NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Sang Pelakor

Terjerat Gairah Sang Pelakor

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Selingkuh / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: R.angela

Rayana Hasianna, tidak pernah menyangka rumah tangga yang sudah dibina selama 2 dua tahun, harus kandas di tangan pelakor yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.
Rayana tidak pernah menyangka kalau sore itu dia akan melihat ranjang yang selama ini menjadi milik pribadinya bersama suami, harus digantikan oleh, Lani, sahabatnya sendiri.

Bertekad ingin membalas dendam atau menyelamatkan rumah tangganya, Ray memilih pura-pura tidak mengetahui perbuatan mesum kedua orang yang sangat dia sayangi itu.

Bagaimana kisah Ray? akankah hati yang sudah hancur berkeping-keping bisa ditata kembali?

Akankah Ray berhasil mendapatkan cinta suaminya lagi, atau memang takdir berkata lain?

"Aku mungkin bisa memaafkanmu, tapi tidak untuk melupakan, rasa sakit ini." - Rayana Hasianna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Acara pernikahan digelar, dan Raya diboyong Dika ke Jakarta. Enam bulan setelah menikah, barulah dia berhasil meyakinkan Raya untuk berhubungan dengannya. Trauma membuat gadis itu sulit menerima Dika.

Begitu pun dengan Raya, yang tidak pernah merasakan kenikmatan setiap berhubungan, karena dia sendiri pun merasa tidak nyaman untuk melakukannya.

Besarnya rasa cinta Dika pada Raya bisa menerima kekurangan gadis itu, terlebih Raya tipe gadis penurut, tidak banyak menuntut dan lembut.

Hingga datangnya Lani, sahabat Raya ke rumah mereka, dan berujung perselingkuhan!

"Kau, sih yang salah, Mas. Udah tahu dia udah bolong, kenapa juga masih mau dinikahi," ucap Lani dingin.

"Sudah, gak usah dibahas lagi, sayang. Yang penting, kini kita bersama." Dika sudah menyibakkan selimut yang melilit di ketiak Lani, membaringkan wanita itu di sisinya, lalu merasai puncak indah milik wanita itu hingga terdengar lenguhan kenikmatan. Lidah Dika menari liat memanjakan ujungnya yang tampak menantang.

"Kita mau lanjut lagi, Mas? apa gak capek?" Lani menggenggam milik Dika yang sudah mulai mengeras lagi. Selama bersama Lani, Dika tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Ingin terus meraup kenikmatan bersama gadis itu.

"Tentu saja, Sayangku. Jadi untuk apa kita check in di hotel mewah begini, kalau bukan untuk membuatmu puas?" ucap Dika tersenyum. Jemari Dika sudah mulai merambah ke bawah, tempat kenikmatan milik Lani yang masih basah, masih ada sisa cairan bekas mereka bertempur tadi. Dengan mahir, Dika memainkan dua jemarinya di dalam sana, mengobok, membelai biji kecil Lani hingga gadis itu tidak hentinya mendesah, dan menggelinjang dengan hebat.

Dika suka melihat wajah Lani yang memerah terbakar ga*irah, tampak begitu memuja permainan Dika. Ada satu kebanggaan tersendiri di hati pria itu bisa memuaskan Lani. Tidak seperti Raya yang kaku, malu menunjukkan apa badai gai*rahnya, itu pun kalau ada.

Dika mengecup sekilas bibir Lani, lalu membuka paha wanita itu dan menunduk diantara paha mulus itu. Mencium lembah lembab dan nikmat milik Lani. Bermain dengan lidahnya, hingga kicauan tanda kenikmatan menggema dari mulut Lani.

Tidak sampai di situ saja, Dika menggila, mencium dan merasai permukaan milik Lani, hingga wanita itu hampir keluar.

"Mas..." Tubuh Lani mengejang hebat.

Dika menaikkan serangannya. Bermain lebih liar di bawah sana dengan lidahnya sementara tangannya meremas bagian atas tubuh Lani dengan kencang.

"Mas... aku sampai..." cicitnya lemas. Menutup mata menikmati hasil akhir perbuatan Dika yang selalu dia dambakan.

"Ayo dong, Mas. Sekarang aja," desak Lani seperti biasa sudah tidak tahan dan segera ingin masuk ke dalam inti permainan.

Dika berhasil memasuki Lani, begitu nikmat terasa. Baru dia kali goyang, ponsel Dika kembali berdering ke sekian kali. Lani yang melihat nama si penelpon, hanya mendengus kesal.

Sepertinya Raya tidak mau menyerah, dia terus saja menghubungi nomor Dika, hingga membuat pria itu tidak berkonsentrasi mendengar getaran di atas meja yang ditimbulkan oleh ponsel itu.

"Halo..." bentak Dika yang masih ada di dalam Lani.

"Mas kemana saja sih? aku telepon dari tadi. Mas dimana? kok belum pulang? apa gak ingat kalau hari ini jadwal kita periksa kandungan? tadi aku kan udah chat, dan Mas juga udah baca kok pesanku itu," kata Raya dari seberang sana.

"Kau itu memang istri yang gak ada hormat-hormatnya sama suami sama sekali, ya? nanya suami udah kayak nanya terdakwa di pengadilan!" bentak Dika kesal karena Raya sudah mengganggu kesenangan mereka.

"Habisnya, Mas udah baca chat aku, tapi gak balas, telepon juga gak ngangkat."

Lani yang mendengar hanya tersenyum simpul. Dia lah yang membaca pesan Raya dan hanya mengabaikannya. Dika sama sekali tidak peduli.

Satu ide muncul di pikiran licik Lani. Dia yang saat itu berada di bawah Dika, menarik tubuh pria itu agar mendekat, dan menciumi bibir Dika, lalu memasukkan salah satu miliknya yang indah dan sekal itu ke dalam mulut Dika hingga pria itu gelagapan.

Berhasil dilepas Dika, pria itu menjauhkan ponselnya. "Nanti dulu, Sayang. Jangan berisik nanti kita ketahuan," bisik Dika.

Lani terbakar cemburu, niatnya adalah membuat Raya semakin merasa curiga. Dia mendorong tubuh Dika, hingga telentang di atas tempat tidur, lalu menunduk, mengulum kedua kelereng yang menggantung di sela paha Dika.

Dika kembali terbakar. Lani sangat tahu dimana kelemahannya. Lani tentu saja sengaja melakukannya. Dia paling benci kalau waktu berdua dengan Dika harus diganggu Raya.

"Mas... kau sedang apa sih? kok kayak terengah-engah?" tanya Raya curiga. Kembali jantung berdebar kencang. Pikirannya sudah melayang jauh, menebak kalau kedua pasangan mesum itu tengah melakukan dosa lagi.

"Sayang, nanti dong. Tunggu aku matikan teleponnya," ucap Dika menutup speaker ponselnya, sekaligus menjauhkan dari dekat mereka.

"Makanya, matikan. Aku gak mau kita diganggu si norak!"

"Iya, Sayang. Nanti kita bertempur lagi. Sebentar aku tutup teleponnya," sahut Dika berbisik.

"Gak mau, Mas. Aku mau sekarang." Lani sudah membasahi milik Dika dengan air liurnya lalu membelai naik turun dan setelahnya, memasukkan ke dalam miliknya. Mata Dika terpejam, merasakan sensasi luar biasa. Benda tumpul itu bahkan bisa merasakan bagian terdalam di tubuh Lani.

"Mas..." ucap Raya dengan nada kesal karena Dika yang mendiaminya.

"I-iya, Ray. Ben- Bentar lagi aku... aku pulang," jawabnya terbata karena tubuhnya sudah mulai digenjot oleh Lani. Tidak punya pilihan lain, Dika menutup telepon Raya begitu saja.

***

Raya yakin sekali kalau saat ini kedua manusia laknat tengah bersama. Kembali air mata Raya ke luar. Menangis sejadi-jadinya hingga perut Raya keram.

Dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Penuh kesakitan, Raya memesan ojek online menuju rumah sakit terdekat, lagi ke klinik tempat dokter kandungan yang pertama kali memeriksa.

Di dalam mobil pun, Raya terus menangis menahan kesedihan sekaligus merasa sakit di perutnya.

"Maaf, Mbak... Saya mau daftar periksa sama dokter kandungan," ucap Raya.

"Baik, Bu. Boleh saya pinjam kartu tanda pengenalnya?"

Raya membuka dompetnya dan menyerahkan sebuah kartu.

"Baik, Bu. Mohon menunggu sebentar," ucap sang resepsionis.

Raya duduk di bangku tunggu bersama pasien lainnya. Raya yang sendirian, menatap para pasien wanita yang ada di hadapannya kebanyakan perutnya tampak sudah membelendung, ditemani oleh suami atau kerabat mereka. Genangan air mata kembali muncul. Dia malu harus menangis, tapi sesak jika tidak ditangiskan.

Berganti pasien keluar masuk ke dalam ruang praktek sang dokter kandungan. Raya sabar menunggu. Namun, denyut jantungnya berdetak lebih cepat, dan tubuhnya terasa lemas. Sakit di kepalanya kali ini menghantam begitu kuat, hingga sesak itu kembali terasa. Matanya mengabur.

"Bu Rayana, silakan masuk."

Raya masih mendengar jelas namanya dipanggil, lalu berdiri dan bersiap melangkah. Baru mengangkat kaki kanan, wanita itu pun roboh ke depan, dan tepat seorang keluarga pasien yang baru selesai periksa dan lewat dari depan Raya, sigap menangkap tubuh Raya yang sudah jatuh pingsan.

****

Jangan lupa dukung aku terus, biar aku semangat nulisnya, makasih. Dan jangan lupa mampir

1
falea sezi
laris doyan apa gmna ciuman masih aja di lanjut
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
Surati
bagus
Haerul Anwar
TOLOL LU ANJING SUKA SAMA PEMERKOSA LU DASAR LACUR ANJING
Dessy Arisandy: Goblokkkk siaa
total 1 replies
yuiwnye
wkwkwkkk bener Lani, takut dosa tp berzinah 😎
Nora Asdi
pernah juga kayak gitu di cium spontan leh c doi fish time, berbulan ngak boleh lupa dn jantung mcm mau copot🤣🤣🤣🤣 thooorrrr😂😂
Mamah Kekey
baru baca udah tegang nyesek...
kimiatie
apa nak di takutkan bukan nya raya hamil luar nikah Dan sekarang semuanya sudah berlalu...terus terang sahajalah...yang sifat raya ini pelik sikit
kimiatie
geram sudah saya dengan sikap lembut raya...itu pun harta gak nya sebab emas dia yang digadai untuk memulakan usaha mereka....hisssss
kimiatie
kemana tumpahnya kuah kalau tidak ke nasi🤦🤦
Catur Setyaningsih
Kecewa
pipi gemoy
👍🙏🌹
Mujiyanti
itu jodohnya raya, nanti pasangan ini di karuniai ank 2 yg cakep2 ya thorr
Mujiyanti
setiap novel kok wanitanya yg selalu bego, bego kok di pelihara to ya raya
Kusii Yaati
ya ampun El kamu kira istrimu itu sungokong apa sampai harus manjat lemari segala😂😂❤️
菲菲 Dwi L Arema
Bisa tidak raya jgn klemer klemer nangis tok
Mulyati Wahyuni
jangan crta sprti sinetron buntut buntut nya drama ga penting udh baca serius malah ntn sinetron
Kitashiro Nauko
onde Mande.... keren bener Abang el
Author_Ay: Subscribe + Ulasan

like, vote dan komen

NONA galak & tuan posesif
total 1 replies
Kitashiro Nauko
mantap
Author_Ay: Baca novel ku judulnya Istri Amnesia Tuan Kaisar

Subscribe dan beri ulasan bintang kemudian like vote dan komen
total 1 replies
Kitashiro Nauko
kyak nya seru deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!