NovelToon NovelToon
Penguasa Dua Dunia

Penguasa Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Action / Fantasi Timur
Popularitas:97k
Nilai: 4.6
Nama Author: Widianto

Sebuah dunia lain yang disebut Nirwana,begitu indah dan damai selama ratusan tahun,sejak kemunculan kitab kuno peninggalan leluhur yang disebut sebagai pusaka tingkat tinggi,tiba" muncul dan menggemparkan seluruh penghuni Nirwana,Rumor mengatakan siapapun yang mampu mempelajari dan menguasai isi kitab itu akan menjadi kstria terkuat dan menjadi penguasa Dunia,Edward seorang anak yang berasal dari Nirwana harus tersingkirkan dari dunia asalnya karena sebuah tragedi pembantain yang mengorbankan seluruh keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri Jurus Badai Petir

Suara burung",berkicau merdu terdengar di balik dinding goa,menandakan pagi sudah tiba,Calista yang semalaman tertidur disamping Edward,mulai membuka matanya,melihat Edward yang masih tertidur nyenyak,,Calista secara perlahan melepaskan pelukannya yang sejak semalam memeluk Edward,dan beranjak meninggalkan Edward yang masih tertidur pulas.

Secara perlahan Calista berjalan menuju mata air,yang semalam digunakan Edward untuk mandi,sesampainya di kolam mata air itu,Calista mencelupkan tangannya yang lembut, kedalam kolam dan membasuh mukanya dengan air kolam,suara gemericik air kolam menambah kesegaran tubuh Calista yang berada disamping kolam itu,karena tergoda oleh kesegaran air kolam yang terasa hangat,Calista menjeburkan dirinya kedalam kolam sejenak,sambil merasakan kesegaran air kolam yang membuat Edward merasa betah,berlama" berendam di kolam itu.

Tak lama kemudian Edward mulai membuka matanya,dan beranjak bangun dari tidurnya,karena tidak melihat Calista ada didekatnya,Edward mulai kawatir dan memanggil Calista.

Mendengar panggilan dari Edward Calista langsung beranjak dari kolam dan segera naik ke permukaan,

Iya tuan,saya sedang ada di kolam,tunggu sebentar saya akan segera kesana,jawab Calista dengan suara merdunya.

Syukurlah kamu masih ada disekitar sini,,kenapa tadi kamu tidak membangunkan ku?

Maaf tuan saya tidak tega membangunkan tuan yang masih tertidur nyenyak,saya kira tuan masih kelelahan jadi saya biarkan saja tuan melanjutkan tidur tuan.

Oh ya pakaian kamu kenapa basah begini?

Tadi saya berendam di kolam itu,ternyata rasanya nyaman sekali,maaf kalau Calista tidak meminta ijin dulu sama tuan.

Tidak papa Calista anggap saja rumah sendiri,nikmatilah semua fasilitas yang ada disini.

Tuan tinggal sendirian didalam goa sebesar ini?tanya Calista yang mengira goa itu adalah tempat tinggal Edward selama di hutan.

Edward yang sebenarnya baru semalam menemukan goa itu,berfikir kalau dia tidak akan memberitahukan dulu tempat tinggalnya sejak kecil bersama kakeknya,dan mengiyakan pertanyaan Calista mengenai goa itu,sebagai tempat tinggalnya.

Ya begitulah Calista,sejak kedua orang tuaku tiada,aku hanya seorang diri tinggal disini.

Lalu bagaimana tuan bisa bertahan hidup hanya tinggal sendirian didalam goa sebesar ini?

mendengar pertanyaan Calista yang ingin tau tentang kehidupannya,Edward mulai mengarang cerita palsu untuk meyakinkan Calista agar tidak mengungkap identitasnya lebih jauh lagi,karena kakeknya melarang Edward untuk tidak menceritakan identitas dirinya pada orang luar,sebelum misinya terselesaikan.

Sebelum ayah dan ibu tiada mereka mengajari ku ilmu beladiri dan berburu didalam hutan,dan sejak kepergian mereka,aku terus berlatih dan bertahan hidup,demi mewujudkan impian mereka.

Pasti orang tua, tuan begitu menyayangi tuan,hingga mewariskan semua ilmunya pada tuan,,mendengar cerita Edward Calista merasa iri,karena kedua orang tuanya begitu menyayangi nya.

Setiap orang tua pasti selalu menyayangi anaknya,karena cuma anak" lah harapan mereka untuk meneruskan perjuangan mereka,yang terkadang tidak sempat mereka gapai.

Mendengar cerita Edward tentang kedua orang tuanya Calista meras terharu,dan langsung memeluk Edward dengan pakaian basahnya sambil meneteskan air mata.

Sudahlah Calista jangan bersedih lagi,Edward mencoba menenangkan Calista yang sedang bersedih sambil membelai rambut panjang Calista yang begitu lembut meski agak sedikit basah,kalau kau ingin menjadi lebih kuat dan dihormati,aku bisa ajarkan beberapa ilmu beladiri padamu.

Trimakasih tuan,selama ini hanya tuan yang baik pada saya,dan mau berbagi semua hal pada saya,karena kebaikan dan perhatian tuan sama saya,kemanapun tuan pergi dan apapun yang tuan inginkan dari saya,akan saya lakukan,demi membalas kebaikan tuan pada saya.

Trimakasih atas ketulusanmu Calista,aku harap kau bisa setia padaku selamanya,hanya itu yang aku inginkan darimu.

Calista janji akan selalu setia pada tuan bagaimanapun keadaan tuan.

Ya sudah kalau begitu segera ganti pakaian kamu yang basah itu,setelah itu aku akan tunjukkan sesuatu padamu.

Baik,tuan juga segera ganti pakaian tuan,ini Calista sudah menyiapkan nya untuk tuan.

Trimakasih Calista,,kau sungguh perhatian sekali padaku,Edward merasa senang,karena selalu dilayani dengan baik oleh Calista.

Sama" tuan,hanya inilah yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan tuan,Calista pun melemparkan senyuman manis pada Edward.

Setelah mereka selesai ganti baju masing"Edward mengajak Calista ke sebuah tempat yang tak jauh berada disekitar goa.

Calista lihatlah lukisan" yang ada di dinding" goa ini,semua lukisan" ini adalah jurus beladiri,,yang ditulis oleh leluhur keluargaku,dari tingkat dasar sampai tingkat akhir,aku membawamu kesini agar kau bisa belajar dan berlatih ilmu beladiri mengikuti gerakan" sesuai dengan lukisan" ini,dan aku akan mengawasi dan membimbingmu.

Untuk mempelajarinya kau harus memahami dulu dasar dari ilmu beladiri,baiklah karena kamu baru pertama kali mengenalnya aku akan ajarkan kamu beberapa gerakan dari dasar beladiri setelah kau menghafalnya,kau harus melatihnya setiap hari,agar jiwa,hati dan fisikmu,menjadi kuat,setelah kau terbiasa nanti,gunakanlah dasar itu untuk menghimpun kekuatan jiwa,tanda" seorang yang berhasil mengumpulkan kekuatan jiwa ditubuhnya akan dipenuhi cahaya yang berwarna sesuai tipe dari kekuatan jiwa masing" baiklah kalau begitu mari kita mulai pelajaran pertama,ikutilah gerakanku.

Baik tuan,jawab Calista dengan penuh semangat,Edward pun dengan sigap melakukan gerakan" dasar beladiri yang dia pelajari sejak kecil dan diikuti oleh Calista,karena sama sekali belum mengenal ilmu beladiri,hanya beberapa gerakan saja Calista sudah merasa kelelahan.

Maaf tuan,boleh saya

istirahat sebentar?

Baiklah silahkan,kau pasti sudah sangat kelelahan ya?

Iya tuan,ternyata berlatih beladiri itu melelahkan juga ya?

Ya sudah kalau begitu aku ambilkan minum untukmu,ini minumlah dulu agar tenagamu bisa pulih lagi.

Trimakasih tuan,jawab Calista yang sedang kelelahan,setelah beristirahat sejenak Calista bangkit lagi dan melanjutkan latihannya bersama Edward.

Setelah semua gerakan" dasar diajarkan oleh Edward,Calista mengulang ulang gerakan itu hingga pada akhirnya dia mampu menghafalnya dengan baik.

Bagus Calista akhirnya kau mampu menghafal gerakan" dasar yang aku ajarkan padamu,sekarang duduklah dengan rileks,seperti orang bermeditasi,fokuskan fikiranmu untuk mengingat gerakan" tadi dan resapilah,sampai kau mampu melakukannya dengan kemantapan hati,bahkan tanpa berfikir pun kau bisa melakukan gerakan itu.

Baik tuan,, saya akan melakukanya sesuai petunjuk tuan,secara perlahan Calista mencari tempat duduk yang nyaman dan mulai bermeditasi sesuai arahan Edward,sesaat kemudian Calista memejamkan matanya dan mulai fokus membayangkan gerakan" dasar beladiri yang sudah dikuasainya.

Sambil menunggu Calista bermeditasi Edward pun mulai mendekati lukisan" yang ada di dinding goa dan bermaksud untuk memahaminya sebelum dia melatih gerakan" itu

Setelah beberapa menit,Calista mulai membuka matanya secara perlahan,karena melihat Edward yang masih sibuk dengan lukisan" di dinding goa itu,dia berlatih sendiri dan melakukan gerakan" yang sudah diajarkan oleh Edward secara berulang ulang,tak lama kemudian dia merasakan adanya sesuatu yang mengalir dari dalam dirinya,sesuatu yang membuat dia nyaman dan ingin terus bergerak,tak lama kemudian tubuh gadis cantik itu memancarkan sebuah cahaya biru yang sangat silau.

Karena merasakan adanya hawa energi yang baru lahir,Edward langsung memalingkan wajahnya dari dinding goa dan menuju ke tempat latihan Calista,dengan sangat bangganya Edward bertepuk tangan seolah merasa senang dengan keberhasilan Calista.

Bagus Calista,akhirnya kau mampu melahirkan energi jiwamu sendiri,untuk latihan kali ini sebaiknya kita sudahi saja dulu,aku kawatir jika kau teruskan tubuhmu tidak kuat menahan energi jiwa itu.

Baik tuan,oh ya dari tadi tuan belum makan,saya akan buatkan makanan dulu untuk tuan.

Trimakasih Calista kau sungguh perhatian padaku,aku jadi merasa kau ini seperti seorang permaisuri yang sudah ditakdirkan untukku.

Ah tuan bisa saja,Calista tersipu malu mendengar ucapan Edward yang seolah menyebut Calista sebagai permaisurinya.

Apa boleh aku membantumu menyiapkan makanan,aku juga penasaran bagaimana cara kamu memasak,?masakan kamu kemarin sungguh sangat enak sekali.

Tidak perlu tuan,aku perhatikan dari tadi tuan begitu sibuk melihat lihat lukisan" yang ada di dinding goa itu,apa tuan masih belum bisa memahami lukisan itu?

Sejak kecil sampai sekarang ini aku masih belum mampu memecahkan dan memahaminya,dan aku baru bisa melatihnya sampai tingkat dasar saja.

Kalau begitu sebaiknya tuan lanjutkan saja,biar Calista sendiri yang menyiapkan makanan untuk tuan,siapa tau saja tuan bisa segera memahami lukisan" itu.

Baiklah Calista nanti kalau kau butuh apa" jangan sungkan untuk memanggilku.

Baik tuan,jawab Calista yang merasa senang diperhatikan oleh Edward,sebuah perhatian yang tak pernah dia rasakan selama dia tinggal di istana kerajaan,Calista merasa seolah menemukan tempatnya untuk pulang, selama berada di sisi Edward,dia pun berharap bisa selamanya bersama Edward.

Setelah Edward berlalu meninggalakannya,Calista segera mengeluarkan peralatan masaknya dan bahan" yang masih tersisa melalui cincin ruang miliknya,setelah peralatan dan semua bahan siap,Calista mulai memasak,dengan cekatan dia memotong " sayur" ran dan daging ikan yang sudah disiapkan nya,tak lupa dia juga meracik bumbu"nya agar masakan yang dibuatnya menjadi enak dan sedap, selesai mengolah bahan" masakan Calista segera menyalakan api di sebuah tungku yang sudah dia siapkan,saat api mulai menyala,bahan" itu di masukkan kedalam tungku satu persatu,mulai dari sayuran,ikan dan bumbu yang sudah dia racik sendiri,setelah beberapa menit aroma sedap masakannya sudah mulai tercium,seolah menandakan masakan siap untuk disajikan.

Karena melihat masakannya yang sudah mulai matang dan siap untuk dihidangkan,Calista segera memadamkan api yang ada dibawah tungku,tempat ia memasak,sebuah mangkuk yang ada di depannya dia ambil dan secara perlahan dia mengisi mangkuk itu dengan masakan yang baru dia masak,dia sengaja mengisi mangkuk itu untuk diberikan kepada Edward.

Sambil membawa mangkuk itu dia berjalan menuju ke arah Edward yang sedari tadi begitu asyik memandangi lukisan yang ada di dinding goa,dan sesekali memegang nya.

Tuan, ini saya bawakan makanan untuk tuan,mumpung masih hangat,silahkan dinikmati,sambil tersenyum Calista memberikan sup ikan yang baru dia masak untuk Edward.

Seharusnya kau tidak perlu repot" mengantarkannya kesini Calista,kau cukup memanggilku saja biar aku mengambilnya sendiri.

Tidak papa tuan,saya senang bisa melayani tuan,apalagi tuan sudah menganggap saya sebagai saudara sendiri dan memperlakukan saya dengan baik,anggap saja ini sebagian kecil dari balas budi saya pada tuan.

Trimakasih Calista,dari aromanya sepertinya sup ini enak,ngomong" ini ikan apa yang kamu masak?

Ini ikan tuna yang aku ambil dari dapur istana waktu aku masih ada disana,meskipun sudah lama aku simpan di dalam cincin ruang kesegarannya masih tetap terjaga dan masih layak untuk dimakan.

Baiklah kalau begitu aku coba ya,secara perlah Edward memakan sup ikan pemberian Calista,sambil menikmati sup ikan pemberian Calista,Edward menanyakan sesuatu pada Calista tentang pelatihan yang baru saja dilakukan oleh Calista.

Calista,apa yang kamu rasakan saat tubuhmu mengeluarkan cahaya barusan?

Rasanya nyaman sekali tuan,saya merasa seolah mendapatkan tenaga baru,yang jauh lebih kuat dari biasanya.

Apakah kau masih bisa mengingat bagaimana cara kamu mengeluarkan cahaya itu dari dalam tubuhmu.

Tentu saja tuan,saya selalu mengingat arahan dari tuan,dan ternyata metode yang tuan ajarkan pada saya,bisa membuat saya lebih mudah mengingat dan melatih gerakan" dasar beladiri yang tuan ajarkan pada saya.

Bagus Calista,terus kau latih gerakan" itu sampai kau bisa mengendalikan energi jiwa milikmu,nanti setelah aku mampu memahami dan menata ulang lukisan" ini menjadi berurutan dari tahap awal sampai akhir aku akan mengajarkannya padamu.

Trimakasih tuan,apa tuan mau menambah sup nya lagi,disana masih banyak nanti biar saya bawakan lagi kesini.

Tidak perlu Calista,biar aku saja yang kesana,aku perhatikan dari tadi kamu sepertinya sedang menahan lapar,ayo aku temani kamu makan.

Baik tuan,jawab Calista dengan suara lembut dan dengan sedikit senyuman di bibirnya yang manis itu.

Setelah berada di tempat makanan,Edward langsung mengambil mangkuk dan mengambil sup ikan didalam tungku yang masih hangat,dan diberikannya pada Calista,

Tadi kau sudah mengambilkan nya untukku,sekarang giliranku mengambil kan nya untukmu,ini makanlah,biar tenagamu bisa pulih kembali,sambil menyodorkan mangkuk itu ke arah Calista,

Karena perhatian yang diberikan Edward padanya Calista agak sedikit gugup,dan berkata dalam hatinya,seandainya saja tuan Edward bisa menjadi Raja,pasti dia akan menjadi Raja yang baik dan bisa menghormati rakyatnya,tapi apakah aku bisa berada di sisi nya selamanya jika suatu saat nanti tuan Edward bisa menjadi seorang Raja?.

Hai Calista, apa yang kau fikirkan? Tanya Edward yang agak sedikit heran dengan lamunan Calista.

Tidak tuan,saya tidak memikirkan apa" saya hanya merasa terharu saja,baru kali ini saya merasa diperhatikan oleh seorang laki" seperti tuan.

Ya sudah kamu makan dulu sup ini,mumpung masih hangat.

Terimakasih tuan,Calista menerima sup pemberian Edward dan memakannya secara perlahan lahan,

Mereka pun makan bersama sama dan menghabiskan sup ikan itu,selesai makan Edward mengajak Calista ketempat lukisan" yang masih belum terpecahkan oleh pemahaman Edward.

Calista,apa kau mengerti arti lukisan" ini aku masih bingung harus belajar mulai dari mana,?

Kalau tuan saja masih bingung bagaimana dengan saya,jawab Calista sambil tersenyum ke arah Edward,,

Sebentar tuan,sepertinya saya melihat sesuatu di lukiasan" itu,saya merasa lukisan" itu sepertinya mulai bergerak sendiri.

Benarkah apa yang kamu lihat ini Calista? Tanya Edward sambil merasa heran dan menatap wajah cantik Calista.

Tuan lihatlah itu ada cahaya yang keluar dari dinding,melihat cahaya aneh itu,dan merasakan kehadiran energi jiwa pembunuh yang sangat kuat,Edward dengan cepat langsung menarik tangan Calista.

Hati" Calista,sebaiknya kamu sembunyi dulu didalam cincin ruang milikku.

Baik tuan,juga hati" jangan sampai terluka,teriak Calista yang mulai memasuki cincin ruang milik Edward.

Sesat kemudian muncul,seekor naga berukuran besar dari balik dinding goa,naga itu memancarkan cahaya berwarna biru,disertai dengan energi listrik mengalir disetiap badannya.

Dan anehnya naga itu bisa berbicara dan menyapa Edward, hei anak muda siapa kau beraninya membangunkan ku?

Maaf paman naga,aku tidak bermaksud membangunkan mu,aku hanya ingin mempelajari jurus" yang ada di setiap dinding goa ini.

Kau pikir kau ini siapa,selama ratusan tahun,tidak ada yang sanggup menguasai jurus terlarang ini,jika kau ingin menguasainya kau harus meminta ijin dulu padaku.

Baiklah paman naga,aku Edward dengan hormat meminta ijin pada paman naga untuk mempelajari jurus terlarang ini.

Ha,haaaa,haaa,haaa,anak ingusan sepertimu mau mempelajari jurus terlarang ini,,boleh saja asal kau punya sesuatu yang bisa kau tunjukkan padaku,,untuk meyakinkan ku bahwa kau layak mempelajarinya.

Karena Edward merasa bingung dengan permintaan naga itu,,tanpa fikir panjang Edward segera mengeluarkan pisaunya,yang bisa digunakan untuk membuka pintu goa letak keberadaan jurus itu,maaf paman naga aku hanya punya pisau ini,yang aku gunakan untuk membuka pintu masuk goa ini,

Melihat pisau yang dibawa Edward naga itu mendekatkan kepalanya kearah Edward,,dari mana kau dapatkan pisau itu?

Aku mendapatkannya dari kakek ku,apa paman naga mengenali pisau ini?

setelah melihat pisau milik Edward naga besar itu langsung mengijinkannya untuk mempelajari jurus itu dengan sebuah syarat.

Baiklah anak muda,aku ijinkan kau mempelajari jurus ini tapi ada ujian yang harus kau lewati,jika kau gagal maka nyawamu akan menjadi taruhannya.

Ujian apapun akan aku hadapi demi menjadi lebih kuat,dengan keyakinan penuh Edward manyanggupi ujian yang diberikan oleh naga itu.

Akan aku jelaskan peraturannya,pertama kau harus mampu menahan aura pembunuhku, yang kedua kau harus mampu mengalahkan bayanganku, dan yang terakhir kau harus mampu bertahan dari hawa racunku,apa kau sanggup anak muda?

Baiklah paman naga aku siap menghadapi ujianmu,ayo kita mulai.

Apa kau sungguh yakin dengan ucapanmu itu anak muda,jika kau gagal,bukan cuma dirimu saja yang akan terbunuh,orang yang ada dalam cincin ruangmu itu juga akan ikut menerima akibatnya.

Mendengar ucapan naga itu hati Edward mulai ragu,karena didalam cincin itu ada seorang gadis yang sangat dia sayangi,dia tidak bisa mengorbankan seseorang demi menggapai keinginannya.

Tunggu dulu paman naga,jika aku mengeluarkan seseorang yang ada di dalam cincin ruang milikku ini,jika nanti aku gagal dan terbunuh,apakah orang itu masih bisa selamat?

Asalkan orang itu berlindung dibalik singgasanaku yang selalu memancarkan warna pelangi itu,dia akan selamat.

mendengar perkataan sang naga,Edward memerintahkan cincin ruangnya untuk segera mengeluarkan Calista dan menyuruh Calista untuk bersembunyi dibawah singgasana itu.

Calista yang baru pertama kali melihat seekor naga sungguhan,merasa takut dan kawatir akan keselamatan Edward,dengan rasa percaya diri Edward meyakinkan Calista kalau dirinya akan berhasil menghadapi ujian dari naga raksasa itu.

Tenanglah Calista,aku akan baik" saja dan akan segera kembali untukmu,bersembunyi lah dulu dibawah singgasana itu,dan berdoalah agar aku bisa lulus ujian ini,,karena tak mampu menghentikan keinginan Edward.

Calista hanya pasrah dan memeluk Edward sambil meneteskan air mata,Tuan jangan sampai terluka atau terbunuh,yang Calista miliki saat ini hanya tuan seorang,jika terjadi apa" dengan tuan bagaimana dengan nasib Calista selanjutnya?

Tenanglah Calista,aku akan baik" saja,sebaiknya kau doakan saja,agar aku bisa selamat dan mendapatkan jurus hebat itu.

Tak lama kemudian Edward melepaskan pelukan Calista dan berjalan menuju naga raksasa itu.

Paman naga,sekarang aku sudah siap menerima ujianmu itu.

Baiklah anak muda,apapun yang akan terjadi pada dirimu nanti aku tidak akan bertanggung jawab.

Naga raksasa itu mulai mengeluarkan aura membunuhnya,dan menekan energi jiwa milik Edward,dengan seluruh kemampuannya Edward menahan tekanan itu,merasakan aura membunuh yang sangat kuat, Edward mulai kuwalahan dan semakin terdesak,namun karena tekadnya itu dia terus berjuang menahan aura sang naga,tak lama kemudian tubuh Edward mengeluarkan aura berwarna biru pekat dan dipenuhi oleh listrik,yang mengalir ke seluruh tubuh,dan berusaha dengan sekuat tenaga Edward mendaratkan sebuah pukulan ke tubuh sang naga,namun sayang sekali pukulan itu tidak berefek apa" pada sang naga.

Melihat Edward yang sudah bersusah payah berhasil melepaskan sebuah pukulan,naga raksasa itu menarik kembali auranya,dan meluluskan Edward di ujian yang pertama,

Bagus anak muda baru pertama kali ini,aku melihat tekad yang begitu kuat,dari seorang manusia dan mampu bertahan oleh tekanan auraku,aku nyatakan kau lulus di ujian pertama,tapi jangan senang dulu,, masih ada ujian kedua,aku beri kau waktu untuk istirahat dan memulihkan tenaga,setelah waktu yang aku berikan habis kau harus siap menghadapi ujian kedua.

Karena kelelahan dan kehabisan tenaga,Edward tak menyia nyiakan kesempatan yang diberikan sang naga,dia mulai mengumpulkan kekuatannya kembali,dan berharap bisa lulus menghadapi ujian kedua,setelah beberapa menit berlalu,,akhirnya Edward berhasil mengumpulkan energi jiwanya dan mulai bersiap menghadapi ujian kedua.

Paman naga,aku sudah siap menghadapi ujian kedua.

Tenanglah anak muda jangan terburu" dulu,ujian kedua dan ketiga nanti aku tidak bisa melakukannya ditempat ini,jadi sebaiknya kau berpamitan dulu pada kekasihmu agar dia tidak mengkhawatirkan mu.

Baiklah paman naga aku akan menemuinya terlebih dahulu,mendengar perkataan sang naga barusan,dengan cepat Edward segera menghampiri Calista yang sedang mencemaskan keadaannya,,melihat Edward berjalan dari kejauhan Calista yang sedari tadi menanti kedatangannya,,segera beranjak dari tempat persembunyiannya dan langsung berlari kearah Edward yang masih berjalan menuju kearahnya,karena tidak ingin kehilangan sosok laki" yang selalu memperhatikan dan membuatnya bahagia setiap saat,Calista langsung memeluk erat tubuh Edward dan seakan tidak ingin melepaskannya.

Melihat kelakukan kedua anak itu,sang naga yang mengamatinya dari kejauhan tertawa, dan seolah teringat dengan masa lalunya.

Hai anak muda kau sungguh beruntung punya kekasih yang begitu menyayangimu,aku harap kau tidak gagal menghadapi ujian dariku,,agar kekasih mu itu tidak kecewa padamu.

Mendengar ucapan sang naga,,Edward yang masih dalam keadaan dipeluk oleh Calista merasa malu,,dan berusaha meyakinkan Calista untuk segera melepaskan pelukannya.

Calista,apa kau tidak malu berbuat seperti ini padaku,perbuatan kita sedang dilihat oleh paman naga.

Untuk apa saya malu,,saya hanya ingin tuan selalu ada di sisi saya,,dan saya tidak ingin kehilangan tuan,,jadi aku mohon tuan jangan pergi lagi meninggalkan saya.

Tenanglah Calista,aku pergi hanya untuk berlatih,dan itupun juga tidak lama,,lagi pula paman naga yang sedang melatihku tadi adalah mahluk yang baik,,demi melindungi dirimu dan menghidupkan kembali ibuku,aku harus menjadi lebih kuat,,kau tunggulah disini sampai aku kembali dan mendapatkan jurus itu.

Setelah mendengarkan penjelasan Edward,akhirnya Calista pun mulai mengerti, dan perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh Edward,meskipun sebenarnya dia masih bersedih dan tidak ingin di tinggalkan oleh Edward,mau tidak mau,, Calista harus melepaskan Edward yang ingin berlatih menjadi lebih kuat.

Calista aku sudah tidak punya banyak waktu lagi,selama aku pergi dan berlatih bersama paman naga,,kau tunggulah disini sampai aku kembali,,jika terjadi sesuatu berlindung lah di singgasana itu,dan jaga baik" dirimu.

Tak lama kemudian Edward berjalan menuju tempat sang naga yang sudah menantinya dari tadi, dan meninggalkan Calista yang masih meneteskan air matanya,dan berharap Edward bisa segera kembali menemui dirinya.

Paman naga aku sudah siap ikut denganmu,,untuk menghadapi ujian kedua dan ketiga.

apa kau yakin,dengan keputusanmu ini anak muda,jika kau gagal,kau tidak hanya kehilangan nyawamu,,tapi kau juga akan mengecewakan kekasihmu yang begitu menyayangimu.

Apapun resikonya akan aku hadapi,demi orang yang aku sayangi,, dan juga demi membangkitkan kembali ibuku,,aku harus bisa mencapai tahap tertinggi pelatihan beladiri.

Aku hargai semangatmu itu anak muda,kalau begitu masuklah kedalam dimensi milikku ini,tak lama kemudian muncullah sebuah pusaran cahaya berwarna biru,tepat berada di depan Edward,karena mengikuti perintah sang naga,tanpa ragu Edward langsung memasuki pusaran cahaya itu,setelah Edward memasukinya,dan di ikuti oleh sang naga, pusaran itu semakin mengecil dan kemudian lenyap begitu saja.

Begitu berada didalam pusaran itu,Edward merasa dirinya berada disebuah tempat,yang begitu luas,dan hanya ada titik" cahaya yang menghiasi tempat itu,tak lama kemudian,muncullah sang naga dan menjelaskan tempat yang dimasuki oleh Edward.

Anak muda sekarang kau sudah berada didalam dimensi ruang hampa milikku,di tempat inilah aku akan mengujimu,,lihatlah di belakangmu.

Sesaat kemudian Edward melihat dibelakangnya sudah ada sesosok naga,, yang mirip dengan sang naga yang ada di depan Edward.

Naga yang di belakangmu itu adalah bayangan ku,tugasmu adalah mengalahkannya,jika kau mampu mengalahkannya,dengan kekuatanmu sendiri kau bisa lulus di ujian tahap kedua.

Apa kau sudah siap,kalau sudah siap kau bisa langsung memulainya,mendengar aba" dari sang naga,Edward memulai pertarungannya,karena belum mengetahui jurus dan serangan lawannya,Edward hanya mengeluarkan pukulan kecil dan sesekali menghindar dari serangan lawannya.

Karena merasa kesal dipermainkan oleh Edward,bayangan naga itu mulai mengeluarkan kekuatannya,energi listrik berkumpul,menyatu membentuk sebuah lingkaran besar dan siap diarahkan ke Edward,melihat kekuatan naga yang mengerikan itu,Edward juga tak mau kalah demi melindungi dirinya dia mengeluarkan api ungu,dan menutupi seluruh tubuhnya,dia juga menggunakan pisau miliknya untuk menarik energi listrik sebanyak banyaknya.

Sebuah tempat yang awalnya begitu tenang dan hampa dengan seketika berubah menjadi ajang pertempuran antara manusia dan seekor naga,tak lama kemudian mereka selesai mengumpulkan energi mereka masing" dan saling melepaskannya,2 energi besar saling bertabrakan,dan pada akhirnya menciptakan sebuah ledakan besar dan membuat seisi tempat itu kacau balau.

Saat terjadi ledakan itu,dengan gerakan yang sangat cepat,Edward menyusup melewati asap tebal,dan mencoba mendekati targetnya,setelah menemukan target yang dia cari,dengan sisa tenaga seadanya dan berbekal sebuah pisau,dia menyerang secara diam" dan memotong badan naga itu,hingga terbelah menjadi 2 bagian.

Melihat bayangannya dibelah oleh Edward,sang naga terkejut dan sedikit heran bagaimana dia melakukannya,karena bayangannya sudah lenyap,hasil dari ujian pun sudah bisa dipastikan.

Hei bocah aku sungguh kagum padamu,bagaimana bisa kau bertahan dari serangan pamungkasku,padahal selama ratusan tahun yang lalu belum pernah ada seorang pembela diri yang mampu menahannya.

Mungkin karena aku memiliki energi jiwa yang sama dengan paman naga,jawab Edward dengan sedikit senyuman di bibirnya.

Ha,ha,ha,haaaa,haaa,menarik sekali kau bocah,aku jadi semakin ingin tahu sampai seberapa kuat tenagamu,ujian tahap 2 aku nyatakan kau lulus,dengan sangat baik,karena kau bisa mengejutkanku,aku beri kau kebebasan untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga semaumu,jika sudah siap kau bisa memanggilku,dan kita mulai ujian tahap terakhir,jika kau lolos di ujian terakhir,aku akan berikan padamu sebuah kitab jurus badai petir dari tahap awal hingga tahap akhir,,dan aku akan beritahu kau rahasia besar dibalik jurus terlarang itu.

Terimakasih paman naga,aku harap paman naga tidak membohongiku.

Kau tak perlu kawatir bocah,selama ratusan tahun aku hidup di dunia ini,,tak pernah sekalipun berbohong pada siapapun,kecuali pada musuh yang licik dan suka menipu.

Trimakasih paman naga,aku akan membuat kejutan besar untukmu.

Untuk mempersiapkan ujian ketiga dari sang naga,Edward berusaha menyerap energi sebanyak banyaknya,dan mencari" sesuatu didalam cincin ruang miliknya,,siapa tau ada benda yang bisa memperkuat pertahanan tubuhnya,dan memperkuat serangannya,untuk berjaga" kalau sedang terdesak dan kehabisan tenaga.

Setelah beberapa menit mencari dan mempersiapkan benda" yang akan dia gunakan untuk melindungi dirinya,tiba" dia dikejutkan oleh sebuah botol yang tergeletak begitu saja di ruang penyimpanan nya,karena penasaran dia ambil botol itu,dan dibaliknya dia menemukan sebuah kertas yang dilipat menjadi kecil,, dan membukanya secara perlahan", ada sebuah tulisan di kertas itu lalu dibacanya secara perlahan ",dan ternyata botol itu adalah obat penawar racun naga biru,jika terkena racun dari seekor naga biru,energi jiwa seorang pembela diri meskipun sudah mencapai tingkat tertinggi sekalipun akan lenyap begitu saja,dan orang itu bisa meninggal,dan yang membuat Edward terkejut,di tulisan paling akhir ada nama Calista tertulis di kertas itu.

Putri Calista, apakah benar kau telah mempersiapkan penawar racun ini untukku,tanya Edward dalam hati,dan Edward pun juga masih penasaran tentang sosok Calista selama ini,yang selalu mengagumi dirinya.

trimakasih Calista,kau telah mempersiapkannya untukku,aku akan berjuang keras dan akan segera kembali untukmu.

Setelah persiapannya cukup Edward segera keluar dari ruang penyimpanan nya,dan bersiap menghadapi ujian terakhir.

Paman naga,aku sudah selesai dengan persiapan ku,kau bisa langsung memberikan ku ujian tahap akhir,yang sudah kau siapkan itu.

Baguslah kalau kau sudah siap,sebelum dimulai aku jelaskan padamu dulu,karena ujian tahap akhir ini berbeda dari ujian tahap pertama dan kedua yang hanya mengandalkan kekuatan saja untuk mencapainya, ujian kali ini selain mengerahkan seluruh tenaga untuk menghadapinya,, kau juga harus berjuang keras mengerahkan seluruh kecerdasanmu.

Memangnya ujian seperti apa yang akan paman naga berikan padaku?tanya Edward yang sudah penasaran ingin segera menyelesaikan ujian terakhirnya.

Karena melihat Edward yang penasaran dan tidak sabaran,sang naga pun mengeluarkan sesuatu dari dalam mulutnya,sebuah cahaya kecil terbang menuju ke belakang Edward yang sedang berdiri,cahaya itu tiba" membesar dengan sendirinya dan membentuk sebuah pagoda yang sangat besar dan memancarkan cahaya kuning keemasan.

Paman naga kenapa kau menunjukkan sebuah pagoda raksasa di hadapanku?

Pagoda itu adalah tempat ujian terakhirmu,didalam pagoda itu ada banyak sekali siluman,dan juga jebakan" yang sangat mematikan,jika kau mampu melewati jebakan" itu dan mampu menaiki tingkat tertinggi dari pagoda ini,kau akan menemukan benda yang kau cari,kitab asli jurus badai petir tahap awal hingga tahap akhir.

Jadi aku hanya cukup menaikinya saja sampai puncak,dan mengambil sendiri kitab itu,,kedengarannya mudah,,

Haa,ha,haaa,haaa jangan bercanda bocah,aku saja yang sudah sekuat ini belum tentu mampu menaikinya,,didalam pagoda itu ada puluhan dewa siluman yang sangat kuat,bahkan kekuatannya ada yang hampir mencapai tahap nirwana,jika kau ingin menaiki pagoda itu sampai puncak,kau harus menaklukkan siluman" itu, terserah cara apapun yang kau lakukan,jika kau gagal dan menyerah tubuh dan jiwamu akan hancur dan menjadi santapan mereka selama kau ada didalam pagoda ini,bagaimana bocah apa kau masih ingin lanjut atau mundur saja dari tantangan ini?

Aku ingin lanjut paman,,bagiku tidak ada kata menyerah sebelum mencoba,apapun resikonya aku siap menghadapi.

Kalau kau yakin dengan tekadmu itu silahkan mencoba,sebelum kau mencapai puncak,dan mengambil barang yang kau inginkan kau tak akan bisa keluar dari pagoda itu.

Dengan tekad dan keyakinan Edward berjalan menuju pintu masuk pagoda,saat Edward berada didepan pintu itu terbuka secara otomatis, dan langsung menarik tubuh Edward menuju kedalam pagoda.

Gelap sekali tempat ini,aku bahkan tidak bisa melihat apa" baiklah kalau begitu tidak ada pilihan lain,selain mengaktifkan energi jiwa itu,,tak lama kemudian tubuh Edward mengeluarkan aura berwarna ungu,dan kobaran api menyala nyala menutupi tubuhnya.

Dengan begini baru aku bisa melihat jalan,gumam Edward dalam hati.

Saat melihat adanya aura asing yang muncul,para penghuni pagoda yang merasa terganggu dengan aura milik Edward,langsung keluar dan berkumpul mengelilingi Edward,tanpa mengatakan sesuatu mereka langsung menyerang dan mengeroyok Edward seperti binatang buas yang kelaparan.

Melihat banyak sekali siluman yang mengamuk dan menyerang kearahnya,dengan cepat Edward menghindar dan membalas serangan mereka satu persatu,karena serangan dan pukulan yang bertubi" mengenai dinding pagoda,jebakan" yang ada didalam pagoda menjadi aktif dan mengeluarkan ribuan busur panah,tombak dan pedang melesat secara bersamaan dan siap menghabisi siapa saja yang ada dihadapannya.

Karena kemunculan benda" tajam itu Edward harus berjuang dengan keras menghindari serangan para siluman dan tebasan benda" tajam yang tak terkendali ,menuju diberbagai arah,karena keadaan didalam pagoda begitu kacau dan menjadi arena pertempuran yang sangat dasyat,sang naga yang menunggu diluar merasa heran dengan pagoda miliknya itu, yang mengeluarkan bunyi tidak beraturan,dan getaran" yang begitu kuat mengguncang pagoda itu.

Bocah ini,, apa yang sedang dia lakukan didalam sana,apa dia bermaksud ingin menghancurkan pagodaku ini,gumam sang naga,yang semakin menghawatirkan pagoda miliknya.

Kembali lagi didalam pagoda,Edward dan para siluman bertarung habis" san dan dengan kecepatan penuh bagaikan kilat mereka kejar" ran saling memukul dan saling menghindar,ditengah pertarungan sengit itu Edward berhasil melukai dan menghabisi beberapa siluman dengan senjata pisau yang dimilikinya,semakin banyak darah para siluman yang menempel di pisau milik Edward,tiba" pisau itu mengeluarkan aura biru dan energi listrik mengalir disela" pisau dengan adanya energi listrik itu,tebasan pisau milik Edward menjadi semakin ganas dan menakutkan,bahkan siluman yang masih berada di kejauhan pun,tubuhnya langsung terkoyak dan hancur berkeping" bahkan semua senjata yang mengarah ingin menyerang Edward,mulai berhenti dan hancur seketika terkena tebasan pisau miliknya.

Dengan keadaan dirinya yang berada di atas angin dan mulai menguasai arena pertarungan,Edward tidak menyia nyiakan kesempatan untuk segera menghabisi para siluman yang mengganggunya,dan menaiki tangga pagoda itu dengan cepat,selangkah demi selangkah dia sudah hampir sampai dipuncak paling atas,namun langkahnya terhenti saat dia mencapai puncak tangga ke 9 dari pagoda itu.

Seekor naga biru yang sangat besar di sekeliling tubuhnya mengalir energi listrik yang sangat kuat dan cakarnya yang sangat tajam seolah, siap menerkam siapapun yang ada didekat nya,karena merasa mengenali sosok naga itu yang wujudnya persis dengan paman naga yang memiliki pagoda ini,,Edward merasa sedikit ketakutan dan khawatir.

Apakah paman naga sengaja menungguku disini dan ingin menghalangi niatku untuk mengambil kitab itu,tanya Edward dalam hatinya.

Tak lama kemudian tanpa kata" naga itu langsung menyerang Edward tanpa memberinya kesempatan,

Karena merasa terdesak Edward pun juga tak segan" membalas serangan naga itu,dan akhirnya terjadilah pertempuran besar di atas tangga tingkat 9,pukulan demi pukulan dan serangan yang membabi buta dari sang naga,membuat dinding disekitar pagoda bergetar kencang,tak lama kemudian naga itu mengeluarkan asap dari mulutnya,dan menyebar ke seluruh ruangan didalam pagoda itu,karena merasa curiga naga itu mengeluarkan asap beracun,Edward langsung mengambil obat penawar racunnya,, dan mengambil 2 butir obat itu dan langsung menelannya.

Setelah menelan obat penawar racun itu,Edward melihat dan merasakan kekuatan monster naga itu mulai melemah,dan dia tidak menyia nyiakan kesempatan emas itu,dengan pisau ditangannya dia menghabisi monster naga itu,merobek tubuh naga itu dan memenggal kepalanya,tak lama kemudian kedua tanduk yang ada di kepala naga yang sudah terpenggal itu,lepas dengan sendirinya dan berubah menjadi 2 buah pedang panjang yang berukiran naga.

Melihat adanya dua pedang yang tergeletak Edward langsung mengambilnya dan memasukkannya kedalam cincin ruang miliknya.

Setelah mengalahkan naga yang berada dilantai 9 Edward menapakkan kakinya menuju lantai 10 yang merupakan lantai puncak dari pagoda itu,didalam ruangan lantai 10 tidak ada satupun monster atau siluman yang menunggunya,dia hanya melihat beberapa benda pusaka tertata rapi didalam ruangan itu, dan dia pun mulai mencari" benda yang dia inginkan,setelah beberapa menit berlalu akhirnya dia menemukan sebuah kotak kayu tua dan berdebu,secara perlahan Edward membukanya dan ternyata didalamnya ada sebuah kitab jurus badai petir,yang selama ini dia inginkan,karena sudah menemukannya dia langsung menyimpan benda itu dan mengambil beberapa benda pusaka yang menarik perhatiannya dan memasukkannya kedalam cincin ruang miliknya.

Tak lama kemudian pagoda itu mulai mengecil,merasa kawatir ikut mengecil bersama pagoda itu Edward langsung menjebol atap pagoda dan melompat secara paksa dari atas pagoda.

Setelah berhasil keluar dari pagoda itu,Edward langsung mendarat tepat dihadapan sang naga yang sudah menunggunya dari tadi.

Hai bocah apa yang kau lakukan dengan pagodaku,kenapa kau merusak nya begitu saja?

Maaf paman naga,aku tidak sengaja merusak nya,didalam pagoda milik paman ada banyak sekali siluman yang haus darah,dan ingin membunuhku,jadi mau tidak mau aku harus menghabisi mereka semua dan mengobrak abrik isi pagoda milik paman naga.

Ha,ha,haaa,haaa, haa kau sungguh membuatku terkejut,baru kali ini aku lihat ada bocah sepertimu mampu menaklukkan pagoda milikku,aku yakin suatu saat nanti kau akan menjadi orang hebat kedua setelah aku,hei bocah apa kau sudah menemukan benda yang kau cari?

Tentu saja paman,aku sudah mendapatkannya,dengan bangga Edward memperlihatkan kitab pusaka jurus badai petir yang baru saja dia dapatkan pada sang naga.

Bagus sekali bocah akhirnya kau bisa lulus juga,sekarang benda itu akan menjadi milikmu,ambillah dan pelajari dengan baik,aku akan jelaskan sedikit tentang rahasia dari kitab itu,jurus badai petir adalah sebuah jurus terlarang,, yang diciptakan oleh sepasang kekasih yang memiliki tujuan hidup yang sama dan saling mendukung satu sama lain,,orang yang nekad mempelajari kitab itu sampai tahap akhir jika tidak memiliki pasangan hidup yang memiliki tekad dan tujuan yang sama maka wujudnya akan berubah menjadi seekor naga,,dan akan bisa kembali kewujud semula setelah ada orang yang mampu menguasainya sampai tahap akhir.

Jadi kalau aku mampu menguasai jurus ini sampai tahap akhir paman naga akan berubah kembali menjadi manusia?

Tentu saja,untuk itulah aku berharap kau bisa menguasainya bersama dengan pasangan hidupmu yang memiliki tekad dan tujuan yang sama,agar kau tidak bernasib sama seperti diriku.

Baiklah paman naga aku mengerti,trimakasih sudah membimbingku sampai ketempat ini dan menjelaskan padaku tentang rahasia tersembunyi dari jurus ini.

Baiklah kalau begitu bersiaplah untuk kembali ke asalmu,dan pelajarilah baik" isi kitab itu,bersama kekasihmu yang sudah setia menunggu kedatanganmu.

Setelah ratusan tahun lamanya jurus badai petir yang melegenda itu akhirnya muncul kembali,dan rahasia tentang jurus itu akhirnya telah terkuak,akankah Edward mampu menguasai jurus itu nantikan di episode selanjutnya,,,,,😁😀 setelah baca jangan lupa like ya😁 trimakasih.

1
Andi Ical
sangat bagus alur ceritanya dapat membuat aspirasi buat kita tentang setnggi apa pun ilmu kita harus menolong orang yang membutuhkan dan menyelamatkan semua umat didunia ini.
Indah Nihayati
semangat kak
Rudi Yanto
Ng nongol 2 kelanjutannya
Rudi Yanto
mantab Thor semangat di tunggu kelanjutannya
하늘
Ijin promosi kak...

Suka baca cerita fantasi apa lagi dua dunia yang ada kisah cintanya?
Bisa baca novel aku judulnya "Kisah Cinta Dua Dunia. " bisa di lihat di profil ku...
Dijamin rekomendasi banget...
Terimakasih ditunggu dukungannya...

Semoga Author makin lancar nulisnya...
LIFE
kebanyakan novel fantasi...masuk hutan masih lemah.begitu kuat coba keluar hutan . dan tidak lupa setiap novel pasti ada seorang cewe yg minta tolong di dalam hutan ..
Al^Grizzly🐨
sebenarnya ini cerita asal mn Thor...
Jaliwan
lanjuut terus
Kang Jono
j
Artikel Bintang
cerita bagus , namun jurus dan tingkatan kekuatan tidak di bahas secara detail...
Arinimase
seharusnya tidak ada tanda (,) setelah (")
Dzaky Betta
lanjutkan thor.. asik cerita ya
aurel
cerita mu bagus aku suka , semangat truss untuk kamu dan mapir yuk di karya aku " pengorbanan cinta mentari " jangan lupa tingal kan jejek salam kenal dari liana
Ishak Srd
masih kecil udah belajar bucin
Widianto
ok,trimakasih sudah mau membaca🙏
Heni Ermayanti
lanjut
Widianto: Terimakasih sudah mau membaca🙏
total 1 replies
Fly Gyho
sedikit rumit penulisan ny untuk dipahami
ig @Levyatha Nosverash
Aku kembali , ceritanya keren banget. aku bawa rate juga ditunggu backnya yak, dan semangat up nya 😁

titipan salam dari "Kamu Milikiku"
Widianto: terimakasih atas dukungannya🙏
total 1 replies
Dzaky Betta
mantap lnjut thor
Efrizal rizal
lanjut thor..😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!