom tepat dihadapannya
" Kenapa aku harus tersinggung, siapa aku? " Ucap Serlin dalam hatinya.
Air matanya tiba-tiba menetes, siapa yang menginginkan kejadian seperti ini hadir dalam hidupnya.
" Apa yang harus aku lakukan, aku hamil. Aku bisa apa, aku tidak punya siapa-siapa yang akan mendukungku disini. Hanya ada Feby, aku akan menyusahkannya lagi jika dia tahu hal ini."
Fikiran dan hati Serlin sudah berkecamuk dengan perasaan bingungnya.
" Maaf nyonya, presdir benar dia tidak bersalah dan tidak perlu bertanggung jawab untuk saya. "
Kinanti kaget saat Serlin tiba-tiba muncul dihadapannya,
" Jangan dengarkan ucapan Marcel, dia belum bisa berfikir jernih. Kembalilah istirahat Serlin! "
" Tidak nyonya, saya akan mengurus diri saya sendiri. Saya tidak mau gara-gara saya anda dan tuan Marcel jadi bertengkar. Anda tidak perlu risau nyonya biarkan saya yang menyelesaikan masalah ini. " Serlin pergi dengan menahan air matanya, Kinanti ingin mencegah tapi Serlin langsung mempercepat langkahnya.
" Marcel, kejar dia! "
" Mah...! " jawab Marcel menandakan dia tidak mau
" Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Serlin dan calon cucu mamah, jangan pernah temui mamah lagi. Mamah gak mau punya anak yang gak bertanggung jawab seperti kamu. Siapa yang ngajarin kamu jadi pengecut begini. "
Kinanti mulai dengan dramanya agar Marcel mau mengejar Serlin, karena asalkan wanita itu baik dia akan mengetujui pernikahan. Tak peduli dia miskin atau kaya, apalagi sekarang Serlin mangandung cucunya.
" Lee..ikut aku! " Marcel dan Lee pergi mengejar Serlin, saat melewati pintu gerbang utama mereka mendengar suara isak tangis seseorang.
Marcel mencari sumber suara tersebut, ternyata Serlin yang menangis.
" Ayo masuk! " Perintah Marcel, tapi Serlin tetap masih diam dan menangis.
" Kau bilang bisa menyelesaikan sendiri, apa dengan menangis semuanya selesai. Dasar cengeng. " Teriak Marcel sambil menarik tangan Serlin.
" Tidak, saya akan pergi sekarang. " Serlin mengusap air matanya dan ingin berjalan pergi.
" Dasar KERAS KEPALA! " Karena geram dengan sikap Serlin, Marcel langsung menggendongnya dari belakang
" Presdir lepaskan aku, kau sungguh kelewatan. " Berontak Serlin.
Namun Marcel malah mencengkeramnya kuat, sampai Serlin tidak bisa bergerak.
Di dalam rumah Kinanti manatap anaknya itu sambil tersenyum sendiri,
" Terimakasih Tuhan, kau kirimkan Serlin untuk kami. Engkau mengabulkan semua doaku, meskipun mungkin mereka melakukan dosa sebelum pernikahan tapi mungkin ini sudah takdir darimu. Semoga Serlin wanita yang baik untuk Marcel dan dia bisa melupakan Anna yang tak tau diri itu."
" Jangan biarkan calon istrimu ini terlalu kelelahan. Selalu jaga makannya, kalau tidak dia bisa pingsan lagi seperti tadi. "
Dokter Keynan memberi beberapa vitamin penguat kandungan. Dia juga menyarankan untuk menemui dokter spesialis kandungan untuk melakukan USG serta pemeriksaan lebih lanjut.
" Kita akan mempersiapkan pernikahan kalian tiga hari dari sekarang. Pak han, siapkan semuanya. Cuma keluarga saja yang akan hadir. " Kinanti sangat bersemangat.
Marcel dan Serlin sudah tidak bisa menolak, ancaman kinanti membuat Marcel diam dan menerima. Tapi Serlin masih bingung dengan keadaan ini. Pernikahan tanpa cinta pasti sangat menyakitkan.
Mimpinya untuk menikah dengan seorang pria yang dicintainya dan berbahagia mengarungi bahtera rumah tangga kini sudah hancur. Dia tidak bisa membayangkan kehidupan seperti apa yang akan dijalani setelah menikah nanti.
" Serlin sayang, apa yang kamu fikirkan? apa ada seseorang yang ingin kamu undang. " Tanya kinanti pada calon menantunya itu
" Maaf nyonya, saya tidak punya keluarga yang bisa diundang kecuali sahabat baik saya Feby. Saya sudah berpisah lama dengan ibu dan kakak saya, mereka mungkin sudah tidak peduli lagi dengan keberadaanku." Terlihat sekali kesedihan di wajahnya
" Mulai sekarang kau bisa memanggilku mamah, bukankah aku ini sudah seperti ibumu? " Mamah Kinanti langsung memeluk Serlin, tidak peduli seperti apa masa lalunya tapi dia yakin Serlin wanita yang baik.
" Terimakasih nyonya. "
" Ehh, mamah maksudkuu." ucap Serlin kemudian
" Kamu boleh undang siapapun yang kamu inginkan. " Kinanti tersenyum
" Iya mah.
Ehmmm..presdir bagaimana dengan pekerjaanku. Apa aku boleh mengambil cuti? " Serlin melirik ke arah Marcel yang sejak tadi memasang tampang kesalnya.
"Ambilah cuti, SEMAUMU! " jawab Marcel ketus sekaligus geram,
" Dalam keadaan seperti ini dia masih menanyakan untuk mengambil cuti, ahh..kenapa hidupku jadi seperti ini? Niat hati melamar orang yamg kucinta, malah kejebak ***-*** sama karyawan sendiri. Dan sekarang dia hamil, hancur sudah hidupku ini. "
Marcel menatap Serlin dengan penuh rasa kesal, sejak tadi dia tidak banyak bicara hanya tatapannya saja seperti harimau ingin menerkam mangsanya.
" Kalau anda tidak menginginkan pernikahan ini batalkan saja sekarang, sebelum terlambat. Tidak perlu melakukannya jika tidak ikhlas. " Serlin mulai ragu untuk meneruskan keputusannya
" Apa menurutmu masih ada celahku untuk menolak? " Marcel sudah sangat marah, dia teringat omongan Kinanti jika tidak mau menikah Kinanti akan menghubungi Anna dan memberitahu dia bahwa Marcel sudah selingkuh dan menghamili wanita lain. Marcel menatap tajam kearah Serlin seolah membenci wanita tersebut, padahal jika diingat kembali Marcellah yang mendatangi kamar Serlin dan melewati malam panas itu.
" Tidak perlu menatapku begitu, disini aku yang jadi korban. Aku harus menyerahkan hidupku untuk menikah dengan pria yang kurang ajar sepertimu. " Serlin dengan berani berkata seperti itu, karena sudah sangat kesal dengan tatapan Marcel padanya. Sorot matanya menyiratkan kalau semua ini adalah salah Serlin, tanpa memikirkan yang paling dirugikan tentu pihak perempuan.
" Hei apa maksudmu? "
" Iya, semua ini salahmu. Kamu yang masuk kekamarku malam itu, sungguh Kau pria yang sangat mesum. "
" Beraninya kau, siapa suruh tidak mengunci pintu. Aku sedang mabuk, mana aku tahu jika aku masuk kamar yang salah."
Serlin cemberut mengingat kejadian malam itu,
" Presdir jangan terlalu galak, tidak baik untuk kesehatan. Lagi pula sebentar lagi kau akan memiliki anak, Belajarlah untuk bersabar. " Serlin sudah mulai berani menghadapi sifat Marcel, dia berbicara sambil tersenyum sinis
" Beraninya kau..!"
Serlin langsung berlalu meninggalkan Marcel, dan masuk ke kamar tamu yang tadi sudah disiapkan Kinanti. Sementara Marcel masih teringat ucapan Serlin,
" Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah rasanya seperti mimpi. Secepat itukah, bahkan aku tidak pernah membayangkan untuk segera menikah dan punya anak. Bagaimana dengan Anna, apakah setelah ini dia bisa memaafkanku. Kau sungguh kejam takdir, hidup seperti apa yang harus kujalani nanti ? "
Marcel termenung berbaring di sofa menatap langit-langit ruangan itu, dia masih belum percaya dengan apa yang dialaminya.
" Apa aku kabur saja ?" Ide jahatnya mulai merusak akal sehatnya.
🌿bersambung....
apa gak ada lanjutannya ?
jng lama" dong thor makin lama makin banyak uban Oma nungguin kelanjutan ceritanya 😁😁😁