Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.
gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar om ceo posesif, Bab6
Digendong
jam sudah menunjukkan pukul 13.00
"udah jam segini yuk kita pulang" ajak Alfandi
"oiya sebentar" ucap zia
kemudian mereka bergegas menuju pulang
"omm lapar" ucap zia
"sama ,saya juga lapar. Makanya saya ajak kamu pulang" ucap Alfandi
'aarrhgghhhh' teriakan zia dalam hati, kemudian zia berlari dan tidak sengaja jatuh, hingga membuat celananya dibagian lutut terkoyak dan lututnya berdarah
'ck dasar ceroboh' batin Alfandi kemudian menghampiri zia
"selain cebol, kamu ini juga ceroboh ya" ucap Alfandi
'duh sakit" gumam zia
"rasain, makanya jadi orang jangan suka ceroboh" ucap Alfandi kemudian menggendong zia. Lalu dilihat oleh remaja ditaman tersebut
"gilaaa sweet bangettt"
"cowonya ganteng bangettt"
"gue juga mau dong digendong"
ucap para remaja itu
"hmm saya mau turun aja om" ucap zia
"tidak ada penolakan, sekali lagi kamu nolak untuk digendong. Saya jatuhkan kamu" ucap Alfandi tegas. Lalu zia diam, kemudian keheningan terjadi hingga sampai dirumah kediaman keluarga BIMONO
saat sampai dirumah, Fandi pun bergegas mengambil obat dan mengobati luka di lutut zia
"om ini perih ommm" ucap zia saat Alfandi membersihkan luka dengan akohol kemudian diolesi betadine
kemudian zia menangis
"huaaa sakitt huaaa"
"heh jangan menangis" ucap Alfandi
kemudian bik nini datang dengan raut muka khawatir
"den, non zia kenapa?" tanya bik nini
"ini bik tadi zia jatuh pas lari lari. Pas saya bersihin lukanya eh malah nangis nangis" ucap Alfandi
"duh, non zia emang gitu den, ga tahan sakit" ucap bik nini
seteleh itu zia pun berdiri, lalu dicegah oleh Alfandi
"eh mau kemana?" tanya Alfandi
"mau kekamar ngantuk" jawab zia
"aku antar ya" ucap Alfandi
'hah kenapa sih om ini tiba-tiba bersikap manis' batin zia
"ga usah, Zia bisa kok, saat melangkah tiba-tiba saja zia kembali jatuh. "Tuh kan, kalau dibilangin jangan bandel, yuk aku antara aja" ucap Alfandi
kemudian mereka menaiki tangga dan menuju kekamar Zia