Arjuna sangat terkejut saat membuka kedua matanya, statusnya yang lajang berubah menjadi menikah. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Simak terus kelanjutannya yuk!
Follow IG: @thalindalena
Add FB : Thalinda Lena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Sopir Biasa
Tuan dan Nyonya Kim mendesah dengan kasar ketika mendengar jawaban putrinya itu.
"Memangnya kalian tidak malu punya anak janda?" tanya Aluna, masih memeluk lengan kekar Arjuna. "Memang benar, aku akan menjadi janda terhormat akan tetapi penilaian masyarakat tentang janda 'kan sangat buruk," lanjut Aluna membuat kedua orang tuanya semakin kalut.
Tuan dan Nyonya Kim saling pandang seolah berkata, 'bagaimana ini?' karena yang di ucapkan oleh Aluna adalah kebenaran, bagaimana nanti jika para fans-nya tahu jika Aluna sudah menikah dan menjadi janda, bisa-bisa karier mereka di dunia hiburan di pertaruhkan.
Tuan dan Nyonya terdiam dan berfikir sejenak. "Baiklah, dengan terpaksa kami merestui hubungan kalian, tapi kami tidak mau mempunyai menantu seorang supir, kalian tahu 'kan maksudnya apa!" ucap Tuan Kim pada akhirnya sembari melirik Arjuna dengan sinis.
Sedangkan Arjuna tersenyum tipis saat mendengar sindiran yang di lontarkan oleh mertua dadakannya itu.
"Mommy, Daddy!! Hentikan ucapan kalian!" Aluna merasa malu dengan Arjuna karena kedua orangn tuanya seolah merendahkan suami dadakannya itu.
"Kami ini public figure mau di taruh mana muka kami jika putri kesayangan kami menikah dengan supir. Ya ... walaupun tampangmu tampan, tapi—" ucapan Nyonya Kim langsung di skak oleh Arjuna.
"Saya paham, tidak perlu di perjelas lagi. Kalau begitu saya bawa pergi putri kalian," potong Arjuna dengan tegas, sembari menatap kedua mertuanya bergantian dengan tatapan yang begitu tajam. Aura kepemimpinannya keluar, sehingga membuat Tuan dan Nyonya Kim terpaku untuk sesaat, berpikir apakah benar jika yang ada di hadapannya ini adalah seorang Sopir? Kenapa mempunyai aura yang begitu kuat?
Namun Tuan dan Nyonya Kim tidak mau ambil pusing, dan segera mengeyahkan segala praduga yang ada di dalam pikirannya.
"Hei maksud dari ucapanmu apa?! Mau membawa putri kami?!" Nyonya Kim mengeraskan suaranya, menatap tidak suka pada Arjuna.
"Aku tidak masalah jika harus tinggal bersama Arjuna," ucap Aluna sembari merangkul lengan kekar Arjuna.
"Baby apa yang kamu ucapkan?! Bagaimana bisa kamu tinggal dengan sopir ini?! Kamu tidak akan bisa hidup susah!" terdengar jelas jika Nyonya Kim begitu merendahkan Arjuna.
"Aku tidak peduli, dan aku pasti bisa mengimbangi kehidupan Arjuna, ya 'kan Pak Su?" ucap Aluna sembari mendongak dan menatap Arjuna.
"Ya, Bu Su, tapi apakah kamu yakin ingin hidup susah denganku?" jawab Arjuna sembari menunduk dan menatap Aluna yang sedang memeluk erat tangan kanannya.
"Yakin sekali, Pak Su," bohong Aluna, karena dirinya sendiri tidak yakin apakah bisa hidup susah atau tidak, mengingat sejak kecil ia selalu hidup enak dan bergelimang harta. Di tambah lagi dirinya baru mengenal Arjuna, dan belum mengerti sikap dan sifat Arjuna yang sesungguhnya.
"Baiklah kalau begitu. Semua pilihan ada di tanganmu, aku juga tidak memaksamu, dan kamu juga harus terbiasa dengan kehidupanku dan juga aturan hidupku," ucap Arjuna dengan datar.
GLEK
Aluna menelan ludahnya dengan kasar sembari menundukkan pandangannya. Jantungnya berdebar-debar pada saat mendengar ucapan Arjuna.
"Tuan dan Nyonya Kim kalian sendiri sudah mendengar jawaban putri anda 'kan?" Arjuna berucap dengan datar. Sebenarnya Arjuna sangat tidak menginginkan pernikahan ini berlanjut, tapi dirinya tidak bisa menceraikan Aluna begitu saja.
"Aluna pikirkan baik-baik dengan keputusanmu! Bercerai dengan dia lalu menikah dengan tunangamu itu atau bertahan dengannya dan akan hidup kekurangan!" ucap Nyonya Kim kepada putrinya.
"Jangan memaksaku untuk memilih, Mom! Pilihanku tetap sama! Yaitu memilih Arjuna!" tegas Aluna, seraya beranjak dari duduknya dan menuju kamarnya untuk mengambil pakaiannya. Enak saja dirinya di paksa menikah dengan tunangannya yang bajingan itu.
"Kamu akan menyesali keputusanmu, Aluna!" Nyonya Kim masih tidak terima dengan keputusan putrinya.
Aluna tidak mendengarkan ucapan ibunya, ia terus menaiki tangga menuju kamarnya.
Sedangkan di ruang tengah, Nyonya dan Tuan Kim menatap Arjuna dengan tajam.
"Sepertinya saya harus menunggu Aluna di luar," ucap Arjuna segera beranjak dan keluar dari rumah tersebut, menunggu Aluna di dalam mobil. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Siapkan semuanya!" tegas Arjuna kepada seseorang yang ada di ujung telepon sana kemudian segera menutup sambungan teleponnya saat melihat Aluna keluar dari rumah tersebut sembari menyeret dua koper besar.
"Pak Su, bantu aku memasukkan koper ini di dalam mobil," pinta Aluna dengan manja di buar-buat.
"Kamu punya tangan 'kan!" Arjuna berkata ketus, membuat Aluna menghentakkan kakinya dengan kesal dan terus menggerutu.
"Kalau bukan karena ingin menghindari permintaan Mommy, aku tidak sudi melanjutkan pernikahan ini!" gerutu Aluna sembari menaikkan dua koper besar ke dalam bagasi mobil dengan susah payah.
Setelah selesai, Aluna segera masuk ke dalam mobil duduk di samping Arjuna yang telihat sangat datar.
Arjuna tidak memedulikan Aluna, ia segera melajukan mobilnya ke suatu tempat.
"Apakah kamu itu benaran seorang sopir?" tanya Aluna memecah kesunyian perjalanan mereka.
"He'em," jawab Arjuna singkat, fokus menyetir mobil.
Aluna menelisik penampilan Arjuna lagi, menatap pakaian Arjuna yang terlihat ber-merk dan mahal tentunya. Di tambah lagi jam tangan Arjuna adalah limited edition, membuat Aluna semakin memicingkan matanya.
"Lalu pakaian yang kamu ini dan juga jam tangan mu itu, adalah barang mahal, bagaimana bisa kamu mendapatkannya? Jika kamu hanya seorang sopir," tanya Aluna lebih dalam lagi. Ia sangat penasaran dengan sosok pria yang duduk di balik kemudi itu.
"Aku kira kamu berbeda dengan kedua orang tuamu, ternyata sama! Suka merendahkan pekerjaan orang lain!" ucap Arjuna tanpa memedulikan pertanyaan Aluna.
"Eh, maksudku bukan seperti itu. Maaf jika kamu tersinggung. Tapi pertanyaanku adalah hal yang wajar karena aku ingin tahu siapa suamiku sebenarnya ini," balas Aluna dengan cepat.
"Aku bukan sopir biasa," jawab Arjuna singkat dan datar.
"Bukan sopir biasa? Maksudnya apakah kamu seorang Sopir Presiden atau pengusaha?" tanya Aluna, memiringkan tubuhnya ke kanan, sembari menatap Arjuna dari samping dengan intens.
"Iya bisa di bilang begitu, sekaligus seorang bodyguard," jawab Arjuna asal.
"Woahhh, daebakk." Siapa sangka gadis tersebut malahan merasa bangga dengan pekerjaan palsu Arjuna.
Aluna bertepuk tangan dan berdecak kagum sembari menatap Arjuna. "Ternyata suamiku seorang bodyguard, hebat sekali. Kamu bisa bela diri dong?" tanya Aluna dengan sangat antusias.
"Iya," jawab Arjuna singkat tanpa menoleh, mobil yang ia kendarai memasuki kawasawan komplek perumahan sederhana.
Aluna mengalihkan pandangannya, menatap keluar jendela. Banyak deretan rumah minimalis berwarna sama dengan tipe yang sama juga.
"Ini?" Aluna menatap Arjuna, menuntut sebuah jawaban.
"Menuju rumahku," jawab Arjuna dan memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah minimalis bercat kuning dan masih tampak gelap.
"Ah rumahmu?" Aluna tampak tertegun hanya beberapa saat ketika melihat rumah Arjuna yang sangat sederhana.
Hai Emak Update lagi, maaf ya, kemarin dua hari nggak update karena lagi fokus di dunia nyata🤭🤭.
Yuk kasih like dan votenya❤❤