Harapan dalam berumah tangga adalah kebahagiaan,hidup damai dan tenang namun berbeda dengan kisah Nirmala Anindia yang memiliki suami yang sama sekali tak pernah melihat Keberadaannya..
Suatu hari Mala memergoki Jimmi sedang berselingkuh dengan seorang wanita cantik bernama Anita.
Jimmi Mahendara adalah suami Mala,mereke menikah karena di jodohkan dan Mala yang selalu tampil apa adanya membuat Jimmi mencari wanita lain untuk memenuhi hasratnya..
Hingga suatu hari Mala terjatuh hingga membuat Mala hampir kehilangan nyawanya,malang tak dapat di tolak anak yang ada dalam kandungan Mala pun meninggal karena Mala mengalami keguguran..
Bertahun tahun Mala terpuruk dalam dilema hingga suatu hari Mala mulai berfikir untuk membalas dendam terhadap Jimmi dengan bantuan Attala lelaki yang dengan sangat tulus mencintainya akankah Mala kembali lagi pada Jimmi ataukah Mala akan melabuhkan hatinya pada Atta laki laki yang tulus mencintainya..
Simak kisah selengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 06
Setelah selesai menghabiskan makanannya Mala bergegas untuk mengikuti Jimmi, dan tanpa sepatah kata pun Jimmi melajukan mobilnya menuju tempat tinggal mereka...
"Jangan pernah kamu berani mengadu apapun kepada Bunda,jika kamu berani mengadu apapun kamu akan tahu sendiri akibatnya." ucap Jimmi tanpa menatap Mala sedikitpun..
Mala pun hanya mengiyakan ucapan Jimmi baginya kini kehidupannya jauh lebih menyakitkan dari hatinya..
"Dan seharusnya kamu itu berkaca kamu itu sekarang menyandang status istriku,tapi lihatlah penampilanmu kolot dan juga kampungan. Eh aku lupa kamu itu hanya istri pura pura." ucapan Jimmi semakin membuat hati Mala hancur berkeping keping..
Mala pun diam seribu bahasa tanpa memperdulikan ucapan Jimmi yang semakin menusuk relung hatinya..
"Kamu itu gak dengar ya aku ngomong sama kamu?" ucap Jimmi dengan ketusnya..
Mala pun hanya mengangguk..
"Aku tahu Mas tanpa kamu bicarapun aku tahu kekuranganku dan aku tahu jika kita menikah tanpa rasa cinta." ucap Mala lirih..
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah tempat tinggal mereka. Mereka di sambut hangat oleh Bunda Farida.
"Selamat datang bagaimana bulan madu kalian? Bunda berharap setelah ini Bunda akan segera mendapatkan cucu dari kalian." ucap Bunda Farida sembari tersenyum..
Jimmi pun langsung mencium tangan Bunda Farida secara bergantian..
"Iya Bunda,Bunda doain aja yang terbaik untuk kami." ucap Jimmi dengan lembut...
Mala pun mengucapkan kata yang sama pada Bunda Farida sehingga membuat wanita itu tak berfikir macam macam..
"Baguslah kalau gitu sayang,Mala putriku sebaiknya kamu istirahat dulu ya kelihatannya kamu capek. Nanti biar Bunda masakin makanan kesukaan kalian." ucap Bunda Farida sembari tersenyum meninggalkan Jimmi dan Mala..
Jimmi dan Mala tanpa berkata apapun mereka sama sama berjalan menuju kamar mereka. Biar bagaimanapun mereka harus tetap bersandiwara di hadapan Bunda Farida..
"Aku harap kamu tahu batasan kamu disini. Ini kamarku dan aku tak pernah suka jika kamu mendekati ku." ucap Jimmi lagi lagi membuat Mala sakit hati..
Baru beberapa hari menjadi istri Jimmi,Mala sudah merasakan sakit hati yang begitu dalam.
"Mas gak usah khawatir aku tahu kok batasanku. Dan Mas juga tak perlu pikirkan tentang Bunda." ucap Mala dengan datar..
Jarum jam berputar dengan begitu cepat,tak terasa waktu tangan menunjukan pukul 21.00 Wib.
Jimmi dan Mala pun berpamitan untuk beristirahat..
"Bunda Mala mau kekamar dulu a mau istirahat." ucap Mala sembari tersenyum..
Bunda Farida pun tersenyum dan mengangguk..
"Baiklah sayang selamat beristirahat. Bunda masih mau bicara dengan suamimu gak apa apa kan?" tanya Bunda Farida sembari tersenyum..
Mala pun mengangguk sembari pergi meninggalkan Jimmi dan Bunda Farida di ruang keluarga..
Setelah Mala pergi kini Bunda Farida menatap mata Jimmi..
"Jim kamu jujur sama Bunda kamu memperlakukan Mala dengan baik kan? Ingat Jim sekarang Mala adalah istrimu dia tanggung jawabmu,dan Bunda berharap kamu tidak mempermainkannya." ucap Bunda Farida sembari terus menatap Jimmi dengan tatapan yang kurang suka..
Jimmi pun menatap wajah sangat Bunda,mulutnya bisa berbohong namun hatinya tidak.
"Tentu saja Bunda aku memperlakukan dia dengan sangat baik. Kalau Bunda ragu Bunda bisa tanyakan kepada Mala tentang bagaimana perlakuanku kepadanya." ucap Jimmi mencoba menyakinkan hati sangat Bunda..
Bunda Farida pun merasa lega setelah mendengar ucapan dari sang putra. Bunda Farida pun berpamitan untuk kembali kedalam kamarnya untuk segera beristirahat. Setelah Bunda Farida pergi Jimmi termenung mengingat kebohonagnnya kepada sangat Bunda bahwa Jimmi tak pernah memperlakukan Mala dengan baik..